Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...
Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 14 Momen Manis di Balik Ketegangan
[ Ruangan sang Papah - 14.00]
1 jam telah berlalu, setelah insiden sabotase data-data perusahaan cabang keluarga Alexander yang mungkin di lakukan oleh musuh sang papah atau orang lain yang dendam kepada mereka, mereka semua juga tidak tau mereka itu siapa dan motif mereka apa menyabotase data-data perusahaan batin Arlan, Erlan dan juga Elvano.
Berkat penyelamatan yang di lakukan oleh Alvaro juga kepada perusahaan sang papah, perusahaan yang awalnya akan mengalami kerugian yang hampir tarusan triliun itu bisa mereka atasi berkat bakat dari Alvaro yang dengan sigap menutup akses mereka dan membuat perlindungan yang hampir tidak bisa mereka bobol lagi.
"Alvaro, apakah papah boleh tanya sama kamu?" tanya sang papah dengan nada lembut dan suara baritonnya.
"Iya papah, papah mau tanya apa?" jawab Alvaro dengan senyum cerianya yang dari tadi tidak luntur.
Namun sebelum Alvaro sempat menjawab pertanyaan dari sang papah, uncle Sam sudah lebih dulu maju dan tepat di samping Alvari dan ia lebih dulu menjawab pertanyaan dari sang papah.
"Maaf tuan, saya lancang menjawab pertanyaan dari anda. Ilmu tuan muda ini adalah yang di wariskan oleh mendiang nyonya besar Elina kepada tuan muda Alvaro, tuan. Dan nyonya Elina pernah meminta saya untuk memastikan tuan muda berlatih secara diam-diam, untuk bekal tuan muda dan untuk perlindungan keluarga Alexander di masa depan" jawab uncle Sam panjang.
Saat mendengar nama mendiang istrinya, dan sorot mata tuan Alaric membuatnya terdiam pun mulai melembut kembali, bahwa ia menyadari mendiang sang istri telah mempersiapkannya dengan sangat matang dan bahwa ia saja yang tidak terpikirkan sampai sana.
"Mamah di sana pasti sangat bangga kepada Alvaro" batin Arlan saat mendengarkan jawaban dari uncle Sam dan sambil menepuk salah bahu Alvaro dengan pelan kerena tersirat rasa bangga saat ia menepuk pundak sang adik keduanya itu.
"Kau, benar-benar penyelamat keluarga Alexander hati ini, Al" ucap Elvano dengan sorot mata yang berbinar-binar kagum kepada sang kakak kembarnya itu.
Sementara di sisi Erlan ia hanya mengusap-usap rambut sang adik pertamanya itu sampai rambutnya berantakan karena rasa gemas dan kagum karena apa yang tadi adiknya lakukan.
Alvaro pun tersenyum sangat manis ke arah mereka, memperlihatkan sisi remajanya seperti semula yang hangat dan ceria. "Tentu saja, Pah. Aku belajar ini juga supaya bisa membantu Papah dan yang lainnya untuk menjaga perusahaan kalau ada seseorang yang berniat jahat lagi seperti tadi. Tapi sekarang perutku lapar lagi, Pah kejadian tadi bikin jantungku berdebar kencang dan energiku terbuang sangat banyak sampai makan siangku kurang kenyang" rengeknya manja.
Tawa kecil dari tuan Alaric pun pecah sampai seluruh orang di sana mendengarnya, suasana tegang tadi pun menguap seketika saat mereka semua mendengarkan rengekan dari Alvaro.
"Baiklah Varo sebagai hadiah telah menyelamatkan perusahaan, ayo kita pulang sekarang dan nanti saat makan malam kita makan di restoran kesukaanmu yang dulu sering kamu makan jika ke kantor papah" ucap sang papah sambil mengusap-ngusap rambut Alvaro.
"Dan kita sekarang bisa istirahat sebentar di mansion sebelum kita nanti malam makan-makan" ucapnya lagi.
"YEAY! Restoran BBQ favorit Alva" teriak Alvaro dan semua yang ada di sana hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
Suasana di dalam ruang kerja tuan Alaric yang tadinya sempat mencengkam dan juga di penuhi oleh aura dingin, kini seketika menguap seketika. Tawa ringan sang kepala keluarga bagaikan sihir yang mencairkan suasana kebekuan yang tadi mereka rasakan di dalam ruangan tersebut. Tuan Alaric bangkit dari tempat dari kursi kerjanya sambil merapikan kemeja kerjanya dan ia berjalan keluar ruangan menuju ke arah lift khusus yang ada di lorong tersebut, dan ia di ikuti oleh keempat putranya dan tangan kanannya yaitu uncle Sam.
