NovelToon NovelToon
CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: NONA GINCU MERAH

Pernah denger nggak ada mitos yang bilang kalau dua orang yang wajahnya mirip itu berarti jodoh ? dan itu yang dialami nadin, di hari pertama dia menginjakkan kaki di SMA Garuda dia bertemu dengan pria yang wajahnya mirip dengan nadin namanya Gavin. Sejak saat itu mereka selalu jadi pasangan yang sering mendapatkan "ciye ciye" oleh satu sekolah, Padahal yang sebenarnya Nadin dan Gavin tidak pernah akur sama sekali.

8 Tahun kemudian Nadin mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris di sebuah perusahaan di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Nadin yang sangat mencintai uang memiliki misi untuk memacari salah satu petinggi di perusahaan itu. Tapi imajinasi nya akan boss yang tampan dan kaya luntur seketika saat dia mendapati kalau orang yang menerimanya sebagai sekretatis tidak lain adalah Gavin, musuh abadinya.

Dengan seringai jahat gavin berkata " ingat, gue boss lo ! gue gak terima kata tidak !"

Dan sejak saat itu nadin merasa kalau neraka ada di depan matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NONA GINCU MERAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Gavin dan Nadin duduk bersisian di hadapan Christopher Hadinata. Pria yang wajah nya sering muncul di majalah bisnis itu, menatap dua orang di hadapannya dengan tatapan mengintimidasi. Nadin bahkan harus pura-pura menatap lantai demi menghindari sorot mata pria di hadapannya ini.

"untuk apa papah ke sini ? "ujar gavin dengan nada dingin.

"papah hanya mau melihat anak papah, apa itu salah "

Gavin tertawa mengejek, di tatapnya christopher yang mengenakan jas hitam senada dengan celana bahan nya.

"anak ? " gavin menghela nafas . " bukankah aku hanya sebuah aset perusahaan ? "

Nadin menatap gavin, tidak menyangka pria di sampingnya ini akan berkata sekasar itu pada orang tua nya.

"vin.. "nadin menyentuh lengan gavin, mencoba memberikan kode.

"oh iya.. Tadi papah tanya kan , kenapa aku lebih milih wanita ini dari pada makan malam dengan papah ?"

Christopher Hadinata nampak menyimak, Gavin tiba-tiba merangkul pundak nadin. Membuat wanita itu mendelik karena bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

"dia pacar aku, dan mungkin kami akan menikah "

Deg

Jika itu gavin ucapkan saat dia dan nadin sedang berduaan, dan gavin mengatakannya dengan sungguh-sungguh. Mungkin nadin akan berbunga-bunga. Tapi tidak dengan saat ini, nadin tahu pria itu hanya memanfaatkannya.

"bohong pak "elak nadin.

"kami bahkan tinggal bersama "ujar gavin semakin menambah minyak di atas api.

"gavin !!"nadin mencubit pinggang gavin,cukup keras padahal tapi pria itu diam saja.

"jadi... Kamu pacaran sama sekretaris kamu sendiri ?"

"memang kenapa ? Bukan nya itu membuktikan kalau kita sedarah ? Like father like son "gavin menyunggingkan sebuah senyuman.

Christopher hendak melayangkan tangannya untuk menampar gavin, tapi secepat itu pula nadin bangkit dan menghalangi nya.

Plak

Rasa panas menjalar di sekitar pipi nadin, gadis itu hanya diam saja . Gavin langsung berdiri di samping nadin, dan dengan sigap gavin menarik nadin untuk berdiri di belakngnya.

"apa yang papah lakukan !!"bentak gavin, nafas nya terengap-engap menahan emosi yang sudah memuncak.

"maaf saya tidak sengaja "ucap chritopher sambil melihat nadin yang berdiri di belakang putra nya.

"pintu keluar di sebelah sana, tolong papah hargai privasi aku , maaf aku bukannya kurang ajar tapi aku lagi gak mood berdebat hari ini "gavin mengatakan setiap kalimatnya dengan penuh penekanan.

Christopher Hadinata berjalan melewati gavin dan nadin, di tatapnya kedua orang itu , kemudian Christopher membuka pintu apartemen gavin.

