NovelToon NovelToon
Connection Between Us

Connection Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembaca Pikiran / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Sejak selamat dari bencana alam yang melanda kampung halamannya, tubuh Lusi menjadi aneh.

Dia bisa merasa sakit tanpa terbentur, merasa geli tanpa digelitik. Dan merasakan kepuasan yang asing ketika Lusi bahkan tidak melakukan apa-apa.

Dan setelah bekerja di sebuah perusahaan dan bertemu sang CEO, akhirnya dia tahu sebabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Lusi, ayo bangun. Apa kau tidak mau makan?" tanya ibunya yang dari pagi mencoba membangunkan putrinya. Tapi tidak ada balasan dari dalam kamar. Seakan kamar itu berada dalam keadaan kosong.

Dan benar saja, setelah diperiksa kamar itu kosong.

"Dimana kakak?" tanya Liam yang batu bangun dari tidur.

"Ini hari libur. Apa Lusi ikut ayahmu ke pasar?"

"Sudah lama sekali Lusi tak pernah ikut ayah ke pasar"

"Kakak!! Bisakah kau memanggil kakakmu dengan benar?"

"Cih, orang yang tak pernah memberi gajinya ke aku tak pantas dipanggil kakak"

"Dia baru bekerja 2 bulan. Tidak bisakah kau bangga padanya?"

"Bangga? Karena dia pekerjaanku di warung mie semakin banyak."

"Dasar adik tidak tahu diri!" kata ibu Lusi yang kesal. Tapi tetap merasa khawatir karena tidak tahu keberadaan putrinya.

Sepanjang pagi, ibu Lusi mencoba menghubungi putrinya. Tapi tidak ada jawaban. Bahkan pesan yang dikirim tak terjawab. Kemana sebenarnya putrinya berada?

Lusi membuka mata dan merasa badannya menjadi sangat ringan. Tidak berat seperti waktu dia tertidur semalam. Ternyata pria itu, telah pergi dari tubuhnya. Lusi meregangkan badan dan tangannya keluar lalu menyentuh sesuatu yang familiar.

Itu kulit dan otot yang berbentuk kotak. Dan ketika mendongak ke atas, dia menyadari tangannya berada di perut Tuan Samuel.

"Maaf" ucapnya kemudian duduk dan melihat sekeliling. Rumah yang semalam didominasi dengan warna hitam dan gelap kini tampak begitu bersinar terang. Mungkin karena jendela besar yang semalam ditutup tirai, terbuka lebar. Mengalirkan udara segar juga menyalurkan cahaya matahari langsung ke dalam ruangan.

"Kau tidur nyenyak?" tanya Tuan Samuel.

"Iya. Bagaimana dengan perut Anda?"

Mata Lusi kembali mengarah ke bagian perut yang dipamerkan itu.

"Lebih baik. Kau pandai mengalihkan pikiran agar perutku tak terasa sakit lagi" kata pria itu membuat wajah Lusi memanas.

Pasti maksud Tuan Samuel adalah ciuman itu. Padahal mereka memulainya bersama, bukan hanya Lusi. Tapi kenapa terdengar seolah Lusi yang mencium Tuan Samuel lebih dulu? Itu juga ciuman pertamanya.

"Saya tidak melakukan apa-apa" gumamnya.

"Benarkah?" tanya Tuan Samuel yang tiba-tiba berada tepat di hadapan Lusi. Lalu merebahkan diri ke atasnya. Mengurung Lusi diantara tubuh berotot itu dan sofa.

Aroma maskulin yang kuat menguasai indera penciuman Lusi. Begitu kuat sampai membuatnya terlena dan kehilangan kendali diri. Hampir saja dia memegang otot leher yang menonjol di depannya ketika terdengar suara asisten Smith datang.

"Tuan!"

Lusi segera mendorong pria itu menjauh darinya dan berusaha merapikan diri. Tepat saat asisten Smith berada dalam ruangan yang sama dengan keduanya.

"Nona Lusi, Anda masih disini?" tanya asisten Smith membuat Lusi sadar seharusnya berada di rumah. Tidak disini. Dia berdiri dan mulai panik.

"Saya harus pulang" katanya hampir lari ketika Tuan Samuel menangkap tangannya.

"Smith akan mengantarmu!"

"Tidak. Tidak perlu. Saya harus pulang sendiri" katanya menepis tangan Tuan Samuel, mengambil tas yang tergeletak di bawah meja dan berlari keluar rumah wakil CEO.

Lusi berada di rumah tepat pukul 11 siang. Rumah Tuan Samuel ternyata tidak dilewati bus jalur manapun. Dia harus berjalan jauh untuk sampai ke halte terdekat. Sungguh melelahkan. Tapi, baru saja mengambil air dingin untuk minum. Dia merasakan tatapan tajam mengarah padanya.

Lusi melihat sekeliling dan menemukan ibunya berdiri di balik pintu dapur dengan tatapan seperti kembang api yang menunggu meledak ke arahnya.

"Kemana kau pergi? Semalaman tidak pulang!!"

"Ibu kenapa menuduhku seperti itu? Aku hanya pergi pagi-pagi sekali tadi"

"Bohong! Ayah tidak melihatmu pergi tadi"

"Aku keluar setelah ayah pergi"

"Kemana?" cecar ibunya.

