[ SEDENG REVISI ]
Jika cantik, molek dan berpenampilan sexy, membuat kalian berpikir yang tidak tidak tentang diriku dan sahabat sahabatku! Dengan bangga aku katakan.
~ 🍁Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari sampulnya saja, karna sesuatu yang di lihat mata belum tentu sesuai dengan isinya! 🍁~
Penampilan kami memang menggoda di tapi kami bukan wanita penggoda.
~~🍁Devina Aldira🍁~~
Penasaran seperti apa isi ceritanya yuk mampir, jangan sungkan ya bagi 👍💖⛥
.
Jangan lupa komentarnya biar aku lebih baik lagi dalam menulis.
Maaf ya jika banyak typo maklum aja baru belajar 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab14
Hari ini Devi sangat sibuk membantu pak Prapto sambil mempelajari dokumennya yang di beri pak Fadly.
Bukan hanya Devi, Nana, Dede dan Lee juga sangat sibuk dengan pekerjaan masing masing, Lee yang telah kembali dari Firma Group setengah jam yang lalu, ia langsung mengerjakan pekerjaannya yang telah menumpuk di atas meja kerjanya itu.
Walaupun sibuk, waktu makan siang mereka sempatkan berkumpul untuk makan siang bersama. Devi selalu menanyakan hubungan mereka dengan pacar pacar mereka.
Bukannya kepo atau kurang kerjaan tapi Devi hanya ingin memastikan mereka hubungan mereka baik baik saja dan tidak melewati batas,
Karena untuk Devi, cukup orang lain yang menilai mereka jelek dan mereka tidak boleh membenarkan kata orang orang tentang mereka, dengan melakukan apa yang menjadi penilai orang lain terhadap mereka.
Karena sesuatu yang di lihat mata, belum tentu itu benar adanya, bagus di luar belum tentu di dalam juga seperti itu, begitu pun sebaliknya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Seperti yang telah di sepakati, Devi akan tetap mengikuti rapat di Firma group, walaupun cuma 3 hari yang di berikan untuk iya mempelajari dokumen itu, tetapi itu bukan sebuah kendala buat Devi, karena Devi termasuk orang cerdas.
Kemarin Lee telah berbicara dengan menager dan pak Prapto untuk menemani Devi di Firma Gruop, dan syukurnya pak Prapto dan menagernya menyetujui permintaan Lee.
Devi dan Lee menuju Firma Group mengunakan mobil perusahan.
" Lee ko gue berasa jadi bos ya, terus lu asistennya gitu." ucap Devi yang mendapat sentilan di kepalanya.
" Bukannya mikir nasib kita, dia mala mengkhayal." ucap Lee menggeleng geleng kepalanya.
" Lee sayang anak Mak yang paling peak, lu tenang aja, stok pede mak mu ini masih banyak dan otak mak juga masih encer," ucap Devi dengan bangganya.
" Iya semoga aja apa yang di bilang Emak itu bener, sebab kalau sampai Mak nggak dapat kerja sama ini, Mak harus siap merayu CEO Firma Group biar kita nggak jadi pengangguran" ucap Lee menaik turunkan alisnya
" Gue yakin kita akan mendapatkan kerja sama ini, jadi lu nggak usah khawatir sayang!" ucap Devi
" Kep_" ucap Lee terpotong.ucapan supir yang mengantar mereka.
" Maaf kita sudah sampai bu" ucap supir yang mengantar Lee dan Devi
" Oh iya makasih ya pak," ucap Devi
Lee dan Devi pun turun dari mobil dan masuk gedung yang menjulang tinggi dan sangat megah.
" Permisi Mbak, ada yang bisa kami bantu tanya " tanya resepsionis kepada Devi dan Lee.
" Kita dari perusahan senja sejuk, kita ada janji buat meeting dengan CEO Firma Group," ucap devi dengan senyum termanisnya.
" Oh iya mba, mari saya antar, " ucap salah seorang resepsionis, setelah memastikannya dengan sekertaris Aksel.
Devi dan Lee pun berjalan mengikuti salah satu resepsionis itu, mereka masuk kedalam lift menuju lantai 10, beberapa saat kemudian Lee dan Devi sampai dilantai sepuluh, setelah keluar dari lift Devi dan Lee dia antar keruangan rapat.
Di ruangan itu telah duduk beberapa orang di dalamnya, Devi dan Lee pun ikut duduk di kursi yang telah di sediakan dengan nama perusahan yang di letakkan atas mejanya.
