NovelToon NovelToon
Anak Sang Mafia

Anak Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Mafia / Tamat
Popularitas:894
Nilai: 5
Nama Author: erinaCalistaAzahra

Erik Meijer adalah pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal tak memiliki belas kasih. Namun, dunianya yang penuh kekerasan berubah drastis saat ia menemukan seorang bayi perempuan bernama emia di kursi belakang mobilnya setelah sebuah baku tembak. Sebuah pesan misterius mengklaim bahwa bayi itu adalah darah dagingnya.
Demi melindungi emia , Erik Meijer memutuskan untuk meninggalkan takhta kekuasaannya dan bersembunyi di sebuah desa terpencil di pegunungan. Ia mencoba belajar menjadi ayah yang normal, mengganti senjata dengan botol susu, dan strategi perang dengan lagu pengantar tidur.
Namun, masa lalu tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ketika musuh-musuhnya menemukan tempat persembunyian mereka dan mengancam nyawa emia, Erik Meijer menyadari bahwa ia tidak bisa terus berlari. Ia harus kembali menjadi sosok yang mematikan untuk terakhir kalinya demi memastikan putrinya memiliki masa depan yang damai. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, penebusan dosa, dan sisi lembut mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melarikan diri

Kapal pesiar hitam itu membelah ombak Laut Mediterania dengan kecepatan penuh. Di dalam kabin yang kedap suara, suasananya sangat kontras. Erik sedang membersihkan sisa jelaga di wajahnya, sementara Claudia duduk di tepi tempat tidur, memandangi emia yang akhirnya tertidur pulas setelah diberi susu.

"Kita tidak bisa langsung ke pelabuhan mana pun," kata Erik sambil menghampiri Claudia. "Satelit Medici akan melacak sinyal kapal ini dalam hitungan jam."

Claudia mendongak, matanya yang tajam menunjukkan kelelahan yang dalam.

"Aku sudah memikirkan itu. Di bawah dek, ada sekoci cepat dengan teknologi stealth. Kita akan menenggelamkan kapal ini di koordinat tertentu untuk mengecoh radar mereka."

Erii sedikit terkejut. Claudia benar-benar telah merencanakan segalanya. "Kau ingin mereka mengira kita mati tenggelam?"

"Hanya itu satu-satunya cara agar mereka berhenti mengirim tentara bayaran setiap minggu, Erik," jawab Claudia pelan.

"Aku ingin emia tumbuh tanpa harus tahu bagaimana rasanya tidur dengan pistol di bawah bantal."

Tengah malam, di tengah laut lepas, mereka melakukan rencana itu. Erik memasang peledak waktu di mesin kapal utama. Mereka bertiga—Erik, Claudia, dan emia—turun ke sekoci kecil yang gelap dan rendah.

Saat ledakan merobek lambung kapal pesiar dan menenggelamkannya ke dasar laut yang dingin, Erik menarik tuas gas sekoci mereka menuju arah yang berlawanan. Mereka bergerak dalam kegelapan total, tanpa lampu, hanya mengandalkan kompas manual dan insting.

Tiga hari kemudian, mereka tiba di sebuah pulau kecil tak berpenghuni di lepas pantai Yunani yang hanya diketahui oleh Erik dari masa lalunya sebagai penyelundup , dan baginya ini adalah kehidupan baru yang Asing .

Di sana hanya ada sebuah pondok batu tua dan hamparan pohon zaitun.

Di pulau itu, identitas mereka luruh.

Elias bukan lagi seseorang yang ditakuti seperti namanya "Erik Meijer" ; ia kini belajar cara memancing ikan dan memperbaiki atap bocor.

Claudia bukan lagi putri dinasti yang angkuh; ia belajar memasak dengan api kayu dan merawat kebun kecil.

emia tumbuh dengan menghirup udara laut yang bersih, bukan bau mesiu atau asap cerutu.

Namun, setiap malam, Erik tetap duduk di teras pondok dengan mata yang selalu waspada ke arah laut. Ia tahu, meski dunia mengira mereka sudah mati, darah Medici dalam tubuh emia adalah rahasia yang mungkin suatu hari akan memanggil badai kembali ke pintu rumah mereka.

Ketenangan ini terasa seperti mimpi, tapi sebuah botol pesan atau sinyal radio asing bisa merusaknya kapan saja.

Setelah menenggelamkan kapal pesiar untuk memalsukan kematian mereka, pelarian Erik dan Claudia tidak berhenti di satu pulau. Mereka menjadi "Hantu" yang berpindah-pindah melintasi perbatasan Eropa untuk memastikan jejak mereka benar-benar terkubur.

