NovelToon NovelToon
Penyihir X Regresi

Penyihir X Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Dunia Lain / Sihir
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: A Giraldin

Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.

Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.

Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.

Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2.4: Pertukaran Kembali

_______________________________________________________

“Hahaha, sudah ku bilang kan! Kalau memakai rumus ini, pasti hasilnya bakalan bagus banget.”

Sia*an! Yamada memang selalu bisa melakukan banyak hal ya! Aku benar-benar iri padanya. “Selanjutnya tidak perlu memberitahuku. Dan juga... Sampaikan terima kasihku pada Rei-san.”

“Kenapa tidak sampaikan sendiri saja?”

“Ma-malu.”

“Hahaha, kau banget.”

[Aku berada di mana sekarang?]

“Ini adalah kantor baruku, Suteshi.”

Mendengar perkataan itu, Yamada menatapku bingung. “Kau bicara dengan siapa, Takeuchi-kun?”

“Eh? Bukankah kau tadi bertanya padaku?”

Dia kelihatan lebih bingung lagi sampai berpikir. “Terus... Tadi itu suara siapa? Apa mungkin hantu? Segel di tanganku rusak kah?”

“Hentikanlah Chuunibyou-mu itu, Takeuchi-kun! Dan juga, di Suteshi mana mungkin ada hantu. Terus... Kayaknya pikiranmu masih ke mana-mana. Untung saja, sebelum kau memutuskan masuk ke dalam portal itu, Rei-san menolongmu. Bersyukurlah dengan hal tersebut oke!”

“Y-ya, baiklah.”

Yamada mungkin agak menyebalkan, tapi dia adalah orang yang sangat baik. “Omong-omong, aku selalu bermimpi aneh lho, Yamada!”

“Mimpi apa?”

“Selalu sama dan akhirnya pun sama. Jadi, ada seorang bayi bernama James Darren.”

Ini adalah pertama kalinya aku cerita setelah seminggu berlalu setelah kejadian aku mendengar berita tentang portal yang ada di dekat apartemen tempat tinggalku. Kalau misalnya beneran masuk ke sana, kira-kira apa yang akan terjadi padaku ya?

“Oke, terus-terus.”

Kursi putar yang didudukinya bergerak grogi seperti mau jatuh. “Santai saja duduknya, Yamada!”

“O-oh, kau benar sekali, Takeuchi-kun.”

Aku mungkin senpai-nya, tapi dia lebih tua dariku yang baru berusia 28 tahun ini. Usianya 35 tahun. Ryugami Yamada, pria berambut biru super tampan.

Selalu mendapatkan nilai terbaik di universitas dan dia bahkan kuliahnya di luar negeri lho! Oxford! Keren sekali bukan?!

Diriku yang nilainya nol terus, mana mungkin bisa kuliah di luar negeri. Ahaha, agak menyedihkan, tapi sudahlah.

Tidak perlu terlalu dibahas juga sepertinya. Dan... Karena dia lebih tua dariku, panggilan ‘kun’ padaku dan aku nggak menambahkan ‘san’ agar kelihatan seperti seniornya, harusnya tidak masalah bukan?

Selain dirinya pintar, dalam hal bersosialiasi saja orangnya mudah diajak ngobrol. Ekstrover banget kurang lebih. Tepatnya... Kayak nggak ada kekurangan darinya.

“Dan... Aku berada di dalam tubuhnya. Keren sekali bukan!?”

“Wow! Sangat menakjubkannnnn!!! Keren banget pastinyaaaa!!!”

Panjang sekali ngomongnya dan dirinya yang berputar-putar terus di kursi terlihat agak menyeramkan, jadi tolong hentikan!

Haruskah ku bilang begitu padanya? Tidak usah. [Masih sama seperti sebelumnya ternyata.]

“Apanya yang masih sama seperti sebelumnya, Yamada?”

“Pikiranmu benar-benar masih ke mana-mana ternyata. Untuk sekarang pulang saja, Takeuchi-kun! Sekarang langit juga sudah gelap dan sisanya serahkan saja padaku.”

“Cerita mimpi itu besok lagi saja.”

Sepertinya pikiranku memang sedang ke mana-mana. Perkara rumus agar sahamku tidak turun mungkin membuatku ngelindur hingga terdengar suara entah dari siapa.

“Baiklah Yamada. Besok aku akan datang lebih pagi dan jangan pulang kemalaman oke! Hari ini tidak perlu lembur. Perhatikan istri dan anak-anakmu juga oke!”

