NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Lina Kotto

"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta semusim 15

Huft! seketika membuat Or ji oh mendengus kesal, "ayah, pernikahan ini bukan pernikahan pura-pura yang bisa di akhiri kapan saja. Jika pun ingin bercerai harus melalui proses yang sangat panjang." jelas Or ji oh sedikit kesal, "selain itu! apakah ayah pikir keluarga oh akan membiarkan itu terjadi?" lanjutnya mengingatkan tentang siapa keluarga suaminya.

"sudahlah, aku sudah putuskan! Aku akan pulang ke kediaman oh saja." kata Or ji oh memutuskan sebelum ayahnya menjawab pertanyaannya. "ya sudah, tapi jangan pernah lupa untuk menghubungi ayah, apa pun yang terjadi!" kata presdir Ma akhirnya pasrah.

"hmm" jawab Or ji oh dengan anggukan kepala, lalu melihat ke sekeliling. "Dimana istri ayah? Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Or ji oh mencoba mengalihkan pembicaraan, "bukankah sejak dulu ayah selalu membawanya kemana pun ayah pergi?" lanjut Or ji oh sembari memicingkan sebelah matanya dengan maksud menggoda ayahnya.

"dia sedang pergi memilih-milih souvenir." jawab presdir Ma sama sekali tidak marah dengan cara Or ji oh nyebut ibu tirinya dengan sebutan istri ayah. Karena dia memang tidak pernah memaksa Or ji oh untuk menerima istrinya sebagai ibunya, semuanya ia biarkan senyaman Or ji oh. "hmm, pantas saja tidak terlihat." ujar Or ji oh sembari kembali menikmati makanannya.

Sementara presdir Ma tetap memperhatikan putrinya, "pukul berapa penerbangan besok?" tanya presdir Ma masih memperhatikan Or ji oh "apakah sama dengan ayah?" lanjutnya sebelum Or ji oh menjawab. "pukul empat sore, bagaimana dengan ayah?" ujar Or ji oh menjawab dan juga bertanya. "pukul sepuluh pagi" jawab presdir Ma dengan sedikit kecewa, seharusnya tadi ia memesan tiket untuk pukul empat sore saja, dengan begitu ia bisa kembali bersama dengan putrinya.

"hmm, kalau begitu ayah pulang duluan!" ujar Or ji oh masih sambil makan, dan melihat ayahnya. "hmm" dan dijawab presdir Ma dengan anggukan.

Rumah kediaman keluarga oh.

"kali ini apa?" Oh pil sun menggerutu, Or ji oh tidak menjawab panggilannya lagi, ini adalah panggilan yang sekian kalinya setelah tiga tahun mereka resmi sebagai suami istri, dan tak satu pun yang diangkat oleh Or ji oh. Keningnya mulai mengkerut, ia kesal akhirnya kembali meletakkan handphone nya, tadinya ia ingin bertanya kepada Or ji oh kenapa selalu mengembalikan uang dari nya.

"huft" ia menghela nafas panjang, alih-alih marah karena Or ji oh tidak menjawab panggilannya, ia justru kembali melanjutkan aktivitas nya, "kita berangkat sekarang!" katanya pada Kim begitu kim masuk keruang kerjanya, sambil mengelus kucing kesayangannya yang juga berada diruang kerja itu, ia mengelus kucing itu begitu lembut dan melihat kearah Kim, ada banyak pekerjaan yang harus ia lakukan, "baik tuan muda" jawab Kim patuh dan melirik kearah kucing kesayangannya bosnya, "apakah dia akan tetap disini?" tanya Kim bertanya tentang kucing dengan bulu berwarna coklat itu.

"hmm, biarkan saja dia disini." jawab Oh pil dan mulai bersiap, "bagaimana kalau dia membuang kotornya di sembarang tempat?" Kim ragu dengan keputusan bosnya yang ingin meninggalkan seekor kucing kecil liar di dalam ruang kerjanya, apa lagi kucing itu baru ia pungut semalam, Kim tidak ingin mendapatkan pekerjaan tambahan lagi.

"jika itu terjadi aku sendiri yang akan membersihkan nya!" seru Oh pil sun seperti seorang ayah yang penuh tanggung jawab sambil berjalan keluar, seolah tahu apa yang di cemaskan oleh tangan kanannya itu. "baiklah kalau begitu." ujar Kim dengan perasaan lega meski masih sedikit penasaran sejak kapan bosnya begitu suka dengan kucing, dan mengikuti Oh pil sun dari belakang.

