NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Menyusup ke Sarang Sendiri

​Derap langkah kuda beradu keras dengan dataran berbatu yang mengarah ke ibu kota kerajaan Helios. Sepuluh prajurit elit Nightmare memacu tunggangan mereka tepat di belakang Jacob dengan formasi anak panah yang menembus angin.

​Pacuan hewan-hewan tangguh itu menerbangkan kerikil dan debu di sepanjang jalur perbukitan. Tidak ada satu pun ksatria yang mengeluarkan suara atau keluhan meski perjalanan panjang ini menguras habis tenaga mereka.

​Mata Jacob terus tertuju ke arah tembok tinggi istananya sendiri yang mulai terlihat dari kejauhan. Bendera hitam dengan lambang pisau menyilang milik Airis kini berkibar dengan angkuh di atas menara timur, menggantikan panji singa emas Helios kebanggaannya.

​{Pengecut dari kerajaan pembunuh itu benar-benar memanfaatkan kepergianku. Mereka pikir menguasai bangunan fisik berarti menguasai seluruh kerajaanku yang sah ini.}

​"Kalian sepuluh orang, terus berpacu menuju gerbang depan," perintah Jacob dengan suara menggelegar menembus hembusan angin dari atas pelana.

​Prajurit terdepan merespons dengan anggukan mantap sambil menarik tali kekangnya lebih kencang.

​"Siap, Baginda Raja. Kami akan membuat keributan sebesar mungkin di pintu utama agar seluruh mata tertuju pada kami," jawab prajurit berzirah tebal itu.

​"Pastikan kalian menarik perhatian penjaga gerbang sebanyak mungkin. Serang mereka secara frontal, namun jangan sampai mati sebelum aku menyalakan sinyal suar dari dalam," tambah Jacob memberikan instruksi taktis final.

​Pasukan pengalih itu segera membelokkan arah kuda mereka menuju rute jalan utama ibu kota. Jacob merespons dengan menarik tali kekangnya sendiri, memisahkan diri dan memacu tunggangannya menuju celah tebing yang tersembunyi di sisi barat pabrik peleburan yang telah hancur.

​Kuda hitamnya berhenti mendadak tepat di depan sebuah lubang pembuangan limbah sisa pabrik yang tertutup rimbunnya semak berduri. Jacob turun dari pelana dan membiarkan hewannya pergi mencari perlindungan di area padang rumput terdekat.

​Tangan sang penakluk itu menyingkirkan ranting-ranting tajam yang menutupi akses masuk. Mulut gorong-gorong baja berkarat menatapnya dari ujung lorong sempit tersebut.

​[Analisa Pemindaian: Struktur pipa baja memiliki diameter lima puluh sentimeter. Terdeteksi hambatan berupa jeruji besi tebal pada jarak tiga puluh meter ke arah dalam. Risiko penyumbatan fatal berada di angka enam puluh persen akibat karat.]

​{Aku tidak butuh persentase kegagalan matematis. Aku butuh solusi untuk mematahkan jeruji itu tanpa menghasilkan suara pantulan logam sekecil apa pun yang bisa memancing penjaga.}

​[Sistem Mengonfirmasi. Pengguna disarankan menggunakan teknik pelepasan sendi bahu untuk mempersempit lebar rentang tubuh, dipadukan dengan manipulasi tekanan pada engsel jeruji yang sudah sangat aus.]

​Jacob segera merangkak masuk ke dalam terowongan sempit itu tanpa membuang waktu. Dinding baja basah yang dipenuhi sisa limbah beracun menempel erat pada jubah cokelat yang ia kenakan.

​Pergerakan maju di lorong ini menuntut energi fisik dan fleksibilitas yang sangat ekstrem. Gesekan antara zirah ringan Jacob dan dinding pipa terus terjadi di setiap inci pergerakannya.

​Bunyi berdecit dari logam zirahnya diredam menggunakan teknik pernapasan sangat lambat yang dikontrol langsung oleh sistem. Ia merayap perlahan sejauh tiga puluh meter hingga kepalanya akhirnya membentur jeruji besi tebal yang memblokir ujung pipa.