"besok temui papah di kantor "

Bedebam, pintu ditutup, menimbulkan bunyi yang lumayan nyaring.

"nad...."gavin menyentuh bahu nadin dengan hati-hati, wanita itu masih diam sambil memegangi pipi nya yang memerah akibat tamparan christopher.

"maaf "gavin bersuara lirih, untuk beberapa alasan gavin merasa sudah tidak memiliki harga diri lagi.

Nadin Almira Queen

Sakit dan panas itu yang gue rasakan saat baru saja sebuah tamparan yang sangat keras mendarat di pipi gue. Bagi gue di tampar bukan sebuah pengalaman pertama, dulu gue sering mendapatkannya waktu di sekolah bahkan sampai gue jadi mahasiswa.

Ya menjadi wanita populer berarti harus siap dengan segala resiko, termasuk menghadapi haters yang jahat nya ngalahin ibu tiri. Di labrak, di tampar, di permalukan bahkan sampai di kunci di dalam toilet pernah gue alami. Gue sudah biasa menghadapi wanita - wanita gila yang  selalu menyalahkan gue saat pacar mereka lebih memilih gue dari pada mereka.

Loh bukan salah gue dong terlahir cantik dan baik hati ? Mereka harus nya berkaca, lelaki mana yang kuat punya pacar yang sangar nya ngalahin preman pasar. Gue memang matre, tapi pantang bagi gue untuk bertingkah bar-bar, apalagi itu sampai menyakiti fisik seseorang.

Tapi untuk kali ini, jujur ini pertama kali nya gue di tampar pria. Bahkan bokap gue aja belum pernah sekalipun berbuat kasar apalagi menampar gue seperti itu. Gue faham gue ada di situasi yang salah dan gue yakin juga pak christopher nggak berniat melakukan itu. Kecuali dia menjelma jadi ibu-ibu antagonis yang gak setuju anak nya nikah sama orang miskin.

Gue melihat gavin duduk di sofa lagi setelah meminta maaf sama gue. Untuk apa juga ? Toh gak ada yang salah di sini . Ekspresi wajah gavin terlihat sendu, hilang sudah gambaran sosok tengil yang selama ini gue kenal.

Sebut gue gila karena gue merasa bersyukur ada di situasi ini saat ini, gue merasa gue bisa melihat gavin, dalam artian gavin yang sebenarnya. Sisi Gavin yang tidak pernah gue ketahui, lelaki itu ternyata lebih rapuh dari yang selama ini gue bayangkan.

"udah gak usah cengeng, baru kena tampar doang sih gue udah biasa hehe "gue menepuk pundak gavin, berusaha tertawa untuk mencairkan suasana.

Gavin mengacak rambutnya, sejurus kemudian dia menatap gue. Dan apa ini, gue merasa tangan gavin memegang pipi gue dengan begitu hati-hati. Tahan nadin jangan sampai dia tahu kalau jantung lo mau lompat dari tempat nya.

"gue tau itu pasti sakit ya nad ?"

Inget nadin jangan tatap mata nya, lo bisa tambah terpesona kalau tatap matanya.

"nggak kok.. Ini sih gak ada apa-apanya di banding tamparan dela "gue menepis tangan gavin, bahaya terlalu lama dia mengelus pipi gue, gue kan jadi pengen lebih *eh

Gavin terkekeh."gue lupa kalau selain tenar sebagai cewek matre, lo juga cewek pembuat onar di sekolah "

Sial, mulut si gavin ini minta banget gue sumpel... Pake bibir *eh

"jangan bikin gue nampar lo ya vin "

"ampun ampun "gavin mengangkat kedua tangannya sambil tersenyum. Bisa diabetes gue lama-lama.

Kami berdua sama-sama diam. Sepertinya di antara kami sama-sama bingung memikirkan apa yang harus di tanyakan dan klarifikasi. Gue juga sadar diri lah, hubungan kami belum sedekat itu sampai gavin harus menceriatakan.....

"lucu ya nad "gavin membuat gue menoleh, menatapnya tak percaya setelah lebih dari 20 menit kami terdiam, hanya pernyataan itu yang terlontar dari bibir nya.

