NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Tuan Mafia

Istri Bodoh Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Mafia / Roman-Angst Mafia / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:859
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Seyna Darma, gadis yang dianggap bodoh karena trauma kematian kedua orang tuanya, hidup dalam siksaan paman dan bibi yang kejam.
Namun di balik tatapannya yang kosong, tersimpan dendam yang membara.
Hingga suatu hari ia bertemu Kael Adikara, mafia kejam yang ditakuti banyak orang.
Seyna mendekatinya bukan karena cinta, tapi karena satu tujuan yaitu menghancurkan keluarga Darma dan membalas kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 KHAWATIR

Pertanyaan itu membuat Zidan seketika tegang. Ia merasa ragu, untuk mengatakan tentang kondisi Seyna kepada Kael. Karena ia tahu suasana hati Kael sedang buruk. Sangat buruk dan setiap berita buruk bisa membuat Kael mengamuk lebih parah. Namun menutupi informasi juga bisa membuat Kael semakin berbahaya.

"Aku harus bagaimana, kalau aku berbohong yang ada aku bisa kena hukum," gumam Zidan di dalam hatinya.

Dengan berat hati dan setelah berpikir panjang, Zidan menjawab pelan.

"Tuan… Nona Seyna sekarang sedang berada di rumah sakit."

Mendengar itu Kael yang sedari tadi di liputi emosi, tiba tiba berubah bingung dan pikirannya langsung melayang tentang gadis kecil itu.

"Apa?" nada suaranya rendah namun ada sedikit amarah.

Zidan menghela napas, bersiap untuk menerima kemarahan Kael kapan saja.

"Dia dilarikan ke IGD katanya terluka. Saya mendapat kabar dari pelayan rumah keluarga Damar."

Kael langsung mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Kenapa baru sekarang kau bilang?"

"Tuan… saya—"

"Segera menuju ke rumah sakit tempat Seyna berada. Sekarang!" Kael memerintahkan dengan suara yang tidak bisa dibantah.

Zidan menekan pedal gas lebih dalam, membawa mobil melaju cepat ke arah rumah sakit. Kael menatap ke luar jendela, rahangnya mengeras, matanya dipenuhi kekhawatiran yang jarang terlihat darinya. Satu kalimat terlintas di benaknya, membuat dadanya bergetar.

"Seyna… jangan sampai terjadi apa-apa."

..........

Setelah beberapa jam dokter merawat kondisi Seyna, untung saja Seyna segera sadar dan menatap ke arah Bi Surti dan Risa yang melihatnya dengan tatapan khawatir.

"Bi...risa..." panggil Seyna lemah.

Bi Surti buru buru memegang tangan Seyna agar Seyna tidak terlalu bergerak.

"Sudah non, jangan terlalu bergerak," ucap Bi Surti.

"Iya nona Seyna, tadi saya khawatir sekali. Untung saja nona bisa selamat," ucap Risa.

Risa hanya tersenyum kecil, tetapi di dalam hatinya ia akan membalas setiap goresan luka yang ditorehkan keluarga paman dan bibinya.

"Maafin saya ya non, ga bisa jagain non kayak permintaan nyonya dan tuan," ucap Bi Surti menatap Seyna yang sedaang berbaring lemah.

"Sudah, bi tidak apa apa. Aku hanya terbentur, tidak parah," ucap Seyna sambil meraih tangan sang bibi.

Sang bibi buru buru menghapus air matanya, menatap gadis yang ditinggal oleh kedua orang tuanya dan selalu disiksa oleh paman dan bibinya sejak kecil.

"Sabar ya non, tuhan pasti balas semua perbuatan buruk yang dialami non," ucap Bi Surti.

Mendengar itu Seyna terdiam sejenak di dalam hatinya ia meyakini bahwa tuhan akan membalas. Tetapi ia juga harus membalaskan luka yang telah ia terima.

"Iya bi," ucap Seyna sambil mengangguk.

Mereka bertiga pun berbincang ringan, hingga pintu ruang rawat terbuka terlihat pria bertubuh tegap melangkah masuk dengan buru buru.

"Seyna..." panggilnya.

Saat Seyna menoleh kedua mata mereka saling bertatapan, Kael yang melihat gadis itu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Merasa sedih, ia tahu bahwa Seyna pasti selalu menahan rasa sakitnya.

"Kak Kael…" ucap Seyna pelan, tatapannya melembut melihat pria itu berdiri di ambang pintu dengan wajah yang sama sekali bukan Kael yang dikenal publik tidak dingin, tidak angkuh, tapi tampak khawatir.

Kael melangkah cepat ke arah ranjang, nyaris tanpa suara. Napasnya masih sedikit bergetar, seolah ia berlari tanpa henti begitu mendapat kabar kondisi Seyna.

"Apa yang mereka lakukan padamu?"suaranya rendah, tetapi dipenuhi oleh amarah yang ditahan. Rahangnya mengeras saat melihat bekas memar samar di lengan dan pipi Seyna.

