NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:24.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Bayu mengabaikan Tari. Ia masih menatap Anton tepat di matanya. Hanya sepersekian detik sebelum ia melangkah maju, pikiran Bayu telah memproses transaksi di dalam aplikasi Toko Ajaib di sakunya.

Pembelian Berhasil: Buku Keterampilan Bela Diri Militer Tingkat Lanjut. Harga: 50 Koin Sistem. Status: Diaktifkan.

Pengetahuan tentang anatomi manusia, titik kelemahan sendi, dan refleks membunuh dari pasukan khusus militer mengalir ke dalam otot dan saraf Bayu dalam sekejap mata.

"Oh, jadi lo anak bawang yang sok jadi pahlawan itu," Anton tertawa meremehkan. Ia melepaskan cengkeraman Bayu dengan mudah karena ia memang mengandalkan kekuatan otot kasarnya. "Berani juga lo nampakin diri. Siniin lima puluh juta, atau kepala lo..."

Belum sempat Anton menyelesaikan kalimatnya, Bayu bergerak.

Wush.

Gerakannya terlalu cepat untuk ditangkap oleh mata telanjang orang awam. Bayu tidak memukul Anton. Ia melangkah menyamping dengan kecepatan luar biasa, langsung menuju ke arah tiga anak buah Anton yang sedang memegang tongkat besi.

Preman pertama yang berada di dekat Tari bahkan belum sempat berkedip ketika telapak tangan terbuka Bayu menghantam jakun di lehernya dengan presisi mengerikan.

Bruk.

Preman itu langsung menjatuhkan tongkat besinya, mencengkeram lehernya sendiri sambil tersedak tidak bisa bernapas, matanya melotot putih sebelum jatuh pingsan ke lantai.

Preman kedua mengayunkan tongkat besi ke arah kepala Bayu sambil berteriak marah. Bayu hanya memiringkan kepalanya sedikit. Angin dari ayunan besi itu menyapu rambutnya. Dalam gerakan yang sangat mulus tanpa jeda, Bayu memutar tubuhnya, meraih pergelangan tangan preman itu, dan memutarnya ke arah yang berlawanan dengan sendi.

Krek.

Terdengar suara tulang patah yang sangat nyaring. Preman kedua menjerit histeris dan jatuh berlutut. Bayu menggunakan lutut kirinya untuk menghantam wajah preman itu tepat di hidung, membuatnya langsung tidak sadarkan diri dengan darah mengucur deras.

Preman ketiga, yang masih terkejut melihat dua temannya tumbang dalam waktu kurang dari lima detik, mencoba mundur ke arah pintu. Namun kaki Bayu menyapu pergelangan kakinya dengan keras, membuatnya jatuh terlentang. Sebelum preman itu bisa bangkit, ujung sepatu pantofel Bayu sudah mendarat dengan tekanan kuat tepat di ulu hatinya, melumpuhkan sistem pernapasannya seketika.

Tiga pria bersenjata dilumpuhkan tanpa perlawanan, tanpa keributan yang berlarut-larut, dengan efisiensi sebuah mesin pembunuh.

Seluruh pelanggan di kafe itu mematung. Tidak ada yang berani bernapas. Tari menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya terbelalak menatap Bayu seolah ia baru saja melihat hantu. Pemuda ramah yang biasa menghitung kas di sebelahnya kini berdiri di tengah tumpukan tubuh preman yang mengerang kesakitan.

Bayu merapikan kerah kaus hitamnya yang tidak sedikit pun kusut, lalu menoleh kembali menatap Anton yang kini berdiri mematung dengan raut wajah terkejut yang tidak bisa disembunyikan.

"Tadi lo bilang lima puluh juta ya?" tanya Bayu santai, seolah ia baru saja membersihkan debu dari mejanya, bukan mematahkan tulang orang.

Anton menelan ludah. Otot-otot besarnya menegang. Insting jalanannya sebagai preman senior mengatakan bahwa pemuda di depannya ini bukan orang sembarangan. Cara pemuda itu memukul sangat mematikan, terukur, dan tidak menunjukkan emosi apa pun.

"Lo... lo siapa sebenarnya, hah?!" bentak Anton, mencoba mengumpulkan kembali sisa keberaniannya. Ia mengepalkan kedua tangannya yang sebesar paha anak kecil. "Lo pikir lo jagoan cuma karena bisa ngalahin kroco-kroco gue? Gue Anton Bison! Gue bisa matiin lo pakai tangan kosong!"

Anton berteriak dan berlari menerjang Bayu, mengayunkan tinju kanannya yang mengarah lurus ke rahang Bayu. Pukulan itu membawa tenaga murni yang mampu membengkokkan tiang besi. Jika mengenai kepala, pukulan itu bisa berakibat fatal.

Bayu tidak menghindar. Ia tahu kekuatan fisik Anton jauh di atas rata-rata manusia normal. Menangkis secara langsung adalah tindakan bodoh.

