NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Anak Genius
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Dikhianati saudari angkatnya sendiri, Su Fan — sang jenius fana pemegang rahasia Sembilan Dao Hukum Tertinggi memilih mati daripada menyerah. Namun, maut justru menjadi pintu reinkarnasi. Ia terbangun di tubuh pemuda bernama Li Fan di alam fana yang terpencil.
Ironisnya, Li Fan hanyalah pemuda biasa dengan akar spiritual normal. Bagi orang lain, itu hal biasa. Tapi bagi Su Fan yang dulu terkutuk 10.000 akar spiritual, tubuh ini adalah anugerah termurni untuk mulai berkultivasi. Berbekal wawasan hukum tertinggi dan pengetahuannya yang melimpah, Li Fan memulai pendakian berdarah dari titik nol.
“Surga sebelumnya tidak adil bagiku. Tapi sekarang, Aku sendiri yang mengadili Surga!”

Dari manusia fana yang dianggap sampah hingga menjadi penguasa hukum yang menggetarkan semesta. Inilah kisah perjalanan Su Fan ditubuh Li Fan untuk pendakian menuju puncak agung yang mustahil. Sang jenius yang dulu terbelenggu, kini telah lepas dari rantai takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak Pengkhianatan dan Celah Langit

Halo, para pembaca yang budiman, yang budiwati, dan yang belum punya budi (tenang, nanti kita cari bareng)!

Selamat datang di semesta "Reinkarnasi Fan Yang Jenius". Nama saya Bahari, nahkoda kapal di balik tulisan ini yang siap membawa kalian berlayar melintasi samudra kultivasi yang penuh intrik, keringat, dan sesekali drama konyol.

Momentum rilisnya novel ini spesial banget karena bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan 2026.

Sebagai penulis, saya janji akan menyajikan kisah yang bikin waktu "ngabuburit" kalian nggak berasa. Daripada kalian bengong nungguin takjil yang nggak kunjung datang (sama kayak kepastian dari dia), mending kita saksikan gimana Su Fan atau Li Fan mengacak-acak tatanan dunia dengan cheat pengetahuan masa lalunya.

Warning: Novel ini mengandung kadar keren yang tinggi, sedikit bumbu komedi receh (serenyah rengginang di dalam kaleng biskuit Khong Guan), dan perjalanan epik yang sayang banget buat dilewatkan.

Terima kasih sudah mampir dan menekan tombol favorit. Mari kita mulai perjalanan ini. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang merayakan, tetap semangat, dan jangan sampai batal gara-gara emosi baca karakter antagonis yang minta ditampol!

Salam hangat,

Bahari

(Penulis yang ngetik sambil nahan pengen gorengan)

...----------------...

...----------------...

...----------------...

​Alam Dewa adalah muara terakhir bagi mereka yang meniti jalan langit. Di sinilah para kultivator yang telah menyentuh tahap Dewa Sejati bernaung, memiliki umur tanpa batas, dan menjadi sosok transenden yang disembah bak simbol keabadian oleh para manusia fana.

​Pada fase agung ini, mereka tak lagi menyerap Qi langit dan bumi yang remeh. Para dewa mulai menjamah kekuatan hukum yang terukir dalam 3.000 Hukum Dao Surgawi. Namun, jalan ini tak punya ujung. Begitu kaki melangkah ke dalam jalur hukum, mereka harus terus mendaki demi mencapai puncak esensi yang hakiki.

​Di antara ribuan hukum tersebut, terdapat sembilan Dao Hukum Tertinggi yang keberadaannya hanya dianggap sebagai mitos. Bahkan para Dewa Agung di zaman ini paling banter hanya mampu menguasai salah satu dari dua puluh Hukum Menengah. Catatan mengenai sembilan hukum tertinggi itu telah hilang ditelan zaman, seolah surga sengaja menyembunyikannya.

​Hingga suatu hari, sebuah fenomena langka terjadi. Kelahiran "Janin Emas" yang menandai cikal bakal alam semesta baru memicu munculnya "Keajaiban Surga" lebih awal dari ramalan mana pun. Langit berguncang, aturan hukum alam bergeser, dan sebuah wahyu agung turun membawa pengetahuan tentang sembilan Dao Tertinggi.

