Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaito Yamada
Furubura, Hokkaido
Qiarra melihat dalam akiya yang kosong perabotan tapi dia bersyukur kulkas, microwave dan mesin cuci ada. Dia memeriksa kondisinya dan Qiarra tidak meragukan orang Jepang yang sangat menjaga barang-barangnya.
"Semua barang elektronik di sini masih bagus dan berfungsi dengan baik," ucap Saka.
"Ah, so desu ne." Qiarra melihat ada futon bersih di dalam lemari dinding yang dia buka. "Sepertinya semua sudah cukup, Saka-san. Oh, dimana saya bisa membeli bahan makanan seperti di pasar atau Mini market?"
"Pasar ada di jalan ke arah kantor desa hanya buka dari jam empat pagi sampai jam sepuluh pagi. Kalau Mini market buka jam delapan pagi sampai jam enam sore. Saya sarankan, lebih baik Anda belanja banyak untuk stok," jawab Saka.
"Haik. Terima kasih Saka-san. Tapi sepertinya saya akan ikut dengan Anda untuk membeli bahan makanan karena ...." Qiarra melirik jam tangannya, "sudah lewat jam pasar buka. Mungkin saya akan stok ramen sementara dan membeli beras."
Saka melongo. "Jangan bilang, ramen dan nasi?"
Qiarra mengangguk. "Kombo karbohidrat yang bagus bukan?"
Saka menilai Qiarra dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Bagaimana Anda tetap awet langsing dengan metode makan seperti itu?"
"Under pressure dalam pekerjaan," cengir Qiarra.
***
Kedua wanita itu berjalan ke arah kantor desa karena Qiarra hendak berbelanja banyak. Di perjalanan, mereka bertemu dengan Nenek Okada yang terkejut saat tahu gadis asing itu fasih berbahasa Jepang sopan.
"Ah, jadi aku ada temannya. Tidak sendirian lagi," kekeh wanita tua itu.
"Semoga kita bisa bertetangga dengan baik, Okada-san," senyum Qiarra sambil membungkuk sopan.
"Sungguh, aku tidak mengira kamu bisa berbahasa Jepang, Azalea-chan." Nenek Okada tersenyum senang.
"Panggil saja saya Nabila. Azalea adalah nama keluarga," ucap Qiarra.
"Ah, Nabilla-chan. Nama yang cantik."
Setelah basa-basi, mereka pun pergi. Tanpa sepengetahuan keduanya, seorang pria menatap tajam ke arah Qiarra.
"Datang lagi orang bule kemari," gumamnya. "Mau apa dia?"
***
Glasgow Skotlandia
Queen membuka kulkas dan memajukan bibirnya.
"Dasar pria! Kulkas isinya cuma minuman dan makanan beku!" gerutunya.
Queen lalu membuka ponselnya dan mencari market halal yang dekat dengan apartemen Samudra. Dirinya tersenyum saat mendapatkan lokasi yang tidak jauh.
Sesaat Queen hendak mengambil tas dan jaketnya, Samudra keluar dan melihat istrinya hendak pergi.
"Mau kemana kamu?" tanya Samudra dingin.
"Beli bahan makanan. Tidak ada makanan segar di dalam," jawab Queen.
"Ya sudah sana," balas Samudra sambil berjalan ke ruang tengah.
Queen menghela napas panjang. "Aku hanya boleh makan ikan dan ayam karena aku tidak boleh makan daging merah. Tapi tetap aku belikan daging untukmu."
Samudra menoleh ke Queen. "Kenapa kamu tidak boleh makan daging merah?"
"Diet." Queen memakai topi rajutnya. "Kamu ada pantangan sayur?"
"Tidak ada."
Wanita itu mengangguk. "Aku pergi dulu." Queen membuka pintu apartemen namun setelahnya dia berbalik. "Nomor password pintu apartmen?"
"Nanti aku kirim." Samudra menatap punggung Queen yang menghilang di balik pintu apartment. "Kenapa dia tidak boleh makan daging merah?"
***
Queen berbelanja cukup banyak hingga dia cukup kerepotan membawanya. Seorang pria yang satu gedung dengannya, melihat Queen kerepotan, menawarkan bantuan.
"Hai. Kamu penghuni baru ya?" sapa pria dengan rambut merah seperti jahe dan wajah ramah.
"Ah, iya. Tolong pintunya, please," senyum Queen.
"Biar aku bantu. Oh, aku Ron Walcott tapi bukan Ron Weasley meskipun rambutku ginger," kekeh pria itu sambil membantu membawakan tas belanja Queen.