Selang beberapa menit masuklah 3 pria, ya mereka adalah Gilang , Aksel dan Reza, Devi dan Lee tampak biasa saja saat melihat ketiganya, berbeda dengan beberapa wanita yang ada di ruangan itu, yang menatap penuh cinta dan dambaan kepada mereka.
Aksel meminta kepada Gilang untuk memulai meeting nya, tanpa menunggu lama gilang pun memulai meeting itu,.
Beberapa perusahan telah menjelaskan isi dokumen mereka mecoba menarik minat Aksel untuk berkerja sama dengan perusahaan mereka, hingga tibalah saat Devi yang menjelaskan isi dokumennya,.
Devi sedikit gugup karena tatapan Aksel " sayangnya kita lagi meeting kalau tidak udah gue colok tuh matanya" batin Devi.
Devi menarik nafas sejenak untuk menghilangkan groginya setelah itu iya kembali mempresentasikan isi dokumen nya. Dan semua berjalanan dengan baik sesuai dengan rencana.
Meeting pun telah selesai, Lee dan Devi mendapatkan kerja sama dengan Firma Group.
Setelah membereskan dokumen mereka Devi dan Lee berjalan kehadapan Aksel untuk berjabat tangan seperti peserta meeting yang lain, sebelum meninggalkan ruangan itu.
Devi dan Lee berjabat tangan dengan Aksel yang terakhir setalah semua orang yang mengikuti meeting keluar dari ruangan itu, bukan karena mereka yang sengaja untuk berjabat tangan ter akhir tetapi Aksel lah yang sengaja tidak mau berjabat tangga dengan mereka, setelah semuanya keluar barulah Aksel menjabat tangan Lee.
Saat Devi berjabat tangan dengan Aksel, Aksel sengaja tak melepas tangan Devi, ia menarik tangan devi dan merangkul pinggangnya.
" Perbuatan kamu kemarin, itu sungguh sangat menyakitkan Devi" ucap Aksel berbisik di telinga Devi seraya menghembus kan nafasnya.
" Oh kasian aku sungguh tidak menyesal telah melakukan itu padamu, justru aku kasian sama adik kamu, apa dia baik baik saja, dia sehatkan " ucap Devi dengan mimik wajah yang di buat buat,
" Jangan khawatir sayang dia masih bisa memuaskan mu." Ucap Aksel, tidak peduli dengan Lee , Gilang dan Reza yang masih ada di ruangan itu.
" Aku pengen mencobanya boleh" tanya Devi
" Dengan senang hati, jadi kapan kamu mau mencoba kehebatan adikku ini" tanya Aksel
" Pada saat Upin dan Ipin sarjana, di hari itulah aku akan mencobanya" Ucap Devi berbalik mengambil tas dan dokumen sebelum meninggalkan ruangan itu, di susul Lee di belakangnya.
Sedangkan Reza dan gilang tak mampu menahan ketawa mereka, melihat untuk kesekian kalinya saudara mereka di tolak oleh wanita yang sama.
🍁🍁🍁🍁🍁
Devi berjalan keluar ruangan itu, di ikuti Lee di belakangnya, saat mereka hendak masuk kedalam lift, langkah mereka terhenti karena omongan beberapa staf wanita dan sekretaris Aksel yang ada di ruangan itu
" Ehh kalian percaya nggak kalau mereka berdua itu bisa kerja dengan benar!" ucap salah seorang wanita di antara mereka.
" Iya ya , jangan jangan seperti kamu ya, masuk karena godain bos" timpal teman mereka yang satunya sambil menunjuk teman yang berdiri di depannya.
" Enak aja, gini gini aku berprestasi loh, kalian lupa ya kalau aku ini lulusan terbaik di universitas Ku." ucap wanita yang di tunjuk temannya tadi.
" Udah kalian nggak usah berdebat, aku percaya ko sama kalian soalnya yang kerja disini itu semua orang orang berprestasi dan berbakat, mungkin di perusahan lain kali ya yang merekrut karyawan, interviewnya di atas ranjang" ucap sekertaris nya Aksel.
Begitulah kata kata mereka, entah itu sekedar obrolan atau sindiran tentu kalian dapat menilainya.
.
.
.
.
Bersambung.
🍁Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka👍
terimakasih ya kak , mewek aku bacanya 😫😫😫😫
ktimbang devina