Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Tidak tau arah
" Aku akan menghubungi lagi nanti " ucap Alex segera menutup telfon .
" Lala, jangan nakal " kata Alex yang merasa tegang jika Lala terus begini .
" Sekali aja " penasaran Lala yang akhirnya Alex melepaskan tangan nya .
" Pegang lah hak kamu juga kok " ucap Alex yang akhirnya membiarkan Lala .
Setelah beberapa saat Lala turun dari pangkuan Alex " kok turun kamu tidak menyentuh lagi?" pertanyaan Alex karena Lala hanya menyentuh sebentar.
" Udah, Lala mau main sekarang" ucap Lala memegang tangan Alex dan mengajaknya keluar restoran.
............
" Lala bisakah kita jalan-jalan selain ke Mall?" tanya Alex begitu mereka duduk didalam mobil .
" Lah kenapa , By nggak mau beliin Lala baju ?" pertanyaan Lala.
" Bukan begitu , aku hanya ingin merasakan hal-hal baru " Pernyataan Alex yang ingin merasakan sensasi berbeda .
" Sejak bekerja aku selalu di sibukkan dengan pekerjaan bahkan kalaupun pergi keluar negeri itu juga untuk kunjungan kerja , jadi bisakah kita pergi ke tempat-tempat yang tak biasa aku kunjungi ?" tanya Alex .
" Boleh , ayo ke gunung merapi " kata Lala tidak tanggung-tanggung langsung mengajak Alex menanjak.
" Astaga Lala, kamu itu serius lah masa sore-sore gini diajak naik gunung " geleng kepala Alex yang membuat Lala langsung tertawa ngakak .
" Emang kalau aku ajak besok Om bisa?" pertanyaan Lala mengangkat sebelah alisnya.
" Yang waras Lala, yang waras , kamu pikir tidak capek apa mendaki gunung" ucap Alex menatap istrinya sambil bernafas berat.
" Ya capek tapi sampai diatas terbayarkan dengan keindahan nya By " kata Lala dengan excited.
" Jadi kamu pernah mendaki?" pertanyaan Alex yang diangguki Lala .
" Ini foto-foto nya?" kata Lala menunjukkan beberapa foto dan Alex lebih terkejut lagi ketika tak sengaja melihat Lala juga ada foto di club' motor .
" Coba lihat" Alex sampai memberhentikan mobilnya di tepi jalan untuk melihat-lihat foto di ponsel Lala .
" Kamu juga pernah ikut karate?" kaget Alex .
" Semasa kuliah aku sering ikut banyak kegiatan, cuma setelah wisuda aku belum ada ikut lagi karena bekerja di perusahaan By " ucap Lala yang membuat Alex terdiam cukup lama .
" Jadi By mau kemana?" pertanyaan Lala.
" Terserah kamu aja " kata Alex mencoba positif thinking membuang segala pikiran negatif di otaknya .
" Yaudah kita ke pantai " ucap Lala karena hari sudah sore akan sangat menyenangkan melihat sunset.
" Ini arahnya kemana?" pertanyaan Alex yang jarang sekali menyetir mobil sendiri .
" Haduh , supir nggak tau arah rupanya , sini ganti biar Lala yang bawa " kata Lala .
" Aku jarang membawa mobil jadi tidak tau banyak jalan " kata Alex keluar dari mobil dan berganti posisi dengan Lala .
" Lebih tepatnya jarang pergi-pergi" tembak Lala yang bisa menebak kalau keseharian Alex benar-benar hanya bekerja .
" Ya bagaimana lagi , aku sibuk bahkan setiap waktu dalam hidup ku sudah diatur dan ada jadwalnya" kata Alex .
" By tau nggak alasan kenapa By dijodohkan walaupun masih muda?" pertanyaan Lala yang mulai menyetir dengan kecepatan sedang .
" Kenapa?" ucap Alex yang sebenarnya juga masih mencari jawaban kenapa orang tua nya melakukan itu .
" Karena hidup By itu monoton, bakalan gitu-gitu aja sampai tua sibuk kerja terus kapan cari pasangan" ucap Lala yang dapat menyimpulkan salah satu tujuan orang tua Alex menjodohkan nya .
