NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:116.9k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Sembilan

Pintu lift perlahan tertutup. Zoya masih berdiri mematung beberapa detik sebelum akhirnya mengikuti langkah Han menuju lobi hotel. Wajahnya terlihat tenang, tetapi di dalam hati, pikirannya berantakan. Ucapan Arsaka terus terngiang di kepalanya.

"Saya beri kamu waktu tiga hari."

"Kalau tujuanmu memang uang, bertahan bersama El hanya membuang waktumu."

Setiap kalimat itu terasa seperti tamparan keras. Begitu keluar dari hotel, Han membukakan pintu mobil.

"Silakan, Mbak."

Zoya masuk tanpa banyak bicara. Mobil kembali melaju meninggalkan hotel mewah itu.

Beberapa menit berlalu dalam keheningan. Saat mobil melewati jalan menuju rumah Zoya, gadis itu tiba-tiba membuka suara.

"Pak Han."

"Iya, Mbak?"

"Bisa antar saya kembali ke supermarket tempat kita bertemu tadi?"

Han sedikit menoleh melalui kaca spion. "Kembali ke supermarket?"

"Iya. Belanja saya belum selesai."

Han sempat terdiam sesaat. Dalam hati, ia merasa sedikit heran. Baru saja keluar dari pertemuan yang cukup menegangkan dengan atasannya, gadis ini masih memikirkan daftar belanja.

Namun sebagai asisten profesional, ia tidak banyak bertanya. "Baik." Mobil pun berbelok menuju supermarket.

Sekitar lima belas menit kemudian, mobil berhenti di depan pintu masuk supermarket. Han turun lebih dulu.

"Mbak, saya tunggu di sini."

Zoya menggeleng pelan. "Tidak usah, Pak. Saya bisa pulang sendiri nanti. Terima kasih sudah mengantar."

Han tampak ragu. "Pak Arsaka meminta saya memastikan Mbak kembali dengan selamat."

Zoya tersenyum tipis. "Saya benar-benar tidak apa-apa."

Melihat gadis itu bersikeras, Han akhirnya mengangguk. "Kalau begitu baiklah ... hati-hati."

"Iya." Zoya masuk kembali ke dalam supermarket.

Begitu troli kembali berada di tangannya, ia mengembuskan napas panjang. Baru sekarang ia benar-benar bisa merasakan betapa lemas tubuhnya.

Ia berjalan menyusuri setiap lorong sambil melihat daftar belanja di ponselnya. Tangannya bergerak otomatis mengambil satu per satu barang yang dibutuhkan.

Namun pikirannya sama sekali tidak berada di supermarket. Bayangan wajah Arsaka terus muncul. Tatapan dingin pria itu dan nada bicaranya. Sampai tawaran uang yang bahkan tidak pernah ia bayangkan.

"Berapa yang kamu mau?"

Zoya menggigit bibirnya pelan. Harga dirinya memang sempat terluka. Tetapi di balik rasa kesal itu, justru muncul pikiran lain.

Kalau sampai Arsaka rela menawarkan uang sebesar apa pun, berarti El benar-benar sangat berharga. Jauh lebih berharga daripada yang selama ini ia kira.

Tanpa sadar, sudut bibir Zoya sedikit terangkat. "Ternyata ... aku memang memilih orang yang tepat."

Ia mendorong troli menuju kasir. Setelah semua barang selesai dibayar, Zoya memesan taksi online dan pulang membawa beberapa kantong belanja.

Hari sudah menjelang sore ketika Zoya tiba di rumah. Begitu membuka pintu, aroma masakan langsung menyambutnya.

Mama Dina yang sedang menyusun piring di meja makan langsung menoleh. "Astaga, Zoya."

Mama Dina berjalan mendekat. "Kamu dari mana saja? Mama sampai beberapa kali telepon, tapi nggak diangkat."

Zoya baru sadar ponselnya berada dalam mode senyap. "Tadi ada sedikit urusan, Ma."

"Urusan apa?"

Zoya meletakkan kantong belanja di atas meja dapur. "Lumayan panjang ceritanya."

Mama Dina langsung menyipitkan mata. "Jangan bilang kamu ketemu El?"

Zoya menggeleng. "Bukan."

"Lalu?"

Zoya menarik napas pelan. "Aku tadi bertemu Daddy-nya El."

Mama Dina spontan menghentikan semua kegiatannya. "Apa? Daddy-nya El."

Raut wajah Mama Dina langsung berubah serius. "Cepat ikut Mama."

Ia menggandeng tangan putrinya menuju ruang keluarga. Keduanya duduk berhadapan. Mama Dina menatap Zoya lekat-lekat.

"Ceritakan semuanya. Jangan ada yang disembunyikan."

