NovelToon NovelToon
Anugerah Cinta.

Anugerah Cinta.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bisqttz

Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.

Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.

Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Kasih Ummi cucu.

setel selesai melaksanakan sholat isya, Agatha salim kepada Zayn, Cowok itu tersenyum. MasyaAllah jadi gini sholat bareng istri? -Batin Zayn.

Merekapun berdzikir dan berdoa yang dipimpin oleh Zayn lalu Zayn mengajak Agatha untuk membaca surah al-mulk. Mereka baca berbarengan lebih tepatnya Zayn yang memimpin karna Agatha masih sering berbelit-belit, berapa menit kemudian mereka selesai.

"Nanti setiap selesai sholat belajar ngaji sama aku ya? " kata Zayn, dan Agatha menganggukinya.

  ••••√√√•••

Agatha berada si atas kasur begitu pula dengan Zayn, membuat gadis itu menyakitkan dahinya. "Mas tidur di sini? "

"Yaiyalah masa di kamar rumah Ummi. "

Sedetik muncul ide jahil muncul di otaknya Zayn, "Eum.. ta. ini kan malam pertama enaknya ngapain ya? " Agatha menatap horor kearah Zayn.

"Hah! gak. malam pertama apaan? " ucapnya dengan kikuk.

"Kitakan udah nikah, masa nggak ada malam pertama? " tanya Zayn menahan tawa melihat wajah Agatha.

"DASAR MESUM, MENDING MAS KELUAR! " Agatha melempar bantal kearah Zayn.

"Aduhh sakit Agatha! "

"Biarin! sana keluar, " usir Agatha membuat Zayn panik.

"Eh bercanda doang! beneran dah. " ia mengangkat kedua jarinya membentuk 'peace'

Agatha mengabaikannya, lalu ia memilih merebahkan tubuhnya dan menutup badannya dengan selimut, dan di susul Zayn tiduran di sampingnya.

  •••••√√√•••

"Agatha? bangun udah subuh, " Zayn menggoyang kan pundak Agatha secara perlahan.

"Eum.. bentar lagi Put. "

Zayn terkekeh kecil, "Bangun Agatha saya suami kamu bukan teman kamu. "

Mendengar suara lelaki itu Agatha membuka matanya perlahan, "Suami? " gumamnya, hal pertama yang ia lihat seorang lelaki tampan yang sedang senyum kearahnya. "Ganteng banget ya Allah. " beo Agatha yang belum sadar sepenuhnya.

Sedetik kemudian ia sadar, "AAAA LO SIAPA? NGAPAIN DISINI? " pekik Agatha dengan memukul Zayn dengan bantal guling.

Agatha mulai menatap sekeliling, "waitt.. " Agatha berhenti memukulnya melihat Zayn yang meringis merasakan sakit, Agatha memukulnya cukup kuat.

"Ini bukan kamar gue, dan lo ngapain disini? " Agatha menunjuk Zayn.

"Ett.. bentar kok lo mirip sama cowo dalam mimpi gue? yang nikah sama gue! benar lo cowoknya. " sambungnya dengan heboh.

Zayn menghembuskan nafas panjang, "saya emang suami kamu, lihat tangan kamu ada cincin pernikahan, " Agatha melihat jarinya, benar ada sebuah cincin pernikahan yang ada ukiran nama dalam tulisan Arab. Zayn dan Agatha

"Jadi.. gue udah nikah benaran? " Zayn hanya membalas dengan deheman, setelah itu Zayn berjalan menuju kamar mandi, "Bangun tidur lagi dapat hukuman."

Agatha mendengus kesal, otaknya berputar mengingat kejadian kemarin dimana ia menikah dengan anak kiai pemilik pesantren yang ia tinggali.

Zayn kuar dari kamar mandi, seperti biasa, Agatha selalu menatap kagum suaminya rambut basah karena air wudhu. "Aku tau akau ganteng, sana ambil wudhu! "

Ngeselin banget. -batin Agatha dalam hati, sambil menyentakan kakinya menuju kamar mandi. Sedangkan Zayn terkekeh gemas. entahlah, membuat istrinya kesal suatu hal yang menyenangkan menurutnya.

Tak lama Agatha keluar dari kamar mandi, mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah.

 •••••√√√•••

Pagi ini Agatha sedang duduk di depan cermin, memasang jilbabnya, hingga benda itu terpasang indah menutupi rambutnya.

