NovelToon NovelToon
My Boss, My Past, My Sin

My Boss, My Past, My Sin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Bad Boy / One Night Stand / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yudi Chandra

Tujuh belas tahun lalu, Ethan Royce Adler, ketua geng motor DOMINION, menghabiskan satu malam penuh gairah dengan seorang gadis cantik yang bahkan tak ia ketahui namanya.

Kini, di usia 35 tahun, Ethan adalah CEO AdlerTech Industries—dingin, berkuasa, dan masih terikat pada wajah gadis yang dulu memabukkannya.
Sampai takdir mempertemukannya kembali...

Namun sayang... Wanita itu tak mengingatnya.

Keira Althea.

Cerewet, keras kepala, bar-bar.
Dan tanpa sadar, masih memiliki kekuatan yang sama untuk menghancurkan pertahanan Ethan.

“Jangan goda batas sabarku, Keira. Sekali aku ingin, tak ada yang bisa menyelamatkanmu dariku.”_ Ethan.
“Coba saja, Pak Ethan. Lihat siapa yang terbakar lebih dulu.”_ Keira.

Dua karakter keras kepala.
Satu rahasia yang mengikat masa lalu dan masa kini.
Dan cinta yang terlalu liar untuk jinak—bahkan ol

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudi Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jemputan? Siapa?

Suasana sore di depan kantor sudah mulai sepi.

Beberapa karyawan masih lalu-lalang, tapi sebagian besar sudah pulang.

Langit oranye keemasan memantul di dinding kaca gedung megah itu.

Keira berdiri di depan gerbang, tas disampirkan di bahu. Satu tangan pegang cangkir kopi sisa rapat tadi. Sementara tangan yang lain memainkan ponselnya.

Ia lagi nunggu Aiden yang katanya “sebentar lagi nyampe”, tapi udah lima belas menit belum juga nongol.

Jangan tanya di mana mobil butuhnya. Soalnya Keira juga tidak tahu bagaimana kabar mobilnya tersebut. Sudah tiga hari mobilnya dirawat di bengkel. Tapi sampai sekarang belum juga diizinkan pulang. Kata montirnya penyakit mobilnya sudah komplikasi. Sulit untuk disembuhkan. Kalau pun bisa, butuh beberapa waktu.

Haahhh... Sudahlah. Mungkin Keira sudah harus memikirkan untuk membeli mobil baru. Supaya tak mengganggu pekerjaannya.

Dari arah belakang, dua sosok yang nggak kalah heboh muncul — Livia dan Nolan.

“Kei, lo belum pulang juga? Berondong cakep gue belum dateng?” tanya Livia.

Keira menggeleng dengan bibir cemberut. “Katanya bentar lagi, Liv. Tapi sampe sekarang belum nongol juga tuh bocah.”

“Kalo lama, lo pulang bareng gue aja. Sekalian mampir beli boba, yuk!”

Keira tersenyum tipis. “Boba lo udah racun, Liv. Gue tunggu Aiden aja.”

Livia terkekeh, lalu mengangguk. “Yaudah deh. Kita duluan kalo gitu.”

Nolan yang dari tadi sibuk mengipasi wajahnya dengan kipas portable menepuk pelan lengan Keira. “Jangan lupa update kalo udah sampe rumah. Takutnya lo diculik CEO ganteng, ciiinn.” ucapnya dengan gaya centil.

Keira mendengus kesal. “Apaan sih! Dasar banci mulut gosip.”

Livia dan Nolan ngakak, terus pamit sambil dadah-dadah lebay.

Beberapa detik setelah mereka pergi, langkah seseorang terdengar dari arah parkiran.

Dia adalah Declan. Pria itu berjalan menghampiri Keira dengan langkah mantap, serta senyum tipis dibibirnya. “Kamu belum pulang?” tanyanya lembut, yang mana membuat Keira mual.

Keira langsung meliriknya sinis. “Lagi nunggu jemputan. Kenapa?” ketusnya.

“Kalau mau, aku bisa antar. Mobilku di sana.” ucap Declan masih mempertahankan senyum dibibirnya.