​{Sistem, matikan sensor rasa sakit pada area bahu dan lengan kiriku. Aku akan melepaskan sendinya sekarang juga untuk memutar badanku.}

​[Perintah Diterima. Memblokir reseptor nyeri pada saraf lengan atas dan bahu pengguna secara permanen selama sepuluh menit ke depan.]

​Terdengar bunyi gemeretak tulang yang mengerikan saat Jacob menekan sisi bahunya kuat-kuat ke lengkungan dinding pipa. Engsel bahunya bergeser paksa dari posisinya, membuat struktur tubuhnya menjadi jauh lebih menyusut.

​Tangan kanannya yang masih berfungsi normal segera menjangkau bagian bawah jeruji besi penyumbat. Jari-jari kokoh Jacob meraba paku keling usang yang menyatukan jeruji itu dengan dinding utama pipa pembuangan.

​{Besi penahan ini sudah sangat tua dan terkikis habis oleh asam sisa peleburan senjata. Satu dorongan presisi pada titik butanya akan merontokkan fondasinya tanpa sisa.}

​Jacob memusatkan seluruh tenaga murni pada otot lengan kanannya yang bebas. Ia menekan paku keling berkarat itu sekuat tenaga menggunakan pangkal telapak tangannya.

​KRAAAKKK!!!

​Suara besi patah menggema tertahan di dalam lorong sempit tersebut. Jeruji tebal yang menjadi penghalang terakhirnya akhirnya terlepas dari sarangnya secara keseluruhan.

​Pangeran penakluk itu mendorong jeruji tersebut secara perlahan ke samping kanannya. Ia sangat berhati-hati memastikan besi berat itu tidak berbenturan dengan dinding pipa yang bisa menghasilkan getaran keras.

​Ruang geraknya kini telah bertambah. Ia kembali menarik napas panjang dan memaksakan tubuhnya melewati celah sempit yang baru saja terbuka dengan gerakan memutar layaknya ular.

​Bunyi tulang berderak kembali memecah kesunyian sesaat. Jacob mengembalikan posisi sendi bahunya ke tempat semula dengan satu sentakan keras segera setelah seluruh tubuhnya keluar dari pipa pembuangan.

​||||||||||||||

​Ujung terowongan pembuangan itu berbatasan langsung dengan lantai bawah tanah istana. Jacob mendorong tutup ventilasi melingkar di atas kepalanya dengan sangat hati-hati.

​Tubuhnya melompat keluar dengan pergerakan gesit layaknya predator malam yang kelaparan. Sepatu bot kulitnya mendarat sempurna di atas lantai batu marmer tanpa menghasilkan suara ketukan sama sekali.

​Posisi pendaratan Jacob kini berada tepat di dasar pilar penyangga menara timur istana Helios.

​[Analisa Pemindaian: Terdapat dua entitas penjaga musuh di ujung koridor utara. Detak jantung target menunjukkan tingkat kewaspadaan sangat tinggi. Senjata yang digunakan adalah pisau lempar bertabur racun saraf mematikan.]

​{Dua tikus yang menjaga pintu masuk tangga utama menara. Aku harus memotong jalur napas mereka sebelum tangan mereka sempat melempar senjata rahasia pengecut itu.}

​Jacob mencabut pedang pendeknya perlahan dari balik sarungnya. Ia berjalan perlahan dan merapatkan punggungnya di celah pilar penyangga.

​Pergerakannya sama sekali tidak menghasilkan suara. Kontrol otot ekstrem dari sistem benar-benar meniadakan setiap getaran pada lantai marmer yang ia pijak.

​Kedua penjaga berpakaian serba hitam itu berdiri saling membelakangi. Mereka terus memutar kepala memantau setiap sudut lorong menuju tangga menara timur dengan pandangan awas.

​"Pasukan Helios di aula utama itu benar-benar keras kepala seperti batu karang. Kita sudah mengirim dua ratus orang ke lantai bawah, tapi wanita berambut perak itu masih belum juga mati terbantai," ucap salah satu penjaga dengan nada sangat kesal.

