MATA SAKTI

MATA SAKTI

BAB 1: PENGHINAAN DI HARI HUJAN

Hujan deras mengguyur Jakarta sore itu, mengubah langit menjadi kelabu pekat seolah ikut meratapi nasib Arka. Pemuda berusia 20 tahun itu berdiri mematung di lobi apartemen mewah dengan seragam kurir yang sudah basah kuyup. Air hujan merembes dari ujung rambutnya, jatuh menetes ke lantai marmer yang mengkilap. Namun, tangannya tetap mendekap erat sebuah kotak paket; dia lebih memilih tubuhnya menggigil kedinginan daripada barang pelanggan yang ia bawa rusak terkena air.

"Permisi, Pak Satpam. Saya mau antar paket ke lantai 22, atas nama Bapak Kevin," ucap Arka dengan suara yang sedikit gemetar menahan dingin.

Satpam bertubuh tegap itu memandang Arka dengan tatapan yang sangat merendahkan. Bukannya membukakan pintu, dia justru menghalangi jalan. "Heh, kurir! Lewat pintu belakang sana! Jangan lewat lobi utama, nanti lantai mahalnya kotor kena air got dari sepatumu itu. Bau apek lagi!"

Arka hanya bisa menghela napas panjang. Inilah kenyataan hidupnya sebagai mahasiswa miskin yang harus banting tulang jadi kurir paruh waktu demi membiayai kuliah dan pengobatan ibunya di kampung. Di kota sebesar ini, harga diri seolah hanya milik mereka yang punya mobil mewah.

Tak lama kemudian, denting lift berbunyi. Seorang pemuda sebaya Arka keluar dengan gaya perlente, mengenakan jam tangan Rolex yang berkilau di bawah lampu lobi. Dia menggandeng seorang gadis cantik berpakaian minim. Arka tersentak; itu Kevin, teman satu kampusnya yang memang terkenal suka pamer dan sering menjadikannya bahan lelucon di depan mahasiswa lain.

"Loh, Arka? Jadi benar rumornya kalau sekarang lo jadi babu antar paket?" Kevin tertawa terpingkal-pingkal, suaranya menggema di lobi yang sunyi. "Pantas saja di kelas muka lo selalu kuyu kayak orang kurang gizi. Ternyata malamnya sibuk nyari recehan buat beli nasi bungkus ya?"

Selly, gadis di samping Kevin, menutup hidungnya dengan ekspresi jijik yang dibuat-buat. "Hii, Sayang. Jangan dekat-dekat, bau keringat sama air hujan. Nanti baju mahalku kena kuman dari dia."

Arka berusaha sekuat tenaga menahan emosi yang mulai mendidih di dadanya. "Kevin, ini paket lo. Tolong tanda tangan biar gue bisa lanjut kerja."

Kevin menyeringai nakal. Dia mengambil paket itu, lalu dengan sengaja melepaskannya begitu saja hingga jatuh ke genangan air hujan di dekat kaki Arka. "Aduh, licin. Ambilin dong, Ka. Kan lo emang tugasnya buat melayani. Anggap saja ini latihan kalau nanti lo beneran jadi pelayan di rumah gue."

Arka mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya memutih. Namun, bayangan wajah ibunya yang sedang sakit membuatnya terpaksa menelan harga dirinya bulat-bulat. Dengan tangan gemetar, ia membungkuk untuk mengambil paket yang sudah kotor itu. Saat itulah, dengan gerakan yang sangat sengaja, sepatu kulit mahal Kevin menginjak jari tangan Arka yang sedang memegang paket.

"Agh!" Arka merintih, merasakan tulang jarinya seolah mau patah.

"Ups, sori. Nggak sengaja. Udahlah, ini tips buat lo." Kevin merogoh kantongnya, mengeluarkan selembar uang lima ribu rupiah yang sudah lecek, lalu melemparnya tepat ke wajah Arka sebelum pergi sambil tertawa puas.

