❗DILARANG BOOM LIKE❗
plis yah! nanti author nangis nih🙏
bantu like, komen, dan gift bunganya ya🥰
Bella adalah seorang yatim piatu yang di besarkan oleh sang paman, orang tuanya meninggal karena kecelakaan sewaktu dirinya masih kecil. Dirinya di jodohkan dengan pria yang tidak dia kenali demi melunasi hutang-hutang perusahaan milik pamannya.
akankah pernikahan Bella bisa bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
paman isa
Keesokan harinya, keadaan Devan sudah semakin membaik. Dia sudah di pindahkan ke ruang perawatan VIP rumah sakit. Devan hanya di temani Jo di sana, karena dirinya tidak ingin jika Bella yang menjaganya.
Menurut Jo, sang tuan itu begitu mementingkan ego. Gengsinya terlalu tinggi hingga terus saja menampik kebaikan yang di berikan Bella. Sebenarnya Jo akan mewakili Devan rapat petinggi perusahaan hari ini, tapi karena Devan memintanya untuk tetap berada di rumah sakit, rapat pun di batalkan.
Sedangkan Bella, gadis itu tak mau memikirkan apa penyebab Devan tidak mau di temani olehnya. Hal itu malah di jadikan kesempatan untuk dirinya mengikuti kuliah onlinenya untuk mengejar mata kuliah yang tertinggal seminggu kemarin.
Dari informasi yang Bella dapat, akan ada seminar dari pebisnis handal yang diadakan di New york. Bella terobsesi ingin mengikuti seminar itu, tidak mungkin dirinya menyia-nyiakan ilmu yang akan di sampaikan oleh pebisnis handal kelas dunia. Dia ingat tabungannya cukup untuknya pergi ke New york.
Hari sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, Bella pun sudah selesai mengikuti kelasnya. Bella segera keluar dari ruang belajarnya, dia berencana akan menonton siaran bisnis setelah ini.
Bella duduk di sofa ruang keluarga, dia sangat serius menonton dunia perbisnisan. Karena dirinya sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan sukses tanpa embel-embel dari siapapun.
"Permisi nona, ada telpon dari tuan Alandra," ujar pak Sam yang baru saja datang dengan membawa telpon genggamnya.
"Ada apa ya pak?" tanya Bella.
"Ini nona," sahut pak Sam menyodorkan ponselnya.
"Halo pa, apa kabar?" sapa Bella setelah menerima telpon.
"Halo nak, papa baik-baik saja. Bagaimana dengan kabar mu nak, apa kau baik-baik saja?" tanya papa dari sebrang telpon.
"Bella baik-baik saja kok pa, tuan Devan yang sedang tidak baik-baik saja," jawab Bella.
"Ada apa dengan Devan nak? Apa terjadi sesuatu?"
"Tuan Devan sedang di rawat di rumah sakit pa, dia terluka tapi Bella tidak tau karena apa. Mungkin papa bisa menelpon tuan Devan supaya lebih jelasnya" kata Bella.
"Baiklah kalau begitu, nanti papa akan menelpon Devan. Oh ya nak, papa punya permintaan untuk mu," ujar papa Andra.
"Apa pa?" tanya Bella penasaran.
"Bisakah kau memanggil Devan dengan panggilan yang lebih pantas, dia itu suami mu bukan atasan mu. panggil lah dia selayaknya istri memanggil suaminya," pinta apa Andra.
"I-iya pa, Bella akan memikirkan panggilan apa yang cocok untuknya," jawab Bella.
"Baguslah kalau begitu. Ngomong-ngomong bagaimana dengan kuliah mu nak?" tanya papa.
"Lancar pa. Dalam waktu dekat ini akan ada seminar besar di New york, Bella berencana akan menghadiri seminar itu pa." Bella bercerita dengan sangat antusias.
"Itu bagus nak, kejarlah impian mu. Papa akan selalu mendukung mu. Nanti jika seminar selesai lebih baik kamu pindah ke Amerika saja nak, di sini banyak peluang untuk kamu mengembangkan potensi bisnis," usul papa.
"Tidak perlu pa, Bella di Indonesia saja. Kalau Bella di Amerika, pasti akan sulit jika bertemu dengan paman," ujar Bella menolak.
"Itu masalah gampang nak, papa akan mengurus semuanya," ujar papa menenangkan.