​"Biarkan saja mereka membuang nyawa di sana. Fokus kita adalah menahan posisi sandera tua di atas puncak menara. Selama raja mantan itu ada di tangan komandan kita, pasukan Nightmare yang tersisa tidak akan berani mendobrak masuk secara paksa," jawab rekannya dengan senyum meremehkan.

​Jacob tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk melanjutkan percakapan murahan itu lebih jauh lagi. Ia melesat maju menembus jarak sepuluh meter dalam hitungan kurang dari satu kedipan mata.

​SRAAAKKK!!!

​Pedang pendek Jacob menggorok leher penjaga pertama dengan satu ayunan menyamping yang sangat presisi. Darah merah menyembur deras mengotori dinding koridor batu di sampingnya.

​Penjaga kedua membelalakkan matanya ngeri melihat rekannya tumbang. Pria itu mencoba merogoh pisau lempar dari balik sabuk pinggangnya secara panik.

​CRASSHH!!!

​Tangan kiri Jacob melesat jauh lebih cepat, merampas pisau dari sabuk musuh lalu menusukkannya langsung ke jantung penjaga tersebut hingga menembus celah tulang rusuknya.

​Kedua tubuh tak bernyawa itu ambruk ke atas lantai dengan bunyi debuman pelan yang tertahan oleh jubah tebal mereka sendiri.

​Jacob menatap mayat-mayat itu dengan tatapan sedingin es di kutub utara. Ia membersihkan bilah pedangnya pada seragam hitam musuhnya dengan gerakan tenang dan mekanis.

​{Natali ternyata masih bertahan di aula utama sendirian. Wanita itu memang memiliki ketangguhan monster yang sesungguhnya di balik wujud manusianya.}

​Pikirannya kembali terfokus penuh pada ayah kandungnya yang berada di puncak menara tinggi ini. Jacob melangkah menyusuri koridor dan menemukan pilar tangga melingkar yang menjulang ke atas tanpa batas.

​[Peringatan Darurat: Terdapat lebih dari lima puluh target pembunuh bayaran tingkat tinggi di sepanjang jalur tangga ini. Sistem menyarankan penggunaan mode serangan presisi beruntun untuk menghemat stamina pengguna selama pertempuran di ruang sempit.]

​{Tiga ribu orang berani mengambil alih istanaku, dan lima puluh orang ditugaskan menjaga ayahku. Rasio yang sangat merendahkan martabatku sebagai seorang penakluk daratan ini.}

​"Tunggu sampai seluruh kepala kalian menghiasi paku-paku gerbang utama kerajaanku besok pagi," bisik Jacob dengan suara sangat pelan dan penuh dengan janji kematian.

​Dentuman keras tiba-tiba bergema dari arah kejauhan, tepatnya dari gerbang depan istana utama Helios.

​Suara logam beradu dan teriakan perang mulai memenuhi area luar kompleks bangunan raksasa tersebut. Serangan pengalihan yang dipimpin oleh sepuluh prajurit elit Nightmare telah dimulai secara serentak.

​Mereka menyerang barikade Airis dengan kebrutalan tak terukur demi menarik perhatian pasukan utama musuh dari menara timur ini.

​Jacob merogoh kantong sabuk kulitnya dan mengeluarkan sebuah tabung suar kecil. Ia memegang benda penanda itu erat-erat di tangan kirinya.

​Tangan kanannya menggenggam pedang pendek yang masih menyisakan kehangatan darah penjaga sebelumnya.

​Pangeran itu mendongak menatap ujung tangga batu yang berliku di atasnya. Ia menarik napas panjang, mengunci semua emosi manusiawinya rapat-rapat.

​Kendali saraf motorik tubuhnya diserahkan sepenuhnya kepada sistem mutlak yang bersemayam di dalam jaringan otaknya.

​Kaki Jacob mulai melangkah menaiki anak tangga pertama. Ia bersiap meruntuhkan seluruh kekuasaan para penyusup Airis dan menuntut kembali bangunan ini dengan pembantaian massal yang belum pernah disaksikan oleh dunia.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai dan hancurkan kerjaan airis dengan kejam thor
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!