"lo pasti ngetawain gue karena ternyata hidup gue gak sesempurna apa yang lo tahu dari infotainment "

"lo tau nad .. Benda apa yang paling gue benci di dunia ini ?"

Gue menggeleng, gavin masih menatap tv LED di hadapan kami.

"uang, gue benci benda yang berbau busuk itu "

"kenapa ? Gue malah suka uang "

Gavin terkekeh, dan sekarang menatap gue sambil tertawa. Ya Allah kenapa gavin harus di anugrahi wajah setampan ini sih. Kenapa gue jadi hilang fokus.

"aneh.. Gue sekarang ngerasa lo gak bener-bener matre ya nad "

"akhirnya lo sadar juga kalau gue emang bukan cewek matre. Gue hanya cewek yang suka uang "

"kenapa lo suka uang ?"

"hm.. Kenapa ya ? Bagi gue dengan uang kita bisa bahagia dan bisa membahagiakan orang "

"tapi bagi gue uang itu menakutkan nad "

"keluarga gue hancur karena uang "ujar gavin dengan nada lirih, ngeliat gavin begitu pengen banget rasanya gue peluk.

"gue bahkan sekarang gak punya muka di depan lo lagi nad, gue malu lo lihat sesuatu yang harusnya gak lo lihat "

"lo masih punya muka kok, tuh masih nempel di sana "nadin menyentuh pipi gavin dengan telunjuknya.

Gavin tertawa kecil sambil mengacak puncak kepala nadin." maksud gue bukan itu bodoh "

Deg

Nadin kembali merasakan jantungnya mulai tidak stabil saat gavin baru saja melakukan apa yang selama ini selalu dia tonton di drakor. Jadi ini rasanya di perlakukan se manis ini ? gawat pertahanan move on nadin bisa makin runtuh kalau gavin bersikap begini terus.

Nadin menggelengkan kepala mengusir segara fikiran halu yang bisa membuatnya kembali menyukai gavin lagi. Dia harus tetap teguh pada pendirian nya untuk tidak lagi mengulang hal yang sama.

"profesional nad, jangan terpengaruh sama gavin, dia hanya lagi hilang akal " gumam nadin dalam hati.

"sebagai anak kadang kita cuma melihat dari sudut pandang kita, menyalahkan yang nampak jahat dan membela yang paling terintimidasi. Emosi adalah alasan paling masuk akal vin kenapa hal buruk itu bisa terjadi "

"tapi kenyataannya bokap emang gak pernah perduli nad, dia cuma perduli bisnis dan gue.... Gue cuma anak yang di ciptakan sebagai penerus perusahaan nad, gue cuma aset !"nada suara gavin meninggi.

"vin.... Jangan mudah terbawa emosi dan berakhir lo menyesal di kemudian hari, emang lo punya buktinya kalau bokap lo cuma jadiin lo aset ?"

Gavin menggeleng

"lo punya bukti atas tuduhan lo yang bilang kalau bokap lo selingkuh sama sekretaris nya ?"

Gavin menggeleng

"dan berarti semua tuduhan lo ke bokap lo selama ini tanpa bukti ?"

Gavin mengangguk

Gue menghela nafas panjang, gue gak menyangka gavin ternyata hanya anak-anak yang terjebak dalam tubuh pria dewasa. Gue beranikan diri untuk mengelus lembut punggung nya, bukan berniat modus ya.. Gue cuma mau menyalurkan rasa nyaman   cuma itu aja kok

"gue akan bantu lo "

"buat ?"

"memperbaiki keluarga lo , kita sama-sama cari tahu fakta nya supaya lo gak berasumsi sendiri. Gimana ?"gue tersenyum lebar ala iklan pasta gigi.

Gavin nampak berfikir, gue tahu dia pasti masih ragu dengan niat tulus gue.

"nad..

"hmmmm.... "

"jangan marah ya "

"kenapa ?"

Belum sempat gue bertanya lebih lanjut gavin sudah memeluk gue erat. Sontak gue kaget karena tiba-tiba saja gavin membenamkan kepala nya di ceruk leher gue. membuat gue merasakan sensasi aneh yang terjadi pada seluruh syaraf di tubuh gue.

