seorang wanita yang bernama Selena hidup sebatang kara tanpa mempunyai saudara.
dia harus menahan hinaan dan cacian dari semua orang,bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya.
apalagi saat melihat wajah nya,semua orang akan jijik dan meludahi nya,dan dengan tekad nya yang kuat dia berusaha untuk bangkit dengan kuliah dan mengandalkan beasiswa nya.
hingga suatu hari saat Selena menyatakan perasaan nya pada pangeran kampus,dia di permalukan habis-habisan,dan pangeran kampus yang mempermainkan nya hanya memandang nya dengan merendah.
karna tidak tahan,Selena berlari meninggalkan kampus nya,hingga dia mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
dan sistem mengatakan jika dia ingin kaya raya dan bisa membalas dendam pada semua orang yang menyakiti nya.
dia harus menjalankan misi 3 kehidupan,setelah misinya berhasil dia akan mendapatkan kekayaan dari sistem juga kekuatan untuk melindungi dirinya.
bagaimana kah kisah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertemuan
Di dalam ruangan tertutup,disana terlihat panglima Javier sedang sibuk dengan urusan nya,tapi kedatangan pengawal pribadinya membuat panglima Javier menghentikan kegiatan nya.
" bagaimana? Apa kamu sudah menyelidiki asal-usul wanita itu ? " tanya Javier tanpa basa-basi.
pengawal pribadi nya mengangguk, sebelum berbicara dia terlebih dulu duduk,dan itu tidak masalah bagi Javier. karna dia sendiri yang memerintahkan nya.
" wanita itu bernama Lidya Wangga,dia ternyata putri kandung Dalton Wangga yang hilang,,dan selama ini keluarga Wangga juga sudah mencari keberadaan nya,tapi ada seseorang yang sengaja menutup jalan keluarga Wangga,dan ini juga berkaitan dengan Alisa Wangga, putri yang tertukar dengan Lidya Wangga " beritahu pengawal pribadi nya.
Javier terdiam,dia mengetuk-ngetuk meja dan tidak menyangka ternyata Lidya berasal dari keluarga Wangga.
" lalu apa wanita itu tau jika dia putri kandung Dalton Wangga yang hilang? " tanya Javier dengan penasaran,karna selama ini Lidya berpindah-pindah tempat yang tidak bisa di pahami oleh nya.
pengawal pribadi itu seolah ragu menjawab pertanyaan tuan nya,dan itu membuat Javier semakin penasaran tentang Lidya.
" katakan yang sebenarnya! " tekan Javier yang terlihat menahan amarahnya.
" tuan. Lidya Wangga berpindah-pindah tempat karna pekerjaan nya,dia berkerja sebagai wanita penghibur tuan muda kaya,,dan soal jati dirinya,dia sudah lama mengetahui nya,dan dari yang saya selidiki yang mulia Kaisar Arya juga sedang mencari keberadaan nya,karna dia ingin menjadikan Lidya Wangga sebagai wanita nya " beritahu Lucas yang ternyata di tugaskan mencari tau indentitas Lidya.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
rahang Javier mengeras,dia memukul meja dengan nafas memburu, tangannya mengepal,melihat bagaimana reaksi tuan nya,Lucas bergumam dalam hatinya.
" kenapa panglima Javier terlihat marah,apa jangan-jangan dia sudah jatuh cinta pada Lidya ? Wah..ini benar-benar berita baik,,tapi apa Panglima Javier akan menerima wanita penghibur seperti Lidya Wangga ? " batin Lucas,dia benar-benar penasaran apa yang akan di lakukan oleh tuannya setelah mengetahui segalanya.
" jadi dia seorang wanita penghibur! dia membohongi ku,sudah berapa banyak kebohongan yang dia lakukan padaku ! bahkan sekarang Kaisar Arya juga menargetkan nya ? Hahaha...aku tidak akan membiarkan itu terjadi,,,meski wanita itu sudah ternoda ,aku akan menjadikannya sebagai pelampiasan ku,,dia sudah berani mempermainkan ku,Lidya kamu benar-benar kelewatan! " desis Javier.
Entah apa kesalahan Lidya padanya,Javier terlihat seolah-olah sudah di bohongi oleh kekasih nya.
" Lucas minta hadiah ku pada kaisar Arya! Aku ingin titah darinya ! " perintah Javier dengan tersenyum menyeringai.
meski dia penasaran apa yang akan di rencanakan oleh tuannya,Lucas tidak berani bertanya,dia mengangguk dan langsung pergi dari sana.
" pertama kamu datang menyelamatkan ku,kedua kamu sengaja memancing ku agar aku datang ke rumah mu,,,Lidya kamu sudah mempermainkan perasaan ku,,bahkan sudah banyak laki-laki yang menyentuh ku,,aku tidak akan memaafkan mu " marah Javier dan melemparkan semua barang-barang nya.
Mungkinkah Javier sudah jatuh hati pada Lidya ? dan Javier tidak sadar dengan perilaku nya yang sekarang,antara cemburu dan sakit hati itulah yang dia rasakan.