Keira melipat tangan di dada, menatap sinis mantan kekasihnya itu. “Nggak usah repot-repot, Mr. Rainer. Nanti istri lo salah paham lagi sama gue.”

Declan menunduk dengan helaan napas pelan. “Keira, aku cuma—”

“Udah, cukup. Pergi sana, sebelum gue siram pake kopi sisa rapat tadi.” sela Keira sambil mengangkat cangkir kopi yang sejak tadi dipegangnya.

Sikap ketus Keira sukses membuat Declan terdiam.

Ia hanya menatapnya sebentar, lalu berucap pelan. “Oke... Kamu jaga diri, ya. Aku balik dulu.”

Declan pun melangkah pergi dengan langkah berat.

Keira mendengus kecil. “Ih, masih aja nongol. Dasar mantan kebanggaan masa lalu yang nggak tau waktu.” geramnya.

Beberapa saat kemudian, suara langkah berat terdengar lagi dari arah pintu lobi.

Ethan muncul bersama Rowan, baru keluar dari ruang rapat sore.

Ethan sempat melirik ke arah gerbang dan mendapati Keira masih berdiri di sana.

Ia menghentikan langkah kakinya, lalu berjalan menghampiri Keira.

Suara langkah sepatu Ethan terdengar berat dan mantap.

Setiap langkahnya membuat kepala Keira refleks menoleh, tapi begitu matanya benar-benar menangkap sosok pria itu — dadanya langsung berhenti berdetak sesaat.

Kemeja putih Ethan sedikit terbuka di bagian atas, dasi tergantung santai, lengan tergulung rapi memperlihatkan urat tangan yang mencolok.

Sinar matahari sore yang menembus kaca besar lobi memantul di wajah tajamnya — garis rahang, hidung tegas, dan tatapan yang selalu… menusuk.

Untuk sepersekian detik, Keira kehilangan fokus. “Astaga… dia kok tambah ganteng sih? Parah banget nih muka, kaya hasil photoshop berjalan.”

Pikiran Keira terhenti saat tatapan Ethan jatuh padanya.

Tatapan itu dingin, tapi di matanya seperti ada sesuatu — sesuatu yang entah kenapa membuat Keira merasa gugup.

“Kenapa belum pulang?” tanya Ethan lembut.

Keira berdehem pelan, berusaha untuk tetap santai. “Lagi nunggu jemputan, Pak.”

"Jemputan?" Ethan melangkah semakin dekat, hingga jarak mereka tinggal beberapa langkah.

Keira merasakan sesuatu yang aneh.

Ada getaran samar di dadanya.

Senyap di antara mereka seolah menelan semua suara lain.

Dalam diam, pandangannya menelusuri wajah Ethan — dan untuk pertama kalinya, Keira benar-benar memperhatikan.

Tatapan itu… garis rahang itu… bahkan cara dia menatap dan berdiri.

“Wajahnya… kenapa aku baru sadar. Semakin hari, dia semakin mirip Aiden.”

“Hidungnya… matanya… bahkan cara dia diam dan ngelihatin orang.”

“Jangan-jangan… tapi, apa bisa… dia… pria malam itu?” batin Keira bertanya-tanya.

Untuk sepersekian detik, napas Keira tercekat.

Namun, otaknya cepat menepis pikiran itu.

“Nggak mungkin. Jangan ngaco, Kei.”

“Udah, mungkin cuma karena kebanyakan mikir.”

Ia buru-buru menggelengkan kepalanya, menepis semua kemungkinan absurd di pikirannya, hingga Ethan mengerutkan kening melihat tingkah Keira tersebut.

"Keira?"

"Eh!" Keira tersentak, lalu buru-buru tersenyum canggung. “I-iya, Pak.”

“Siapa?” tanya Ethan dengan tatapan tajam.

Wajah Keira mendadak tegang melihat tatapan tajam Ethan, otaknya ngebut nyari alasan. “Ai—Eh! Itu dia udah datang!”

Belum sempat Ethan nanya lagi, suara motor custom hitam berhenti tepat di depan gerbang.