​Selama jutaan tahun, para dewa papan atas berlomba memahaminya, namun semuanya berakhir dengan kegagalan dan keputusasaan. Namun, di tengah kebuntuan itu, sebuah anomali muncul. Seorang pemuda yang bahkan tidak bisa berkultivasi justru menjadi satu-satunya orang yang mampu menangkap esensi dari salah satu hukum tersebut.

​Dia adalah Su Fan.

​Su Fan merupakan putra dari Su Daotian, seorang Dao Ancestor yang menguasai Hukum Esensi Kayu dan dikenal sebagai satu dari tiga Master Pill Dao terhebat di Alam Dewa. Sayangnya, Su Fan lahir dengan kutukan yang berkedok anugerah: 10.000 Spiritual Root Body.

​Jika orang biasa hanya memiliki satu hingga lima akar spiritual, Su Fan memiliki sepuluh ribu. Hal ini membuat Qi yang ia serap menyebar ke ribuan jalur tanpa arah, seperti meneteskan air ke jurang tak berdasar. Ia memiliki segalanya, namun karena terlalu banyak, ia justru tidak memiliki apa-apa.

​Meski ayahnya seorang Master Pill legendaris, tak ada obat yang bisa menyembuhkan kondisi itu. Demi anaknya, Su Daotian bahkan nekat menciptakan pil terlarang yang memperpanjang usia Su Fan hingga satu juta tahun, sebuah tindakan yang membuatnya dikecam karena melanggar dekrit surga dan mempercepat asimilasi dirinya dengan Dao.

​Su Fan tidak menyia-nyiakan pengorbanan ayahnya. Meski fisiknya fana, otaknya adalah aset paling berharga. Ia menciptakan berbagai metode kreatif yang mengguncang tatanan Alam Dewa, hingga puncaknya, ia memahami salah satu dari sembilan Hukum Tertinggi.

​Kabar itu menjadi lonceng kematian. Kekuatan-kekuatan besar mulai memburu Su Fan untuk merampas rahasia tersebut. Dalam kepungan yang kian menyempit, Su Daotian mengirim putranya melarikan diri ke celah dunia. Namun, pelarian itu berakhir tragis karena sebuah pengkhianatan dari dalam.

​“Ning’er... Sekalipun dunia ini dibangun di atas kebohongan, aku tak pernah menyangka bahwa pedang yang menusukku... justru berasal dari tanganmu sendiri. Jika Ayah mengetahui ini... apakah kau tak merasa malu atas apa yang kau lakukan?”

​Su Fan berdiri terpojok di depan dinding gunung yang menjulang tinggi. Tubuhnya goyah, darah mengucur deras dari luka tusuk di perutnya. Jubah hijau-putih miliknya yang dulu megah kini compang-camping dan kotor. Sebagai manusia biasa, ia tak punya Qi untuk menutup luka atau membersihkan diri. Napasnya tersengal, namun matanya masih memancarkan keteguhan yang luar biasa.

​Di hadapannya, berdiri Su Wanning, putri angkat Su Daotian yang tumbuh bersamanya. Gadis itu menatapnya dengan dingin.

​“Malu? Untuk apa aku malu mengkhianati seorang ayah yang ingin mengorbankan anak perempuannya demi seorang anak laki-laki tak berguna yang bahkan tak bisa berkultivasi! Jika bukan karena aku menunda kultivasiku, aku pasti sudah dijadikan bahan pil!”

​Su Fan tertegun, rasa sakit di batinnya jauh lebih pedih dari luka fisiknya.

​“Kau...! Apa yang barusan kau katakan!? Itu fitnah! Ayah memperlakukan kita penuh kasih dan seimbang! Sejak kapan beliau sekeji itu? Jika Ayah adalah orang jahat, maka tidak ada lagi orang baik di semesta ini! Apa kau benar-benar Su Wanning yang kukenal? Ataukah kau sedang dalam pengaruh ilusi, Ning’er?”

​Su Wanning tidak bergeming. Wajah cantiknya terasa asing dan membeku.

​“Ilusi? Su Fan, aku tidak berubah. Ini adalah aku yang sesungguhnya. Tak perlu buang waktu lagi. Serahkan wawasan Dao yang kau miliki. Mungkin, jika kau kooperatif, aku akan membiarkanmu hidup.”

