NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:172
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

"hi guys"

"kesambet apaan lu senyum senyum ndiri.tadi aja marah marah"ucap martin.

Citra tak menghiraukan ucapan martin,ia duduk di dekat dery hingga gelang di tangannya dengan sengaja disentuhkan ke tangan dery.

Dery yang merasa risih menggeserkan badannya agar duduk sedikit berjarak dengan gadis itu.

Senyumnya menyeringai,ia merasa bisa menguasai dery mulai saat ini.setelah itu ia akan mencari cara agar aulia tak akan pernah bisa di temukan.

......................

Di sebuah gapura ki dajeng memberikan dua buah gelang berwarna hitam untuk di gunakan oleh pak arman dan bu wida.setelah dipakai kakek itu mengajak keduanya berjalan beberapa langkah kaki.

Ki dajeng membawa pak arman dan bu wida ke sebuah tempat terpencil.ya rumah kakek tua itu yang tak jauh dari air terjun.Tak seperti di tempat tadi,kini keduanya melihat dengan jelas banyak warga yang berlalu lalang di sekitar kampung itu.

Rumah rumah tampak berbaris dengan rapi,suasana yang indah tentram.membuat siapapun pendatang merasa nyaman tinggal di sana.

"kenapa saat saya masuk ke gapura gak ada satu pun warga yang terlihat ki?bahkan tak ada rumah seperti ini??"tanya pak arman.

Namun kakek itu tak menjawabnya.ia memilih tersenyum.

"silahkan masuk"

Ketiga orang itu masuk ke dalam rumah yang sangat sempit.duduk di lantai dengan alas tikar jaman dulu.

"kita harus memulainya dari sekarang.sebelum matahari terbenar anak kalian harus segera di temukan.jika tidak dia akan terperangkap selamanya disana"

"ya allah aul.."ucap bu wida yang menutup mulutnya dengan rasa tak percaya.

"untuk membuat aulia kembali,kita harus masuk ke alam mereka.apa kalian sanggup?"tanya kakek itu.

Bu wida dan pak arman saling melempar pandang.ketakutan bukan lah hal yang menakutkan lagi jika sudah menyangkut dengan buah hati mereka.

"kita sanggup ki,apapun akan kita lakukan asal anak kita kembali"

"baik..setelah air bunga 7 rupa ini di oleskan ke mata kalian.kalian harus menutup mata kalian.jangan pernah mencoba membukanya sebelum ada instruksi dari saya"

"genggam tangan saya,kita harus segera memulainya sekarang sebelum terlambat"

Ketiganya menutup mata mereka masing masing.Seolah tempat yang mereka singgahi tadi hilang begitu saja.kini mereka berdua berada di tempat yang berbeda.

"pa..kita dimana?"

"kita udah di alam mereka ma.pegang terus tangan papa jangan di lepas atau kita akan gagal bawa aulia"ucap pak arman.bu wida hanya mengangguk.

Mereka tak melihat sebuah pondok yang menjadi tempat teman anaknya istirahat.seolah pondok itu tak ada.Hanya ada air terjun yang sangat indah,suasana yang masih sangat asri.ada beberapa tenda yang berdiri di tengah air terjun itu.

"tolong..."suara lirih yang mereka kenal.

Langkah mereka mendekat ke arah suara itu.

"aulia pa"

Bu wida yang tak sabar ingin lari menarik anaknya yang sedang di peluk oleh seseorang perempuan bergaun merah.

"ma!sabar.jangan sekarang"

Namun karena melihat anaknya yang begitu lemas ia tak menghiraukan perkataan suaminya.

"aulia!!!!!!"teriak bu wida.

Sosok itu menoleh ke arahnya,dengan pandangan marah.

"huaaaaaaaa"teriaknya yang terdengar menggelegar.

Bu wida dan pak arman menutup telinga mereka yang sangat sakit mendengar aungan sosok itu.

"siapa kamu?kembalikan anak saya"

"akhirnya kamu kembali arman"ucapnya.

Bu wida sontak menoleh ke arah suaminya.

"kenapa dia tau nama kamu pa?"tanyanya.

Sedangkan pak arman masih memandangi sosok itu dengan penuh tanda tanya.

"masih ingat aku?lastri"ucap sosok itu sambil mengelus elus rambut aulia.