Aiden datang dengan helm full-face hitam, jaket kulit, dan postur tegap.

Ia memang kelihatan muda — terlalu muda untuk diduga sebagai adik Keira.

Keira langsung melambaikan tangan. “Saya duluan, Pak!”

Ia buru-buru lari ke arah motor, pakai helm, dan naik ke boncengan.

“Udah?” tanya Aiden menoleh ke belakang, memastikan ibunya duduk dengan nyaman.

“Gas!” sahut Keira.

Motor melesat cepat meninggalkan area kantor.

Tapi sebelum benar-benar hilang dari pandangan, Ethan masih sempat melihat Keira melingkarkan tangannya di pinggang Aiden.

Pelukan erat yang… sukses membakar sesuatu di dalam dada Ethan.

Ia berdiri diam, rahangnya mengeras, tangan terkepal kuat.

Sampai akhirnya Rowan yang sedari tadi memperhatikan, buka suara. “Wahh… ternyata saingan Bapak berat juga.” serunya tersenyum jahil.

Ethan menatapnya tajam.

“Berondong Bu Keira nggak kaleng-kaleng, Pak. Motor keren, badan atletis, umur muda. Wajar aja Bu Keira betah dipeluk.” lanjut Rowan kelewat santai.

Ethan menoleh perlahan.

Tatapannya cukup buat bikin Rowan kaku.

“Kau ingin saya pecat sekarang, Rowan?” tanya Ethan dingin dan tajam.

Rowan langsung angkat tangan. “Hehe… bercanda, Pak. Bercanda!”

Tapi Ethan nggak menjawab.

Ia hanya menatap kosong ke arah jalan yang baru saja dilalui motor Aiden dan Keira — matanya gelap, rahangnya menegang. “Siapa pun dia… aku nggak akan membiarkannya merebut Keira dariku lagi.” batinnya bertekad.

...****************...

1
Pa Muhsid
membaca karyamu tor seperti karya yang udah level diamond
tutur bahasanya rapi halus tegas jarang tipo atau mungkin belum ada
semangat tor 💪💪💪
Yudi Chandra: huhuhu....makasi atas pujiannya.🙏🙏🙏😍😍😍
semoga selalu suka sama ceritanya.
kalo ada kritik dan saran bilang aja ya. biar cerita ini semakin berkembang dam banyak yang baca🤭🤭🤭🤭
salam kenal sebelumnya....
total 1 replies
Bu Dewi
seruu, lanjut kak
Yudi Chandra: okeeee👍👍👍👍
total 1 replies
Rohana Omar
1 bab lg la thorr
Yudi Chandra: besok yaaaa🤭🤭🤭🤭🤭🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Rohana Omar
buat la 2 bab 1 ari thorr
Yudi Chandra: hihihi🤭🤭🤭🤭 iya. diusahain💪💪💪
total 1 replies
Rohana Omar
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣bawa panci tu buat aq tergelak.....
Yudi Chandra: sama...🤭🤭🤭 namanya juga biar pinter🤣🤣🤣
total 5 replies
Pa Muhsid
anak anak anak 👨‍👩‍👧
Yudi Chandra: hahaha....anaknya siapa?🤣🤣🤣
total 1 replies
Pa Muhsid
anak lo
Yudi Chandra: hihihi....kan ethan nggak tau🤭🤭🤭
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak,, hehehhehe
Yudi Chandra: pasti sayang. jangan lupa kasih bintang ya🤭🤭🤭.
biar semangat buat nulis lagi.😄
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak
Yudi Chandra: pasti. jangan lupa kasih bintang 5 ya. 😁😁😁😁
total 1 replies
Akira Akira
lanjutttt
Akira Akira
lanjuttttttt
Felipa Bravo
Keren banget nih cerita, semangat terus author!
Yudi Chandra: huhuhu....makaciiiiiih😍😍😍
ini novel pertamaku di sini. biasanya di aplikasi oyen.

kasih kritik dan saran ya... biar aku makin semangat. terima kasih😍😍😍🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!