Dia ini selalu lembur hampir setiap hari. Semoga saja dirinya mulai memperhatikan kesehatannya. Menjadi seseorang yang sempurna itu tidak selalu diperlukan.

Sebuah kesempurnaan sendiri harus ada kekurangan agar seimbang dan membuat orang-orang di sekitarnya menganggapnya masih sama seperti mereka atau bukan makhluk dari dunia lain pastinya, hahaha.

“Baik, Takeuchi-senpaiii!!”

Agak menyebalkan, tapi mau bagaimana lagi. “Ya, ya, ya. Aku pulang dulu. Jangan lupakan semua perkataanmu senpai yang lebih muda darimu ini oke!”

“Siappp!!”

Aku mengambil tas kantorku dan berjalan perlahan menuju pintu keluar. Diriku melewati banyak sekali meja yang komputernya menyala semua.

Orang-orang di Suteshi pada gila kerja. Untungnya aku tidak sama seperti mereka dan kerja sesuai keinginan saja.

Belenggu dari perusahaan sebelumnya sudah berubah drastis di perusahaan ini. Hehehe, keren sekali bukan!?

Begitu keluar dari ruangan kerja yang lumayan luas dan dapat menampung kurang lebih 50 pekerja sekaligus, di depanku ada ruangan lainnya.

Bisa dibilang semua yang ada di lantai keempat ini atau lantai paling atas orang-orang yang kerja terus bahkan sampai lembur.

Entah mereka dirasuki atau apa, gaji mau lembur atau tidak terus menatap dan nggak bertambah-tambah.

Yamada sendiri selalu menerimanya dan sama seperti diriku yang dulu rupanya. Untuk dia yang pintar, harusnya protes bukan!

Alasan tidak sepertinya karena menurutnya hal tersebut tidak kurang baginya. Apalagi... Yamada itu orang kaya raya.

Perusahaan ini saja adalah cabang milik ayahnya. Hahaha, mengerikan sekali bukan! Dan... Hanya aku saja yang mengetahui perihal ini.

Sisanya tidak ada yang tahu. Terus... Setelah belok kiri aku berjalan lurus terus hingga akhirnya sampai di lift yang terbuka lebar.

Orang-orang di ruangan lain yang ada di lantai ini masih cukup banyak yang masih ada di kursi masing-masing.

Mereka benar-benar gila semua ya! Setelah aku masuk ke dalam lift, diriku menekan lantai 1 dan lift pun tertutup serta diriku menunggu agar sampai di bawah.

“Suara-suara tadi sebenarnya dari siapa? Yamada bukan, lalu siapa?”

[Aku adalah bayi di mimpimu itu.]

Ada lagi!? Tunggu!? Bayi!? James Darren!? Co-coba tanya dulu aja deh. “James Darren kah?”

[Ya, kau benar sekali. Sepertinya kita mengalami dua kejadian yang sama persis. Nanti bakal ku jelaskan untuk lebih rincinya saat tiba di rumahmu. Setiap mendengar suaraku, pelankan saja suaramu agar tidak dianggap orang gila.]

“Masuk akal! Baiklah.”

Begitu lift terbuka, aku langsung berjalan cepat dan sesampainya di luar selesai dipersilakan oleh pintu kaca otomatis, sesuatu yang aneh terlihat di depan mataku.

Jadi, ada seorang bayi dan dia terlihat gembira sekali seperti sedang bermain dengan seseorang di sebelah kiriku.

“Efek hampir masuk ke portal mengerikan sekali.”

Ya, benar sekali. Bisa dibilang... Bayi itu adalah hantu dan ini tidak ada kaitannya dengan Chuunibyou.

Aku bisa melihat semua hantu yang ada di sekitar sini. Di lift tadi saja sepuluh hantu terlihat sedang bermain poker.

Kalau di luar sini sudah seperti taman bermain para hantu saja. Bentuk mereka sangat mengerikan seperti monster laut.

Dengan suara pelan, aku berkata: “Apa kau bisa melihatnya juga, James Darren? Maaf tiba-tiba bertanya!”

[Tidak apa-apa dan benar sekali, suara pelan. Lalu... Aku bisa melihatnya. Di dunia asalku, mana ada hal seperti ini. Namanya apa mereka ini?]

“Hantu. Dan... Kau berasal dari dunia lain? ‘Bollorta’ atau ‘Magiort’?”

[Fufufu. Kau memang masih mengingatnya, namun kenangan kita bersama sampai ke kematian terlupakan. Begitupun denganku sebelumnya dan bisa diwajarkan karena masih bayi.]

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉




Saling support sabi kali ya😉
Ankani: 👍. Makasih udah mampir kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!