NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen

Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Duda / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Romansa / Menikah Karena Anak
Popularitas:84.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nofriza Rahma

dijuluki sebagai dosen killer di kampus, Damian seorang duda yang ditinggal selingkuh oleh istrinya, membuat Damian tidak percaya lagi dengan cinta.
di pertemukan dengan gadis periang pernah Almira, sekaligus murid di kelasnya. Almira satu-satunya gadis yang bisa membuat putrinya nyaman, dan ternyata Almira itu anak dari pembantu yang bekerja di rumah Damian.
hingga akhirnya Damian dan Almira menikah, sekalipun pernikahan tidak dilandasi oleh rasa cinta, Damian butuh sosok ibu untuk putrinya dan Almira butuh uang untuk pengobatan ibunya.
waktu terus berlalu, Damian dan Almira saling jatuh cinta, namun hanya gengsi untuk mengakui jika mereka sudah saling suka.
di saat rasa itu sudah timbul, muncullah istri pertama Damian yang ingin rujuk bersamanya.
akankah Almira bertahan dengan Damian?
atau memilih pergi karena ibu kandung dari putri Damian sudah kembali?
follow akun Instagram @ Zadreammi untuk melihat visual pemain dan update terbaru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofriza Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15/ Sedikit demi Sedikit

Episode 15/ Sedikit demi Sedikit

‘’Astagfirullah! Maafkanlah mata hamba yang tidak sengaja melihat yang tidak seharusnya hamba lihat, astagfirullah ….’’

Detak jantung Almira berdecak sangat kencang sekali, ia benar-benar tidak sengaja untuk melihat hal yang tidak seharusnya terlihat oleh gadis yang masih perawan. Almira merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk, bahkan aneh juga padahal ia dan ibunya hanya pembantu, namun Damian memberikan fasilitas yang tidak pantas untuk mereka.

Bahkan semua yang bekerja di rumah Damian, akan di berikan fasilitas sama seperti dirinya dan sang ibu. Dan jujur Almira sangat kagum dengan Damian, yah terlepas dari sisi killer dan menakutkan sebagai dosen dan majikan.

‘’Astagfirullah, kenapa malah tidak bisa hilang-hilang sih!’’ kesal Almira.

Krekk.

‘’Apanya yang tidak bisa hilang Almira?’’ tanya ibu yang melangkah mendekat.

‘’Ibu!’’ pekik kaget Almira, ia langsung bangkit duduk.

Ibu menatap Almira dengan heran, langkah ibu menuju ke meja kecil yang terletak di sebelah ranjang mereka dan mengeluarkan koyo cabe dan minyak kayu putih.

‘’Ibu, sakit?’’ tanya Almira dengan cemas, ia duduk di sebelah Ibu dan langsung turun tangan untuk mengurut kaki ibunya.

‘’Jangan Almira,’’ tolak Ibu, namun Almira yang keras kepala masih terus mengurut kaki Ibunya.

…..

‘’Ibu kenapa sih tidak mau Almira urutkan? Padahal Almira ini juga bisa mengurut, dan Ibu juga tidak memperbolehkan Almira untuk capek dalam bekerja di rumahnya Tuan Damian, namun Ibu sendiri sering kecapean disini untuk bekerja. Jadi gunanya Almira ini apa Bu?’’ tanyanya dengan menangis sesegukan.

Almira memang sangat sensitive, hatinya akan dengan mudah teriris jika melihat ibunya sakit.

‘’Nak, tugas kamu hanya belajar yang baik, supaya kamu ini tidak memiliki pekerjaan seperti Ibu yang hanya seorang pembantu. Masa depan kamu itu harus cerah dan bisa menjadi orang yang berguna nantinya,’’ ucap Ibu dengan lemah lembut, dan menghapus air mata Almira.

‘’Tapi … Ibu sendiri sering sakit-sakitan begini, bagaimana mungkin Almira bisa tenang? Pokoknya Ibu istirahat saja untuk hari ini dan besok, biar Almira yang gantiin posisi Ibu. Almira juga bisa memasak dan Tuan Damian juga suka, pokoknya Almira tidak ingin melihat Ibu sakit seperti ini lagi!’’ desak Almira.