Gue bisa merasakan hembusan nafas gavin yang begitu menggelitik di ceruk leher gue. Ya tuhan ini gue gak lagi mimpi kan ? Kalau ada hal yang gue harapkan, gue cuma berharap waktu berhenti saat ini juga.

"makasih nad "gumam gavin yang bisa gue dengar karena dia berbicara seperti berbisik  di telinga gue.

Gue cuma bisa menganguk sambil terus berusaha mengontrol detak jantung gue yang mulai gak bisa diajak kompromi. Lama kami berada di posisi itu, gue bahkan sudah bisa mengontrol kembali detak jantung gue yang tadi sempat berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang, loh kok jadi nyanyi.

"vin... "gue mencoba mengguncangkan bahu gue perlahan, pegel juga ternyata ada di posisi seperti ini selama 10 menit.

"vin... "

Gavin tidak juga merespon panggilan gue, apa jangan-jangan dia pingsan ? Masa iya ?. Gue bisa merasakan kalau nafas gavin mulai teratur yah ini sih udah jelas kalau dia ketiduran. Gue melirik jam di pergelangan tangan gue. Pukul 06:00 pagi pantas aja dia udah tepar.

Dengan hati-hati gue mengangkat kepala gavin dari bahu gue, memindahkannya ke atas sofa.Kemudian  Gue berjalan meninggalkan gavin menuju kamarnya, mengambil selimut tebal di kamar itu dan menyelimuti gavin setelahnya.

Gue terkekeh sendiri dalam hati , kok gue jadi merasa seperti istri nya gavin ya sekarang. Bangun nadin.. Jangan berkhayal mulu . Gue menggelengkan kepala mengusir segala khayalan gila yang sebentar lagi mungkin akan membuat gue lupa kalau kenyataan ternyata lebih kejam.

Gue mulai mengantuk juga, gue celingukkan dan mulai bingung harus tidur dimana. Biasanya kan di sofa ini, tapi udah ditempatin sama tuan rumah. Lebih nggak mungkin kan kalau gue bobo di sofa juga terus dempetan sama gavin, itu sih mau nya gue hehe

Baiklah sepertinya malam ini gue tidur sambil duduk aja. Tempat di sebelah sofa panjang yang gavin tempati sepertinya cukup nyaman, walaupun gue gak yakin besok badan gue gak jadi encok.

Gavin Christopher

Suara dering telfon yang cukup keras membuat gue membuka mata. Gue meraba meja di hadapan gue, berusaha mencari benda pipih berlogo buah tersebut.

"hallo... "

"pak, bapak hari ini pergi ke kantor kan ?"ujar suara yang gue hafal sering  membual pada karyawan wanita di kantor gue. Marcell.

"iya , tapi Mungkin saya agak sedikit telat "

"baik pak, saya hanya ingin mengingatkan tentang meeting hari ini saja"

"saya tahu cell, yasudah saya tutup telfon nya. selamat pagi "

Gue meregangkan badan, tidur di sofa membuat badan gue terasa kaku. Sepertinya  Gue butuh kopi untuk mengembalikan energi gue lagi.

"nadin ?"gue sedikit kaget saat melihat nadin tidur dengan jas gue sebagai selimutnya.

Ini sudah yang kesekian kalinya gue melihat nadin tidur seperti ini. Pernyataan nadin semalam membuat gue semakin bersalah. Gue sadar nadin gak seburuk apa yang selama ini gue fikirkan, dan sikap baik nya selama ini ke gue, malah membuat gue semakin terlihat sebagai tokoh antagonis.

Baiklah mulai sekarang gue bertekat untuk berubah. Gue akan jadi teman buat nadin. Mungkin itu bukan hal buruk. Lagi pula gue gak berhak benci sama nadin hanya karena dia cewek matre, toh itu pilihan hidup dia. Lagi pula selama ini gue tidak merasa di rugikan secara materi oleh nadin. Gue merasa dendam gue selama ini pada nadin benar-benar tidak beralasan. Kalau dulu gue mengatas namakan solidaritas sebagai alasan membenci nadin, maka sekarang gue tarik kembali perkataan gue itu.

