NovelToon NovelToon
Soraya Dan Aldrian

Soraya Dan Aldrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:379
Nilai: 5
Nama Author: MayRedN

Soraya anak bungsu dari tiga bersaudara, ceria, mudah bergaul dan sedikit pintar. Keluarganya berkecukupan tapi sederhana. Hari Pertama SMA kelas 10 bertemu Aldrian yang kelas 12, Aldrian orang yang pendiam, perhatianya tidak diucapkan. Soraya dan Aldrian memiliki hari hari yang canggung disekolah. Banyak interaksi tak pernah terjalin komunikasi. Soraya akhirnya harus terpisah dengan Aldrian. Aldrian yang sudah lebih dulu lulus pergi tanpa kata tanpa berpamitan, membuat hari hari Soraya disekolah selalu mengingat Aldrian.

Setelah 2 tahun terpisah akhirnya mereka bertemu kembali. Aldrian mempunyai keberanian untuk menemui Soraya dirumahnya.

Soraya dan Aldrian dari keluarga yang sangat berbeda, keyakinan yang berbeda membuat mereka mempunyai banyak cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MayRedN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diantara banyak wajah aku memandang dia

Pagi ini aku kesekolah mengendarai sepeda motorku yang baru, hari ini hari pertama kesekolah naik sepeda motor sendiri sekaligus sebagai siswa SMA yang sudah resmi.

Mungkin sekarang mas Nandito sedang merindukan aku, aku yang bertahun tahun bonceng dibelakangnya sekarang dia ngikutin aku dari belakang.

Mas Nandito kelihatan bawel tapi sebenernya dia orang yang sangat perhatian, perhatian mas Nandito berikan ke aku berbeda dengan ke mba Renata, mereka berdua jarang sekali berbincang. Mereka lebih seperti kucing dan tikus.

Beberapa kali aku melihat mas Nandito dari kaca sepion, wajahnya seperti kawatir kayaknya dia nggak iklas banget aku naik motor sendiri.

Kadang aku berfikir yang orang tuaku siapa, Bapak Ibu atau mas Nandito yang terkadang selalu kawatir berlebihan.

sepanjang perjalanan aku banyak memikirkan tentang hal hal yang terkadang membuatku tak habis fikir.

Takdir seakan memihak, diperempatan pasar burung saat aku akan berbelok kekiri dia melintas dari arah kanan, berjalan didepanku.

Aku melihat punggung itu, punggung kak Aldrian. Punggung yang sama seperti kemarin. Kenapa melihatnya jantung ini berdetak seakan lebih kencang...

Langit cerah namun gerimis pagi ini membawa kami dalam perjalanan sunyi. Kami bertiga berjalan beriring iringan motor.

Didepan gerbang sekolah sudah mulai ramai, Aku masuk, melihat ke arah mas Nandito yang berhenti sebentar tetap menatapku dari kejauhan hingga aku masuk keparkiran.

Kak Aldrian dia berhenti di belakang gerbang berbincang dengan temanya di samping pos satpam.

Aku berputar arah masuk kelas lewat tangga belakang, menyusuri lorong laboratorium dilantai 2, suasanya tidak begitu ramai hanya saja jalannya berputar sedikit jauh.

Nantinya lorong laboratorium ini akan menjadi tempat favoritku, hening tenang. Sebelum memulai hari disekolah yang penuh kebisingan.

Ada suara langkah kaki terdengar mengiringi jalanku. Dari kaca kaca ruangan aku melihat bayangannya. Dia berjalan dibelakangku menyusuri lorong laboratorium.

Ingin rasanya aku berhenti menoleh ke belakang, namun ego ini lebih kuat dibanding keinginanku menyapanya.

Aku berbelok kekiri menuju ke deretan kelasku, Dia masih berjalan lurus, selang beberapa saat dia berbelok kekiri menuju deretan kelasnya, kami berjalan beriringan

Aku di depan dia dibelakang. aku melewati kelas 10.1, 10.2, 10.3, 10.4, yang sudah ramai, murid murid berdiri dibalkon depan kelas sambil bercengkrama.

Dibalkon depan kelas 10.5 juga sudah ramai.

"Aya ya..." aku menoleh ke arah suara, ternyata Putri udah sampai duluan...

"Lagi pada ngapain disini" tanyaku sambil memandangi sekeliling

Putri "Sana taruh tas dulu trus balik kesini lagi"

Aku masuk kekelas duduk dikursiku depan sendiri dekat jendela, ngambil tumbler dari saku tas, minum seteguk lalu menaruh tas dikursi.

Kupandangi sekeliling kelas masih sama seperti kemarin, lalu aku berjalan keluar mendatangi teman teman di balkon.

Aku "Pada ngapain sih disini??"

Putri menarik lenganku agar berdiri disampingnya, tepatnya disebelah pilar "Apaan sih Put??"

Putri matanya sambil menelisik ke balkon seberang "Kak Firuly... " teriak Putri

Dari mimik dibibirnya sepertinya kak Firuly menjawab "Iya.. "

Putri nunjuk nunjuk ke kak Aldrian

Kak Firuly nunjuk ke kak Aldrian "Aldrian???"

Putri menjawab dengan anggukan kepala,

Kak Firuly memegang kedua bahu kak Aldrian menghadapkan badanya ke kami.

