NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:118k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara yang sebelumnya mengejarnya karena tak terima diputuskan malah berbalik pergi setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Oleh-Oleh dari Desa

Seroja dan Ryu akhirnya keluar dari rumah joglo itu. Bu Dhe dan para tetangga ikut mengantar sampai ke mobil.

Jordi baru saja menutup bagasi mobil yang penuh dengan mangga, kedondong, ubi, singkong, sukun, nangka, dan entah apalagi.

"Bu Dhe, pamit ya," ujarnya. Ia mengecup punggung tangan wanita paruh baya itu. "Maaf ya, Bu Dhe sudah merepotkan."

"Nggak repot, kok," sahut Bu Dhe tersenyum hangat.

"Oh ya, Bu Dhe," kata Jordi kemudian. "Kambing dan sapinya sudah saya atur. Hari ini nyembelih kambing satu. Besok hari ketiga tahlilan nyembelih kambing dan sapi satu. Tujuh hari sama empat puluh hari, juga kambing satu, sapi satu. Nah, untuk seratus hari sapi dua. Kalau seribu hari, nanti dibelikan lagi sama bos," jelas Jordi panjang lebar.

"Nanti diantar ke sini pas mau disembelih, Bu Dhe," sambung Ryu. "Biar gak perlu repot-repot ngurusnya."

Ryu mengeluarkan beberapa lembar uang cash dari dompetnya.

"Ini ada sedikit uang untuk beli sembako. Maaf cuma segini. Soalnya cuma bawa sedikit uang tunai. Mau transfer gak ada sinyal," ucap Ryu seraya menyerahkan dua puluh lembar uang berwarna merah dengan gambar proklamator.

"Alhamdulillah. Terima kasih, Ryu, Jordi," ucap Bu Dhe tulus, penuh syukur.

"Saya dengar sejak hujan badai tiga malam lalu, sinyal di desa ini hilang total karena tower di bukit sebelah tersambar petir," kata Jordi.

"Benar, Nak," sahut seorang bapak-bapak. "Katanya masih diperbaiki."

"Semoga saja cepat selesai, Pak," sahut Jordi, lalu kembali menatap Bu Dhe. "Untuk beli sembako tahlilan berikutnya, nanti di transfer sama bos, Bu Dhe. Siapa tahu sudah ada sinyal."

"Iya. Terima kasih banyak," ucap Bu Dhe

Wanita paruh baya itu benar-benar merasa beruntung memiliki menantu seperti Ryu. Apalagi menantunya itu punya asisten seperti Jordi.

"Wah, tambah rame nih yang ikut tahlilan kalau dengar soal ini," celetuk seorang ibu-ibu.

"Tetangga desa pasti ikut tahlilan kalau dengar mau nyembelih kambing dan sapi," imbuh yang lain.

"Nggak apa-apa," kata Seroja lembut. "Tambah banyak yang datang, makin banyak pula yang mendoakan nenek."

Bu Dhe dan yang lainnya mengangguk setuju. Wajah mereka terlihat hangat sekaligus terharu mendengar ucapan Seroja.

"Kalau begitu, kami pamit, Bu Dhe," ucap Ryu akhirnya.

Jordi buru-buru membuka pintu penumpang bagian belakang saat Seroja menuju mobil.

"Silakan masuk, Nyonya," ucapnya seraya menunduk dan memberi isyarat tangan ke arah dalam mobil.

Seroja hanya tersenyum tipis melihat tingkah Jordi.

Ryu membuka pintu penumpang bagian depan. Dan--

"Kok.. kok... kok.. kok...'

Ryu tersentak kecil. Di atas jok ada dua kardus dan di atas kardus ada seekor ayam jago dalam sebuah keranjang anyaman.

Aroma dan suara ayam itu membuat ia merasa harga dirinya kembali diuji. Mobil mewahnya berubah seperti mobil bak terbuka pengangkut hasil panen.

Ia langsung menoleh tajam ke arah Jordi.

"Jordi, apa-apaan ini?" tanyanya datar, nyaris dingin.

Jordi malah menyengir. "Sayang kalau gak dibawa, Bos. Ayamnya bagus. Bapak suka banget sama ayam jago kayak gini."

"Tapi--"

"Bos gak mau ngasih oleh-oleh buat bapakku?" potong Jordi cepat. "Padahal bapakku sayang banget sama, Bos. Bapak pasti seneng banget kalau Bos ngasih ayam jago ini."

