Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Kemunculan Sari
" Pak , kenapa bapak berkata seperti itu ? " . Bu Wati masih bergetar dengan kesanggupan pak Soni .
" Nggak apa - apa bu , kita akan merawat rumah ini , siapa tahu pemilik nya menginginkan rumah ini ada yang merawat nya " .
" Ayam itu bagaimana pak ? " .
" Biar bapak yang menguburkan nya di seberang jalan .
" Ya sudah biar ibu yang nyapu ulat - ulat ini pak " .
TOK TOK TOK !!
" Siapa lagi ya pak ? " . Bu Wati masih merasa was - was sebab belum hilang rasa takut nya setelah kejadian bangkai ayam .
" Bapak saja yang buka bu " . Pak Soni berjalan ke pintu depan .
CEKLEK !!
" Bapak siapa ? " . Tanya pak Soni setelah melihat ada seorang laki - laki sepuh berada di hadapan nya .
" Ini le , mbah cuma mau ngasih kangkung tadi panen di kebun belakang rumah " .
" Eh , kalau gitu monggo mbah masuk dulu biar ketemu sama istri saya juga " .
" Ora usah le maturnuwun , tadi sudah ketemu sama istri kamu di sawah , ini di masak saja kangkung nya mumpung masih seger , mbah mau langsung pulang " .
Pak Soni menatap kepergian mbah Damar yang berjalan tertatih - tatih akan tetapi seperti berjalan dengan cepat , tiba - tiba saja sudah tidak terlihat terhalang pohon - pohon besar di sisi kiri jalan .
" Siapa pak ? " . Bu Wati yang menyusul pak Soni ke depan penasaran melihat mata pak Soni masih menatap ke kejauhan .
" Pak " . Bu Wati menepuk lengan pak Soni pelan .
" Eh ibu " .
" Bapak lihat apa tho , kok serius gitu ? " .
" Nggak lihat apa - apa bu " .
" Terus yang ketuk pintu tadi siapa pak ? " .
" Bapak sampai lupa , itu bu ada orang tua yang menyebut diri nya mbah , kata nya tadi ketemu ibu di sawah " .
" Owalah , itu mbah Damar pak , lah terus mana mbah Damar nya ? " .
" Ya sudah pulang bu , bapak tadi juga nyuruh masuk tapi nggak mau , ke sini cuma nganter kangkung ini bu " .
" Alhamdulillah , ini kangkung nya masih seger banget pak " .
" Iya , kata nya abis panen di kebun belakang rumah " .
" Baik bener mbah Damar " .
" Mbah Damar ke sini sama cucu nya pak ? " . Sambil berjalan masuk bu Wati bertanya .
" Nggak bu , cuma sendiri saja " .
" Ibu mau masak sekarang kalau gitu pak " .
" Iya bu , bapak juga sudah lapar lagi , he he he .. " .
Bu Wati ke dapur dan meracik bumbu untuk menumis kangkung . Saat bu Wati mengambil cobek ( Wadah terbuat dari batu atau tanah liat yang digunakan sebagai alas untuk menumbuk atau menghaluskan bumbu atau bahan makanan lainnya ) tidak sengaja mata nya melihat Sari yang menatap nya tidak berkedip di luar jendela .
" Astaghfirullah , kok kamu masih di sini nduk , bukan kah mbah Damar tadi sudah pulang ? " .
Bu Wati berniat membuka pintu belakang untuk mengajak Sari masuk ke dalam rumah . Akan tetapi ketika sampai di jendela bu Wati tidak lagi melihat Sari .
" Loh , kemana anak itu ? " . Bu Wati berjalan ke samping rumah dan melihat Sari berlari ke arah teras .
" Nduk , awas kesandung jangan lari ! " . Bu Wati mengejar Sari .
TIIIIIINNNN !!
" Astaghfirullah !! " . Bu Wati histeris ketika tersadar akan ada mobil yang menabrak nya .
Beruntung hanya mobil pick up itu yang lewat dan sopir nya waspada sehingga langsung menginjak rem mobil ketika melihat ada orang yang berlari ke arah jalan .
Pak Soni yang mendengar suara panjang klakson mobil bergegas lari keluar rumah dan mendapati bu Wati yang berjongkok di depan mobil pick up .