Ibunya memang tidak pernah memperbolehkan Almira untuk bekerja yang jauh lebih banyak, apalagi sepulang dari kampus, Ibu hanya memperbolehkan Almira pekerjaan yang ringan saja, untuk pekerjaan berat, ia yang akan tanggung sendiri.

‘’Tapi … almira, Ibu tidak mau kamu capek dan malah menganggu kegiatan kuliah kamu, Nak. lebih baik kamu focus belajar saja, dan tugas kamu hanya itu. Untuk bekerja biar Ibu yang tanggung,’’ ucap Ibu dengan tersenyum.

‘’Tidak, Bu! Pokoknya hari ini dan besok, Almira yang akan gantikan posisi Ibu. Ibu istirahat saja di kamar,’’ kekeh Almira.

…..

Damian yang tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Almira dan ibunya, karena kebetulan pintu kamar mereka yang tidak terkunci oleh Ibu, ia hanya tersenyum mendengar pembicaraan antara ibu dan anak di dalam kamar.

Ia melangkah lagi ke dapur, karena mendadak perutnya sangat lapar, dan ingin membuat mie rebus, terlebih cuaca di luar sana masih hujan deras yang terus mengguyur kota mereka.

Damian melangkah ke sebuah lemari yang berjajar dan mengambil satu bungkus mie rebus, ‘’Huff, hanya tinggal 1. Sepertinya saya harus meminta Almira untuk menyetoknya sebulan penuh,’’ gumam Damian yang mulai menghidupkan kompor listrik.

Ia kembali teringat dengan beberapa kejadian yang terjadi antara dirinya dan Almira, mulai dari kejadian di kampus, hingga kegiatan yang baru saja terjadi di rumahnya.

‘’Astaga, Damian, Damian. Yah kali dia itu sepolos itu sih? Pasti dia sudah mengerti,’’ gumam Damian yang malah terkekeh dan teringat dengan kejadian dimana Almira yang tidak sengaja melihat miliknya yang mulai mengeras.

….

‘’Kenapa lagi dengan pak dosen killer itu? Kenapa dia malah bicara sendiri?” pikir Almira yang ingin menggantikan posisi ibunya.

Damian masih sibuk untuk membuat mie rebus, Almira melangkah namun langkahnya justru terhenti kala mengingat hal yang tidak sengaja ia lihat, dengan memejamkan mata, Almira beristigfar.

‘’Astagfirullah,’’

Damian pun refleks menoleh, ia yang sangat asing dengan kata barusan, menatap kepada Almira mengerutkan kening.

‘’Kenapa Bapak melihat saya dengan seperti itu? Apakah Bapak ingin menertawai saya, karena saya ini tidak sengaja melihatnya?!’’ kesal Almira yang mulai mengeluarkan bahan yang akan ia gunakan untuk membuat makan malam.

‘’Saya sendiri tidak ada ingin menyinggung masalah yang telah terjadi, namun … kenapa kamu sendiri yang malah mengingatkan saya?’’ ujar Damian yang masih sibuk dengan mie rebusnya.

Aktifitas Almira terhenti sejenak, ‘’Yah intinya mah kita kan 1 sama!’’ ujar Almira yang melangkah ke meja makan untuk meracik bahan-bahannya.

Damian membalikkan tubuh dan menatap Almira dengan heran, ‘’Apa maksud kamu satu sama?’’

Almira berdecak kesal dan kembali berkata, ‘’Yah … intinya kita satu sama! Pertama itu kan Bapak yang tidak sengaja melihat tubuh saya dan barusan saya yang tidak sengaja melihat … akh sudahlah!’’

Untuk menyebutnya lidah Almira sangat kelu sekali, Damian malah tertawa yang membuat Almira heran.

‘’Kenapa Bapak malah tertawa, hah? Ohh, saya tahu, pasti Bapak punya akal licik yah?! Benar kan!’’ tuduh Almira.

‘’Saya punya akal licik? Ke siapa dan hal apa?’’ tanya Damian.