Ryu membuka mulut hendak mendebat. Tapi Jordi buru-buru berbisik,

"Bos, gak enak sama warga yang sudah ikhlas ngasih semua ini. Dan Bos mending duduk sama Nyonya. Jangan sampai Bu Dhe dan yang lainnya berprasangka macam-macam karena kalian duduk terpisah."

Ryu menutup pintu mobil sedikit kasar. "Kenapa gak sekalian kamu masukin kambing?" gerutunya pelan.

Jordi menaikkan satu alisnya. "Bos yakin?"

Ryu terdiam sejenak. Tiba-tiba perutnya mual saat mengingat bagaimana bau prengus kambing bandot.

"Cepat jalan," ucapnya akhirnya.

Pemuda itu masuk ke dalam mobil, di kursi bagian belakang di sebelah Seroja. Mereka duduk berdempetan karena di atas jok di dekat jendela ada kardus. Bahkan di lantai mobil juga ada kardus.

Ryu memijit pelipisnya. Mobilnya benar-benar penuh. Untung di bawah kakinya dan Seroja tak ada kardus.

Jordi menutup pintunya sambil mengulum senyum.

"Kami pamit. Terima kasih, semuanya," ucap Jordi dengan senyum ramah.

Pemuda itu menunduk hormat, lalu masuk ke dalam mobil. Mesin menyala, mobil perlahan bergerak meninggalkan pekarangan rumah.

Bu Dhe dan para warga yang mengiringi kepergian mereka melambaikan tangan. Ada beberapa orang yang menangis, termasuk Bu Dhe.

"Sayang sekali Seroja nikah sama orang kota," ujar seorang ibu-ibu seraya mengusap air matanya.

"Coba nikah sama orang desa sini, kita masih tetap bisa berobat sama Seroja," sahut yang lain.

"Kita bisa memilih orang yang kita suka," kata Bu Dhe pelan.

Matanya masih mengikuti mobil Ryu yang semakin menjauh.

"tapi kita tidak bisa menentukan jodoh kita. Semua sudah ditulis dalam buku takdir, tak bisa diubah."

Tak ada yang membantah, karena yang dikatakan Bu Dhe memang benar.

"Doakan saja Seroja bahagia," lanjut Bu Dhe. "Di mana pun dia berada."

"Selalu," sahut seorang ibu.

"Mana mungkin kami tidak mendoakannya," timpal yang lain. "Seroja sangat baik pada kami."

 

Sementara itu di bawah sebuah pohon asem di pinggir jalan, Agus muncul dari balik batang besar itu. Ia memandangi mobil yang membawa wanita yang diam-diam ia cintai.

Tak ada kata yang terucap dari mulutnya, tapi tangannya yang bersandar di batang pohon mengepal erat.

"Seroja.." gumamnya akhirnya. Suaranya lirih, nyaris tak terdengar.

Lalu sayup-sayup terdengar suara ponsel yang memutar lagu. Makin lama makin mendekat. Seorang pria yang menaiki sepeda tua lewat. Dan suara lagu itu makin jelas....

"Bisane mung nyawang, sing biso ndampingi... Bisane mung ngangen, sing biso nduweni...

Riko hang sun sayang, wis ono hang ngudang... Riko hang sun eman, wis duwen wong liyan...

Getun rasane ati sing biso nduweni

Riko hang sun demeni, riko hang sun welasi... Wis ono hang ngrumati..."

Agus berbalik, ia berjalan dengan wajah tertunduk. Namun beberapa langkah kemudian, ia berhenti dan menoleh menatap mobil itu.

"Seroja... jika kau tak bahagia, aku ada."

 

Sementara itu, mobil Ryu terus melaju melewati jalan berlubang.

"Kukuu... ruyuuukk..."

Ayam jago di dalam keranjang berkokok nyaring.

Ryu memejamkan mata sambil memijit pelipisnya. "Kalau ayam itu berkokok lagi, aku lempar dia keluar," ancamnya datar pada Jordi.

Jordi yang menyetir langsung nyengir. "Jangan, Bos. Nanti yang punya ayam bisa ikut lompat."

Seroja spontan menunduk menahan senyum.

Mobil sempat sunyi beberapa saat. Yang terdengar hanya suara mesin mobil dan guncangan jalan desa.