Tujuan gadis itu adalah asrama putri, untuk beberapa hari tinggal disana sampai ia memberitahu kepada teman sekamarnya kalau ia sudah menikah dengan Guru mereka.

Awalnya Zayn menolak dengan keras permintaan Agatha. namun mendengar alasan gadis itu membuat cowok itu tak bisa menolak dan pada akhirnya ia mengizinkan sang istri ke asrama dengan berat hati.

Agatha berniat menemui Ummi Farah yang kini statusnya bukan hanya Ummi di pesantren. sekarang sudah menjadi mertuanya sendiri, ibu kedua setelah ibu kandungnya. Sedangkan Zayn sudah keluar kamar terlebih dulu untuk mengajar kelas santri putra.

"Assalamu'alaikum! " salam Agatha yang menghampiri Ummi yang berasa di dapur, rupanya Ummi tengah membuat teh untuk Abah disana. "Pagi Ummi! "

"Waalaikumsalam," jawab Ummi tersenyum menyambut sang menantu. " Pagi juga menantu Ummi yang cantik. "

Pipi Agatha merona merah mendengar pujian tersebut.

"Makasih Ummi. "

"Makasih untuk apa? "

Agatha memeluk lengan Ummi dari samping, "Makasih udah nerima Agatha sebagai menantu Ummi dari banyaknya perempuan di luar sana atau bahkan santri disini yang lebih baik dari Agatha untuk bersanding dengan Gus Zayn. "

Lagi dan lagi Ummi tersenyum menanggapi itu,ia mengusap pelang lengan gadis itu, "Kamu udah Ummi anggap sebagai putri Ummi sendiri, sejatinya, apa yang menjadi takdirMu pasti datang menemuimu. Mau sejauh apapun dan dalam keadaan apapun bagaimana pun, kalian memang di takdirkan bareng. "

"Jadi sayang Ummi, " Agatha semakin mengeratkan pelukan lengannya begitu pula dengan Ummi.

Zayn yang berdiri di pintu dapur, tersenyum melihat kedua orang yang ia sayangi saling peluk erat satu sama lain.

"Sama mas sayang juga gak? " kata Zayn tiba-tiba hingga kedua perempuan itu menoleh.

"Enggak! " ucap Agatha mengabaikan Zayn.

Zayn mendengus kesal mendengar itu, sedangkan Ummi terkekeh geli melihat interaksi putra dan mantunya, sungguh mengingat dirinya waktu muda.

"Yaudah kalian lanjut, Ummi mau kasih teh buat Abah. " setelah mengatakan itu Ummi meninggalkan Zayn dan Agatha di sana.

Zayn mendekat pada sang istri dan tanpa aba-aba membubuhkan kecupan pada kening Agatha.

"Mas? " Agatha menjauh dari Zayn. Engga baik ini buat jantung gue- batin Agatha.

"Kenapa kan sudah halal? " tanya Zayn sambil menaik turun kan alisnya. "Bahkan kalau aku mau bisa lebih dari itu, " bisik nya.

Agatha menutup kedua telinganya pakai telapak tangannya, "Ummi Gus Zayn mesum!! "

Zayn terkekeh melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat lucu, sekarang menjahili istri nya menjadi hobinya.

"Mas baru pulang, mau aku bikinin teh? "

"Iya, boleh sayang! "

"Yaudah, mas tunggu di depan nggih. " Agatha bersiap mengambil cangkir, meskipun terkesan bar-bar, Agatha juga tau cara membuat teh, ia harap teh buatan nya sesuai dengan selera suaminya.

Zayn memeluk Agatha dari belakang, dengan dagu yang bertumpu pada bahu sang istri, "Tapi mas maunya nunggu disini sayang. "

Gerakan Agatha berhenti seketika, jantungnya kembali berdetak kencang tak karuan. wajah Zayn yang sangat dekat serta aroma musk yang menggelitik hidungnya membuat Agatha mati kutu.

"Lepas Gus, sana tunggu didepan susah kalau gini caranya, " Agatha berusaha melepas tautan tangan Zayn yang engan lepas dari perutnya.

"Kok Gus lagi? " protes Zayn seraya mengeratkan pelukan.