"Queen Gallagher. Oh, terima kasih sudah membantu aku," balas Queen. Keduanya masuk ke dalam lobby apartemen dan menuju lift.
"Lantai berapa Your Majesty?" kerling Ron.
"Your Majesty? " Queen menaikkan sebelah alisnya.
"Namamu Queen. Jadi ... Your Majesty kan?" kekeh Ron.
"Oh," Queen tertawa. "Lantai empat, Sir."
Ron menekan tombol angka empat. "Lantai yang sama denganku. Unit berapa?"
"402."
Ron tampak berpikir. "Hubungan kamu dengan Jupiter apa?"
"Jupiter?" tanya Queen.
"Iya. Jupiter Prawira. Dia tinggal di unit 402."
"Aku istrinya."
Ron terkejut. "Jupiter sudah menikah?"
***
Furubura Hokkaido
Qiarra menarik tas belanjanya yang memiliki roda. Gara-gara dia lupa betapa jauhnya mini market dan rumahnya, Qiarra harus membeli tas belanja dengan roda di sana. Qiarra bersyukur, Jepang masih menerima pembayaran cash jadi kartunya tidak akan terlacak. Qiarra memang sudah persiapan dengan menarik sejumlah uangnya dan membawa cash ke Hokkaido.
"Belanja banyak Nabilla-chan?" sapa Nenek Okada.
"Iya. Semuanya masih kosong," jawab Qiarra.
"Jadi, kamu harus belanja banyak ya?" Nenek Okada melihat seorang pria berjalan ke arah mereka. "Kaito-chan, kamu sudah berkenalan dengan tetangga baru kita?"
Qiarra melihat seorang pria Jepang dengan wajah dingin, menatap dirinya. Qiarra mengangguk sopan.
"Memangnya dia bisa bahasa Jepang? Paling hanya bahasa yang gampang!" cebik pria bernama Kaito.
"Jangan seperti itu. Seharusnya kamu senang, ada wanita asing, bisa bahasa kita! Orang lain belum tentu!" tegur Nenek Okada.
"Hajimemashite. Azalea Nabila desu." Qiarra membungkuk sopan.
Kaito hanya mendengus tapi dia ikut membungkuk. "Yamada Kaito desu."
"Kaito-chan nelayan di sini tapi kalau Senin sampai Jumat, dia bekerja di kota. Bisa dibilang, dia nelayan akhir pekan," ucap Nenek Okada.
"Ah, so desu ne," angguk Qiarra. "Ah, saya harus kembali ke rumah ... Es krim saya bisa mencair."
"Nabila-chan, kita makan malam di rumah aku ya. Kamu ada pantangan makanan?" tanya Nenek Okada.
"Saya tidak bisa makan babi," jawab Qiarra. "Gomennasai."
"Ah sama kalau begitu! Aku sudah lama menjauhi daging merah. Jadi aman. Kita makan ikan di sini, jarang daging," senyum Nenek Okada senang. "Makan malam jam tujuh."
"Ano, apa tidak merepotkan?" tanya Qiarra tidak enak.
"Daijoubu. Anggap saja aku senang punya tetangga baru."
Setelahnya Qiarra berpamitan dengan Nenek Okada dan Kaito untuk kembali ke rumahnya.
"Obasan, apa Anda tidak terlalu gegabah mengundang gadis asing ke rumah?" tanya Kaito yang masih curiga. "Aku tidak tahu alasannya dia kemari tapi ... aku tidak suka dia. Sepertinya dia kabur dari negaranya."
Nenek Okada mengibaskan tangannya. "Kamu terlalu curiga! Dia gadis baik, Kaito-chan! Bagaimana kalau kamu ikut makan malam bersama kami? Biar kamu tahu Nabila-chan seperti apa."
Kaito tidak menjawab.
"Ingat! Kamu juga kabur dari Tokyo! Jangan menilai seseorang sebelum kamu melihat diri kamu sendiri!" lanjut Nenek Okada.
Kaito hanya terdiam tapi dia masih tetap melihat Qiarra masuk ke dalam rumahnya.
Mencurigakan!
Visual Keduanya
***
Yuhuuuu up Pagi Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kamu pasti akan sangat menyesal Sam
Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆
untung aku bacanya pagi habis sarapan
coba kalo belum, bisa nggak jadi sarapan aku😭😭😭😭
kamu kuat queeny😓😓
kira kira Jodoh Queen ada yang baru atau masih Samudera yang pikirannya cupet , Mbak Hana ?