Zoya mengangguk pelan. Ia mulai menceritakan semuanya secara perlahan.

Mulai dari pertemuannya dengan Han di supermarket. Perjalanan menuju hotel. Suasana ruang kerja Arsaka, hingga setiap kalimat yang diucapkan pria itu.

Tentang tuduhan memanfaatkan El dan juga tuduhan menghasut El dan Chelsea. Mengenai Arsaka yang menawarkan uang. Dan yang paling mengejutkan, Arsaka telah menarik seluruh fasilitas keuangan El.

Mama Dina mendengarkan tanpa sekalipun menyela. Semakin lama, wajah wanita itu justru terlihat semakin tenang. Setelah cerita Zoya selesai, suasana mendadak hening beberapa saat.

"Lalu ... menurut Mama bagaimana?"

Mama Dina tersenyum tipis. "Jangan diterima."

Zoya berkedip. "Maksud Mama, uangnya? Mama yakin?"

Mama Dina mengangguk mantap. "Tentu."

"Tapi kalau benar Om Arsaka memutus semua fasilitas El?"

Mama Dina justru tertawa kecil. "Zoya ... kamu terlalu polos."

"Aku nggak mengerti."

Mama Dina meraih tangan putrinya. "Dengarkan Mama baik-baik. Yang sedang dilakukan Arsaka bukan membuang anaknya. Tapi, ia sedang menguji."

Zoya mulai memperhatikan setiap kata ibunya.

"Arsaka ingin tahu ... apakah perempuan yang dipilih El benar-benar mencintainya atau hanya mengejar hartanya."

Zoya perlahan mengangguk. "Itu sebabnya dia menawarkan uang."

"Betul."

Mama Dina tersenyum penuh keyakinan. "Kalau kamu menerima uang itu, permainan selesai."

"Kalau aku menolak?"

"Nah ...." Mama Dina mengangkat satu jari. "Di situlah kamu menang."

Zoya masih terlihat bingung.

Mama Dina kemudian berkata pelan, "Sekarang justru kesempatanmu semakin besar."

"Kesempatan apa?"

"Meyakinkan El."

"Meyakinkan El?" tanya Zoya

"Iya." Mama Dina menatap mata putrinya dalam-dalam. "El saat ini pasti merasa sendirian, karena ayahnya memutus semua fasilitasnya?"

"Bukan cuma itu." Mama Dina menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Dia pasti juga merasa tidak dipercaya oleh keluarganya."

Zoya terdiam.

"Di saat seperti ini ...." Mama Dina kembali menggenggam tangan putrinya. "Hadirlah sebagai satu-satunya orang yang selalu ada di sampingnya."

Tatapan Zoya mulai berubah. Ia mulai mengerti dengan apa yang mamanya katakan.

Mama Dina melanjutkan, "Buat El percaya padamu. Buat dia merasa hanya kamu yang memahami dirinya. Dan buat dia merasa hanya kamu tempat dia pulang."

Mama Dina berhenti sejenak, ia lalu melanjutkan ucapannya, "Dan yang paling penting ...."

Mama Dina kembali menghentikan ucapannya. "Buat dia makin bergantung padamu."

Kalimat itu membuat mata Zoya perlahan berbinar.

"Kalau dia sudah percaya sepenuhnya ...." Mama Dina tersenyum penuh arti. "Dia tidak akan pernah melepaskanmu."

"Walaupun keluarganya menolak?"

"Percaya sama Mama." Mama Dina tersenyum penuh keyakinan. "Arsaka mungkin keras. Tapi dia tetap seorang ayah."

"Suatu hari nanti, kalau El tetap bersikeras memilihmu, mau tidak mau, mereka akan menerimamu."

"Dan setelah semua kembali membaik ...." Mama Dina menyipitkan mata sambil tersenyum tipis. "... seluruh harta itu tetap akan jatuh ke tangan El."

Ruangan kembali sunyi. Perlahan-lahan, wajah murung Zoya mulai menghilang. Ucapan Arsaka yang sejak tadi menghantuinya kini tergantikan oleh kata-kata ibunya.

Benar juga. Kalau El adalah anak kandung keluarga itu, mustahil Arsaka benar-benar membuangnya. Ini pasti hanya ujian. Dan kalau ia berhasil melewatinya, masa depannya bersama El justru akan semakin terjamin.

Sedikit demi sedikit, senyum tipis muncul di bibir Zoya. "Ma ...."

"Iya?"

"Aku mengerti sekarang."

Mama Dina mengusap lembut rambut putrinya. "Ini baru anak Mama."

Zoya mengangguk mantap. "Aku nggak akan menyerah. Aku akan membuat El semakin percaya sama aku. Semakin mencintaiku. Dan saat semua ini selesai ...."

