NovelToon NovelToon
Jeff Posesif Mafia

Jeff Posesif Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DeviPuspitaSari

WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️


BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!

"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"

"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"

"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"

"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."

Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.

Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertama

...DOR...

...DOR...

...Suara tembakan itu membuat tidur seorang gadis terganggu. Padahal dia baru saja terlelap karena kelelahan terus menangis....

...Sabrina Samantha, gadis berusia dua puluh tahun yang hidup bersama Ibu dan Adiknya, sedangkan Ayahnya sudah meninggal sejak dia menginjak kelas sepuluh. Mendengar suara tembakan itu membuat Sabrina terdiam. Bayangan kejadian empat tahun yang lalu membuatnya begitu trauma....

...Sabrina menarik selimut untuk menutupi tubuhnya....

...Dia benar-benar sangat ketakutan sekarang....

...DOR...

...BRUKK...

...Suara tembakan kembali terdengar bersamaan dengan suara keras yang Sabrina tidak tahu dari mana asalnya. Sabrina mulai menangis di balik selimutnya. Ia benar-...

...benar sangat trauma dengan suara tembakan....

..."Arghh!"...

...Suara itu membuat Sabrina membuka matanya. Dengan sisa keberanian yang ia punya, Sabrina perlahan menyingkap selimut yang menutupi seluruh tubuhnya....

...Kamar Sabrina yang hanya remang-remang itu membuat Sabrina tidak kesulitan untuk melihat sekitarnya....

..."S-siapa?" Sabrina melirik ke arah balkon. Jantungnya berdegup begitu kencang saat menyadari jika pintu balkon kamarnya terbuka sedikit. Padahal seingatnya dia sudah menguncinya....

...Sabrina terdiam sembari terus memandangi pintu balkonnya. Dia menunggu apakah ada sesuatu di sana atau tidak....

...Karena suara tembakan tidak lagi terdengar, akhirnya Sabrina memutuskan untuk beranjak dari atas ranjangnya. Perlahan ia melangkah sembari meraba-raba dinding untuk mencari tombol lampu....

...Dan saat lampu sudah di nyalakan, alangkah terkejutnya Sabrina saat melihat seseorang yang terkapar di lantai kamarnya. Tepatnya di bawah tirai yang tadi tidak terlihat karena lampunya hanya remang-remang....

...Sabrina membungkam mulutnya sendiri. Tubuhnya bergetar hebat dan kakinya seakan tak bisa di gerakkan. Sabrina melihat seorang pria yang sedang terbaring di sana, dengan tangan yang memegangi lengannya yang sudah berlumuran darah....

..."Astaga! Kamu tidak apa-apa?" Sabrina sangat panik hingga dengan cepat menghampiri pria itu....

..."Tuan, bangunlah. Kamu mendengarku kan? Tolong bangunlah." Sabrina menangis sejadi-jadinya. Padahal ia tidak mengenal siapa pria itu....

...Sabrina menepuk pelan pipi pria itu dan terus mengguncangkan tubuhnya. Sungguh, kejadian ini kembali berputar di otaknya. Tepatnya saat kematian Ayah nya yang tertembak kala itu....

..."Shhh," Pria itu meringis saat Sabrina terus mengguncangkan tubuhnya....

..."Kamu tidak mati'kan? Astaga apa yang terjadi padamu?"...

...Pria itu kembali memegangi lengannya yang terluka tembakan....

..."Aku masih hidup. Kenapa kau berisik sekali?"ucap nya...

...Sabrina bernapas lega. Dia menjadi sangat panik karena sangat trauma dengan kejadian seperti ini....

...Sabrina berbalik dengan cepat dan berjalan menuju laci. Dia mengambil kotak obat dan membawanya kembali pada pria itu....

..."Kenapa kau menangis? Aku tidak memukulmu. Aku hanya menumpang bersembunyi di sini sebentar saja."ucapnya...

..."Tolong obati lukamu. Jika perlu pergilah ke rumah sakit."ucapnya...

..." mengeluarkan peluru ini dengan tanganku. Tapi kau pasti tidak memiliki peralatannya, jadi tolong ikat saja luka ku agar darahnya tidak semakin banyak keluar."ucapnya...

...Sabrina terkejut mendengar itu. Namun dengan cepat dia melakukannya. Pria itu hanya diam sembari menatap Sabrina yang mulai mengikat lukanya....

