NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Malaikat

Perjalanan Sang Malaikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Spiritual / Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arkara Novel

Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 011 Part 2 —Burung Pembawa Pesan

Sore itu, Shi Jian sudah kembali dan zabarin pun sudah menyelesaikan mandi nya. Sementara Enki masih jalan-jalan bersama Azrealon, sampai saat ini masih belum kembali. Tapi, itu tidak perlu dipikirkan... Sebelumnya juga mereka berdua sering berkeliaran malam hari dan kembali seperti saat akan pergi.

Mereka duduk berdua di gazebo pinggir sungai, sembari menyeruput secangkir teh yang dipetik dari dataran tinggi, walaupun kebun teh itu tidak ada yang merawat. Masih bisa tumbuh dengan baik, dan bisa mereka manfaatkan.

Secangkir teh, menikmati sejuk nya angin sore dan melihat keindahan matahari terbenam. Sungguh kenikmatan yang tidak akan pernah tergantikan.

"Hah... Bersantai seperti ini sepertinya akan menjadi keseharian baru ku!" Seru Shi Jian sambil menutup mata, membayangkan rasa teh dan merasakan angin menerpa kulit dan rambut nya.

"Bukan cuma kau... Seperti nya aku juga sudah mulai nyaman dengan kebiasaan ini!" Balas Zabarin pelan, sembari bersender dengan tiang gazebo.

Shi Jian menoleh sedikit kearah Zabarin tanpa menjawab, menatap punggung pemuda itu dari belakang yang tampak lebih gagah, "Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, kau sudah berkembang dengan pesat... Zabarin!" Gumam Shi Jian pelan.

"Kau benar... Namun, ini masih belum cukup, ada banyak hal yang masih belum aku tahu... Dan masih ingin ku pelajari!" Balas nya kemudian. Shi Jian mengangguk, walaupun perkembangan sudah sangat terlihat. Namun itu semua belum cukup, apa lagi yang akan mereka lawan kedepan nya adalah... Mahkluk diatas langit.

Swuushhh! Saat suasana hening, terdengar kepakan sayap yang terasa begitu dekat. Lalu muncul lah seekor burung merpati berwarna putih bersih. Dengan ikatan kertas kecil berwarna merah di kakinya. Shi Jian dan Zabarin menatap burung itu yang mendarat diatas lantai gazebo tempat mereka bersantai.

"Burung?" Gumam zabarin dan mulai mendekat kearah burung itu, mengulurkan tangan nya untuk menggapai tubuh mungil Burung itu. Yang lantas terbang kembali ketangan nya, ia menatap lekat dan menyadari ada ikatan tali di kaki nya.

"Siapa yang mengirim kita pesan?, apa kau punya kenalan yang tahu lokasi rumah mu?" Tanya zabarin pada Shi Jian, dan memberikan gulungan kertas merah itu ketangan Shi Jian.

"Entahlah... Selama ini belum pernah ada satupun pesan seperti ini, dan lagi. Aku tidak memiliki kenalan yang tahu lokasi tempat ini!" Balas Shi Jian dengan pandangan berkerut. Ia kemudian membuka kertas itu dan membaca nya, sedangkan zabarin hanya menunggu dengan penasaran isi didalam kertas itu.

Bermain dengan burung merpati yang tampak jinak itu, ia sekilas melihat perubahan raut wajah Shi Jian sebelum kembali normal. "Apa yang terjadi?" Ucap nya dalam hati, karena ada sedikit kejanggalan dari apa yang ia lihat. Kemudian ia melepaskan burung itu kembali, membebaskan nya dari pekerjaan ini.

Burung itu terbang dengan indah di langit, bebas mencapai apapun yang ia mau. Terbang diatas awan dan angin, sebuah simbol yang menggambarkan kebebasan. Zabarin pun paham akan hal itu, ia juga berharap suatu saat ia juga bisa menggapai nya. Meraih langit biru diatas mereka, dan terbang diantara horizon dan Kilauan bintang. Sebuah kebebasan yang semua orang impikan.

Ia kemudian menatap lagi kearah Shi Jian, yang terdiam setelah membaca surat itu. Itu Semakin membuat nya penasaran, apa isi surat nya.

"Jian... Apa yang tertulis didalam surat itu?. Apa betul itu dari kenalan mu?" Tanya zabarin dan diam beberapa saat, menunggu reaksi yang ditunjukkan Shi Jian. Namun, pemuda itu membalas dengan santai seperti menyembunyikan sesuatu.

