NovelToon NovelToon
Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Komedi
Popularitas:424
Nilai: 5
Nama Author: HAMBALANGVERSE

⚠️ Disclaimer⚠️
Untuk yang punya humor tingkat tinggi di atas ranah Bahalil Sovereign Immortal Mythic Glory Realm yang bisa menangkap esensi dari perjalanan Slamet dan Faksi-faksi di Overlord.

━━━━━━━━━━━━━━━

⚔️ ORIGINAL HAMBALANGVERSE ⚔️

#Fantasi
#Komedi
#Petualangan
#Respawn
#SalahPahamMassal
#KalongMania62
#BukanKonspirasi
#TapiSemuaPanik


🗓️ Jadwal update:
Sampai Matahari Padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMBALANGVERSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Perkemahan kecil Nazarick di pinggir hutan Elf Kingdom mendadak dilingkupi tekanan magis yang begitu pekat.

Di dalam tenda utama, Ainz Ooal Gown menggunakan mantra Message tingkat tinggi untuk menghubungi seluruh Floor Guardian yang berada di Great Tomb of Nazarick. Suara berat sang penguasa makam terdengar dingin, mengumumkan status Siaga Satu atas keberadaan penyusup tidak teridentifikasi yang muncul langsung di wilayah Kapsul Hitam Lantai Dua.

Tanpa membuang waktu, Ainz memerintahkan pengamanan ekstra dan meminjamkan salah satu World Item berharga milik guild kepada faksi pertahanan yang akan ditugaskan turun tangan.

Melalui cermin pengawas Mirror of Remote Viewing yang melayang di dalam tendanya, Ainz bersiap memonitor seluruh jalannya operasi dari jarak jauh.

Dalam kepanikan batin Suzuki Satoru, ia tidak pernah menyangka bahwa penyusup di bawah tanah rumahnya adalah entitas anomali yang sama dengan sosok yang baru saja membuat Shalltear hancur mental di hutan Elf.

Sementara itu di Nazarick, Albedo memutuskan untuk mengambil alih misi ini sendirian tanpa menunggu koordinasi Guardian lain.

Sebagai Pengawas Penjaga Lantai yang fanatik dan haus pujian, Albedo merasa bertanggung jawab atas kebobolan ini, sekaligus melihatnya sebagai kesempatan emas untuk meraih pujian tertinggi dari Ainz-sama.

Albedo berpura-pura memberi instruksi kepada para pengawal luar untuk memeriksa perimeter dan melakukan persiapan formal. Padahal niat aslinya: menyelinap masuk ke Kapsul Hitam dan mengeksekusi Slamet secepat mungkin.

Sebelum melangkah ke ruangan gelap itu, Albedo mengaktifkan seluruh rangkaian sihir buff penguat, mengenakan gaun armor tempur Hermes Trismegistus, dan menggenggam erat World Item andalannya, Ginnungagap.

Demi kematian instan bagi sang penyusup.

Di dalam ruangan gelap yang dipenuhi ribuan kecoa, Slamet yang sedang kelaparan mendadak melihat pintu batu di depannya hancur berkeping-keping.

Albedo masuk dengan aura membunuh yang pekat.

Namun Slamet, yang kesulitan memahami bahasa New World, justru tercengang saat melihat sosok iblis perempuan itu. Berkat koleksi poster Overlord dan figur Ainz yang dulu menghiasi kamar kosnya, Slamet langsung mengenali wajah cantik Albedo.

"Lah, Mbak Albedo? Kok bisa ada di sini?" gumamnya santai dalam bahasa Indonesia.

Dia sama sekali tidak sadar bahwa iblis di depannya sedang bersiap mencabik-cabik tubuhnya.

Albedo tidak mengerti sepatah kata pun. Yang dia lihat hanyalah bibir pria itu bergerak—dan bayangan di dinding bergerak setengah detik lebih lambat dari gerakan tubuhnya.

Itu tidak mungkin.

Tapi Albedo tidak peduli. Dia sudah terlalu jauh untuk mundur.

"Kau akan mati di sini."

Albedo mengayunkan Ginnungagap dengan niat membunuh mutlak.

Slamet tidak sempat menghindar. Tidak sempat berteriak. Tidak sempat berpikir. Hanya kegelapan.

Tapi sebelum tubuhnya jatuh, sistem pertahanan pasif 404 milik Slamet aktif secara instan.

Karena Albedo menyerang dengan kekuatan penuh dan World Item, efek serangan balik dari distorsi realitas 404 menghantam jiwanya jauh lebih brutal daripada yang dialami Shalltear.

Kesadaran Albedo putus. Akal sehatnya dipaksa error. Seluruh ingatan tentang wajah dan identitas pria di depannya dihapus paksa oleh kegagalan sistem dunia.

Dia jatuh berlutut. Napasnya tersengal. Matanya kosong.

Yang dia ingat hanyalah kehancuran. Angka-angka asing. Dan sesuatu di tengah semua itu.

Tidak ada hubungannya dengan pria itu. Tidak ada hubungannya dengan penyusup.

Hanya kehancuran.

Di perkemahan Elf Kingdom, cermin pengawas milik Ainz berguncang hebat. Visual yang tampak hancur bersemut—seperti televisi antena yang kehilangan sinyal.

Ainz terkejut. Sihir pengawasnya lumpuh bahkan sebelum dia sempat melihat wajah sang penyusup.

Tak lama kemudian, notifikasi darurat dari sistem makam masuk ke benaknya. Laporan panik dari para pengawal Lantai Dua: Albedo ditemukan tergeletak pingsan di dalam Kapsul Hitam.

Kondisinya parah. Debur mental yang dialami—mirip dengan Shalltear.

"Hancur... hancur..." ulang Albedo.

Ainz terdiam.

Shalltear kena. Albedo kena.

Dua Guardian terkuatku...

Hancur.

Tanpa aku tahu caranya.

Tanpa aku tahu musuhnya.

Tanpa...

Dia tidak menyelesaikan pikirannya.

Di balik helmnya, Suzuki Satoru mengalami breakdown mental terbesar dalam hidupnya. Kemarahan mutlak sang undead bangkit. Dia yakin ada faksi tersembunyi yang sedang mencoba memusnahkan anak-anak dari mendiang teman-temannya.

Ainz memanggil Demiurge.

"Kita tidak bisa terus begini. Kita tidak tahu siapa musuh kita. Kita tidak tahu di mana dia berada. Tapi ada satu pihak yang paling mungkin menjadi dalangnya."

Dia menunjuk ke selatan pada peta.

"Slane Theocracy."

Demiurge mengangguk. "Kesimpulan yang logis, Ainz-sama."

"Unit elit mereka berada di TKP perbatasan Elf. Mereka faksi peninggalan Player kuno. Mereka memiliki koleksi World Item. Dan mereka punya rekam jejak—pernah mencuci otak Shalltear."

"Dan kita akan?"

"Kita akan menyatakan perang."

Demiurge tersenyum. "Baik, Ainz-sama."

"Aku ingin kau pergi ke Kerajaan Re-Estize, Kerajaan Kurcaci, Kekaisaran Baharuth, dan Holy Kingdom. Minta mereka mengisolasi Theocracy. Kepung dari berbagai sisi."

"Sebuah taktik yang brilian. Dunia luar tidak akan pernah menyadari kekuatan asli Kerajaan Penyihir."

"Kerajaan Elf yang hancur juga akan ikut. Mereka tidak punya pilihan."

Demiurge membungkuk. "Saya akan segera bergerak, Ainz-sama."

Di tengah persiapan perang dunia yang memanas akibat paranoia Ainz, sang biang kerok utama justru mengalami nasib sial yang luar biasa.

Akibat serangan balik error 404 saat jiwanya dihancurkan oleh World Item Albedo, Slamet terbangun dari respawn keduanya di tempat yang sama sekali berbeda.

Di dalam tumpukan sampah dan got berlumpur. Holy Kingdom.

Slamet mengerang kesakitan. Di jidatnya, sebuah tanda segitiga hitam kedua muncul dengan jelas. Kepalanya pening. Jiwanya terasa berat.

Anjir. Mati lagi.

Ini yang kedua? Ketiga? Gak ingat.

Yang jelas, gue di tempat sampah sekarang.

Dan bau got ini.. busuk.

Sambil meratapi nasibnya, tangannya menyentuh sebuah benda asing di tumpukan sampah. Sebuah gulungan kuno. Item sihir sekali pakai.

Item translasi.

Tanpa ia sadari, gulungan itu akan memberinya kemampuan permanen untuk berbicara dalam bahasa New World.

Dunia berada di ambang kehancuran. Para Guardian bergerak ke berbagai penjuru. Pasukan dikerahkan. Aliansi dibentuk. Theocracy akan dikepung dari segala arah.

Sementara sang Destroyer yang ditakuti seluruh benua sedang duduk di dalam bak sampah Holy Kingdom, merindukan secangkir kopi hangat yang entah kapan bisa ia minum kembali.

1
🏵YI FENG🐲
Anjay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!