NovelToon NovelToon
Laki-laki Pilihan Suamiku.

Laki-laki Pilihan Suamiku.

Status: tamat
Genre:Janda / Cerai / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Kontras Takdir / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:136.3k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Sakit tak berdarah dirasakan perempuan bernama Ananta Gayatri Rumi ketika laki-laki yang menjadi suaminya justru mendorongnya pergi. Tidak hanya itu Ananta Gayatri Rumi di ceraikan hanya karena masalah sepele, Laki-laki yang menjadi suaminya kecewa karena saat pulang kerja tidak menemukan istrinya di rumah.

Hanya perihal sepele yang menjadi alasannya.

Saat mengetahui kebenaran yang terjadi. Suaminya itu menyesal, tapi semua tak lagi sama. Talak sudah jatuh.

Tak habis akal, anak kepala desa itu memanfaatkan kedudukannya untuk menjerat istrinya yang sudah terlanjur dijatuhi talak tiga.

Dia memaksa Ananta Gayatri Rumi menikah dengan laki-laki pilihannya, laki-laki yang kerap perempuan itu ajak bicara.

Laki-laki tak sempurna yang akan dijadikan tumbal supaya dia bisa kembali rujuk dengan Ananta Gayatri Rumi.

Lantas siapa sebenarnya laki-laki pilihannya itu?
Benarkah rencananya sesuai dengan keinginannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan yang datang.

Yang ingin dilakukan oleh Rumi adalah pergi sejauh-jauhnya.

Dulu bersama Harsa dia dengan berbagai cara bertahan, bahkan merendahkan harga dirinya untuk terus diperhatikan. Rumi rela menjatuhkan dirinya sendiri kedalam jurang kehidupan bersama Harsa.

Rumi tidak pernah cukup baik untuk pria itu, Harsa tidak pernah menganggap dia pantas untuk bersanding dengan Harsa. Tidak pantas untuk dicintai, dan tidak pantas untuk dilindungi oleh siapapun.

Kini Rumi tidak ingin kisah lama terulang, berjuang sendirian itu menyakitkan. Kini waktunya bagi Rumi untuk membiarkan dirinya patah hati sesaat. Semua akan berlalu, masa berkabung karena patah hati ini pasti berlalu, dia hanya butuh waktu, dia akan sembuh.

Rumi berjalan dengan tergesa-gesa. Tidak ada siapapun di jam sibuk. Setiap orang mengerjakan pekerjaannya masing-masing.

Dengan setengah berlari Rumi berhasil melewati gerbang yang saat ini tidak ada yang jaga. Entah kemana para abdi dalem, tapi Rumi bersyukur atasnya. Dia jadi lebih leluasa untuk pergi.

Rumi menyusuri jalan untuk mencari kendaraan umum.

Pemandangan spanduk besar menarik atensi wanita itu.

Senyumnya terbit. Mengenang cerita Zahra tentang ponpes Al-Hasan.

"Suatu hari nanti, jika takdir mengizinkan kita pasti bertemu lagi, Zahra." Rumi berujar lirih sambil mengingat alamat yang tertulis di atas spanduk.

********

"Mau tidur di mana?" Pramudya menutupi pintu kamar dengan tubuhnya.

"Di ruang tamu, Mas...," jawab Murti sambil bergerak menuju pintu, yang artinya mendekat ke arah Pramudya.

"Kenapa harus tidur di kamar tamu? Kita masih suami istri!" Apa istrinya sekarang jijik padanya? Sampai-sampai tak mau tidur seranjang?

Murti mendesah, lelah sekali rasanya menghadapi suaminya ini. Apa saja yang diperbuat selalu salah.

"Aku kan cuma numpang, Mas. Katamu aku wanita nggak berguna, ada ataupun tidak. Tidak mengubah apapun dalam hidup kamu, Kamu dan Harsa kan sama? Sama-sama nggak butuh istri!"

Perasaan Pramudya yang telah remuk redam sejak kejadian yang hampir merenggut nyawa Murti kini bagai ditetesi air jeruk nipis. Perih tak terkira. Kenapa istrinya justru menghubungkan dengan putranya? Harsa telah bercerai dengan Rumi, sementara mereka belum. Bahkan Pramudya tidak ingin menceraikan istrinya sampai kapanpun.