Tatapannya perlahan berubah penuh ambisi. "Tidak akan ada seorang pun yang bisa memisahkan kami."

Mama Dina tersenyum puas melihat semangat putrinya kembali. Namun, di balik senyum itu, tersimpan rencana yang jauh lebih besar.

1
Patrick Khan
knp q yg deg deg ya
Patrick Khan
ayo kawan bantu q buang zoya ke laut amazon..emak zoya juga buang 🤬🤬🤬🤬klo emak nya farhan terserah dah🤬🤬🤬
Lisa Halik
jangan di fikirkan chelsea..semoga saja mama/papanya noah menerima kamu dengan ikhlas..masih ada papa daddy arsaka/mommy hana yang sayang&cinta kamu
Lisa Halik
zoya tetap saja iri sama chelsea..pada hal farhan membagi sama rata...
Radya Arynda
semangaat chelse,,,,hana dan arsaka tidak sejahat mereka yang tidak menyukai mu.....semogah tidak ada pengahalang sampai kamu menikah,,,,semogah para benalu tidak menganggu mu💪💪💪💪💪💪
Eka ELissa
jgn takut Chel klau ibu bp nya Noah nolak kmu yakin kmu msih punya Dady Momy yg syang cinta kmu tulus shel....mreka bkln peluk kmu GK bkln kmu terluka sedikitpun....krna bgi mreka kmu adalah buah hatinya....
bukan orang lain mskipun kmu tidak lahir dari rahimnya momy Hana
ken darsihk
Eehhh Zoya memang nya lo siapa , lo hanya anak tiri nya Farhan lo hanya anak bawaan nya mama Dina
Jadi tolong lo jangan kemaruk sadar diri woeyyy 😠😠😠
Eka ELissa
smoga BP ibu kmu luluh ya dgn sikap... chelsea spik bidadari dari Yunani GK bkln nyesel deh pnya mntu mcem dia ...pak...Bu nya Noah.....
Apriyanti
semoga lancar dan gak ada kendala ,,kasian chelsie KLO sampe gagal🙏
Rahma Inayah
klu mmg jodoh tak kan kemana .
Teh Euis Tea
tenangkan hatimu chelsea, klu emang Noah jodohmu hrsnya ortunya ga mempersalahkan masalalumu
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Rahma Inayah
emak dan anak SM2 tamak dan gila harta padahal GK ikut andil dr o padhal hana yg menemani Farhan dr o tp dia Tdk menghrapkan harta Farhan sepeserpun pdhl wkt BS bersama Farhan Hana punya penghasilan sendri dr jualn online tnp Farhan tau JD pas Hana memilih pergi dia memakai uang nya sendri tnp uang dr Farhan sedikit pun
Nie
kamu pasti bisa melupakan rasa cinta itu Chelsea asal kamu bener² mau membuka hati untuk yg lain
Nandi Ni
hemmmmm...pasti ini,,kalo tentang harta pasti akan ada perdebatan,siapa yg paling berhak,siapa dapat apa dan berapa yg dua dapat.Harta bersama dlm pernikahan jika tdk ada anak memang runyam,,kan yg Farhan bagi itu memang harta bersama dg isteri terdahulu ya jadi merekalah yg berhak bukan kamu, Dina.
Dcy Sukma
Ni orang iri terus ihh../Angry/
Teh Euis Tea
trs km mau ngapain Zoya, mau fitnah chelsea lg, udah bagus km sm mamamu dpt bagian jg, ga sadar diri km Zoya pdhal km jg anak tiri
Radya Arynda
sebuah gebrakan yang mantap farhan,,,,mama reni jangan sampai farhan kenapa2 dulu sebelu apa yang dia ingin kan ter wujud,,,,kalau bisa fua wanita iblis dan matre itu di usir sebelum. dapat apa2,,,,,
Radya Arynda
mantap farhan,,,,cepat kamu simpan yang rapi dan aman sebelum para manusia serakah membuat rusak semua,,,,jangan bodoh lagi,,,usir saja tu ibu dan anak yang serakah.....👍👍👍👍👍👍👍👍
Eka ELissa
kmu sbnarnya beruntung py papa frhan yoza kaya bnyak duit mskipun GK sbnyak arsaka....
TPI SE enggk nya kmu bukan gembel GK prlu krja kras kyak chelsea yg dia tau diri TPI kmu anak tirinya Farhan TPI GK tau diri.....ksian frhan di ksih jodoh TPI GK ada yg bner...
cuman Hana yg bner Chika mo jadi bner eh mlhn di tolak ma Farhan jadi nya Zong deh frhan Ksian.....kmu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!