..."Kau pandai melakukannya, apakah kau seorang dokter?" tanya pria itu....

...Sabrina menggelengkan kepalanya. "Tidak, tapi aku sudah biasa mengobati diriku sendiri."...

..."Lalu kenapa kau menangis?"...

...Sabrina menutup kotak obat itu. "Aku panik karena melihat seseorang terluka. Apalagi kamu ada di dalam kamarku. Mengapa kamu bisa ada di sini?"...

..."Aku di kejar beberapa musuhku. Sialnya senjataku tertinggal di mobil jadi aku tidak punya pilihan lain selain bersembunyi....

...Bajingan itu malah menembakku, untung saja aku bisa menghindar hingga peluru ini hanya mengenai lenganku, bukan jantungku."...

...Sabrina bergidik ngeri mendengar itu. "Astaga, itu sangat berbahaya. Mengapa kamu membawa senjata dan mereka mengejarmu? Apakah kamu orang jahat?"...

...Pria itu malah tertawa. "Apa menurutmu aku ini orang jahat?"...

...Sabrina spontan menggeleng. "Tidak." Jawabnya cepat....

..."Tapi bagaimana jika ternyata aku adalah orang jahat?"...

...Sabrina terdiam mendengar itu. Benar juga,...

...bagaimana jika dia adalah orang jahat yang menelusup ke kamar Sabrina. Sekarang Sabrina malah memikirkan itu....

...Pria itu malah tertawa karena melihat wajah Sabrina yang begitu kaku....

..."Hei, tenang saja! Aku tidak akan menyakitimu karena kau sudah mau mengizinkan ku untuk bersembunyi di sini."...

..."Aku tidak mengizinkan mu, tapi kamu sendiri yang datang ke sini."...

...Pria itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal....

..."Benar juga."...

..."Siapa namamu?"...

..."Jeff Mav-ah tidak. Namaku adalah Jeff." Jeff tersenyum kecil....

..."Oh, jika kamu macam-macam padaku nanti aku bisa langsung melaporkanmu pada polisi."...

...Jeff terkekeh mendengar itu. Ternyata gadis itu menanyakan namanya agar bisa melaporkannya jika Jeff berbuat jahat....

..."Bahkan polisi saja tidak bisa menangkap ku!" ujar Jeff dengan percaya diri....

..."Kenapa? Kenapa mereka tidak bisa menangkap mu? Memangnya kamu ini siapa?"...

...Jeff mengibaskan tangannya. "Mengapa kau menjadi banyak bertanya."...

..."Karena kamu sangat aneh!" jawab Sabrina dengan jengkel....

...Jeff mengernyit mendengar itu. "Aneh? Apanya yang aneh? Aku pikir aku sangat tampan, bukan aneh."...

..."Kamu sangat percaya diri! Kamu bukan penipu' kan?"...

..."Penipu apa lagi? Kau menuduhku aneh dan sekarang penipu?"...

..."Mana aku tahu! Lagi pula kamu sangat aneh, baru kali ini aku melihat orang yang tertembak tapi tidak sekarat. Kamu ini bukan manusia ya?"...

...Sabrina sungguh merasa sangat aneh. Biasanya orang yang tertembak akan kesakitan dan sekarat. Berbeda dengan Jeff yang malah mengajaknya berdebat....

..."Kau akan terkejut jika aku memberi tahumu siapa diriku." Jeff bangkit dari duduknya....

..."Kamu akan kemana?" tanya Sabrina melihat Jeff sudah berdiri....

..."Aku akan mengecek kondisi di luar sudah aman atau belum. Aku tidak bisa berlama-lama di sini karena peluru ini juga bisa membuatku kesakitan."...

..."Apa sekarang kamu merasa kesakitan?"...

..."Ya. sedikit."Sabrina bergidik ngeri. Seseorang tertembak dan katanya dia hanya merasa sakit sedikit?...

...Jeff membuka pintu balkon dan mengedarkan pandangannya. Ia memastikan jika keadaan sudah benar-benar aman....

...Tidak ada lagi suara keributan dari sana dan sepertinya memang sudah aman. Jeff menoleh pada Sabrina yang ternyata mengikutinya di belakang pria itu....

..."Sudah aman, aku harus pergi sekarang."...

...Sabrina hanya mengangguk karena tidak tahu harus berbuat apa....

