NovelToon NovelToon
Bersyukur Menikahimu

Bersyukur Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:903
Nilai: 5
Nama Author: introvert girl

Pernikahan impian yang sudah dibangun dengan asa dan cinta akhirnya kandas, tidak pernah terbayangkan oleh Clarissa bahwa hidup nya tak seperti orang diluar sana. Dulu berharap memiliki pernikahan yang abadi sampai maut memisahkan dengan lelaki pilihannya. Perceraian tak terelakkan hingga membuat jiwanya terguncang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon introvert girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa yang Tetap Sama

Kepura-puraan memberikan sugesti yang menyakitkan dan menipu, membayangkan segalanya dibawah kendali diri sendiri semakin membawa realita menjauh.

Menipu diri dengan dalil ini hanya ujian rumah tangga, pendewasaan diri atau badai kecil hingga menepis berulang kali jika jiwa telah terkikis ketangguhannya.

Berdiri di depan cermin melebarkan senyum dan menampilkan wajah yang cantik seperti kemarin, sedikit berhasil karena otak memanipulasi alam bawah sadar bahwa dia tetap baik-baik saja dan semua akan segera berlalu.

Berlalu penderitaan, kesedihan dan akan kembali bahagia seperti awal pernikahannya. Impiannya memiliki keluarga harmonis seperti pernikahan Papa dan Mama nya menjadi contoh nyata baginya.

Wanita cantik yang tetap merawat diri meski tak seantusias dahulu. Menikmati waktu untuk mandi dan luluran meski diselingi lamunan yang bercabang. Merias wajah di meja rias dengan deretan kosmetik yang berkualitas meski rasa gelisah sedikit mengusik.

"Apa aku cantik?" Pertanyaan yang keluar dari mulutnya dengan nada lirih.

Semakin menatap dan mengangkat pertanyaan itu semakin jemarinya menjadi candu untuk menyetuh, memeriksa setiap lekuk wajahnya. Pipinya yang menonjol dan sedikit tirus, atau ada sedikit lecet yang tak kunjung samar. Hingga rambut sepunggung yang hitam bergelombang mulai mengalami kerontokan.

Terbesit keinginan menggunting rambut panjang yang membuatnya kian menawan, rambut yang sejak dulu dikagumi Ethan. Rambut yang hitam, lebat dengan sedikit gelombang semakin memancarkan cantiknya.

Lamunannya membawanya menggambarkan potongan rambut seperti apa yang pantas untuknya.

Hanya sebatas lamunan karena dia tidak mungkin menggunting pendek setelah perjuangan merawat rambutnya sampai sepanjang sekarang. Bagaimana jika Ethan tidak setuju.

Dia mengambil langkah cepat, mengeringkan rambutnya setelah menggunakan beberapa perawatan khusus rambut hingga aroma khas menyebar dan mulai menata rambutnya.

Waktu sudah malam, namun Ethan belum tiba di rumah. Dia sudah mengirim pesan akan pulang sendiri terlambat karena masih ada urusan pekerjaan. Clarissa tetap menunggu untuk menikmati makan malam seperti biasanya.

Sosok yang di tunggu telah tiba, Clarissa keluar rumah dan menyambut dengan penuh perhatian. Terlihat wajah lelah Ethan yang terpancar. Untung saja Clarissa adalah istri yang tanggap, segera membawa tas kantornya dan juga beberapa kantong makanan yang dibawa Ethan. Makanan kesukaannya.

Setelah Ethan keluar dari kamar dan sudah mendapati istrinya menyiapkan hidangan di meja makan, wajah Ethan lebih bersinar karena rasa lelah yang tadi terlihat sudah sirna. Mereka menikmati makan malam dengan nikmat.

Selesai makan malam, mereka menikmati makanan yang dibeli Ethan sepulang kantor. Menonton film yang dipilih acak dan menikmati waktu bersama.

Tampak romantis dan tidak ada yang berubah, meski sesekali pandangan wanita yang tampak fokus ke layar TV namun terlihat jauh menerawang mengingat wajah wanita yang ditemukannya di sosial media suaminya.

Ethan mendekap Clarissa sesekali memberikan kecupan, memberi komentar tentang film yang ditonton dan pujian betapa beruntungnya dia mendapatnya wanita cantik seperti Clarissa.

Clarissa membalas dengan senyuman atau kecupan di pipinya, membalas genggaman tangan suaminya dan membalas segala pujian yang didapatnya.

