Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.
Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.
Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pelayan baru
Di dalam sebuah rumah megah yang dipenuhi perabotan mewah, duduklah seorang wanita jelita yang perutnya telah membuncit menandakan ia sedang mengandung anak yang akan segera lahir. Wanita bernama Giyandra itu bersandar anggun di sofa kebesarannya, sementara di sekelilingnya berdiri barisan pelayan yang menunduk hormat, siap sedia melayani setiap titah sang nyonya.
"Kau, kemarilah!"
Jari lentik Giyandra menunjuk tepat ke arah seorang gadis baru yang berdiri paling ujung. Suaranya dingin namun berwibawa, membuat suasana seketika mencekam.
"Iya, Nyonya," jawab gadis itu dengan patuh seraya melangkah mendekat dengan langkah hati-hati.
"Ini hari pertamamu bekerja di sini, bukan? Siapa namamu...?" tanya Giyandra dengan nada pura-pura lupa, padahal jelas-jelas nametag yang menempel di dada gadis itu terbaca jelas olehnya.
"Nama saya Tamara, Nyonya. Tamara Wiratama," jawab gadis muda itu sopan, wajahnya ditundukkan dalam-dalam.
"Tamara Wiratama?" Giyandra mengerutkan kening, seolah ada sesuatu yang mengganjal di ingatannya. "Hmm, kenapa nama itu terdengar sangat akrab ya? Ah, sudahlah, tidak penting juga."
Wanita itu kembali merubah ekspresinya menjadi dingin dan menuntut. "Kau poles kuku kakiku sekarang juga. Pakai kutek warna pink muda. Ingat, jangan sampai belepotan atau mengotori kulitku. Kalau sampai salah sedikit saja, kau langsung kupecat hari ini juga!"
"Baik, Nyonya."
Tamara mengangguk cepat. Dengan tangan gemetar namun sangat terampil, ia mulai mengerjakan tugasnya. Ia tidak boleh salah. Ia tidak boleh dipecat, bukan hanya karena masalah uang, tapi karena ada misi besar yang harus ia selesaikan di rumah ini. Jika ia gagal sekarang, semua rencananya akan hancur lebur.
Butuh waktu tidak sampai lima menit, pekerjaan itu pun selesai dengan hasil yang rapi sempurna.
"Sudah selesai, Nyonya," lapor Tamara pelan.
Giyandra menatap hasilnya, lalu tersenyum tipis, senyum yang jarang ia berikan. "Cepat juga kerjamu, dan hasilnya bagus. Baguslah. Kalau kau bisa setia dan patuh padaku, kau bisa jadi orang kepercayaanku nanti."
"Terima kasih, Nyonya. Kalau begitu, izinkan saya menyiapkan air mandi untuk Anda," ucap Tamara seraya mundur perlahan, hanya dijawab dengan anggukan malas dari sang majikan.
***
Sesampainya di kamar mandi yang luas dan mewah, Tamara segera mengisi bak mandi besar dengan air hangat yang dicampur aroma terapi favorit Nyonya Giyandra. Suara gemericik air memenuhi ruangan.
Tiba-tiba, ia mendengar suara langkah kaki berat yang mendekat dari arah belakang. Tamara mengira itu adalah Giyandra.
"Air mandi Anda sudah siap, Nyonya," ucap Tamara ramah seraya berbalik badan.
Namun, darahnya seketika berhenti mengalir. Orang yang berdiri di depannya bukanlah Giyandra, melainkan seorang pria tampan dengan tatapan tajam nan dingin—Tuan Dion, suami sang nyonya!
"Maaf, Tuan... saya pikir Anda adalah Nyonya..."
Terlalu kaget, Tamara kehilangan keseimbangan. Tangannya tak sengaja melepaskan selang air yang sedang ia pegang. Byur! Air menyembur tepat ke seluruh tubuh Tamara, membuat bajunya basah kuyup menempel di kulit.
Kejadian itu membuat pakaian dalam berwarna hitam yang dikenakannya menjadi sangat jelas terlihat di balik kain yang basah. Tamara panik, ia segera menutupi dadanya dengan kedua tangan, wajahnya memerah padam karena malu, terutama saat menyadari mata Tuan Dion sedang menatap tajam ke arah tubuhnya.
Dion mendekat selangkah, suaranya terdengar dingin dan menusuk.
"Apa yang kau lakukan ini? Apa kau sengaja melakukan trik murahan ini untuk merayuku?"
Bersambung...