"lastri.."lirih pak arman.

Ingatannya seolah kembali ke peristiwa 20 tahun yang lalu.

"lastri..kembalikan anak aku.dia gak bersalah"ucapnya.

"kamu mau anak ini arman??sayangnya dia akan menjadi anakku sekarang"teriaknya penuh tawa menyeringai.

"gak!dia anak aku."bu wida berlari ke arah sosok itu menarik tangan anaknya yang terkulai lemas.

Meski berhasil membuat aulia lepas dari pelukan sosok itu.namun lastri dengan cepat menyerang bu wida hinga membuat tubuh ibu anak satu itu tersungkur.hidung dan mulutnya mengeluarkan darah.

"jangan serang dia lastri!jangan!!"

"oh oh oh..arman.kamu terlihat sangat mencintai perempuan ini bukan?jika aku tidak bisa memilikimu,tak ada siapapun yang bisa memilikimu juga hahahahahaha"

Aulia mencoba sadar dan berdiri meski tubuhnya sangat lemas.tangannya meraih sesuatu yang berada di saku miliknya.

Sebuah kalung yang pernah di berikan oleh ki dajeng ternyata masih ia simpan.Setelah melihat aulia yang akan menyelamatkan ibunya,lasti terbang dengan tawa nyaring membuat telinga keluarga itu berdenyut kesakitan.

Jemarinya yang panjang hendak menyingkirkan aulia yang berusaha membantu ibunya berdiri.namun tubuhnya terpental.

Aulia menoleh ke arah lastri yang kesakitan.Ia menyadari kalung yang digunakannya sangat berpengaruh saat ini.kalung itu mempunyai kekuatan yang bisa ia gunakan untuk menghindar dari serangan lastri.

"aulia cepat pergi bawa mama kamu"

aulia mengangguk..tak sampai disitu.lastri kembali menyerang bu wida saat aulia lengah.

"lastri..jangan.."ucap pak arman.

"jangan mendekat arman,atau istrimu ini akan aku lenyapkan"

mau tak mau pak arman berdiri di tempatnya.wajahnya sangat memelas tak ingin anak dan istrinya menjadi korban lastri.

"s-siapa kamu.ada hubungan apa kamu sama suami s-sayaa"tanya bu wida dengan nafas terengah engah menahan rasa sakit di tubuhnya akibat berkali kali terbanting.

"selama 20 tahun ini apa arman tidak menceritakan aku?hiks hiks tega sekali dia"

"tak ada waktu untuk menjelaskan rasakan ini...'kukunya yang runcing hendak merobek wajah bu wida.

Dengan sigap aulia melepas kalungnya lalu mengalungkannya kepada bu wida.

Jeritan lastri terasa sangat menyakitkan.tubuh aulia kembali di bawanya lalu perempuan itu hilang begitu saja.

"aulia....lastri kembalikan anak ku"jerit pak arman.

"kembali genggam tangan kalian,waktu kalian sudah habis"ucap ki dajeng yang menggema di hutan itu.

Pak arman memapah istrinya dengan pelan,menggenggam tangan itu yang sudah dingin.

"buka mata kalian"

keduanya membuka mata,seolah luka itu tak ada namun tubuh bu wida penuh dengan memar.

"pa.jelasin siapa lastri,kenapa dia terus terusan nyerang aku sama aulia?!!"

"sebaiknya bapak jujur saja kepada istri bapak.tak baik menyembunyikan sesuatu di dalam suatu hubungan"

pak arman mengangguk.ia membuang nafas kasarnya.

"20 tahun yang lalu..papa pernah datang ke tempat ini sama teman teman papa termasuk lastri"

Bu wida membuka mulutnya tak percaya.

"kalo papa pernah kesini kenapa gak larang aulia buat gak datengin tempat ini hahh??"ucapnya yang tengah emosi.

"bu..sabar.dengarkan dulu penjelasan pak arman"

"nama dan tempat yang aulia sebut sangat berbeda ma dengan air terjun yang papa kunjungi 20 tahun yang lalu.mungkin sudah ganti nama,atau di renovasi sampai papa gak tau kalo air terjun yang dituju anak kita adalah air terjun ini"ucap pak arman merasa bersalah.

Bu wida menangisi nasib anaknya yang masih terperangkap di alam ghaib.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!