Arka berdiri perlahan, memungut uang itu dengan hati yang hancur. Dia menatap punggung Kevin dengan tatapan yang sangat tajam. 'Suatu hari nanti, Kevin... gue bakal pastiin lo yang bakal berlutut di bawah kaki gue,' batinnya bersumpah.

Dengan perasaan hancur, Arka mengendarai motor bututnya menembus badai. Di sebuah tikungan jalan raya yang gelap, dia melihat seorang kakek tua sedang berusaha menyeberang jalan. Tiba-tiba, sebuah mobil SUV melaju sangat kencang, seolah tidak melihat keberadaan orang tua itu.

"Kek! Awas!"

Tanpa pikir panjang, Arka menjatuhkan motornya dan melompat menerjang kakek itu. Keduanya terguling di trotoar tepat saat mobil itu melintas dengan kecepatan tinggi, hanya berjarak beberapa senti dari tubuh mereka.

"Kakek nggak apa-apa?" Arka terengah-engah, luka lecet menghiasi lengannya.

Kakek itu tidak menjawab dengan kata-kata. Dia menatap Arka dengan satu mata yang tampak buta, namun memancarkan aura yang sangat mencekam. Tiba-tiba, tangan sang kakek yang dingin memegang dahi Arka. "Anak muda, kau memiliki mata yang jujur namun dunia menutupinya dengan penderitaan. Biarlah aku membuka tabir itu untukmu."

Seketika, Arka merasakan sensasi panas luar biasa merambat masuk ke kedua matanya. Rasanya seperti ada besi panas yang dicolokkan langsung ke saraf matanya. Arka menjerit histeris, dunianya berputar, dan semuanya perlahan menjadi gelap gulita.

Keesokan paginya, Arka terbangun di kamar kosannya yang sempit dan pengap. Kepalanya masih berdenyut hebat. Saat dia membuka mata, dia terbelalak kaget. Dia tidak lagi melihat plafon kamarnya yang berjamur, melainkan dia bisa melihat kerangka kayu di balik plafon itu, bahkan dia bisa melihat tikus yang sedang berlari di sela-sela genteng.

Pandangannya beralih ke dinding kamar. Tembok beton itu seolah berubah menjadi kaca transparan. Dia melihat Ibu Kos di kamar sebelah sedang sibuk menghitung tumpukan uang sewa, bahkan Arka bisa menghitung jumlah lembaran uang itu dengan sangat teliti hanya dalam sekali lirik.

"Apa yang terjadi sama mata gue?" gumamnya tak percaya.

Dia mengambil ponselnya yang mati total akibat kehujanan kemarin. Saat dia menatap ponsel itu, instingnya tiba-tiba bekerja dengan sangat tajam. Dia seolah bisa merasakan aliran listrik yang tersumbat di dalam mesin ponsel itu. Tanpa sadar, jempolnya menekan satu titik di bagian belakang casing ponsel selama beberapa detik.

BEEP!

Ponsel yang seharusnya sudah jadi rongsokan itu tiba-tiba menyala dengan layar yang lebih jernih dari biasanya. Arka berlari menuju cermin retak di pojok kamar. Dia melihat pantulan dirinya sendiri. Matanya yang dulu sayu kini terlihat sangat dalam, dengan pupil yang sesekali berkilat warna emas saat dia memfokuskan penglihatan.

Arka menyentuh wajahnya. Dia bisa merasakan kekuatan baru mengalir di setiap tetes darahnya. Dengan mata ini, dia tidak hanya bisa melihat apa yang disembunyikan orang lain, tapi dia juga bisa melihat masa depan yang baru saja dimulai.

"Kevin, Siska... dan siapa pun yang pernah menghina gue. Persiapkan diri kalian," bisik Arka dengan seringai yang tak pernah ia tunjukkan sebelumnya.