"Ya... Ini dari kenalan ku yang ada dikota, ia mengundang ku dan meminta ku kembali karena ada acara pesta keluarga yang ia adakan. Jadi ia mengundang ku untuk hadir!" Balas nya kemudian, Zabarin mengangguk dan membenarkan. Walaupun ada yang aneh, ia tetap menunjukkan ekspresi polos.

"Jadi, apa kau akan pergi?. Sendirian?" Tanya Zabarin pelan, membuat pemuda itu seolah tidak enak hati untuk meninggalkan ia dan Enki ditempat ini.

Setelah terdiam beberapa saat, Shi Jian buka suara, "Bagaimana kalau kalian ikut dengan ku?, ini kali pertama nya kau ke kota kan?... Itu ide yang bagus, sekalian menunjukkan mu dunia dibalik hutan dan gunung ini!" Jelas Shi Jian, membuat Zabarin berpikir itu tidak ada salah nya. Melainkan itu sedikit bagus, ia sudah dari lama ingin melihat dunia luar. Dan saat ini kesempatan itu sudah ada didepan mata, bagaimana mungkin ia dengan tega menolak nya kan?.

"Tidak buruk... Tapi, mari kita bicarakan hal ini dengan Enki nanti. Kita dengar pendapat nya!" Seru zabarin membuat Shi Jian mengangguk, mereka berdua pun sudah menyusun rencana untuk pergi ke kota karena undangan itu. Dan segera, sebelum malam semakin gelap. Mereka membereskan gazebo dan masuk kedalam rumah.

\*\*\*\*\*\*

Sementara disisi lain, Enki dan Azrealon tidak hanya jalan-jalan biasa. Namun ada sesuatu yang lain, yang hanya mereka berdua ketahui. Ditengah hutan itu, yang berbeda dengan hutan wilayah Shi Jian. Sinar terang menyinari seisi hutan, sampai menyilaukan mata.

Enki tidak berkedip sedikitpun, jika ia lengah maka proses ini akan gagal dan Azrealon tidak akan bisa bermutasi lagi untuk selamanya.

Yap, proses mutasi ini sudah lama mereka jalan kan. Karena beberapa tanda yang muncul dari Azrealon membuat Enki yakin, sudah saat nya Azrealon menjadi manusia seutuhnya. Melewati mutasi yang panjang dan melelahkan, namun sepadan dengan hasil nya.

Secara bertahap, tubuh monster berkaki empat itu semakin mengecil dari balik cahaya. Mulai merekonstruksi ulang tulang dan organ Azrealon, terlihat begitu menyakitkan. Namun, dengan berkah cahaya dewa milik Enki. Proses itu seperti memasang boneka mainan, tanpa rasa sakit dan siksaan.

Sampai, sejam pun berlalu. Cahaya dewa Enki mulai redup, digantikan sesosok tubuh tanpa busana yang tergeletak diatas tanah yang gosong. Cairan-cairan kental berserakan dimana-mana, mengeluarkan bau busuk yang menyengat.

Namun Enki tidak terganggu dengan itu, ia membopong tubuh manusia tanpa busana itu yang tampak seperti seorang remaja berumur lima belas tahun kearah sungai, yang tidak jauh dari lokasi mereka. Iaa kemudian turun secara perlahan, dan membiarkan arus sungai membawa lendir-lendir ditubuh Azrealon menghilang.

Remaja itu, masih tidak sadarkan diri. Butuh beberapa menit untuk jiwa nya kembali tersadar, karena efek samping mutasi dari seekor monster adalah, jiwa nya akan tertidur setelah selesai. Dan itu menjadi fase terlemah mereka, dan bisa dibunuh kapan saja.

Enki cuma menunggu tubuh baru Azrealon itu bersih dengan sendiri nya, karena arus yang tidak begitu kuat dan juga tidak lemah. Membuat nya mudah untuk membersihkan lendir itu, hanya butuh waktu tiga menit sebelum akhirnya tubuh Azrealon yang duduk disenderan batu mengkilap.

"Hah... Cepat lah sadar, aku tidak mungkin juga harus memakai baju mu!" Seru Enki pelan saat menarik tubuh Azrealon dari air, menidurkan nya diatas dedaunan agar kering. Saat ini, ia hanya tinggal menunggu remaja itu dasar. Walaupun sedikit lama, namun tidak masalah.

Enki kemudian menatap lagi kearah remaja itu, yang memiliki wajah sedikit manis dan oval. Dengan rambut hitam dengan sedikit corak hijau, otot-otot yang terbentuk membuat nya seperti anak dari seorang petarung yang kuat.