"Dek... "

Murti bersikeras meminta sang suami menyingkir dari pintu. Jujur 27 tahun hidup bersama Pramudya Murti tidak pernah benar-benar merasakan kebahagiaan.

Murti bertahan hanya demi Harsa, agar anak semata wayangnya tidak kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Harsa sudah besar. Dia bahkan sudah bisa memilih jalan hidupnya sendiri, Murti ingin membahagiakan dirinya sendiri, bebas. Layaknya mantan menantunya. Rumi sudah terlepas dari lelaki keras seperti suaminya. Dan Murti ikut berbahagia untuk wanita itu.

********

"Mba, tasnya ketinggalan! " seruan kernet angkutan umum membuat Rumi berbalik.

"Oh, iya, Mas. Duh, sampai lupa. Pantesan ada yang kurang rasanya," sahut Rumi senang.

"Cek isinya Mba, masih aman nggak?"

"Amanlah, Mas. Lagian isinya cuma baju." sahut Rumi sambil berterima kasih sebelum angkutan umum itu kembali melaju.

Akhirnya Rumi tiba di rumah kontrakan yang selama ini ditinggalinya bersama Jaya. Dia ingin mengambil barangnya untuk pergi. Dia ingin ke Pacitan. Meninggalkan kenangannya bersama Harsa maupun Jaya.

"Naik apa? Jaya mana?" tanya tetangga dekat.

"Ojek, Mba. Mas Jaya masih ada kerjaan." ujar Rumi beralasan.

"Baru pulang, kok sudah mau pergi lagi, Mba Rumi." tutur yang lainnya.

Siapapun bersikap baik dengan Rumi, karena selama ini mantan menantu kepala desa itu juga wanita yang hangat, perpisahannya dengan Harsa sangat disayangkan oleh masyarakat. Apa lagi Rumi mendapatkan Jaya yang di sangka seorang pria cacat mental.

Rumi memang pamit pada para tetangganya, tapi tidak mengatakan kemana tujuannya pergi. Haya berujar ingin mengunjungi saudaranya yang sakit.

Berbeda dengan Rumi. Jaya yang di tinggalkan mulai khawatir dengan istrinya.

Jaya yang lelah menangis ketiduran di kamar kenangannya bersama mendiang sang istri.

Saat bangun, kumandang adzan Ashar sudah berkumandang.

Lelaki itu gegas kembali ke kamarnya yang ditempati bersama Rumi. Tapi, Rumi tidak ada. Berpikir positif jika Rumi masih jalan-jalan di halaman belakang, tapi terlalu lama menurutnya. Bahkan dia tertidur hampir tiga jam.

Jaya mulai berkeliling mencari keberadaan Rumi. Tapi tidak ia temukan. Bahkan halaman belakang sudah di tutup pagarnya. Ayunan di sana juga kosong tidak ada seorangpun duduk di atasnya.

"Mba, lihat Rum ... Maksudnya, ada lihat istriku?" Jaya ingin berusaha untuk menerima Rumi menjadi istrinya, untuk itu, dia harus memulai dengan memanggil Rumi dengan istrinya di depan orang lain, bukan namanya.

"Mboten, Mas. Dari tadi saya nggak lihat, Mba Rumi, terakhir waktu sarapan pagi sama Ning Zahra."

"Dimana, Ning Sauma?" tanya Jaya, berharap perempuan itu bersama sang istri.

"Sudah balik ke pondok, tidak lama setelah Ning Zahra berangkat."

Pikiran Jaya mulai tak tenang. Jika Sauma sudah kembali ke ponpes juga lantas kemana istrinya? Jelas-jelas Rumi pamit jalan-jalan ke halaman belakang setelah beberapa jam Zahra kembali ke pondok.

Mungkinkah Rumi bersama Abah dan Uminya? Tidak mungkin! Pak Yai dan Bu Yai hari ini ada kunjungan di Magelang Jawa Tengah.

Lantas kemana istrinya? Mungkinkah Rumi pulang sendiri ke kampung halamannya karena tidak dapat menemukan keberadaannya?

Jaya menyesal kenapa dia harus ketiduran di kamar lamanya.

********

Bunyi guntur saling bersahutan saat Rumi hendak pergi dari rumah kontrakan.

Padahal siang tadi begitu panas terik, tapi menjelang sore langit menghitam karena mendung. Kini air langit mulai turun dengan derasnya disertai guntur yang saling bersautan beserta kilat yang membuat Rumi takut.