" Aku tidak mencari , wanita yang datang padaku " jawaban valid Alex .
" Ya elah By, kalau cuma yang mengharapkan harta dan tahta mah banyak , ngemis pun mau orang demi kekayaan " ucap Lala .
" Ya kalau soal kekayaan itukan realistis aja La, lagian bukankah menafkahi itu memang tugas laki-laki " kata Alex mengatakan kodrat manusia.
" Jadi By nggak apa-apa punya istri matre?" pertanyaan Lala.
" Lah emang By pernah ngatur kamu soal keuangan?" pertanyaan Alex balik pada Lala yang sudah menjadi istrinya hampir 1 bulan .
" Jadi By bilang Lala matre?" pertanyaan Lala dengan sensi .
" Bukan begitu , tapi kalaupun matre itu tidak masalah " ucap Alex yang memang memiliki kemampuan finansial yang cukup .
" Jadi misalnya kalau bukan Lala yang jadi istri By waktu itu , By bakalan tetap membiarkan dia menghabiskan uang By?" pertanyaan Lala.
" Jika dia istriku maka itu hak nya aku juga tidak melarang, namun jika bukan kamu yang menjadi istriku maka aku tidak akan seperti sekarang " ucap Alex yang merasakan perubahan jauh dalam hidupnya sejak ada Lala .
" Jadi By nyesel nikahin Lala?" pertanyaan Lala lagi dengan ekspresi wajah tidak terimanya.
" Tidak menyesal kok " kata Alex yang walaupun sering dibuat marah dengan kelakuan Lala namun dia senang ada Lala bersamanya .
" Tapikan Lala nakal " ucap Lala mengingat setiap hari Alex selalu mengatai Lala nakal .
" Walaupun kamu nakal dan tidak sepatuh wanita lain namun semenjak ada kamu aku tidak pernah kesepian " ucap Alex dengan seulas senyum .
Walaupun setiap hari selalu berdebat, emosional dan juga marah-marah karena kelakuan Lala namun itu sama sekali tidak menyakiti Alex bahkan itu membuatnya lega .
" Oooooh jadi biasanya By kesepian ya?" tanya Lala yang baru tau .
" Kadang-kadang setelah bekerja seharian aku merasa lelah dan capek sebab itu sering pergi ke club' untuk minum bersama teman-teman " kata Alex .
" Sejak kita menikah Lala tidak pernah sekalipun melihat By pergi ke club'?" teringat Lala .
" Ya justru itu yang aku katakan, walaupun setiap hari kamu buat aku emosi namun perlahan aku menyadari ternyata setelah memarahi kamu ada kelegaan tersendiri dalam diriku , hingga tidak perlu minum alkohol lagi untuk melampiaskan perasaan " kata Alex mengatakan apa yang dia rasakan .
" Astaga , enak banget bilang lega habis marahin orang " kata Lala dengan tatapan tidak terimanya .
" Memang itu yang aku rasakan" jujur Alex.
" Ihhhh, Hubby nggak jelas , masa merasa lega setelah memarahi Lala " kata Lala dengan cemberut.
" Ehhhh iya, bisa nggak By sikapnya biasa aja sama Lala " kata Lala yang sebenarnya sudah lama ingin komplen .
" Maksudnya?" bingung Alex perasaan dia bersikap biasa saja pada Lala selama ini .
" Ya bersikap santai dan terbuka bukan tegas dan galak kayak biasanya" kata Lala yang kadang sebenarnya tidak ada niat melawan Alex namun melihat sikapnya membuat Lala jengkel .
" By itu cuek banget , sering kacangin Lala , kadang Lala jadi males ngomong sama By " ucap Lala mengatakan apa yang dia rasakan.
" Lala aku,"
Secara perlahan ketika menghabiskan waktu berdua mereka mulai terbuka , bercerita , ngeluh dan saling mengungkapkan perasaan yang dirasakan oleh masing-masing.
Argumen di jawab argumen , pernyataan di balas bantahan dan mereka akhirnya sama-sama menyadari kesalahan .
" Yaudah kita sama-sama berbenah dan memperbaiki cara masing-masing ya untuk kedepannya"
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