#urbanfantasi #harem #komedi #mata_sakti

Terpopuler

Comments

Manusia Ikan 🫪

Manusia Ikan 🫪

dari semua orang, kenapa harus bibi bibi, giliran kakak kakak cantik, malah marah

2026-05-04

0

Anonim

Anonim

Wahhh bab pertama aja udah penasan keknya seru nih

2026-06-15

0

Kustri

Kustri

wwduuuh bahaya, bisa lihat baju dalam org" dong🤭🫣😁

2026-07-08

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: PENGHINAAN DI HARI HUJAN
2 BAB 2: EMAS DI BALIK KERIKIL
3 BAB 3: GANTI KULIT
4 BAB 4: TAMPARAN TANPA TANGAN
5 BAB 5: MATA YANG MELIHAT SEGALANYA
6 BAB 6: DUEL DUA MATA SAKTI
7 BAB 7: MULUT BUSUK SANG TUAN MUDA
8 BAB 8: HARGA SEBUAH PENGLIHATAN
9 BAB 9: SISA AMARAH DAN DARAH YANG MENDIDIH
10 BAB 10: TARIAN GAGAK DI ATAS SENG
11 BAB 11: GERBANG NERAKA TERBUKA
12 BAB 12: JATUHNYA SANG RAJA BISNIS
13 BAB 13: SISA ABU DAN PELUKAN YANG HANGAT
14 BAB 14: DARAH DI ATAS CATUR
15 BAB 15: MATA DEWA DI ATAS BATU SAMPAH
16 BAB 16: TARING MACAN VS MATA DEWA
17 BAB 17: DI BALIK TIRAI HUJAN
18 BAB 18: SURAT UNDANGAN DARI NERAKA
19 BAB 19: DI HADAPAN SANG RAJA MACAN
20 BAB 20: PASAR HANTU DAN HARGA SEBUAH NYAWA
21 BAB 21: DARAH DIBAYAR DARAH, NYAWA DIBAYAR NYAWA
22 JATUHNYA SANG PANGERAN KLAN MAHESA
23 PESAN BERDARAH UNTUK KONSORSIUM
24 GEMPA DI BALIK MEJA PERJAMUAN
25 TARIAN IBLIS DI LORONG SUNYI
26 GEMURUH LANGIT DAN DARAH TUA
27 SISI GELAP MATA SAKTI
28 Pengadilan Para Pecundang
29 Bisikan di Antara Retakan Langit
30 SUJUD SANG PEMIMPIN
31 ARSITEK TAKDIR DAN DARAH YANG MEMBEKU
32 PASAR HANTU DAN HARGA SEBUAH NYAWA
33 PENGKHIANATAN DI BAWAH BULAN BERDARAH
34 SISA ABU DAN MAHKOTA BERDUR
35 PERJAMUAN BANGKAI DAN CAHAYA MERAH
36 PERJAMUAN DI UJUNG BELATI
37 MONUMEN DAGING DAN DEBU
38 RITUAL DI ATAS DEBU
39 MEJA PERJUDIAN NYAWA
40 PERJAMUAN PARA SERIGALA
41 DARAH DI ATAS AWAN
42 PERJAMUAN NYAWA DI SENTOSA COVE
43 PECAHNYA CAKRAWALA
44 JANIN YANG MENETAS
45 SISA ABU DAN RAHASIA YANG MENGGIGIL
46 BRANKAS GENESIS DAN DARAH YANG BERTERIAK
47 DEWI YANG MEMINJAM RAGA
48 KUTUKAN YANG TERBUANG
49 HARGA SEBUAH KEBANGKITAN
50 PERJUDIAN DI ATAS DARAH DAN DEBU
51 PERJAMUAN DARAH ADIWANGSA
52 PERJAMUAN MAUT DI LANGIT JAKARTA
53 PESAN DARI KUBURAN
54 BENTURAN DUA JIWA DAN KEMATIAN DARI LANGIT
55 DEBU SURGA DAN JANJI YANG TERSISA
56 RERUNTUHAN ISTANA PASIR DAN SURAT DARI KEMATIAN
57 SINGGASANA DI ATAS LUMPUR
