BACA INI!!
Dia yang seharusnya mati karena jatuh dari jurang malah di tarik ke masa depan.
Separuh jiwanya yang hilang di lengkapi oleh jiwa seorang calon Dewi.
bola matanya yang khas,dan berubah saat raganya pertama kali di ambil alih oleh Dewi tersebut.
masih menjadi teka teki siapa sebenarnya orang tua yue yin ini, ia pernah menelusuri setiap kota tapi tak pernah berjumpa dengan mereka, apakah orang tua yin'er telah mati?, atau masih hidup?, atau memang tidak tinggal di bumi dan punya status yang tidak biasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon It's me Lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Markas
Mereka melakukan perjalanan kembali ke markas dengan waktu yang berjam-jam, sekarang jam menunjukkan pukul 7 malam dan semakin dekat mereka dengan markas.
Mata sembab khas orang selesai menangis terbuka dengan perlahan,hal yang pertama ia lihat adalah wajah tampan milik Abang barunya yang sedang menyetir.
"Apa Freya tertidur sangat lama?.",ucapnya membuka suara setelah puas menatap wajah Xander.
Xander menoleh ke arah Freya dan tersenyum lembut menampilkan lesung pipi di kedua sisi pipinya yang dalam.
"Entah lah Abang juga gak tau.",ucap Xander cengengesan.
"Apa kita sudah mau sampai?.",tanya Freya melihat keluar jendela yang pemandangan nya adalah hutan yang gelap.
"Sebentar lagi.",jawab Xander.
Xander membuka kaca jendela mobilnya membuat Freya kaget,namun ia menutup matanya merasakan kenikmatan yang luar biasa saat angin menerpa wajahnya,rambutnya bertebaran terkena angin.
Rasa kantuk yang hilang tadi,kini kembali menyelimutinya,ia menyenderkan tubuhnya kembali ke kursi mobil,dan mulai tak bisa menahan kantuknya lagi.
Xander menoleh ke arah Freya,dan tersenyum geli melihat Freya yang tertidur lagi.
Beberapa menit setelah Freya tertidur pulas,mobil milik Xander beserta yang lainnya sampai di markas,memarkirkan kendaraan mereka di tempat yang telah di sediakan.
Xander mencabut kunci mobilnya,membuka sabuk pengaman mobil dan membuka pintu mobilnya. Alex,Bimo dan Rangga juga keluar dari mobil
Xander membuka pintu mobil di mana di situ terdapat Freya yang tengah tertidur, sebenarnya saat mobil itu berhenti Freya sempat terbangun,tapi entah kenapa ia sangat malas untuk membuka kedua matanya.
Xander menggendong tubuh Freya dengan sangat hati hati, menggendong Freya seperti koala, dan juga Freya memeluk leher Xander menenggelamkan wajahnya di bahu Xander,dan mengapit kakinya di pinggang Xander.
Xander berjalan masuk tanpa sepatah kata pun. Mereka yang melihat itu terbengong,apa lagi sebagian anak dead note yang berada di markas. Alex,Bimo,Rangga dan anak dead note yang lainnya menyusul masuk.
Para anak dead note yang berada di dalam sedang bergurau dan bermain game online,melihat Xander masuk mereka langsung berdiri.
Xander yang melihat nya mengangguk dan berjalan ke arah tangga,dan mereka menatap punggung Xander hingga berjalan ke tangga.
"Yang king bawa siapa tuh?.",tanya salah satu anak dead note yang masih menatap punggung Xander.
"Gatau gw.",jawab teman di sebelahnya yang mulai memainkan game online lagi.
"We anjir,bantuin ******.",teriak salah satu dari mereka lagi,mereka yang bermain game kembali duduk dan fokus dengan gamenya.
"Halo guys.",Bimo berjalan masuk dan menyapa anak dead note.
"Halo mas Bimo.",jawab Simon salah satu anak dead note dengan tangan yang di mainkan, seperti orang,emm kalian tau lah.
"Geli gw Simon sumpah.",Rangga bergidik ngeri dan duduk bergabung dengan mereka, begitu pula juga Alex.
"Berjanda Ngga.",ucap Simon dengan wajahnya di buat seperti wajah polos tanpa salah.
"BERCANDA BANGSAT.",teriak semua anak dead note yang berada di situ.
"Iiish kok ngegas kalian.",ucap Simon membulat kan matanya sambil melirik mereka.
"Ya elu si monyet.",teriak mereka sekali lagi.
"Peace.",Simon menunjukkan dua jarinya dan tersenyum menampakkan gigi putihnya.
Saat sedang bercanda dan mereka yang bermain game di kaget kan dengan Ririn dan Riko yang masuk dengan menenteng banyak kantong besar berjalan ke arah mereka.
"Timo sama beberapa yang lain tolong Tante dong.",ucap Ririn berjalan masuk.
Timo yang sedang asyik bermain game itu berhenti dan menatap Ririn.
"Iya Tante.",Timo menyahut dengan sopan dan berjalan menghampiri Ririn.
"Tolong ambil ini di bagasi mobil ya,tadi Tante udah minta tolong keluarin sama anak anak di luar sih,ambil ya.",ucap Ririn.
"Sip Tante,yok Bagas, Miko.", ucap Timo berjalan keluar di ikuti Bagas dan Miko.
Ririn dan Riko meletakkan kantong yang mereka pegang tadi.
"Udah pada makan?.",tanya Riko kepada mereka semua.
"Belum om.",saut mereka.
"Kebetulan ini Tante beli makanan tadi,sisanya sama kebutuhan kalian tiap malam lagi di ambil Timo sama yang lain.",ucap Ririn.
"Tante ga usah repot repot.",ucap Remon yang ikut masuk membawa belanjaan yang Ririn beli tadi.
"Tidak sama sekali.",ucap Ririn tersenyum kepada mereka.
"Xander sama Freya mana?.",tanya Riko.
"Freya?.",tanya mereka saling melirik.
"Kalo king sih tadi ke atas sambil gendong cew...
"FREYA!!!"
𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛𝚜𝚖𝚞 𝚜𝚕𝚕𝚞 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚗𝚘𝚟𝚎𝚕𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚒... 𝚕𝚊𝚖𝚊𝚋𝚐𝚝, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊, 𝚙𝚊𝚗𝚍𝚎𝚖𝚒𝚔 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚞𝚜𝚊𝚒, 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚔𝚔