NovelToon NovelToon
LUNA & THE ALPHA

LUNA & THE ALPHA

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehadiran sang Rival dan Pelukan Protektif

*Brak!*

Pintu kayu kamar yang tebal itu akhirnya terbuka paksa. Sosok wanita tinggi dengan gaun beludru merah marun melangkah masuk dengan angkuh. Rambut merahnya yang bergelombang digerakkan angin malam, dan sepasang matanya yang tajam berkilat keemasan penuh kemarahan. Dia adalah rina, salah satu prajurit perempuan terbaik di kawanan *Silver Moon* yang sejak lama berambisi menjadi pendamping Yudha.

"Minggir, Maya!" bentak Rina, mengibaskan tangannya hingga membuat Maya terdorong mundur beberapa langkah.

Mata tajam Rina langsung tertuju pada Luna yang sedang meringkuk di atas ranjang. Tatapan itu penuh dengan penghinaan dan kebencian yang mendalam. "Jadi, ini manusia lemah yang membuat Alpha kita kehilangan akal sehatnya? Benar-benar menjijikkan."

Luna mencengkeram selimut berbulunya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Aura penindasan yang dipancarkan wanita bernama Rina ini begitu kuat, membuat dadanya terasa sesak dan air mata ketakutan kembali menggenang di pelupuk matanya.

"Si-siapa kamu? Apa salahku..." bisik Luna dengan suara bergetar.

"Salahmu? Salahmu adalah karena kamu terlahir sebagai manusia dan berani menginjakkan kaki di tanah kami!" Rina melangkah mendekati ranjang dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi manusia biasa.

Tangannya yang berkuku tajam terangkat, bersiap untuk mencengkeram leher Luna. "Makhluk tak berguna sepertimu hanya akan menjadi kelemahan bagi Yudha. Lebih baik aku melenyapkanmu sekarang sebelum kamu menghancurkan kawanan ini!"

Luna memejamkan matanya rapat-rapat, bersiap pasrah menerima hantaman yang akan datang.

*Wusss!*

Angin kencang mendadak berembus di dalam kamar bersamaan dengan suara keras. Luna tidak merasakan sakit apa pun. Saat dia perlahan membuka mata, sesosok punggung lebar berbalut jaket kulit hitam yang sangat ia kenali sudah berdiri kokoh di depannya.

Yudha telah kembali.

Tangan kekar Yudha tengah mencengkeram pergelangan tangan Rina di udara dengan sangat kuat, menghentikan serangan wanita itu hanya beberapa sentimeter dari wajah Luna. Suara retakan tulang yang halus terdengar, disusul pekikan kesakitan dari Rina.

"A-Alpha..." bisik Rina dengan wajah yang mendadak pucat pasi.

"Berani sekali kamu menyentuh apa yang menjadi milikku, Rina," geram Yudha.

Suaranya tidak lagi rendah, melainkan sebuah geraman monster yang menggetarkan seluruh isi ruangan. Sepasang matanya menyala emas terang, memancarkan aura kegelapan dan dominasi yang begitu pekat hingga membuat Rina langsung berlutut di lantai karena tidak kuat menahan tekanannya.

Yudha menghempaskan tangan Rina dengan kasar hingga wanita itu tersungkur di dekat pintu. "Keluar dari kamarku sebelum aku merobek tenggorokanmu dengan taringku sendiri. Dan ingat ini baik-baik, Rina, juga sampaikan pada seluruh tetua di bawah: jika ada yang berani menatap Luna dengan pandangan menghina lagi, aku sendiri yang akan mengeksekusinya."

Rina memegangi pergelangan tangannya yang cedera sambil menatap Yudha dengan ketakutan sekaligus cemburu yang membara. Tanpa berani mengucapkan sepatah kata pun lagi, dia segera bangkit dan berlari keluar dari kamar, diikuti oleh Maya yang buru-buru mengundurkan diri untuk memberikan privasi.

Keheningan kembali menguasai kamar. Sisa-sisa aura kemarahan Yudha masih terasa pekat di udara. Pria itu membalikkan badannya, menatap Luna yang sedang menangis diam-diam dalam kondisi tubuh yang gemetar hebat akibat syok.

Melihat kerapuhan gadis itu, seluruh kilatan emas di mata Yudha langsung padam. Rasa sesal dan protektif yang teramat besar menghantam dadanya. Tanpa memedulikan jaket kulitnya yang masih dingin oleh angin malam, Yudha langsung naik ke atas ranjang dan menarik tubuh rapuh Luna ke dalam pelukan hangatnya.

"Maaf... maafkan aku karena terlambat," bisik Yudha lembut, menenggelamkan wajahnya di rambut panjang Luna, menghirup aroma lavender yang menenangkan serigalanya yang sempat mengamuk.

Luna yang sudah tidak sanggup menahan beban emosinya akhirnya menumpahkan tangisnya di dada bidang Yudha. Kedua tangan kecilnya mencengkeram erat kemeja hitam di balik jaket pria itu, menyembunyikan wajahnya di sana. Pelukan Yudha terasa begitu posesif, mengunci tubuhnya dengan rapat seolah menegaskan pada dunia bahwa tidak akan ada satu makhluk pun yang bisa menyentuh belahan jiwanya lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!