NovelToon NovelToon
OM KEN YANG PERKASA

OM KEN YANG PERKASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Anak Yatim Piatu / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Duda / Cintapertama
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: YuKa Fortuna

Kenneth memutuskan untuk mengasuh Keyra ketika gadis kecil itu ditinggal wafat ayahnya.
Seiring waktu, Keyra pun tumbuh dewasa, kebersamaannya dengan Kenneth ternyata memiliki arti yang special bagi Keyra dewasa.
Kenneth sang duda mapan itupun menyayangi Keyra dengan sepenuh hatinya.
Yuk simak perjalanan romantis mereka🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuKa Fortuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9. Luluh

9

Keyra tidak benar-benar pergi jauh atau bertemu seseorang.

Ia hanya berdiri di sisi motor-motor yang terparkir di depan pertokoan tak jauh dari rumah, sesekali duduk di atas bangku beton sambil memainkan ponselnya.

Ia tahu Kenneth pasti akan menyusul.

Dan benar saja, langkah besar pria itu terdengar tergesa, napasnya berat.

“Keyra!”

Keyra pura-pura tidak mendengar.

Ken akhirnya tiba di depannya, menahan bahu Keyra dengan kedua tangan, tidak keras, tapi cukup tegas.

“Kita harus bicara.”

Keyra mengangkat wajah. Sorot matanya dingin… dan terluka.

“Ken mau apa lagi? Aku sebentar lagi mau pergi kok,” ujarnya ketus.

Ken mengembuskan napas lega karena ia tahu Keyra hanya sedang berpura-pura.

Namun wajahnya tetap tegang, penuh kekhawatiran yang ia simpan rapat-rapat.

“Jangan lakukan hal seperti tadi lagi,” suara Ken bergetar halus.

“Kamu bikin om setengah mati khawatir.”

“Harusnya kamu nggak usah khawatir kalau aku cuma ‘anak kecil’ yang mesti dijaga jarak,” balas Keyra sinis.

Ken meredup.

Ia jongkok agar sejajar dengan Keyra.

“Keyra… Om mengatur kamu bukan karena Om mau menjauh. Tapi karena...”

Ken menelan salivanya.

“Om bertanggung jawab. Om adalah pengganti orangtua kamu. Itu… itu peran yang Jacob titipkan padaku. Kalau Om tidak berhasil membuatmu jadi anak baik, Jacob pasti melihatku dengan kecewa dari atas sana.”

Kalimat itu seperti menancapkan pisau ke dada Keyra.

Ia langsung membuang wajah, menatap lantai, bibirnya bergetar.

Setiap kali orangtuanya disebut… apalagi Jacob…ayahnya.

Hatinya selalu runtuh.

Air mata muncul tanpa bisa dicegah.

Ken melihat itu dan hatinya ikut remuk.

“Keyra…” suara Ken merendah, lembut dan penuh penyesalan.

“Hey… sweetheart, look at me.”

Keyra menggeleng keras, airmata jatuh semakin banyak.

“Aku nggak butuh alasan,” bisiknya parau.

“Aku cuma… butuh Ken.”

Ken hilang kata-kata.

Dalam sepersekian detik, seluruh batasan, kekesalan, dan logikanya runtuh demi satu hal,

Keyra sedang menangis.

Dan ia tidak bisa membiarkan itu.

Ken duduk di sampingnya dan menarik tubuh Keyra ke dalam pelukan, hangat, teduh, protektif, seperti rumah.

Keyra langsung merosot ke dadanya, memeluk balik sekuat yang ia bisa, seakan takut Ken menghilang.

“Aku cuma butuh pelukan…” suara Keyra pecah.

“Aku capek kalau Ken tiba-tiba menjauh.”

Ken menutup mata, satu tangannya membelai kepala Keyra, jemarinya mencengkeram pundaknya lembut.

“I’m here,” bisiknya lirih, menahan getaran suaranya.

“Aku nggak pergi ke mana-mana. I promise you.”

Keyra menggenggam kemejanya erat-erat, seperti anak kecil yang telah tumbuh besar, tapi masih menyimpan luka yang sama dalamnya.

Selama beberapa menit, mereka tidak bicara.