"Aku, ke, jalan-jalan pagi"

"Menggunakan pakaian seperti itu?"

Lusi melihat bajunya yang tampak seperti pergi ke perusahaan dan tersenyum kering.

"Aku, ingin makan pagi diluar. Sendiri" jawab Lusi berharap ibunya tidak bertanya lagi. Dan harapannya terkabul.

Ibunya mendekat dan mengelus kepala Lusi dengan lembut.

"Kau memiliki gaji sendiri sekarang. Kalau kau ingin makan apapun atau membeli apapun, pergi saja. Tidak perlu merasa ragu atau kurang nyaman"

Untung saja alasan ini bisa membuat Lusi lolos dari kecurigaan ibunya. Tapi berbohong seperti ini rasanya tidak enak sama sekali. Apalagi sebenarnya semalam dia, bersentuhan pertama kali dengan seorang pria.

Bersentuhan

Lusi mengingat momen ketika mencium Tuan Samuel. Rasanya sungguh mendebarkan sekaligus menyenangkan.

Tapi apa arti ciuman mereka?

Karena Tuan Samuel yang mendekat dan mencium Lusi lebih dahulu. Apa itu berarti pria itu menyukai Lusi?

Mungkinkah itu terjadi?

Pasti hubungan yang tak masuk akal itu membuat Tuan Samuel memperhatikannya. Lalu pria itu, jatuh cinta padanya.

"Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Liam yang mendadak muncul.

"Bukan urusanmu!"

"Dasar wanita mesum gila. Cepat bantu di warung! Ayah sudah datang dari pasar!!"

Lusi terpaksa mengubur pemikirannya untuk sibuk di warung mie. Tapi hati yang berbunga-bunga itu berhasil membuatnya semangat sepanjang hari.

Begitu juga yang terjadi di rumah Samuel West. Karena tidur nyenyak semalaman, Samuel memiliki semangat kerja tinggi. Jam makan siang belum tiba, Samuel telah sampai di pabrik di desa Nuli.

"Semuanya sudah siap Tuan Samuel. Minggu depan pabrik akan mulai beroperasi" lapor kepala pabrik yang ditunjuknya.

"Bagus. Mengenai bahan dan pemasaran produk?"

"Semuanya sudah diurus"

Samuel tampak puas melihat pabrik yang telah dia rencanakan selama lima tahun itu akhirnya akan segera beroperasi.

"Selamat Tuan, Minggu depan impian Anda selama lima tahun akhirnya terwujud" kata asisten Smith.

"Iya. Lima tahun sudah menunggu"

"Kalau saja tidak ada gempa bumi saat itu yang menyebabkan Anda terluka cukup parah. Juga masalah tubuh Anda yang aneh sejak itu, maka semua ini pasti akan cepat terwujud"

"Benar. Seandainya saja tidak ada gempa bumi"

Lalu terlintas sebuah kenangan yang samar teringat di kepala Samuel. Seseorang berteriak padanya yang tergeletak di dalam mobil ringsek karena tertimpa reruntuhan terowongan.

"Tuan, Anda tidak apa-apa?!"

Seorang gadis muda, berteriak padanya. Bertanya apakah dia tidak apa-apa. Lalu gadis itu menyelamatkannya dari mobil. Membawanya keluar dari terowongan. Kenapa dia baru mengingat hal itu sekarang?

"Tuan Samuel?" tanya asisten Smith yang heran Samuel menjadi diam sejak menyinggung tentang gempa.

"Gempa itu. Mobilku hancur, bahkan sopir yang ada di kursi depan meninggal. Aku yang dalam keadaan patah kaki, bagaimana bisa keluar dari mobil dan terowongan?" tanyanya membuat asisten Smith garuk-garuk kepala.

"Semuanya simpang siur Tuan. Tapi pihak penyelamat telah menemukan Anda tergeletak di luar terowongan dan segera membawa ke rumah sakit"

Tidak. Dia tidak keluar dari terowongan sendiri. Ada seorang gadis dan pria yang membawanya keluar dari terowongan. Siapa mereka?

"Apa kau bisa mencari tahu bagaimana aku bisa keluar dari terowongan?" tanya Samuel.

"Kejadiannya sudah lama. Tapi saya akan mencoba Tuan"

Lima tahun. Sama seperti pertama kalinya dia merasakan reaksi aneh di tubuhnya. Begitu juga dengan Lusi North. Apakah semua itu berhubungan?

Gempa, gadis penolong, Lusi North dan dirinya?

1
yumin kwan
kak....ini bakal ditamatin ga? soalnya percuma baca kalau ceritanya gantung....
Selfi Azna
jodoh
Selfi Azna
thooorr,, novel yg satu lagi lanjutkan lah thooorr
Mom Yara
isinya berubah ya yg bab ini kak?
Ayu Kerti
lanjutt kakk
Muliati Sherina
bagus
Ayu Kerti
aku syuka karyamu kakk.. kereennnn...
uda baca karya2mu. syukaaaa...
semangat berkarya, lope u
Ayu Kerti
ditunggu upnya kakkk
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
fist plot menarik...next kita tunggu Thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!