NovelToon NovelToon
The Devil'S Lover

The Devil'S Lover

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Nikah Kontrak / Pengantin Pengganti Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:952.1k
Nilai: 5
Nama Author: Margaret R

Carla Winston dari hari pertama jabatannya menggangap David Montgomery adalah Iblis. Bukan tanpa alasan dia mengangapnya Iblis, Pamannya sendiri menganggapnya begitu.

Dia adalah iblis penakluk wanita, playboy yang menjadikan wanita permainan. Dan tidak pernah perduli perasaan satupun dari mereka.

Dari awal mereka bertemu Carla memasang bendera perang. Tapi bagaimana caranya mereka bisa menjadi kekasih.

Temukan bagaimana Cara menaklukan Iblis yang ternyata mempunyai dendam kepada semua wanita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15. Barbados I'm coming.

Dua hari setelahnya, keesokan harinya kami akan pergi. David memunculkan kepalanya di ruanganku. Aku melihatnya sebentar dan mataku kembali lagi ke dokumen di mejaku.

"Ada apa?"

"Kau jadi pergi besok?"

"Jadi."

"Ohh. Kejutan yang menyenangkan." Apa maksudnya kejutan yang menyenangkan, kepalaku langsung terangkat dari dokumen yang aku baca dan aku langsung berdiri.

"Maksudmu apa kejutan yang menyenangkan? Apa yang ada di pikiranmu?" Aku langsung melipat tanganku di depan dada.

"Tidak, hanya kupikir kau pasti menolaknya... Tapi kejutan kau menerimanya." Dia jadi tersenyum sendiri.

"Aku menerimanya karena Ibumu minta tolong. Kita hanya bersama saat acara pernikahan, kita tinggal di kamar terpisah, aku pergi sendiri dan kau pergi sendiri. Dan jika kau macam-macam denganku akan kupotong gajimu 20%." Sekarang dia mendengar bagian 20% itu.

"20%, kau akan memotong gajiku 20%? Aturan dari mana itu. Macam-macam bagaimana definisi di sini. Jika menyenggolmu membuatku dipotong 20%, aku akan menyenggol bagian yang lebih dalam biar pemotongan adil."

"Ibumu sendiri yang bilang begitu. Jadi jika kau macam-macam dari merayu sampai mencoba menyentuhku di sana aku akan mendapatkan 20% gajimu sebagai ganti rugi kerugian emosional."

Dia diam melihatku, bibirnya terangkat sebelah seakan menganggap ini lucu lalu dia tertawa terbahak-bahak. Aku sekarang kesal, apa lagi yang ditertawakannya. Itu ancaman! Bukan hal untuk ditertawakan.

"Kenapa kau tertawa, apa ada yang lucu dari itu!?" Dia berhenti tertawa dan tidak dapat menghentikan senyum lebarnya. Iblis ini apa dia melihatku sebagai permainan, dia tidak akan dapat kesempatan apapun di Barbados. Bahkan kamar kami terpisah.

"Tidak ada. Ya baiklah 20%, terserah padamu. Sampai jumpa besok di bandara jam 10."

Aku mematung melihatnya menghilang di depanku. Aku jadi berpikir lagi, apa yang lucu dengan 20% yang kusebutkan hingga dia tertawa.

Tiba-tiba aku baru sadar 20% ini jika dipikir-pikir itu nominal tak seberapa untuknya. Aku sangat bodoh terjebak di sini! Astaga Iblis itu tadi sedang menertawakanku tadi bukan.

Tapi tak mungkin dia berani sampai menyentuhku dengan paksa. Kecuali aku yang menyerahkan diri padanya. Dan itu tak akan mungkin terjadi. Dia bermimpi bagaimanapun itu tak akan mungkin terjadi, apa yang harus ditakutkan.

Aku menghela napas. Benar itu tak akan mungkin terjadi. Ini hanya liburan, aku hanya perlu menghadiri pesta dengannya, tapi selain itu aku tak akan terlibat dengannya. Aku akan membawa baju pesta yang sopan dan panjang sehingga aku terlihat seperti biarawati yang membosankan untuknya.

Tak ada yang perlu di takutkan. Ini akan baik-baik saja. Dan dia akan belajar tak semua wanita tertarik padanya. Sumber masalah yang hanya akan mematahkan hati wanita, lagipula seperti yang sudah direncanakan aku akan pergi berlibur sendiri.

Janette yang tahu aku harus menghadiri acara di Barbados dengan iblis itu langsung masuk ketika David pergi.

"Apa yang dia katakan?"

"Dia hanya bertanya apa aku akan ikut, ..." Kuberitahu apa yang terjadi tadi. "Menurutmu kenapa dia tertawa?"

"Kau memberitahunya soal 20% itu?"