"Mangkanya mas jangan begini, malu nanti kalau kelihatan yang lain. "

"Berarti kalau di rumah boleh? " bisik Zayn ditelinga sang istri, Agatha bersiap melayangkan sendok yang ia pegang.

Zayn terkekeh seraya menangkap yang hampir saja melayang, ia segera melepas pelukan tersebut "Yaudah mas tunggu di depan. "

Agatha mengangguk lalu mendorong tubuh Zayn yang masih tidak bergerak.

Cup! Zayn mengecup pipi Agatha sebelum beranjak dari dapur.

"Jantung gue mau keluar rasanya, " gumam Agatha saat Zayn tak terlihat dari jangkauan.

Tak membutuhkan waktu lama kini Agatha telah selesai membuat teh, ia bergegas menghampiri sang suami yang berada di depan bersama Abah dan Umminya.

Sesampainya disana Agatha tak lupa mengucapkan salam sebelum akhirnya meletakkan secangkir teh itu di depan Zayn.

"Ini mas tehnya, " Agatha mempersilahkan Zayn mencicipi teh buatannya.

"Makasih sayang, " Zayn tak sungkan memanggil gadis itu dengan sebutan 'Sayang' didepan Abah dan Umminya. ia meraih teh tersebut dan menyesapnya setelah baca basmalah.

"Gimana? " tanya Agatha merasa was-was.

"Pas, apa lagi liat kamu manis nya jadi tambah. "

Abah dan Ummi yang mendengar itu terkekeh geli, "Duduk nduk, " titah Ummi.

"Baik Ummi, " Agatha duduk di samping Zayn, gadis itu mengabaikan gombalan sang suami.

Di sampingnya Zayn menatapnya dalam dan teduh, pandangan mereka bertemu beberapa saat sebelum Agatha memalingkan wajahnya kearah lain.

Jantung gue!! -batin Agatha.

Sekali lagi Agatha melihat kearah suaminya dan dengan sengaja pula Zayn mengedipkan sebelah matanya menggoda.

Agatha yang melihat itu segera menutup mata Zayn dengan sebelah tangannya, "Bisa diem gak? "

Zayn tersenyum tanpa melepaskan tangan sang istri. "Mas dari tadi diam sayang. "

Mereka seakan lupa dengan keberadaan Abah dan Umminya yang sedari tadi melihat keduanya.

"Zay kasihan istri kamu, "ujar Ummi yang mengerti kegugupan menantunya.

Mencengangkan sang ibu bicara Zayn melepaskan tangan Agatha yang masih menutup kedua matanya, dan beralih menggenggam tangan tersebut.

Abah dan Ummi tersenyum melihat keharmonisan keluarga kecil putra sulungnya, keduanya berharap semoga selamanya selalu begitu.

"Udah berhasil belum kira-kira? " celetuk Ummi mengarahkan hal lain.

 Zayn yang paham maksud Umminya hanya diam menunggu jawaban sang istri.

"Berhasil apa Ummi? " tanya Agatha yang tak sadar meraih secangkir teh Zayn dan menyesapnya.

"Kasih Ummi cucu. "

"Uhuk uhuk, " Agatha yang tengah minum itu tersedak kala mendengar permintaan sang ibu.

"Pelan-pelan, " Zayn mengelap bibir Agatha yang basah akibat semburan yang tak terduga.

"Maaf ya sayang, " kata Ummi tak enak hati dengan ucapan nya sendiri.

"Gapapa Ummi hehe, " kata Agatha diakhiri kekehan di ujung kalimat, "minta do'anya . "

"Doa Ummi selalu menyertai kalian. "

"Aamiin, " Agatha mengaminkan "kalau gitu Agatha izin kembali ke asrama dulu. " pamit Agatha yang merasa pembicaraan telah selesai.

"Kenapa ke asrama nduk? kalian kan sudah menikah, kamu tinggal di rumah Zayn kan? " tanya Zayn.

"Sementara waktu Umm sampai Agatha memberitahu Putri dan Adel, " jelas Agatha.

"Yaudah kalau gitu kamu hati-hati, " ujar Abah.

Setelah itu Agatha keluar setelah mengucapkan salam, untuk kembali ke asrama Putri.

Pemberitahuan besok libur upload ya guys, harus nya si hari ini yang libur tapi di ganti besok.

Jangan lupa like and comment.

bye bye bye muahhhh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!