"Setelah sekian lama kau akhirnya menjadi manusia juga ya Azre... Aku sudah menunggu saat ini, walaupun aku tidak mengerti bahasa mu. Tapi aku yakin kau mengerti bahasa ku!" Gumam Enki seolah berbicara pada Azrealon, menghilangkan kejenuhan yang terasa di sekitar.

Menit demi menit ia menunggu, sampai tidak terasa setengah jam sudah berlalu. Menunggu cukup lama, akhirnya membuahkan hasil. Dedaunan kering yang menjadi alas Azrealon tidur sedikit bergerak. Itu menandakan gerakan kecil dari nya.

Enki begitu semangat, ia menunggu remaja itu membuka mata nya. Dan hal yang diharapkan pun terjadi. Azrealon perlahan-lahan membuka mata nya, terlihat pupil berwarna hijau gelap di bola mata nya. Membuat Enki terpukau.

Remaja itu, dengan linglung menatap sekitar sampai akhirnya menatap kearah Enki, kebingungan masih ia rasakan. Dirinya seperti telah melupakan semua nya, dan terbangun tanpa ingatan apapun.

"Aaa... Khhk... Rhku.." Azrealon bergumam tidak jelas, seakan ingin mengatakan sesuatu. Enki dengan sabar menuntun nya untuk berbicara.

"En... Ki..." Eja nya perlahan, dan berulang ulang. Agar Azrealon mengingat siapa dirinya.

"En.. Ki?" Gumam Azrealon, walaupun dengan logat yang aneh. Namun dapat membuat Enki tersenyum lega. Seperti nya ia sudah mengingat dirinya, walaupun tidak bisa berbicara dengan bahasa manusia. Setidaknya ingatan yang ia miliki akan ia dapat kan kembali.

Enki kemudian memegang tangan Azrealon, menuntun nya untuk berdiri. Namun, yang tidak ia sangka.

Brukk! Setelah berdiri, Azrealon kembali jatuh ketanah. Ketidakseimbangan mulai muncul di kaki nya, ini wajar karena sebelum mutasi. Azrealon berjalan menggunakan keempat kaki nya, "Hah... Mungkin akan sedikit sulit, tapi aku tidak akan menyerah... Aku akan menuntun mu menjadi manusia seutuhnya... Azre!" Seru Enki pelan, dan mencoba membantu remaja itu untuk mengenakan pakaian. Sedikit sulit karena otot-otot dan persendian Azre sedikit kaku. Namun pada akhirnya perjuangan itu berhasil, Azre kini mengenakan baju sederhana sepertinya. Dengan warna putih polos, dan kerah di leher.

"Baiklah, ayo kita kembali!. Zabarin dan Shi Jian mungkin sudah menunggu kita!" Ucap Enki gembira, dan segera menggendong Azre di punggungnya. Agar mempercepat mereka pulang.

Didalam kepala nya kini dipenuhi kebahagiaan, ia tidak sabar ingin memberitahukan ini pada zabarin dan Shi Jian. Bagaimana reaksi mereka?. Itu sangat ia nantikan, apa lagi mutasi Azre juga sangat ia harapkan. Dengan begitu, walaupun tidak sesama ras dan sedarah. Setidaknya ia memiliki adik yang tidak durhaka pada Abang nya.

Itulah yang ia pikirkan, sambil membayangkan seseorang didalam kepala nya seseorang yang dahulu ia sayang. Namun saat ini ia membenci nya, seorang adik yang ingin membunuh Abang nya sendiri. Demi mendapatkan kekuasaan yang diberikan oleh ayah mereka.

Namun, itu semua masa lalu. Dan entah mengapa ingatan itu kembali muncul saat melihat kehadiran Azrealon dalam wujud baru di hidup nya, itu membuat nya mengingat semua yang telah terjadi. Masa lalu yang begitu indah dibalik genangan darah.

1
Anggi
😍
Beliau
mampir kak
Assai Saga
Ceritanya cukup asiik...
HNP_FansSNSD/Army
Yuk baca, like, komen dan follow nya saling 💪. bab baru sdh up, yang suka cerita alur time traveling. soal kaper nanti di perbaiki, baca aja dulu isinya.

judul : Professor & Student: Love Through Time.

ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.
HNP_FansSNSD/Army
Yuk follback balik.
elica
aku udah like nih kak, jangan lupa like back cerita aku ya kak🙏🥺
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞
aku mampir, ceritanya keren 🫶
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞: siap 😊
total 2 replies
Drezzlle
di tunggu kelanjutannya
Arkara Novel: siap bg, awal rilis 3 bab... baru konsisten seminggu 3x —selasa,kamis, sabtu/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!