Erik menganti identitas mereka , Erik menggunakan jaringan lamanya sebagai penyelundup untuk mendapatkan paspor palsu dari pasar gelap di Marseille. Kini, mereka bukan lagi Erik dan Claudia, melainkan Marc dan Elena, pasangan turis asal Kanada yang sedang melakukan perjalanan darat melintasi pegunungan Alpen dengan sebuah van tua yang dimodifikasi.

Di dalam van itu, ruangannya sempit namun terasa seperti rumah paling aman yang pernah mereka miliki. Dindingnya dilapisi peredam suara agar tangisan Emia tidak terdengar keluar saat mereka berhenti di perkemahan umum.

"Kita harus melewati perbatasan Swiss malam ini," bisik Erik sambil memeriksa peta fisik—ia menghindari GPS agar tidak meninggalkan jejak digital.

Claudia, yang kini mewarnai rambutnya menjadi pirang kusam untuk menyamar, sedang menyuapi emiA di kursi belakang.

"Lorenzo tidak bodoh, Erik. Dia akan menyisir setiap rumah sakit dan apotek untuk mencari catatan medis bayi seusia emia. Kita tidak bisa terus berpindah selamanya."

Saat tiba di pos pemeriksaan pegunungan yang bersalju, seorang petugas polisi militer menghentikan van mereka.

Jantung Claudia berdegup kencang saat melihat petugas itu memegang tablet digital yang terhubung dengan database interpol.

Erik tetap tenang. Tangannya yang kasar memegang kemudi, sementara satu tangannya lagi secara insting meraba pisau lipat yang disembunyikan di bawah jok.

"Paspor, Monsieur," ucap petugas itu.

Petugas itu menatap paspor mereka, lalu beralih

menatap emia yang sedang tertidur lelap.

"Bayi yang cantik. Hati-hati di jalan, badai salju akan turun satu jam lagi."

Petugas itu mengembalikan paspor dan melambai agar mereka lewat. Namun, saat van mulai melaju, Erik melihat melalui spion: petugas itu kembali ke posnya dan langsung mengangkat telepon satelit.

"Kita ketahuan," gumam Erik. Ia menginjak gas dalam-dalam.

Bukannya menuju hotel atau pemukiman, Erik membelokkan van ke jalur pendakian yang sudah ditutup.

Mereka menuju Pripyat modern—sebuah desa terbengkalai bekas tambang yang sudah ditinggalkan penduduknya.

Di sana, di tengah bangunan beton yang runtuh dan dingin, Erik mematikan mesin.

"Jika mereka datang, mereka akan datang lewat udara. Claudia, ambil kotak hitam di bawah tempat tidur. Saatnya menggunakan 'hadiah' terakhir yang kau curi dari gudang ayahmu."

Claudia membuka kotak itu. Isinya adalah sebuah jammer frekuensi militer yang mampu mematikan semua sinyal elektronik dalam radius satu kilometer.

"Jika kita menyalakan ini, kita buta, tapi mereka juga buta," kata Claudia.

"Tepat," jawab Erik sambil mengokang senjatanya.

"Di kegelapan ini, mereka bukan lagi tentara elit. Mereka hanyalah mangsa bagi Viper."

Malam itu, di desa sunyi yang membeku, sang Mafia dan sang Putri bersiap untuk berdiri terakhir kalinya.

Bukan untuk takhta, tapi untuk hak emia melihat matahari terbit keesokan harinya.

Claudia, memandangi wajah polos tanpa berdosa itu emia, dia tidak ingin putrinya mempunyai kehidupan seperti dirinya , yang selalu mempunyai bayang takut untuk bertemu sang Ayah , oleh karna itu ia tepat , menyembunyikan emia kepada Erik Meijer, ayah dari emia.

Walaupun kehadiran emia , adalah sebuah kesalahan yang tak seharusnya diperbuat, tapi di balik itu semua ada rencana Tuhan oleh karna itu aku bahagia memiliki mereka berdua , Emia , Erik Meijer, Claudia melirik Erik , seperti pinang dibela dua , emia mengikuti wajah ayahnya tak ada sedikitpun muka di diri emia .

" Makasih " lirih Claudia.

Erik melirik kepada Claudia " Makasih,? Untuk apa " ujar Erik

" makasih, tetap jaga emia di saat genting seperti ini ,Erik " kata Claudia.

" oh , sudah kewajibanku untuk menjaganya , biar bagaimanapun dia putriku , Claudia, bahkan bukan hanya emia yang harus aku lindungi sekarang tapi dengan kehadiran dirimu juga , " tegas Erik.

Setelah percakapan Erik , Claudia , mereka sama-sama diam , mereka larut dalam pikiran masing-masing , emia, di pangkuan Claudia sedang tertidur lelap .

" tumbuh menjadi gadis cantik emia, kamu beruntung memiliki ayah seperti ayahmu , ibu sangat bersyukur emia , dan tepat memilihkanmu seorang Ayah emia , putriku " suara hati Claudia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!