Gue menatap iba pada pipi mulus nadin yang memerah akibat tamparan bokap gue semalam. Kasian nadin, cewek ini berada di situasi yang salah. Wajah nadin terlihat lelah, gue jadi semakin merasa bersalah. Gue putuskan untuk menggendong nadin ala bridal style, perlahan gue membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur kemudian menyelimutinya sampai sebatas leher.

Nadin sempat menggeliat karena merasa terusik karena gue membaringkannya di tempat tidur tadi, tapi kemudian wanita itu malah semakin membenamkan wajah nya dalam selimut. Bahkan sekarang gue bisa mendengar nadin sudah mendengkur halus. Gue berusaha menahan tawa melihat nadin seperti itu, ternyata seorang nadin almira queen si kembang sekolah bisa mendengkur juga ya kalau tidur.

Gue bersiap-siap pergi ke kantor, hari ini ada meeting penting yang harus gue hadiri. walaupun gue bos, gue harus tetap menjaga profesionalitas gue di hadapan seluruh karyawan gue. Mungkin saja sekarang si bawel marcell lagi bergosip karena gue sebagai bos seenak nya aja dateng telat padahal jelas hari ini ada meeting penting. Gue harus buru-buru ke kantor sebelum admin lambe turtur itu buat gosip yang tidak-tidak.

Sebelum pergi gue berbalik badan menatap nadin yang nampak masih terlelap. Baiklah langkah awal menjadi teman nadin. Gue mengambil secarik kertas yang tergeletak di atas meja kerja gue. Dengan pena hitam gue menulis beberapa kata yang gue yakin akan membuat nadin melompat kegirangan saat membaca nya nanti.

Setelah selesai dengan memo itu, gue menaruh nya di bawah gelas susu coklat yang gue buat ah lebih tepat nya gue cuma nuang ke gelas aja karena itu susu instan. Tapi setidaknya gue udah usaha dong, nadin pasti kegirangan gue bersikap seperti ini ke dia, secara gue tau banget dia nge fans sama gue ( 😎 ).

Gue menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas nakas, kemudian pergi meninggalkan apartemen gue menuju kantor.

Bersambung

1
TRI UTAMI
lucuu
Akugabutt
cung yang dari lapak sebelah👆
Sary Leha
Arwah ruben masuk ke tubuh hans paling
Capricorn 🦄
keren
Baihaqi Sabani
duh rumityaaa kehidupan aurora..jd deg2 n jgw2 nnti gavin ma aurora...huft...
Anonymous
lawaklah novel nya, ceritanya receh yg asik2...ada scene minum2 tp ga menonjolkan adegan ++ nya...kissing tipis2 ada siy...
Anonymous
bukit Teletubbies
Laili Maslinani
aq pun merasa sebodoh itu 😭
Tiwi Rahayu
langsung kenak mental tuh pak bos...
Endang Anwar Rahmawati
Lis Manda Cel
katax ahli fashion kok gk tau kidaran harga cincin kwn yg limitited edition🤔🤔🤔
AbhiAgam Al Kautsar
mbuleeet kayak benang kusut cerita mu Thor
AbhiAgam Al Kautsar
mbuleeet
Adil Adil
Pelajaran buat yg jadi org tua, punya anak pinter memang bangga. Tapi biarkan mereka ikut umur nya, baik itu pendidikan mau pun lingkungan sosial nya. Dalam case si Jerry ini, mungkin dia di bully Dan gak bisa menyesuaikan lingkungan baru dgn usia sebenar nya. Dan ortu gak aware akan hal ini. So anak jadi korban.
Dewi Rose
Kereen bgt...sukaaa skli...ceritanya bagus bgt Thor...trm ksh ya Thor...sekses sll dg karya2 terbaikmu....selamat berkarya, Tuhan Memberkati🥰🥰
Intan Suci
hihihi
Intan Suci
lanjut ...
Reni Rahmawati
cerita seru....so sweet...
Zuni Tree
takut jadi pembunuh itu makannya nangis
emak @l ahsan
sebenarnya klo bag pov g usah pake lo gua...pasti lebih asyik....karna tiap masuk dialog itu,aku suka.......😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!