58 TARIAN GAGAK BUTA
59 AMIS DARAH DI PELABUHAN MATI
60 GERHANA NYAWA DI ATAS DEK NAGA HITAM
61 RATAPAN GIOK DAN AMUK SANG PENYALIB DEWA
62 SISA DEBU DAN JANJI DARAH
63 MONOLOG DI ATAS NYAWA YANG TERCECER
64 CAKRAWALA PEMBALASAN DAN KUTUKAN MATA DEWA
65 SISA ABU DAN EMBUN PEMULIHAN
66 PERJAMUAN PENGKHIANATAN DI ATAS ALTAR KACA
67 NYANYIAN DARAH DI JAYAGIRI
68 SALJU DI ATAS BETON BERDARAH
69 PERJAMUAN BANGKAI DI CAKRAWALA
70 FRAGMEN JIWA YANG PECAH
71 REQUIEM DI ATAS PUING CAKRAWALA
72 LITANI DEBU DAN DETAK TERAKHIR
73 TARIAN JAGAL DI ATAS SALJU HITAM
74 PERJAMUAN NISAN DI CAKRAWALA JAKARTA
75 KEJATUHAN SANG ARSITEK TAKDIR
76 RAHIM KEBENCIAN DAN NADI BUMI
77 DISSECTION OF REALITY (PEMBEDAHAN REALITA)
78 KANIBALISME CAHAYA DAN PERJAMUAN TERAKHIR
79 PERJAMUAN DEBU DAN MAHKOTA GERHANA
80 PINTU GEHENNA DAN RITUAL PEMBANTAIAN DEWA
81 SISA DEBU DI UJUNG JARI
82 AMUK SANG KAISAR DI NEGERI JIRAN
83 PERJAMUAN TERAKHIR DI ALPEN DAN MEMORI YANG BERDARAH
84 HUJAN ABU DI JAKARTA DAN BISIKAN PERAK
85 GUGURNYA KESADARAN DAN KEDATANGAN SANG GURU
86 Bayangan di Bawah Tanah
87 Litani Pecahnya Cangkang Fana
88 Pemusnahan di Bawah Langit yang Pucat
89 Elegi Runtuhnya Pilar Langit
90 Fragmen Sukma yang Tercecer
91 Jalan Menuju Kubah Bisu
92 Mata yang Membuka Realitas
93 KURSI KOSONG DI MEJA DEWA
94 ENTROPY YANG MENGGERAT
95 KULMINASI DARI KEPUTUSASAAN
96 gema dari kegelapan
97 Ruang Antara Dua Titik Akhir
98 Turun ke Batas yang Hidup
99 Kesadaran yang Berkeringat
100 Titik Balik dari Kesadaran
101 KESADARAN GELAP
102 GERBANG KEHANCURAN
103 AKAR YANG BERDETAK
104 PERTAMA KALI BERNAFAS
105 TITIK JERAT
106 GRAVITASI EGO PERTAMA
107 RETAKNYA KONSENSUS ALAM
108 TRAGEDI DI KOTA TANPA NAMA
109 BEBAN MERAH SANG DEWA
110 TITIK DIDIH KONFLIK BARU
111 KESUNYIAN PASCA-PERANG
112 ARTEFAK DARI AWAL
113 PENGUMPULAN KEMBALI
114 PERJALANAN KE DALAM
115 HARMONI YANG MENGGIGIT
116 HARGA DARI NADA
117 GRAVITASI KEDUA
118 KEHENINGAN YANG BERBOBOT
119 WARISAN DI DALAM KEHENINGAN
120 SUARA DARI DALAM POHON
121 PENYAKIT YANG INDAH
122 PERJANJIAN DI TEPI ABYSS
123 KETIKA SEGALANYA BERUBAH
124 PERTEMPURAN DI TEPI KEABADIAN
125 KETIKA LAGU TIDAK PERNAH BERAKHIR
126 PENGUMUMAN SPRESIAL: AKHIRNYA ZEUS KEMBALI! (Wajib Baca, Bro!)
127 pengumuman buat pembaca setia mata sakti mohon mampir ke naskah kedua ya
Episodes