...Jeff berdiri di dekat pembatas balkon, pria itu sudah mengambil ancang-ancang untuk melompat. Hingga ia merasakan kemejanya di tarik dari belakang. Dan pelakunya adalah Sabrina....

...Jeff mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya apa yang Sabrina lakukan....

..."Apa kamu akan melompat dari sini?"...

...Jeff mengangguk. "Ya, memangnya harus bagaimana lagi?"...

..."Tapi bagaimana jika kamu mati? Aku tidak mau menjadi tersangka."...

...Jeff menghela napas jengah. "Aku tidak akan mati hanya dengan melompat dari lantai satu. Kau lihat sendiri 'kan, aku baru saja tertembak dan sekarang baik-baik saja....

...Kenapa kau begitu mendengar itu, Sabrina segera melepaskan tangannya dari kemeja Jeff....

..."Omong kosong apa itu. Aku hanya takut jika kamu mati di sini dan membuat masalah untukku. Ya sudah kalau begitu pergilah."...

..."Dasar gadis aneh!" Jeff mengabaikan Sabrina dan ia pun akhirnya melompat....

...Sabrina bahkan ternganga saat Jeff berhasil mendarat dengan selamat di bawah. Bahkan terlihat begitu pandai melompat....

...Jeff mendongak untuk melihat Sabrina yang masih menatapnya. Ia pun mengedipkan sebelah matanya sebelum akhirnya berlari untuk pergi dari sana....

..."Astaga! Dia bukan manusia?!" Sabrina akhirnya kembali ke dalam kamarnya. Ia tidak mau memikirkan hal yang baru saja terjadi. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua pagi dan Sabrina baru terlelap hanya satu jam....

...****************...

..."Orang gila mana yang menyuruh seorang Dokter bekerja pukul dua pagi. Biasanya pasien yang akan datang pada Dokter, bukan Dokter yang datang ke rumah pasien." Seorang Dokter tampak menggerutu sembari terus mengeluarkan sebuah peluru di lengan kekar Jeff. Dia adalah Damian, teman Jeff sekaligus seorang Dokter yang biasanya mengobati Jeff....

...Jeff sejak tadi hanya diam saja. Bahkan ia tidak meringis padahal operasi kecil itu di lakukan tanpa bius sedikit pun. Itu sudah hal biasa bagi Jeff, karena Jeff selalu menguji kekebalan dirinya dengan sesuatu yang ekstrim....

...Damian tampak bingung karena sejak tadi Jeff hanya diam. Bukan hanya diam, tetapi senyum-senyum sendiri. Biasanya pria itu akan mengeluh kapan Damian selesai membersihkan lukanya....

..."Aku akan menembak tanganmu jika kau sengaja menekan luka itu, sialan!" Jeff memang masih tersenyum, namun itu adalah senyuman peringatan....

...Damian hanya nyengir kuda. "Aku hanya menguji apakah kau sadar atau tidak. Sejak tadi aku perhatikan kau hanya diam dan tersenyum seperti orang gila."...

..."Fokus saja pada pekerjaanmu. Cepatlah, aku ingin segera istirahat dan mengurus ini besok."...

...Damian hanya memutar bola matanya malas. Ia pun kembali fokus dengan membersihkan luka Jeff....

...Butuh waktu lima belas menit untuk Damian menyelesaikan pekerjaannya....

..."Sudah. Apa yang terjadi hingga kau bisa sampai terluka? Bukan'kah biasanya kau yang membuat orang lain terluka." Damian membereskan peralatan yang dia gunakan tadi....

...Jeff melirik lengannya yang sudah di perban oleh Damian....

..."Mereka mengincar jantungku. Beruntungnya aku bisa menghindar dan hanya mengenai lenganku."...

...Damian hanya bisa geleng-geleng kepala....

..."Beruntungnya? Kau tidak beruntung karena bisa terluka....

...Jika Ayah mu tau ini maka sudah pasti kau akan di tendang ke sungai Amazon....

..."Kau tahu sendiri jika Tuan Eric sangat tidak suka kau berurusan dengan dunia gelap."ucap nya...

1
Alex
lnjut Thor
aku suka
aku suka🥰
vii: iya maksih jangn lupa mampir karyaku yang lain 😍
total 1 replies
vii
hai gaiss jangn lupa like Ama komentar yaa😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!