Hanya ada suara napas, air mata, dan pelukan yang terlalu dalam untuk dijelaskan.

Hingga akhirnya Ken berbisik,

“Ayo pulang, sweetheart. Kita ngomong pelan-pelan di rumah, ya?”

Keyra tidak menjawab.

Ia hanya mengangguk dalam pelukan, enggan melepaskan.

Ken tersenyum kecil, penuh kelembutan yang hanya Keyra mampu dapatkan.

Ia bangkit sambil tetap menggandeng tangan Keyra.

Dan untuk pertama kalinya hari itu…

Keyra merasa menang.

.

Malam turun perlahan, hujan gerimis mengetuk kaca jendela rumah kecil mereka.

Keyra duduk di sofa, memeluk bantal, menatap TV yang menyala tapi tidak benar-benar ia tonton.

Sejak di parkiran tadi…

Sejak menangis di pelukan Ken…

Ada satu ketakutan yang tetap menggantung.

Bagaimana kalau Ken menjauh lagi besok?

Bagaimana kalau pelukan tadi hanya karena ia menangis?

Bagaimana kalau Ken benar-benar melihatnya sebagai beban?

Langkah kaki Ken terdengar dari dapur, suara piring dan gelas yang ia cuci perlahan.

Ia seperti sengaja memberi ruang, agar suasana tidak tegang.

Tapi itu justru membuat dada Keyra sesak.

Dia menjauh lagi…?

Keyra tak tahan.

Ia bangkit dan berjalan ke dapur.

Ken yang sedang mengelap piring langsung menoleh.

“Hey. Sudah baikan?” tanyanya lembut.

Keyra pura-pura tersenyum, tapi matanya tidak bisa membohongi siapa pun, terutama Ken.

“Baik,” jawabnya pendek.

Ken mengerutkan kening sedikit. “Kamu yakin?”

Keyra duduk di kursi dapur, menumpukan dagu di meja, memperhatikan Ken tanpa berkata-kata.

Hanya memperhatikan.

Seolah takut kalau berkedip, Ken akan menghilang.

Seolah takut hari itu akan terulang.

Jarak.

Dingin.

Tatapan menjauh.

Ken merasakan itu… dan suara napasnya melembut.

“Om nggak ke mana-mana, Keyra.”

Keyra akhirnya angkat bicara dengan suara kecil, nyaris tak terdengar.

“Besok Om bakal menjauh lagi…?”

Ken terdiam sejenak.

Ia menaruh piring, mendekatinya, lalu jongkok di samping kursi.

“Sweetheart…”

Ia memegang jemari Keyra.

“Aku cuma ingin kamu tumbuh dengan benar. Bukan untuk menjauh.”

Keyra menunduk, jemarinya menggenggam tangan Ken semakin erat.

“Ken bilang gitu, tapi… rasanya Ken takut dekat sama aku.”

Ken tersentak kecil.

“Om bukannya takut,” ucapnya pelan, serius.

“Om cuma… hati-hati.”

Keyra menatapnya lama, mata bening yang penuh rasa bergantung, penuh kehati-hatian, penuh kerinduan.

“Ken bisa hati-hati…”

Ia menelan ludah.

“…tapi jangan pergi.”

Ken menarik napas panjang, lalu mengusap kepala Keyra dengan lembut.

“Om nggak pergi.”

Lalu ia bangkit. “Ayo tidur. Sudah malam.”

.

Di Lorong Menuju Kamar

Keyra mengikuti Ken dari belakang, terlalu dekat.

Seolah ia takut jarak satu langkah pun cukup untuk memisahkan mereka lagi.

Ken membuka pintu kamar Keyra.

“Tidur yang nyenyak, ya?”

Keyra menatapnya, tidak masuk kamar.

Wajahnya cemas.

Tubuhnya kaku.

Ken menautkan alis. “Keyra? Ada apa?”

Keyra memegang ujung kaos Ken, kecil dan ragu, seperti anak tujuh tahun yang takut ditinggal.

“Aku boleh… peluk Ken sebentar sebelum tidur?”

Ken terdiam sesaat.

Hanya sesaat.

Karena melihat mata Keyra yang ketakutan lebih dari apa pun, membuat batas-batas yang ia jaga rapat pun melunak.