Suasana menjadi lebih romantis dan hidup, mereka bagai pasangan yang baru saja mengenal cinta dan sedang bertumbuh.

Ethan mengecup lembut bibir istrinya dan tanpa penolakan mendapat balasan yang tak kalah manis.

"Sayang, kita selesai ya nonton film" Balas Ethan langsung meraih remote dan menonaktifkan tanpa menunggu persetujuan Clarissa.

Tangannya menunggu balasan dari Clarissa untuk segera bangkit dari sofa. Clarissa membalas genggaman itu dan mereka menaiki anak tangga dengan dekapan yang hangat.

Suasana memberikan waktu bagi kedua pasangan itu untuk saling mencumbu dan membebaskan rasa yang terbelenggu entah sejak dimenit keberapa. Tidak ada kekakuan, hasrat liar yang menuntut untuk keluar dari persembunyiannya membuat mereka tak malu-malu melepas semuanya.

Ethan terlihat tak sabar dengan sedikit memaksa sekedar membantu istrinya menunjukkan keindahan yang tersembunyi dibalik pakaian indah nan feminim.

Keduanya terlihat bebas tanpa ada satupun yang mengekang, disesapnya aroma manis yang kian terpancar dari wanitanya yang membalas dengan deru nafas berat nan tertahan.

Kata cinta sesekali menghiasi pendengaran Clarissa, membuatnya ingin membalas lebih dan menunjukkan cintanya lebih besar dari apapun. Clarissa paham keinginan suaminya meski hanya dengan lirikan mata, ikut melirik kearah lirikan suaminya dan mulai mengikuti permainan.

Setiap sudut ruangan itu menjadi hangat dan dipenuhi romansa mendebarkan. Belum ada rasa lelah yang menghentikan langkah berbadan kekar itu, terus memaksa hingga menambah rasa yang siap mengoyak dengan liar membuat lawannya menjerit antara perih dan lelah, antara nikmat dan menyakitkan.

Tidak ada kata ampun atau berhenti, suara ketidakberdayaan itu semakin menaikkan sisi kebinatangan tubuh yang terus mengeruk rasa nikmat hingga ke titik terdalam. Sesekali memejamkan mata dan sesekali menatap wajah istrinya yang sedikit memancarkan peluh, memejamkan mata kembali bagai tak ingin rasa nikmatnya di usik oleh siapapun.

Hingga deru nafas panjang dan berat berakhir bersama tubuh yang tumbang penuh kelegaan. Keduanya sesekali melirik dan melempar senyum, sesekali mengungkap rasa yang baru saja mereka jalani sembari menatap langit-langit kamar.

Nafas teratur mulai terdengar, Ethan bangkit dari tempatnya pembaringan dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Clarissa masih termenung diatas masih dengan selimut yang setia melindungi kulitnya dari ras dingin yang mulai hinggap perlahan.

Ditemani lamunan, namun membuatnya rasa yang hampa. Masih ada sisa nyeri dan tidak nyaman yang bersemayam. Rasa nyeri yang tak diceritakannya kepada siapapun termasuk Ethan. Rasa yang wajar didapatnya setelah meneguk keromantisan yang tercipta. Namun terasa perih dan memohon dalam hati agar diakhiri meski akhirnya hanya pasrah dan menunggu sang pemilik menyelesaikan permainannya.

Lamunannya pecah dikala mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Dia segera memakai pakaiannya yang sejak tadi tergeletak ditepi ranjang dan menyeret langkah kakinya dengan perlahan menuju kamar mandi. Sedangkan Ethan sudah merebahkan diri dan mulai memejamkan mata.

Dua puluh menit waktu digunakan untuk menyegarkan tubuhnya dan meredakan rasa nyeri yang tersisa, dia keluar dan mendapati suaminya telah tidur dengan nyaman. Dia ikut membaringkan tubuhnya memejamkan mata namun sayang pikirannya lagi dan lagi menuntutnya ke jalan cerita yang bercampur ilusi. Menatap langit-langit kamar lalu menggeser posisi menjadi menyamping dan membelakangi suaminya namun tetap rasa kantuk itu sukar didapat.

Entah dimenit ke berapa di mulai dapat tertidur namun itu sudah menjadi kebiasaannya, waktu dini hari adalah teman barunya dalam menghadapi ilusi yang hampir merenggut kewarasannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!