Saat tinju Anton berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya, Bayu merendahkan kuda-kudanya dengan sangat drastis, membiarkan tinju besar itu lewat di atas kepalanya. Di saat yang bersamaan, Bayu melangkah maju masuk ke dalam zona pertahanan Anton, menancapkan siku kanannya dengan seluruh tenaga yang ia miliki tepat ke arah ulu hati Anton yang terbuka lebar.

Bugh.

Suara hantaman tumpul bergema di ruangan itu.

Mata Anton membelalak. Mulutnya terbuka lebar, namun tidak ada suara yang keluar. Tubuhnya yang sebesar beruang itu tiba-tiba membungkuk ke depan. Seluruh oksigen di paru-parunya seolah dipompa keluar secara paksa. Ia jatuh berlutut di depan Bayu, memegangi perutnya sambil terbatuk-batuk mengeluarkan air liur.

Kekuatan otot luar biasa tidak ada gunanya jika organ dalam yang rapuh dihantam dengan presisi.

Bayu menunduk, menatap wajah Anton yang memerah menahan sakit, lalu menjambak kerah jaket kulit pria itu dan menariknya agar menatap langsung ke matanya.

"Gue peringatkan lo sekali ini aja, Anton," bisik Bayu dengan nada yang sangat rendah dan mematikan, hanya bisa didengar oleh Anton. "Kasih tahu bos lo di belakang sana, siapa pun dia. Kalau dia berani ngirim orang lagi buat ganggu bisnis gue atau nyentuh orang-orang gue di sini, gue nggak akan patahin tangan mereka. Gue bakal cari rumahnya, dan gue bakal pastiin dia nggak akan pernah bisa jalan lagi seumur hidupnya."

Bayu melepaskan cengkeramannya, membiarkan Anton jatuh tersungkur ke lantai.

"Sekarang, bawa anak buah lo keluar dari properti gue, dan ganti rugi etalase kaca yang lo pecahin," perintah Bayu dengan suara keras, kembali ke mode seorang bos bisnis.

Anton masih kesulitan bernapas, namun rasa takut yang amat sangat telah menjalar ke seluruh sarafnya. Ia belum pernah bertemu orang seperti Bayu seumur hidupnya. Preman itu merogoh saku celananya dengan tangan gemetar, mengeluarkan segepok uang tunai pecahan seratus ribu yang cukup tebal, dan melemparkannya ke atas meja yang tidak rusak.

Dengan sisa tenaganya, Anton tertatih-tatih berdiri, menendang anak buahnya yang pingsan untuk segera bangun. Ketiga anak buah itu bangun dengan tertatih, memegangi lengan yang patah atau leher yang memar, lalu berlari kabur keluar dari kafe layaknya anjing yang dipukuli majikannya, diikuti Anton yang memegangi perutnya.

Keheningan kembali menyelimuti Kafein Nusantara.

Bayu berbalik, menatap ke arah Pak Slamet dan Tari yang masih mematung.

"Tar, uang dari orang tadi tolong masukin ke kas untuk biaya perbaikan kaca. Kalau lebih, masukin ke tip anak-anak barista," kata Bayu santai, lalu kembali berjalan menuju mejanya yang berada di sudut ruangan. Ia duduk dan kembali membuka layar laptopnya seolah tidak terjadi apa-apa.

"Maaf atas ketidaknyamanannya, semuanya. Silakan lanjutkan menikmati kopinya. Untuk yang sedang antre, kopi kalian hari ini gratis dari manajemen atas insiden tadi," Bayu mengumumkan dengan senyum sopan kepada para pelanggan.

Mendengar kata gratis, rasa takut para pelanggan seketika menguap, digantikan oleh sorakan kecil dan rasa kagum. Beberapa dari mereka menatap Bayu dengan tatapan hormat bercampur ngeri.

Tari berjalan mendekati meja Bayu dengan langkah pelan. Ia menelan ludah.

"Bay... lo bilang lo dapat uang dari tanah warisan sengketa," bisik Tari pelan agar tidak didengar orang lain. "Lo nggak pernah bilang kalau keluarga lo itu mafia."

Bayu hanya tertawa kecil tanpa menjawab. Ia menatap layar laptopnya, tapi pikirannya memikirkan hal lain. Identitasnya sebagai pengguna tunggal sistem memberinya kebebasan, namun ia sadar, untuk membangun kerajaan bernilai triliunan di dunia nyata, ia tidak bisa mengandalkan tinjunya setiap hari. Ia butuh lebih dari sekadar uang dan bela diri. Ia butuh kekuasaan sosial dan orang-orang yang bisa bekerja di dalam bayangan.

Anton hanyalah pion kecil. Bos dari Anton adalah target sesungguhnya.

1
ラマSkuy
/Proud/
ラマSkuy
nah MC begini yang gua demen 👍
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!