Pandangan kak Aldrian langung tertuju ke arah kami.

Putri menunjuk ke arahku.

Aku dan kak Aldrian saling berpandangan 5 detik.

Aku hening diapun hening dari seberang balkon. Lalu aku menoleh ke Putri menutup telunjuknya dengan tanganku.

"Apaan sih Put, malu tau"

"Ya masuk deh kak Aldrian nya "Gimana Ya, serukan??? Putri sambil tertawa

"Seru apaan... Malu tau!!!" kataku sambil masuk ke kelas.

Putri mengikutiku dari belakang "Kalian tadi nggak ngobrol??"

Aku masih dengan nada marah "Ngobrol apa sih, kenal aja nggak"

Putri memandangku dengan seksama

"Bukanya kemarin pulang sekolah tinggal kalian berdua, tadi juga kalian datengnya bareng dari timur arah laboratorium"

Aku "Iya kemarin tinggal aku sama dia, tapi dia langsung pulang gitu aja nggak ada ngomong apa apa, malahan kemarin aku nggak kebagian permen"

Putri dengan nada menyesal seperti bersalah "Masa cuma gitu doang sih... Aku kemarin padahal sengaja ninggalin kalian berdua, akukan nunggu kamu didepan. Trus liat Kak Firuly dan kak Septia turun aku ikut turun, kupikir kalian lagi ngobrol berdua, eh malah nggak dikasih permen juga"

Aku "Iya permennya udah nggak ada mungkin dia nggak enak, trus dikasih coklat yang ada dikantongnya"

Putri terbelalak "Kak Aldrian ngasih coklat kamu??? trus bilang apa???"

Aku menjawab dengan nada malas "Kan aku sudah bilang nggak bilang apa apa, ngasih aja langsung ditaruh ditanganku senyum dikit trus pergi"

Putri dengan wajah kecewanya "Ih... jadi gemes nih sama kak Aldrian"

Aku melihat Putri menelisik wajahnya apa maksudnya "Memang kenapa gemes, biasa aja ah.."

Triinggggggg...... Triinggggggg

Bel masuk berbunyi, semua murid yang ada diluar mulai masuk ke kelas.

Tamiya dan Rifta duduk dibangku belakang aku dan Putri.

Tamiya mencolek bahuku "Hari ini belum pelajaran aktif kan ya Ya?"

"Sepertinya iya, kan kita belum dibagi jadwal pelajaran" jawabku sambil menoleh kesamping kiri.

Tamiya "Iya juga ya"

Putri "Paling juga masih kenalan kenalan sama guru gurunya"

"Selamat pagi anak anak" bu Dewi masuk kekelas. Berdiri disamping meja guru.

Kami menjawab dengan penuh semangat

"Pagi bu Dewi"

Bu Dewi "Selamat ya udah jadi anak putih abu abu, 3 hari kedepan kita masih santai saja sekolahnya, nanti aktif pelajaran mulai hari senin depan, bagaimana MPLS kemarin, apakah menyenangkan?"

"menyenangkan bu" jawab kami ramai ramai dikelas

Bu dewi duduk sambil membuka buku yang dibawanya "Syukurlah kalau begitu, bu Dewi absen dulu ya, yang ibu panggil berdiri, dibangkunya saja"

Satu persatu dari kami di panggil oleh bu Dewi, setelah selesai kami dipersilahkan ngobrol biar lebih akrab tapi tidak boleh berisik sambil nunggu bel istirahat.

Triinggggggg...... Triinggggggg

Bel istirahat berbunyi, bu Dewi pamit kembali ke ruang guru, lalu kami berhamburan keluar.

Kami berdiri di delan kelas tepatnya persis seperti tadi pagi. Ngobrol ngobrol santai menghadap pagar di balkon.

"Aku udah laper, mau beli roti dulu, mau ikut? tanya Tamiya sambil memegang perutnya yang lapar.

"ikut kemana? Tanyaku sambil menghadap Tamiya

"Kan ada satu kantin deket kamar mandi cewek dibawah tangga, situ tuh belakang situ" Tamiya sambil menunjuk kelas laboratorium.

Putri mengagetkan tiba tiba tanganya narik narik rok ku dan Tamiya "Jangan jangan kemana mana dulu, tuh liat tuh udah pada keluar kelas seberang"

Hhuff...

Aku menghela nafas berat "Mau apa lagi sih ni anak, jangan diulang kayak tadi mau tau!!!"

Tamiya sambil menggandeng tanganku "hihihi... malu apa mau? Wajahnya biasa aja nggak usah merona kayak jambu"

Putri "Idihhhh biasa aja kali... Hihihi... Orang aku mau nunjukin tuh kelas seberang tuh ada kapten Basket tuh lihat yang pakai jaket putih topi putih, namanya kak Arya"

Aku dan Tamiya penasaran, mencermati dengan seksama orang orang yang sedang kelur dari kelas sebelah yang mana kapten basketnya, mungkin karena kita juga akan ikut ekskul basket jadi pengen tau aja kapten nya cowok siapa.

Putri "Tuh liat tuh kak Arya lagi ngobrol sama kak Aldian, tuh liat mereka hadap kesini"

Deg.... Pandanganku terhenti seketika, alih alih melihat kak Arya diantara banyak wajah aku memandang dia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!