"Iya aku mengancamnya. Aku baru sadar 20% itu hanya uang jajan untuknya. Bagiku itu besar, baginya dia bisa menghabiskan itu satu hari tanpa merasa menyesal. Aku benar-benar bodoh mengatakan itu padanya. Kalimat ancamanku itu jadinya berbunyi, jika kau mencoba macam-macam kau hanya akan membayar 20%." Jannette terangkat sebelah bibirnya mendengar kesimpulan pembicaraan kami.

"Apa kau pikir dia akan berani macam-macam denganmu."

"Tidak. Dia tidak akan punya kesempatan, reservasi kamar kami berbeda, dan aku hanya harus muncul di pesta selamat datang dan resepsi pagi." Aku sudah memikirkan banyak hal dan mempertimbangkannya. Selama ini dia tidak pernah merayuku, selain ajakan makan malam setelah itu tak pernah dia mencoba sesuatu yang lain.

"Kau harus hati-hati dia memasukkan sesuatu di minumanmu. Aku tak tahu apa dia bisa bertindak seperti itu." Perkataan Janette membuatku merinding. Apa mungkin hal itu terjadi. Apa dia sebangsat itu.

"Kurasa tak mungkin Janette, kami kolega dia tidak akan berani bertindak sejauh itu padaku. Jika iya dia akan tahu apa yang dia akan bayar." Aku mencoba menimbang apa posisi kami, tak mungkin dia berani melakukan hal seperti itu.

"Hmm... ya baguslah, aku tak tahu apa dia punya pikiran itu, kurasa lebih baik kau berhati-hati saja. Carilah teman pria di sana jadi kau punya teman bicara dan juga dia tak macam-macam padamu." Janette mengingatkanku. Kenapa ini seperti aku akan ke tempat yang terlalu berbahaya.

"Kau benar juga, aku akan mencari seseorang untuk bicara denganku di sana, pasti aku bisa menemukan seseorang." Iya benar, jadi jika dia benar punya rencana mengerjaiku entah bagaimanapun aku bisa minta tolong pada teman baru ini.

Lagipula aku hanya harus menjauh darinya, siang setelah selesai sarapan aku akan menghilang. Aku hanya akan muncul saat pesta. Kukira kekhawatiranku dan Janette berlebihan, bagaimanapun itu pesta kolega tak mungkin aku melakukan sesuatu yang membuat keributan di sana.

Aku berpikir begitu, tapi untuk jaga-jaga aku bahkan mengepak sweater panjang. Ke pantai membawa jaket sweater panjang, ini sangat mengelikan. Ini bukan musim dingin tapi pikiran rumitku membuatku menjejalkannya ke dalam koper besar itu.

Selesai packing, aku berpikir apa lagi yang harus kubawa.

Sesuatu sekarang terpikir olehku. Semprotan lada! Dia akan menyesal jika macam-macam denganku. Kusisipkan itu ke tas kecil yang akan kubawa selalu. Sekarang aku siap berangkat ke medan perang bersama iblis itu.

Dan Iblis itu akan kena semprotan lada jika dia coba-coba. Jika aku diizinkan membawa taser listrik akan kubawa taser sekalian.

Barbados, aku datang untuk berlibur! Sayangnya kali ini aku membawa iblis tua itu bersamaku. Pekerjaan baby sitting ini memang berat.

1
Murdiyanti Soemarno
༄⃞⃟⚡Madinah 🌸
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༄⃞⃟⚡Madinah 🌸
wkwkwk sialan 🤣🤣
Dee~30
wkwkww kerenn
Tari Rinda yani
pikiranku berdosa karna aku udah pernah liat dia "bermain" di series N*tfl*x 365days tanpa sensor
anisa edi
karyanya semuanya recommended utk dibaca
anisa edi
karya Margaret R. semuanya SDH dibaca sempurna 👍👍👍👍👍
Lastri Naila
berekelas
Lastri Naila
berkelas
Intan Marliah
Luar biasa
Asih De
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
💜Ilalang Senja💜
Thanks Author....sudah di bocorin di mana....cuuusss kesana.....tunggu Akuuuhhh....Lop yuuu sekebon tebuu Thoooor 💟💚💛🩵🩶🤍❤️🩷💙💜🧡💟
Anonim: Judul nya apa ya... mau dcari tp gk tau judul
total 1 replies
💜Ilalang Senja💜
nasibku yg tak punya IG....tak tau Mak Othoorrr pergi kemana...😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
tiesepty: mak otor pergibk apk fizzo😄
total 1 replies
💜Ilalang Senja💜
hamil,,😎😎😎
💜Ilalang Senja💜
membaraaa Bossskkuuuhhh 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
💜Ilalang Senja💜
🤩🤩😍😍🤩🤩😍😍
💜Ilalang Senja💜
💟🧡💜💙🩷❤️🤍🩶🩵💛💚💟
💜Ilalang Senja💜
pelukabel....😍😍😍😍...
💜Ilalang Senja💜
😅😅😅😅
💜Ilalang Senja💜
😄🤩😄🤩😄🤩😄🤩😄🤩😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!