*************
sementara itu di depan gerbang kediaman perdana menteri,disana Lestari melihat seorang gadis yang sedang berdiri membelakanginya.
Air mata Lestari jatuh dengan sendirinya,dia menatap nanar punggung kecil Lidya.
" Lidya putriku kau kah itu nak ? " panggil Lestari pada putrinya.
Mendengar suara itu,tubuh Lidya membeku,dengan nafas tercekat dia berbalik badan dan.
Deggggggggggggggg
Lestari dan Lidya saling memandang dengan tatapan penuh kerinduan,air mata kedua wanita itu berjatuhan.
Langit yang sampai di sana tentu saja masih mengenal wajah yang dia temui di malam itu,dengan geram dia menatap pengawal yang berdiri di depan gerbang.
" kenapa kalian masih diam ? cepat buka gerbangnya! " perintah Langit.
Kedua pengawal itu mengangguk dan buru-buru membuka gerbang,dan belum sempat Lidya bereaksi tiba-tiba.
Grepppppppppppp
Lestari memeluk nya dengan tangisan pilu.
" putriku.. hikkkssssssssss akhirnya kamu kembali nak,,ibu sangat merindukan mu,, hikkkssssssssss putriku Lidya,,,ibu sangat bahagia karna kamu masih hidup dan dalam keadaan baik-baik saja " Isak Lestari sambil mengusap punggung mungil putrinya.
dengan perasaan hangat,Lidya membalas pelukan ibunya,untuk penutup wajahnya dia sudah membuka nya sejak tadi,agar kakak nya mengenalinya.
" i..bu...Lidya juga sangat merindukan ibu,,, hikkkssssssssss,,,ibu akhirnya Lidya memiliki seorang ibu " tangis Lidya pecah,ini pertama kali bagi nya merasakan pelukan seorang ibu,meski Lestari bukanlah ibu kandungnya,dia benar-benar merasa senang.
Langit, Elio,dan Dalton yang melihat pemandangan itu,ikut menangis,mereka berjalan mendekati kedua wanita itu yang masih berpelukan.
" putriku,,, syukurlah kamu baik-baik saja nak,,ayah sangat menghawatirkan mu,,maafkan ayah karna terlambat menemukan mu sayang " Dalton merasa bersalah karna tidak becus menjadi seorang ayah.
Lestari menguraikan pelukan nya,dia memberikan ruang untuk putri dan suaminya,Lidya dengan perasaan bergetar menatap Dalton yang ternyata juga menangis.
" ayah...ini semua bukan salah ayah,,ini sudah menjadi takdir ku,,tapi takdir juga mempersatukan keluarga kita,,," ucap Lidya sembari menghapus air matanya.
Mendengar itu Dalton semakin menangis,dia memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang.
" benar dan untuk itu aku juga harus berterimakasih pada takdir,,putri yang selama ini ayah dan ibumu rindukan akhirnya pulang " ucap Dalton.
Lidya tersenyum dan menepuk-nepuk punggung ayahnya,setelah itu mereka menguraikan pelukannya dan menatap Langit dan Elio yang menatapnya dengan rindu.
" apa ini kedua kakak ku ? " tanya Lidya pada ayahnya.
Dalton tersenyum mengangguk,melihat itu Lidya merentangkan kedua tangannya dan tersenyum pada kedua pemuda itu.
" kenapa kalian tidak memeluk ku ? Apa kalian tidak merindukan ku ? " Lidya memperlihatkan wajah kesal nya.
Langit dan Elio buru-buru menggeleng dan langsung memeluk Lidya.
" adik, tentu saja kami sangat merindukan mu " ucap Langit dan Elio,Lidya terkekeh kecil dia mengangguk, tentu saja dia mengetahui nya.
para pengawal dan pelayan dan melihat dan mendengar ucapan mereka terkejut,karna selama ini yang mereka tau Alisa lah putri kandung Dalton.
" jadi nona Alisa hanya putri palsu ? Pantas saja kelakuan nya tidak seperti keturunan keluarga Wangga, ternyata dia hanya anak yang tidak jelas asal-usulnya "
" benar, seandainya aku mengetahui nya lebih dulu,,aku tidak akan segan-segan memberikan pelajaran pada nya,dia sangat sombong dan angkuh "
" tapi aku merasa bahagia melihat kebahagiaan keluarga Wangga,dan lebih mengejutkan nya lagi putri kandung Nyonya Lestari sangat cantik dan anggun "
semua para pelayan berbisik-bisik,mereka kagum saat melihat wajah Lidya yang begitu sempurna.
tapi tidak untuk salah satu pelayan yang berdiri di dekat pohon,dia mengepalkan tangannya saat melihat kebahagiaan keluarga Wangga.
" aku kecolongan,kenapa aku tidak membunuh anak itu dari dulu,,,kini posisi Alisa akan terancam,bukan hanya itu Alisa pasti tidak akan di terima di keluarga ini. ! Aku harus melakukan sesuatu" gumamnya,karna takut ada orang yang melihatnya,dia pergi dari sana.