Sudah cukup lama, tapi hujan juga tak kunjung reda. Ketukan pintu membuat Rumi tersentak.

Rumi yang masih duduk di kursi plastik tampak mengintip dari jendela. Di luar ada sebuah mobil yang dia kenali.

Rumi mulai gelisah. Mengapa mantan suaminya itu masih terus mengganggunya. Rumi tidak mau membuka pintu, dia sedang seorang diri. Rumi takut Harsa akan menyakitinya.

Tok

Tok

Tok

"Rum, aku tahu kamu di dalam!"

Suara Harsa menambah kadar ketakutan Rumi.

"Tolong, Rum. Kita butuh bicara!" kembali suara Harsa terdengar.

Rumi memaku di tempat. Takut yang bertumpuk memicu sesuatu terjadi pada dirinya. Bayangan pelecehan yang dialaminya sejak remaja mulai berputar di ingatannya.

Perlahan Rumi mulai menurunkan tubuhnya, ia berjongkok, tangan yang tadi terkulai lemas kini mulai bergetar dan suara-suara orang memujinya dengan sangat menjijikkan menggulung bagai ombak yang dahsyat.

Rintik hujan yang turun tidak bisa mengurangi ketakutannya, yang ada kilasan buruk itu semakin menyeretnya pada rasa ketakutan.

"Jangan!" lirihnya dengan tubuh bergetar.

Suara dobrakan pintu sudah tidak bisa menyadarkan Rumi pada rasa takutnya.

Trauma yang dialaminya cukup berat. Di tambah perjalanan hidupnya yang terus tak memberinya kesempatan untuk bahagia.

Trauma Rumi bertambah parah, karena semenjak menikah dengan Harsa, lelaki itu kerap melakukan KDRT. Di tambah kemarahan Harsa yang kerap mengatainya dengan kalimat tak pantas yang seolah mengingatkan Rumi pada kesakitan masa lalu.

Semua hanya bertumpuk, tanpa pernah ada yang mencoba meringankan bebannya.

Saat matanya terpejam dengan kedua tangan yang berusaha menutup telinga, suara hantaman keras terdengar. Tak seberapa lama Rumi merasakan tubuhnya melayang di udara sebelum semuanya menggelap dan Rumi jatuh tak sadarkan diri.

########

Kalau baca jangan lupa like.

Kalau suka jangan lupa komen.

Kalau mau lanjut. Tekan minta updatenya.

Kalau penasaran, tekan bintang limanya.

Kalau berkesan kasih Votenya.

Salam sayang dari author untuk pembaca semuanya.

Semoga kalian dilimpahkan rejeki dan selalu diberi kesehatan.

See you...

1
.
⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐
.
Terima Kasih, cerita nya Bagus
Saya sungguh terharu,

Karya Anda sungguh berkesan 🤍
Sinta Harianto
Bagus
Rahmi Mamimima
Wkwkk jebakan yg mmbuat klian terjebak sendiri 🤣
Rahmi Mamimima
Gede bgt ujian rumi😭 kasian
Rahmi Mamimima
😭Nangis dg kata2 ini
Rahmi Mamimima
Bagus ceritanyaaa😍😍😍
Rahmi Mamimima
Oalah.. Hasan suami dinar
Gnti nama jadi jaya?
Lia Afriani
happy ending n bikin aku terharu
Lia Afriani
apa ya
Lia Afriani
Deg degan bcax
Lia Afriani
crtax bgus,gk kyk kebnyakan novel
Lia Afriani
sepertinya Jaya ingin mrasa jd orng lain untuknutupi knytaan yg tk bs diterimax
Hera sasuwe
👍
Riza Umi Nurjannah
pergi kalau sikap jaya masih dingin
Ranny
akh ternyata ini cerita lanjutan tentang Hassan yg di tinggal wafat dang istri kasihan banget ya hidupnya sampai depresi gitu /Sob/
Ulin Dadi
ternyata ini sambungan kisah Dinar n Hasan sangat bagusssss n apakah da lanjutan u kisah Rumi n Hasan (jaya)?
Batriani
keren... bravo.... 👍👍👍👏🙌🙌🙌
Batriani
kemakan fitnah....
Batriani
pergi..,. kala tak tampak dimata baru akan kerasa ternyataa.... dia sangat berarti.... epeti harsa . sidah diceraikan baru tergila 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!