"jika ingin kucing kenapa tidak mengadopsi ditempat khusus adopsi hewan peliharaan saja? kenapa justru membawa kucing liar pulang?" tanya Kim akhirnya penasaran, masih tidak mengerti dengan sifat bosnya, apa lagi kucing itu juga biasa saja. "jika ada yang meninggalkan bayi didepan rumah mu saat hujan lebat seperti semalam, apakah kau akan membiarkannya?" ujar Oh pil sun malah balik bertanya.

kucing itu memang didapatkan oleh Oh pil sun semalam disaat hujan lebat, dibawah mobilnya yang sedang terparkir dan nyaris saja terlindas oleh mobilnya jika kucing itu tidak mengeong tepat pada waktunya, ketika Kim menghidupkan mesin mobilnya.

"tentu saja tidak!" jawab Kim cepat "kalau begitu kenapa kau masih bertanya?" ujar Oh pil sun setelah mendengar jawaban Kim, "ya karena itu berbeda, ini kucing bukan bayi manusia." bagaimana mungkin itu disamakan, gerutu Kim pelan namun masih dapat didengar oleh Oh pil sun. "apakah tadi aku bertanya tentang bayi manusia?" ulang Oh pil sun setelah mendengar gerutuan dari Kim, "bukankah aku hanya bertanya jika ada yang meninggalkan bayi didepan rumah mu?" lanjutnya lagi "aku tidak bilang bayi manusia, hanya bayi!" lanjut Oh pil sun mempertegas setiap perkataan nya tanpa terlihat marah, membuat Kim tidak bisa bicara untuk sesaat.

"baiklah aku yang salah!" kata Kim akhirnya, "tapi tuan muda kenapa tiba-tiba kau berubah menjadi begitu penyayang?" lanjut Kim masih belum sepenuhnya menerima kekalahan, karena selama ini Oh pil sun adalah orang yang cuek, ia tidak pernah peduli dengan binatang yang kerap mereka temui, kucing, anjing, anak ayam atau pun anak bebek, tapi tadi malam tiba-tiba saja dia berubah jadi orang yang penuh belas kasih pada seekor anak kucing yang hampir saja terlindas oleh ban mobil nya.

"apakah karena melihat nona Ye Eun dan Tuan Ji Ming yang sudah memiliki dua anak, jadi anda juga sekarang ingin memiliki anak?" tanya Kim begitu berani menggoda Oh pil sun, sontak membuat Oh pil sun menghentikan langkahnya "sudah semakin berani rupanya!" dan dengan gerakan cepat memukul kepala Kim tanpa kekuatan yang berarti. Namun Kim hanya tergelak kecil tanpa suara, ia memang suka menggoda bosnya itu, dan kembali tenang begitu melewati ruang keluarga.

Pagi ini ibu pimpinan sedang menikmati secangkir teh hangat di tanam belakang, dengan ditemani nyonya besar oh yang sedang sibuk dengan pohon bonsai kesayangannya. "pukul berapa pesawatnya mendarat?" ibu pimpinan bertanya kepada Yin dengan tangan yang mulai mengambil sesendok kecil butiran gula dihadapannya, lalu masukannya kedalam gelas cangkir teh miliknya, kemudian mengadukannya perlahan lalu meminumnya.

"dua jam lagi" jawab Yin tanpa menghentikan tangannya yang tengah sibuk memangkas daun-duan yang tidak diperlukan, pada pohon bonsai miliknya. "ibu tenang saja, aku sudah memerintahkan Seol untuk menjemputnya sebelum pesawatnya mendarat." jelas Yin seolah tahu apa yang akan ditanya oleh ibu mertuanya selanjutnya.

"apa Oh pil sun tahu bahwa Or ji oh akan kembali hari ini?" tanya ibu pimpinan mengganti pertanyaannya yang sudah dijawab oleh Yin, karena saat itu ia melihat Oh pil sun yang akan bersiap untuk pergi bekerja. "sepertinya tidak." jawab Yin sambil melirik kearah Oh pil sun yang baru saja melewati ruang keluarga, karena dari taman belakang memang dapat melihat langsung keruang keluarga, karena dinding nya hanya mengunakan dinding transparan yang terbuat dari kaca.

"baguslah, biarkan itu menjadi kejutan untuk nya." ujar ibu pimpinan tanpa ekspresi, "oiya, setelah dia pulang kali ini jangan biarkan dia pergi lagi!" katanya lagi dengan melihat Yin, "hmm, semua itu tergantung pada dia!" jawab Yin dengan melihat kearah Oh pil sun yang baru saja pergi. "tergantung dia dan juga dukungan dari kita." Sambung ibu pimpinan sembari meletakkan cangkir tehnya, lalu mengambil surat kabar didepannya dan mulai membacanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!