Langkah mereka berenam menjadi pusat perhatian di saat mereka keluar dari lift khusus tersebut menuju ke arah lobi. Di sepanjang lorong lobi, dan beberapa staf sekaligus petinggi yang ada di kantor Alexander secara otomatis menunduk kepala mereka kearah mereka berenam dengan rasa hormat.
"Arlan" panggil sang papah di saat mereka keluar dari lobi menunggu mobil yang di ambiloleh uncle Sam yang ada di parkiran khusus untuk keluarga Alexander.
"Iya pah?" tanya Arlan dengan sigap dan sambil merapikan kemejanya yang sedikit kusut.
"Besok kamu kumpulkan semua tim IT tanpa terkecuali untuk rapat dadakan besok pagi. Kita akan melakukan audit sistem secara menyeluruh dan evaluasi juga supaya tudak ada kesalahan seperti tadi dan tambahan protokol dan buat perlindungan secara berlapis di perusahaan pusat maupun perusahaan lainnya" ucap sang papah dengan nada tegas sambil menjelas tugas Arlan besok.
"Baiklah pah, aku dan Erlan akan mengurusnya nanti untuk rapat besok" jawab Arlan.
Sementara Alvaro yang ada di belakang mereka hanya bisa senyum-senyum sendiri karena ia meraka bangga kepada dirinya sendiri. Dan sesekali ia melirik ke arah Elvano yang dari tadi menatapnya karena ia dari tadi senyum-senyum sendiri.
"El berhenti menatapku seperti itu, matamu seperti itu lama-lama seperti pupy yang sedang kelaparan tau gak" ucap Alvaro kearah Elvano.
"Eh jahat sekali kau Al kepada adikmu sendiri, aku melihatmu karena kagum tau gak karena aksimu tadi" gerutu Elvano.
Sesampainya mobil SUV yang sangat mewah itu, mereka berlima pun masuk kedalam mobil SUV yang di setir oleh uncle Sam. Mobil itu pun keluar dari area kantor dan di dalamnya ada Arlan, Erlan dan Elvano yang sedang menggoda Alvaro yang sedang tidur kerena kelelahan dan setelah memakan biskuit yang tadi sang kakak beli untuknya kerena ia sudah sangat lapar, dan ia memakannya sampai habis hingga ia tertidur di pundak Erlan.
[Mansion Alexander - 14.50]
Sesampainya di dalam mansion Alexander tepatnya di ruang keluarga, ada Erlan yang menggedong Alvaro yang masih tertidur dengan pulas mereka semua tidak tega untuk membangunkan Alvaro karena merka tau kalau ia sedang kelelahan karena membantu perusahaan tadi.
Dan dengan langkah hati-hati, Erlan yang sedang menggendong Alvaro membaringkan tubuhnya di atas kasurnya dengan hati-hati, ia pun melipat mengambil bantal sebagai bantalan untuk Alvaro supaya leher Alvaro tidak pegal saat ia bangun nanti.
Melihat pemandangan itu tadi, tuan Alaric hanya bisa tersenyum tipis melihat anak ketiganya tidur dengan sangat nyenyak tanpa terbangun, mungkin ia sangat lelah karena tadi ia mambantu perusahaan batinnya.
"Sudah biarkan saja dulu pasti ia kecapekan karena tadi" ucap sang papah.
"Benar pah, pasti ia menggunakan semua energinya untuk membantu perusahaan" ujar Arlan.
"Biarkan ia bangun sendiri sesuai moodnya saja, jika nanti kita bangunkan pasti moodnya bakal jelek dan nanti makannya akan sedikit" timpal Elvano.
"Iya aku setuju" ucap Erlan.
Dan tuan Alaric hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengarkan apa yang tadi di ucapkan ketiga putranya itu sambil nyeruput kopi panasnya.
"Sam" panggil sang papah kepada tangan kanannya yaitu uncle Sam.
"Ya tuan?" tanya uncle Sam.
"Hubungi pihak restoran yang nanti kita akan makan malam kesana, dan pesankan tempat VVIP yang terbaik dan pastikan semua hidangan nanti favorit Alvaro dan utamakan daging berkualitas" perintah sang papah.
"Baik tuan, akan saya urus semua keperluan untuk makan malam nanti" ucap uncle Sam sambil mengambil hp di saku celananya untuk menelpon pihak restoran untuk membuking tempat makan malam nanti.
"Tuan besar" panggil uncle Sam
"Ya" jawab sang papah singkat.
"Tempatnya sudah saya buking dan makanannya semua favorit tuan muda Alvaro, tuan" ucap uncle Sam dan di balas anggukan oleh sang papah sebagai jawaban.