“Boleh,” jawabnya lembut.

Keyra langsung memeluknya.

Lama.

Teramat lama.

Ia menenggelamkan wajah di dada Ken, merasakan degupnya, kehangatannya, keberadaannya yang menenangkan.

“Aku takut Ken nggak bakal peluk aku lagi,” bisik Keyra.

Ken memejamkan mata, merengkuh Keyra dengan kedua lengan, penuh kelembutan yang hanya muncul untuknya.

“Om akan selalu peluk kamu…”

Lalu menambahkan dengan suara rendah dan hati-hati,

“…selama itu tidak menyakiti kamu.”

Keyra menggenggam erat punggung kaos Ken, tidak ingin melepaskan.

“Janji?”

Ken menunduk, menyandarkan dagunya di atas kepala Keyra.

“Janji.”

.

YuKa/ 281125

1
Bintang Ihsan
lihat tempat ken , dirumah saja
Bintang Ihsan
margareth tidak marah, malah mendukung, kapan key dikenalkan ke margareth
Arum Widya
kan kan.... kan ay dah bilang berulang" kali key... jangan terlalu dekat. karna hubungan pertemanan antara pria dan wanita itu jarang yg pure. pasti salah satunya ada something... 😌
Arum Widya
ternyata Amara gak berubah. masih aja bahas kowan kawin ama key... 🤣🤣.. padahal gak tau aja kalau key udah Dilubangi ama om ken... 🫣
Bintang Ihsan
om ken ingin menjaga key agar tetap aman nyaman bahagia , bukan hanya nafsunya saja
Sahidah Sari
hei ko main peluk aja nih Rafael kan nanti di liat orang apalagi sama pacar km bisa gawat key yg ga enak..

duh Ken ,km itu ya bikin jantungan tau pikir td key di culik..

tunggu di rumah aja Ken udah ga sabaran banget nih .
Sahidah Sari
yey mau ketemu camer nih key
Nari Ratih
hahhaha malah rangsang2an pula 😂😂😂
Farel pula ini egois banget, lu laki bukan sih ahha
Ria Adek
Ken mulai penasaran..
Ken mulai cari perhatian..
Dari Keyra yg dulu mengejar nya secara ugal²an..
Mampu kah Ken menolak pesona anak perawan..?
Kuyy.. Mari bacanya kita lanjutkan.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🤣
Ria Adek
Lelaki tuh emang kudu di buat penasaran..
Bukan di kejar ugal²an..
Sebab lelaki tugas nya memperjuangkan..
Bukan untuk di kejar² perempuan..
Jaga batas adalah yg keputusan aman..
Agar tak di anggap murahan..
Agar lelaki penasaran..
Sebab perhatian yg pernah kau berikan, hilang perlahan²..
Dan jika dia cinta padamu, maka dia akan mengejarmu & di perjuangkan..
D.Nafis Union
🙈🙈🙈🙈, gk ngintip lo✌️
Nana2 Aja: singkat banget komennya
total 1 replies
D_wiwied
whattt 😱😱 giila si om gak liat2 tempat main nyusu aja 😆🤭
🌻sunshine🌻
om Ken nakal ya ..candaan nya gitu banget sih
🌻sunshine🌻
reflek gundul mu itu ..kamu ya jangan bikin salah faham
Nana2 Aja: gundul kayak tuyul😂😂😂
total 1 replies
🌻sunshine🌻
Rafael ish ish ...curi curi kesempatan ih ..
🌻sunshine🌻
Amara kepo nya kebangetan kayak aku 🤭🤭
Ratih Tyas
Duh Ken kenapa ini
apa ken lagi bir4hi lagi🙈
ato ada sesuatu🤔
Ratih Tyas
Farel kok jadi cwo egois banget
padahal habis merawanin anak orang masih aja deketin Keyra😪
Ratih Tyas: Rafael🤣
total 2 replies
Nana2 Aja
jangan cuma 2 es krim Key, jgn lupa jilat juga es krim yg berambut pirang. astaghfirullah😂😂😂
Nana2 Aja
first comment🥰🥰🥰
Nana2 Aja: humm🤭🤭🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!