​Su Fan tertawa getir, suara tawa yang penuh kepahitan.

​“Dao Hukum yang kuterima bukan hadiah, melainkan hasil dari pemahaman mendalam! Ayah berpesan agar aku tidak membagikannya kepada siapa pun. Bahkan jika aku mati, wawasan itu akan ikut terkubur bersamaku!”

​Sebelum Su Wanning bertindak, seorang pemuda muncul dari balik bayangan. Sosoknya penuh kharisma dengan Mata Shiyan yang legendaris—mata berwarna emas kebiruan dengan pola jam pasir milik Klan Shiguang. Dia adalah Shi Qingran, putra jenius dari Patriark Shi Moye.

​“Su Fan, aku tahu ini tidak adil bagimu. Tapi dunia ini milik mereka yang kuat. Aku tidak suka menindas yang lemah, namun jika kau tidak bisa melindungi wawasan Dao milikmu, maka kau memang tidak layak memilikinya.”

​Su Fan tersenyum tipis menanggapi logika sang tiran.

​“Shi Qingran... Omong kosong yang indah tetaplah kebohongan. Benar, kekuatan menentukan segalanya. Tapi apakah itu berarti orang kuat berhak merampas apa pun semaunya? Jika kekuatan menjadi satu-satunya standar kebenaran, maka keadilan hanyalah ilusi. Kau bisa menundukkan tubuhku, tapi tidak pemikiranku.”

​Shi Qingran menghela napas, merasa tawaran damainya sia-sia. Dengan lambaian tangan, tekanan ruang mengunci tubuh Su Fan. Dalam sekejap, Su Fan tertarik ke arahnya. Shi Qingran segera mengarahkan jarinya ke glabella Su Fan untuk melakukan teknik membaca ingatan jiwa secara paksa.

​Bagi manusia biasa seperti Su Fan, tindakan ini berarti kegilaan atau kehancuran jiwa secara permanen. Su Fan memejamkan mata, membisikkan maaf pada ayahnya dalam hati.

​Namun, tepat saat jari Shi Qingran hampir menyentuh dahi Su Fan, cahaya menyilaukan meledak dari tubuh pemuda fana itu.

​BOOOOOOM!

​Ledakan dahsyat itu mementalkan semua orang. Shi Qingran yang berada di jarak dekat terpaksa menggunakan kekuatan Mata Shiyan untuk melindungi dirinya, namun tetap saja ia terkejut. Beberapa pengepung yang lebih lemah tewas seketika, tubuh mereka lenyap menjadi debu. Su Wanning sendiri terhempas dengan luka yang cukup parah.

​“Apa yang terjadi?” gumam Shi Qingran dengan wajah geram.

​Di lokasi ledakan, kini tercipta kawah raksasa sedalam ratusan meter. Dengan penglihatan tajamnya, Shi Qingran melihat sisa-sisa kertas yang terbakar menjadi abu di udara.

​“Jimat peledak yang bisa membunuh Dewa Sejati... Ini adalah karya Klan Fudao! Jadi dia memiliki hubungan dengan mereka?” Shi Qingran mendesis. Baginya, dilukai oleh seorang manusia fana adalah penghinaan terbesar.

​Ia mencoba mencari keberadaan Su Fan, namun sosok itu telah menghilang.

​“Jimat peledak digabung dengan jimat teleportasi instan! Sial! Su Fan, aku pastikan kau tidak akan mati dengan tenang saat aku menangkapmu nanti!”

​Jutaan mil dari sana.

​Sesosok tubuh jatuh terhempas ke dalam sebuah sungai yang tenang. Itu adalah Su Fan. Tubuhnya benar-benar hancur. Sebagai manusia biasa, ia tak sanggup menahan efek samping dari ledakan jimat dan turbulensi ruang saat teleportasi. Otot-ototnya tak lagi bisa digerakkan, dan napasnya kian menipis.

​“Yah, ini akhir yang lebih baik daripada menyerahkan Dao kepada mereka.”

​Su Fan tersenyum kecut saat air sungai mulai menelan kesadarannya.

​“Ayah, maafkan aku karena gagal bertahan hidup. Semoga Ayah tetap sehat dan jangan menyimpan dendam.”