Seyna menggeleng pelan. "Tidak apa-apa cuma jatuh dan hanya luka kecil saja," jawabnya, suara dibuat selembut mungkin meski jelas itu hanya sebuah kebohongan.

Kael menatapnya tajam bukan marah, tapi kecewa karena Seyna mencoba menutupi rasa sakitnya lagi.

"Berhenti berbohong. Aku bukan anak kecil yang bisa kau kelabui, aku sudah tahu apa yang dilakukan keluarga Damar kepadamu," ujar Kael sambil menarik kursi dan duduk di dekat ranjang, tubuhnya condong mendekat.

Seyna terdiam, Risa yang sejak tadi berdiri di sisi ranjang, ikut menunduk. Ia tahu benar apa yang sebenarnya terjadi, tapi ia membiarkan Seyna menentukan sendiri apa yang ingin ia ceritakan. Kael menghembuskan napas panjang, lalu mengulurkan tangannya dengan ragu seolah takut menyentuh tangan Seyna yang tampak lemah.

"Boleh aku?"

Seyna menatap tangannya. Ia ragu sejenak, namun perlahan membuka telapak tangan, mengizinkan Kael menggenggamnya. Sentuhan itu lembut jauh berbeda dengan perlakuan siapa pun di rumah itu.

"Kak Kael kamu ngapain kesini? Kan kamu sudah pulang tadi bukannya tadi ada urusan?" tanya Seyna lirih.

Kael menatapnya tajam, tapi matanya penuh kehangatan yang tidak ia sadari sendiri.

"Aku sudah pulang dan urusan ku sudah selesai." ujarnya.

"Tapi pikiran aku entah kenapa merasa khawatir dengan dirimu."

Seyna terdiam, jantungnya berdetak lebih cepat. "Aku gak bisa tidur kalau gak lihat kamu baik baik saja atau tidak," lanjut Kael.

"Takut kamu kenapa-kenapa. Dan ternyata pikiranku benar," Kael berhenti sebentar, menelan rasa perih di tenggorokannya.

"Kamu memang kenapa-kenapa."

Seyna tersenyum kecil dan menggenggam tangan Kael erat "Seyna baik-baik saja, Kak Kael."

"Tidak," bantah Kael tegas.

"Kamu cuma terbiasa bilang baik-baik saja. Itu beda."

Seyna tidak membantah. Ia hanya menunduk, memandangi tangan Kael yang masih menggenggam tangan kecilnya. Kael mengusap punggung tangan itu pelan, seolah menyampaikan sesuatu yang tidak bisa ia ucapkan.

"Mulai sekarang," suaranya merendah.

"Kalau ada yang menyakitimu bilang ke saja ke aku."

Seyna menatapnya, matanya berkaca-kaca bukan karena sedih, tapi karena untuk pertama kalinya ada seseorang yang benar-benar peduli.

"Aku janji…"

Sebelum Kael melanjutkan, dokter mengetuk pintu, memanggil Kael untuk berbicara mengenai kondisi Seyna. Kael berdiri, tetapi sebelum berjalan ia mendekat ke telinga Seyna.

"Aku balik lagi. Jangan kemana-mana."

Seyna hanya mengangguk lalu tersenyum tipis. Kael segera keluar, meninggalkan aroma parfum samar dan rasa khawatir yang terlalu jelas untuk disembunyikan. Seyna hanya menatap pintu yang baru ditutup itu dan untuk pertama kalinya malam itu ia merasa hati Kael sudah berada di genggamannya.

"Maaf Kael, aku harus melakukan cara ini untuk bisa mendekatimu lebih dekat," pikir Seyna.

Kael segera menghampiri sang dokter dan menanyakan tentang kondisi Seyna.

"Bagaimana Jen?ada yang parah?atau ada masalah serius. Pokoknya cepat sembuhin Seyna berapapun biaya yang harus aku bayar," ucap Kael cepat.

Jeno yang menatap ke khawatiran temannya itu hanya tertawa kecil, tidak biasanya seorang Kael Adikara mau direpoti oleh seseorang.

"Tenang bro, Kondisi Seyna udah baik baik saja. Hanya saja luka luka di tubuhnya terlalu banyak," ucap Jeno.

"Bukannya hanya ditangan?" tanya Kael.

"Salah satu perawat bilang kepadaku, saat membantu Seyna mengganti pakaian tubuhnya dipenuhi lebam lebam sepertinya Seyna mengalami penyiksaan yang sudah begitu lama," jelas Jeno.

.....

MOHON DUKUNGANNYA JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMEN SEBANYAK BANYAKNYA TERIMAKASIHH

Jangan lupa follow buat tau kalau ada cerita baru dari othorrr!!

1
Bu Dewi
seru, lnjut lagi kak.. hehehhehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!