‘’Alahh, sudah ngaku saja! Bapak pasti akan menyebarluaskan hal yang sudah Anda lihat, dan apa yang tidak sengaja saya lihat ke semua murid di kampus, benar begitu, bukan?!’’ kekeh Almira atas tuduhan yang ia berikan kepada Damian.

….

‘’Dasar gadis aneh! Kamu pikir saya pria yang seperti itu?! Dan coba kamu pikir lagi, untungnya bagi saya itu apa?! Apa juga gunanya bagi saya menyebar hal yang begituan ke khalayak public!’’ ujar Damian yang tidak mengerti dengan jalan pikir seorang Almira, kenapa pikirannya sangat terlalu jauh.

Damian kembali teringat dengan kata yang telah di sebutkan oleh Almira, ia membalikkan tubuhnya, namun belum sempat bertanya, Almira sudah menyela ucapannya, bahkan tuduhan itu masih belum hilang dari otak kecilnya itu.

‘’Saya heran deh, kenapa otak kamu itu bekerjanya sangat aneh sekali! Sudah berapa kali saya sampaikan, saya tidak akan menyebarkan hal yang begituan, tapi kenapa kamu ini masih keras kepala juga, hah!’’ ujar Damian.

‘’Dan sekarang jawab saya!’’ titah Damian yang membuat Almira kembali menatap kepadanya.

‘’Kamu tadi menyebutkan kata apa barusan?’’ tanya Damian yang sangat penasaran.

‘’Kata yang mana?’’ tanya balik Almira.

‘’Ituloh, kata yang … as … astag … tapi bukan astaga kamu baca tadi, saya lupa!’’ sahut Damian.

‘’Ohhh, astagfirullah maksud Bapak?’’ tanya Almira memastikan.

‘’Hmm, itu maksudnya apa?’’ ucap Damian.

….

‘’Ohh, astagfirullah itu artinya aku memohon ampun kepada allah swt. Masa iya untuk hal yang kecil seperti itu Bapak tidak tahu sih, aneh sekali!’’ ujar Almira dengan nada ejekan.

‘’SAYA ATEIS,’’

Mulut Almira terbungkam kala mendengar ucapan Damian, ia kembali melanjutkan memotong wortel.

Bersambung.

1
Zaenah Muhlis
nama anaknya kan chacha .kenapa jd putri?
Teh Euis Tea
lama up lg ka di tunggu
Whitha Chiiecewe'cancergrils
nmanya gnti putri awal" chacha
𝐀⃝🥀Weny
hhhh... memang mulut gk bisa di bohongi karena dh singkron ma otak yg selalu memikirkan Almira 😂😂😂
𝐀⃝🥀Weny
harus ekstra sabar ya Almira ngadepin putri yg banyak maunya 😁
𝐀⃝🥀Weny
lama2 terpesona jugan kan😂
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
jangan kecantol loh pak🤭
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
iya wajar dong kalian datang berdua. yang ga tau ya pasti ngiranya kalian berdua orang tua Cha Cha
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
tawarin makan keq pak.. daripada tuh nasi kotak cuma jadi pajangan
Zey ✨️
Pasti mamanya Almira kaget tuh
Zey ✨️
Wkwkw, sabar ya Pak.
Almira melampiaskan kekesalannya dengan berteriak
Zey ✨️
Dingin amat, Pak.
ditanya muridnya lho
@ Yayang Risa Selamanya
Kira kira Damian mau pergi kemana kenapa menyuruh Almira mengikuti Damian
@ Yayang Risa Selamanya
Almira hebat bisa meredakan tangisan anaknya Damian
@ Yayang Risa Selamanya
Sepertinya dosen Damian mulai terpikat dengan Almira
😺 Aning 😾
kenapa gak pakai baby str aja pak dosen, atau Almira aja yang jadi baby str sklian calon mama 🤭
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Almira ketahuan berbohong karena di meja Almira tak ada loci
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Almira kagum melihat dosen Damian yang berusaha menenangkan anaknya dosen Damian
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Damian bercerai dengan istrinya karena sang istri selingkuh
😺 Aning 😾
sepertinya, anak yang akan menyatukan cinta mereka 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!