Updated 127 Episodes

1
BAB 1: PENGHINAAN DI HARI HUJAN
2
BAB 2: EMAS DI BALIK KERIKIL
3
BAB 3: GANTI KULIT
4
BAB 4: TAMPARAN TANPA TANGAN
5
BAB 5: MATA YANG MELIHAT SEGALANYA
6
BAB 6: DUEL DUA MATA SAKTI
7
BAB 7: MULUT BUSUK SANG TUAN MUDA
8
BAB 8: HARGA SEBUAH PENGLIHATAN
9
BAB 9: SISA AMARAH DAN DARAH YANG MENDIDIH
10
BAB 10: TARIAN GAGAK DI ATAS SENG
11
BAB 11: GERBANG NERAKA TERBUKA
12
BAB 12: JATUHNYA SANG RAJA BISNIS
13
BAB 13: SISA ABU DAN PELUKAN YANG HANGAT
14
BAB 14: DARAH DI ATAS CATUR
15
BAB 15: MATA DEWA DI ATAS BATU SAMPAH
16
BAB 16: TARING MACAN VS MATA DEWA
17
BAB 17: DI BALIK TIRAI HUJAN
18
BAB 18: SURAT UNDANGAN DARI NERAKA
19
BAB 19: DI HADAPAN SANG RAJA MACAN
20
BAB 20: PASAR HANTU DAN HARGA SEBUAH NYAWA
21
BAB 21: DARAH DIBAYAR DARAH, NYAWA DIBAYAR NYAWA
22
JATUHNYA SANG PANGERAN KLAN MAHESA
23
PESAN BERDARAH UNTUK KONSORSIUM
24
GEMPA DI BALIK MEJA PERJAMUAN
25
TARIAN IBLIS DI LORONG SUNYI
26
GEMURUH LANGIT DAN DARAH TUA
27
SISI GELAP MATA SAKTI
28
Pengadilan Para Pecundang
29
Bisikan di Antara Retakan Langit
30
SUJUD SANG PEMIMPIN
31
ARSITEK TAKDIR DAN DARAH YANG MEMBEKU
32
PASAR HANTU DAN HARGA SEBUAH NYAWA
33
PENGKHIANATAN DI BAWAH BULAN BERDARAH
34
SISA ABU DAN MAHKOTA BERDUR
35
PERJAMUAN BANGKAI DAN CAHAYA MERAH
36
PERJAMUAN DI UJUNG BELATI
37
MONUMEN DAGING DAN DEBU
38
RITUAL DI ATAS DEBU
39
MEJA PERJUDIAN NYAWA
40
PERJAMUAN PARA SERIGALA
41
DARAH DI ATAS AWAN
42
PERJAMUAN NYAWA DI SENTOSA COVE
43
PECAHNYA CAKRAWALA
44
JANIN YANG MENETAS
45
SISA ABU DAN RAHASIA YANG MENGGIGIL
46
BRANKAS GENESIS DAN DARAH YANG BERTERIAK
47
DEWI YANG MEMINJAM RAGA
48
KUTUKAN YANG TERBUANG
49
HARGA SEBUAH KEBANGKITAN
50
PERJUDIAN DI ATAS DARAH DAN DEBU
51
PERJAMUAN DARAH ADIWANGSA
52
PERJAMUAN MAUT DI LANGIT JAKARTA
53
PESAN DARI KUBURAN
54
BENTURAN DUA JIWA DAN KEMATIAN DARI LANGIT
55
DEBU SURGA DAN JANJI YANG TERSISA
56
RERUNTUHAN ISTANA PASIR DAN SURAT DARI KEMATIAN
57
SINGGASANA DI ATAS LUMPUR
58
TARIAN GAGAK BUTA
59
AMIS DARAH DI PELABUHAN MATI
60
GERHANA NYAWA DI ATAS DEK NAGA HITAM
61
RATAPAN GIOK DAN AMUK SANG PENYALIB DEWA
62
SISA DEBU DAN JANJI DARAH
63
MONOLOG DI ATAS NYAWA YANG TERCECER