​Pikirannya melayang pada penyesalan terakhirnya.

​“Andai saja aku punya akar spiritual yang normal... mungkin aku setidaknya bisa mencapai tahap Immortal God. Sungguh sayang...”

​Pandangannya menggelap. Di bawah permukaan air yang dingin, sang jenius tanpa kultivasi itu akhirnya membiarkan dirinya tenggelam dalam keheningan abadi.

​“Ini akhirnya ya...”

Tepat saat Su Fan memejamkan mata, bersiap untuk menyerah pada pelukan kematian yang dingin di dasar sungai, sebuah suara lembut menembus kegelapan kesadarannya. Suara itu terdengar dari atas permukaan, memanggil sebuah nama dengan nada yang dipenuhi kepanikan sekaligus harapan.

Suara itu begitu asing di telinganya, namun entah mengapa terasa sangat dekat... seolah-olah itu adalah bisikan dari mimpi lama yang telah ia lupakan jutaan tahun lalu.

Dengan sisa-sisa kesadaran yang nyaris padam, Su Fan perlahan membuka matanya. Pandangannya kabur, terhalang oleh air sungai yang keruh. Namun, di kejauhan, ia melihat sebuah bayangan kecil yang sedang berenang dengan gigih mendekat ke arahnya. Itu adalah seorang anak laki-laki, mungkin baru berusia sepuluh tahun, yang mengulurkan tangan dengan raut wajah penuh tekad.

Entah dorongan apa yang menggerakkan batinnya, naluri purba Su Fan berteriak bahwa ia harus menjangkau tangan kecil itu. Jika ia melepaskannya, maka segalanya benar-benar berakhir.

Dengan sisa tenaga yang nyaris mustahil untuk dikerahkan, Su Fan menggerakkan jemarinya. Saat kulit mereka bersentuhan, sebuah sensasi aneh menjalar dari tangan anak itu ke seluruh tubuh Su Fan. Rasanya dingin dan tidak wajar, namun Su Fan tidak peduli. Baginya, genggaman itu adalah satu-satunya tali penyelamat dari jurang neraka.

Beberapa saat kemudian, kepalanya menyembul ke permukaan. Ia terbatuk hebat, memuntahkan air yang sempat masuk ke paru-parunya. Udara hutan yang lembap masuk ke tenggorokannya dengan rakus. Ia masih hidup.

“Aku... aku tidak mati,” gumamnya dengan suara serak, nyaris tak percaya pada kenyataan yang ada.

“Ya, untung saja ada aku. Kalau tidak, kamu sudah bernasib sama seperti para budak lainnya, Li Fan,” sahut bocah laki-laki itu dengan nada yang sedikit lega meski napasnya masih memburu.

Su Fan membeku seketika.

Li Fan? Budak?

Pikiran Su Fan langsung dilanda kekacauan hebat. Nama itu bukanlah namanya. Ia adalah Su Fan, putra dari seorang Dao Ancestor! Ia adalah jenius yang memahami Hukum Dao Tertinggi! Lalu, siapa Li Fan yang dimaksud bocah ini?

Rasa bingung, takut, dan ketidakpercayaan menyergapnya sekaligus. Seolah-olah cermin realitas di hadapannya retak dan hancur berkeping-keping. Sebuah kebenaran yang tak pernah ia bayangkan kini perlahan menguak dari balik kegelapan jiwanya—kebenaran yang sangat mengejutkan.

1
dinozzo
tokoh yg menggemparkan dunia, dapat menghancurkan musuh yg menghalangi jalannya dan membalas kembalikan dengan kebaikan.
Jojo Shua
gasss
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🔥
RisOne Harahap
mantap,lanjut,thor
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
Hasss 🔥
Dian Pravita Sari
gak TST lagi smjong
Dian Pravita Sari
memang novelmtoon gal kompeten dikelilingi prketks yg makan gaji buta semua depstyrmrnnys lah
Bahari: gk ngerti ngomong apa ka🙏
total 1 replies
Jojo Shua
👍
RisOne Harahap: joss,lanjut jangan kasih kendor
total 1 replies
Jojo Shua
Menghibur....
Cerdas...
Lucu...
Bahari: Xie xie🤭
total 1 replies
gempi
j
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!