Ryu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi. Tubuhnya masih lelah setelah muntah, terkilir, dan dipermalukan setengah mati hari ini.

Namun entah kenapa, saat melirik ke samping, pandangannya justru jatuh pada tangan Seroja di atas paha. Jemari itu memegang sebuah tas kain lusuh di pangkuannya.

Ia masih ingat, bagaimana gadis itu memangku kakinya tanpa ragu. Ia masih bisa merasakan bagaimana hangat dan tenangnya tangan kecil itu saat mengurut kakinya.

Seroja menatap ke luar mobil, matahari perlahan naik. Desa kecil tempatnya lahir dan dibesarkan itu makin jauh tertinggal di belakang mereka.

Ryu ikut menatap ke luar. Ia tidak tahu, apakah suatu hari ia akan kembali ke desa ini untuk berkunjung, atau mengembalikan gadis di sampingnya ke rumahnya.

 

...🔸🔸🔸...

...“Kita bisa memilih siapa yang kita suka, tapi tidak bisa memilih kepada siapa takdir membawa pulang hati kita.”...

...“Kadang yang paling sulit bukan melepaskan, tapi menerima bahwa seseorang tak pernah ditakdirkan tinggal.”...

...“Rumah bukan selalu tempat kita dilahirkan, tapi tempat di mana ada seseorang yang menjaga kita dengan tulus.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Hanima
😍😍🔥
Puji Hastuti
AQ gak sabar Ryu di ledek Jo habis²an😄😄😄
Anitha Ramto
Nah kan sudah pasti di goda habis sama Jordi,,banyak peta merah di leher Bosnya perbuatan kaka ipat🤣
Eliermswati
lnjut lg lah lg seru gmn reaksi 1 kantor melht bos nya dah menikah😂😂smngt thor up nya
Siti Jumiati
ditunggu kelanjutannya kak nana semangat💪🙏
Felycia Fernandez
aku lupa kk Thor,
apa para karyawan udah tau Ryu boss mereka sudah menikah?? atau sudah ada di jelaskan di Bab sebelum nya??
abimasta
lanjut thor
Felycia Fernandez
wow...
selamat ya Ryu dan Seroja akhirnya jadi suami istri sesungguhnya
Felycia Fernandez: bukan gtu kk,jadi suami istri sesungguhnya adalah mereka sudah memenuhi hak dan kewajiban masing2..
banyak kan yang menikah hanya di atas buku saja.apa mereka memenuhi hak dan kewajiban suami istri?? sama dengan nikah kontrak,tanpa melibatkan urusan ranjang.
itu namanya bukan suami istri sesungguhnya
total 2 replies
Azda Syafril
no coment... nunggu up slnjt'x Seroja kekantor Ryu .......
Jordi jodohnya yg waktu itu meluk n kejar2 Jordi di desa Seroja.... wkwkkkwkk
Ass Yfa
akhirnya jebol juga gawang Seroja...Ryu kamu pake bau belum kelar udah jekuar tuh tanda cibta betetbaran dimaba2,,,dimana mau ditaruh tuh muka Seroja😄😄
Dek Sri
selamat ya kalian udah unboxing, kapan nih pesta pernikahannya?
vj'z tri
jawaban salah 🤧🤧🤧🤧🤧/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Azda Syafril
wow..... tanda cinta yg mmbuat Ryu candu hingga lupa kesiangan da meeting 🤭😄
jgn lupakan nnti smpe kantor tuh kemeja msh terbuka dn terekspos gegara abz unboxing.....🤭😄
slmt eaaa dh pecah telorrr....
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Ksk 🙏🙏🙏😁

Semangat Ksk Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Mulai lagi deh! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Injak saja Nek! Kalau perlu sampai Remuk! 😂😂😂 Jangsn segan-segan! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Itulah Prua Sejati Seroja!:😂😂😂 belum tentu Pria lain memiliki Prinsip yang sama! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kalimat ini sudah menegaskan sih! Siapapun orangnya Ryu nggk akan membiarkannorang ketiga itu masuk kefalam Rumah tanggsnya! Siapapu itu! 😂😂😂
Marsiyah Minardi
Untung aku bacanya udah selesai buka puasa 😄😄
Sukses unboxing mantan perawan dan mantan perjaka tulen 🤭🤭
Fadillah Ahmad
Wiiih mamisnya kata-katamu itu Ryu! 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!