64
CAKRAWALA PEMBALASAN DAN KUTUKAN MATA DEWA
65
SISA ABU DAN EMBUN PEMULIHAN
66
PERJAMUAN PENGKHIANATAN DI ATAS ALTAR KACA
67
NYANYIAN DARAH DI JAYAGIRI
68
SALJU DI ATAS BETON BERDARAH
69
PERJAMUAN BANGKAI DI CAKRAWALA
70
FRAGMEN JIWA YANG PECAH
71
REQUIEM DI ATAS PUING CAKRAWALA
72
LITANI DEBU DAN DETAK TERAKHIR
73
TARIAN JAGAL DI ATAS SALJU HITAM
74
PERJAMUAN NISAN DI CAKRAWALA JAKARTA
75
KEJATUHAN SANG ARSITEK TAKDIR
76
RAHIM KEBENCIAN DAN NADI BUMI
77
DISSECTION OF REALITY (PEMBEDAHAN REALITA)
78
KANIBALISME CAHAYA DAN PERJAMUAN TERAKHIR
79
PERJAMUAN DEBU DAN MAHKOTA GERHANA
80
PINTU GEHENNA DAN RITUAL PEMBANTAIAN DEWA
81
SISA DEBU DI UJUNG JARI
82
AMUK SANG KAISAR DI NEGERI JIRAN
83
PERJAMUAN TERAKHIR DI ALPEN DAN MEMORI YANG BERDARAH
84
HUJAN ABU DI JAKARTA DAN BISIKAN PERAK
85
GUGURNYA KESADARAN DAN KEDATANGAN SANG GURU
86
Bayangan di Bawah Tanah
87
Litani Pecahnya Cangkang Fana
88
Pemusnahan di Bawah Langit yang Pucat
89
Elegi Runtuhnya Pilar Langit
90
Fragmen Sukma yang Tercecer
91
Jalan Menuju Kubah Bisu
92
Mata yang Membuka Realitas
93
KURSI KOSONG DI MEJA DEWA
94
ENTROPY YANG MENGGERAT
95
KULMINASI DARI KEPUTUSASAAN
96
gema dari kegelapan
97
Ruang Antara Dua Titik Akhir
98
Turun ke Batas yang Hidup
99
Kesadaran yang Berkeringat
100
Titik Balik dari Kesadaran
101
KESADARAN GELAP
102
GERBANG KEHANCURAN
103
AKAR YANG BERDETAK
104
PERTAMA KALI BERNAFAS
105
TITIK JERAT
106
GRAVITASI EGO PERTAMA
107
RETAKNYA KONSENSUS ALAM
108
TRAGEDI DI KOTA TANPA NAMA
109
BEBAN MERAH SANG DEWA
110
TITIK DIDIH KONFLIK BARU
111
KESUNYIAN PASCA-PERANG
112
ARTEFAK DARI AWAL
113
PENGUMPULAN KEMBALI
114
PERJALANAN KE DALAM
115
HARMONI YANG MENGGIGIT
116
HARGA DARI NADA
117
GRAVITASI KEDUA
118
KEHENINGAN YANG BERBOBOT
119
WARISAN DI DALAM KEHENINGAN
120
SUARA DARI DALAM POHON
121
PENYAKIT YANG INDAH
122
PERJANJIAN DI TEPI ABYSS
123
KETIKA SEGALANYA BERUBAH
124
PERTEMPURAN DI TEPI KEABADIAN
125
KETIKA LAGU TIDAK PERNAH BERAKHIR
126
PENGUMUMAN SPRESIAL: AKHIRNYA ZEUS KEMBALI! (Wajib Baca, Bro!)
127
pengumuman buat pembaca setia mata sakti mohon mampir ke naskah kedua ya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!