"Baiklah pa, Bella ikut kata papa saja," jawab Bella.
"Ya sudah nak, papa mau menelpon Devan dulu. tutup ya telponnya," ucap papa Andra.
"Baik pa,"
Sambungan telpon terputus. Bella berniat beranjak dari ruang keluarga menuju kamar. Tetapi saat dirinya akan melangkahkan kakinya, terdengar bunyi bel mansion.
Bella memutar arah menuju ke pintu utama untuk membukakan pintu.
"Paman! Aaa paman Bella rindu," seru Bella kemudian memeluk sang paman.
"Paman juga merindukan mu sayang. Bagaimana kabar mu? Apa kau baik-baik saja? Apa tuan Devan menyiksa mu?" tanya paman beruntun karena khawatir.
"Paman kenapa banyak sekali pertanyaannya? Ayo, lebih baik kita masuk dulu," ajak Bella yang langsung menggandeng sang paman masuk ke dalam mansion.
Kini Bella dan paman Isa sudah duduk si sofa ruang tamu, "paman apa kabar? Kenapa paman terlihat lebih kurus sekarang?" tanya Bella.
"Paman baik-baik saja sayang. Kau belum menjawab pertanyaan paman tadi," tuntut paman Isa.
"Bella baik-baik saja paman, tuan Devan juga tidak menyiksa Bella. Semua orang di sini sangat menghormati Bella, jadi paman jangan khawatir," jawab Bella tersenyum.
Pak Sam datang dengan membawa minuman dan cemilan untuk paman Isa.
"Silahkan tuan," kata pak Sam setelah menyajikannya di atas meja.
"Terima kasih pak," sahut paman Isa tersenyum.
"Sayang, paman ke sini karena ada suatu hal penting yang harus paman sampaikan pada mu," kata paman memulai pembicaraan.
"Ada apa paman? Apa perusahaan paman mengalami masalah lagi?" tanya Bella.
"Tidak nak, perusahaan saat ini dalam kondisi stabil. Paman ingin memberikan ini, isinya adalah dokumen perusahaan, ambil dan simpanlah. Paman berharap kamu bisa menyimpannya dengan baik," kata paman sembari menyodorkan map berisi dokumen perusahaan.
"Ada apa paman? Bukankah ini milik paman? Kenapa paman memberikan ini pada Bella?" tanya Bella bingung.
"Ini sepenuhnya milik mu sayang, perusahaan itu adalah milik kak Bram. Beliau lah yang telah merintis perusahaan itu dari nol hingga besar seperti ini. Dan hak waris itu jatuh padamu, karena itulah yang kak Bram sampaikan pada paman sebelum beliau meninggal. Selama ini paman hanya membantu menjalankannya saja, bila waktunya tiba maka kamulah yang harus memimpin perusahaan itu. Ambil dan simpanlah ini, paman tidak ingin surat itu di ambil oleh bibimu," jelas paman panjang lebar.
"Tapi paman, Bella belum mampu jika harus memimpin sebuah perusahaan," tolak Bella.
"Belajarlah perlahan mulai dari sekarang, paman yakin kamu bisa. Kalau begitu paman pergi dulu, paman tidak ingin jika bibimu tau jika paman pergi menemui mu. Paman pergi dulu ya," ujar paman yang langsung buru-buru bangkit.
Bella menatap lekat kepergian sang paman. Ada rasa iba di hati Bella melihat kondisi pamannya, Bella merasa jika ada sesuatu yang terjadi pada pamannya, ada rasa iba di hati Bella.
"Permisi nona, tuan meminta nasi goreng seafood buatan anda," kata pak Sam yang langsung membuyarkan lamunan Bella.
"Tadi saya sudah membuatnya untuk tuan muda, tetapi beliau tidak mau. Tuan mau nasi goreng seafood buatan anda," sambung pak Sam menjelaskan.
"Kenapa tidak bilang sejak tadi pak, kan saya bisa membuatnya langsung tanpa harus merepotkan pak Sam," sahut Bella.
"Maaf nona, tadi nona sedang berbicara serius dengan paman anda. Jadi saya tidak ingin mengganggu," kata pak Sam.
"Ah baiklah pak, akan saya buatkan dulu," kata Bella langsung menuju dapur.
Semangat Kak:)
jangan lupa mampir di ujian menjadi seorang istri mkasih