Di Novel kali ini Aku membuat 3cerita sekaligus, Namun jangan sawah dulu ya, walaupun ada tiga Cerita di satu Novel namun cerita mereka pendek-pendek ko..
S1. Menceritakan tentang Rumah tangga yang hancur karena suaminya Ternyata selingkuh dengan adik tirinya.
S2. Menceritakan tentang Anak pertama dari Ayu dan juga Bima yang bernama Bayu harus di asingkan kesebuah Desa karena kesalahannya sendiri, namun siapa sangka Di desa itulah Bayu mendapatkan Jodohnya...
S3. Menceritakan tentang Adik Bayu yang bernama Yuma. Cerita Yuma juga tidak akan kalah seru dari cerita Ibu dan juga Kakak nya.
.
.
.
.
Yuk simak cerita mereka..... 🥰♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KENYATAAN
Ayu membawa Nampan yang berisi satu mangkuk bubur dan juga obat untuk Rahmah minum Namun
Prang....
Ayu menjatuhkan Nampan itu " Apa maksud kalian ini?!! " tanya Ayu yang kakinya terasa lemas melihat Tes kehamilan di tangan Kirana
" Kakak / Ayu " ucap kedua nya ikut Terkejut
" Jelaskan!!! Apa maksudnya ini? " teriak Ayu dengan menggebu-gebu
" Aku dan Mas Rahman Pacaran dan kini Aku hamil anaknya Mas Rahman " jawab Kirana sambil melirik ke arah Rahman
Rahman Menggelengkan kepalanya lalu turun dari Tempat tidur dan menghampiri Ayu " Tidak. kamu jangan percaya dengan dia Ayu. Aku tidak pernah ada hubungan dengan nya " Elak Rahman. jujur saja jika saat ini Rahman mulai menyukai Ayu apa lagi Kasih sayang dan perhatian ayu sangatlah tulus kepadanya bahkan Rahman sangat nyaman ketika bersama Ayu
" Apa kamu bilang Mas? " Bentak Kirana
" Mas?!! " Ayu Mengerutkan kening nya ia benar-benar Shock dengan semua ni
" Iya. aku memanggil Mas Rahman dengan sebutan Mas Bahkan kami sudah menjalani kasih Dari permana Kakak menikah dengan Mas Rahman jadi karena saat ini aku sedang hamil Aku minta kakak ikhlas Mas Rahman untuk menikahi ku " kata Kirana tanpa ada rasa bersalah
" Hahhaha.. " Ayu tertawa dan mengusap air mata nya " Kalian benar-benar jago dalam Menyembunyikan kebusukan kalian Dan aku tidak menyangka ternyata pelakor dalam rumah tanggaku itu adik ku sendiri, eh lebih tepatnya Adik tiri " Ucap Ayu yang tidak habis pikir sambil tersenyum getir
Ayu tidak habis pikir ternyata selama ini Dirinya telah di bohongi oleh Suami dan juga adiknya sendiri, Ayu sudah mencurahkan kasih sayang kepada mereka tapi mereka..
" Ayu "
" Jadi ini yang membuat Mas tidak ingin menyentuhku? karena mas sudah menyentuh Adikku? " Kata Ayu yang menahan tangis nya
" Dan sekarang tanpa rasa malu kamu bilang ikhlas untuk di madu? " Tanya Ayu kepada Kirana
" Lalu mau bagai mana lagi sekarang aku sudah hamil anaknya Mas Rahman " kata Kirana " Padahal awalnya aku hanya Ingin pacaran saja tidak ingin menikah " lanjut Kirana tanpa rasa malu dan berdosa
Ayu menyunggingkan senyumannya " kalian sangat Hebat, tapi Aku bukan wanita lemah yang rela di malu " Kata Ayu " Besok aku akan mengajukan gugatan cerai kita Mas " Ucap Ayu yang langsung mengambil barang-barang miliknya dan surat-surat yang akan di butuhkan di pengadilan nanti
" Ayu kamu mau kemana? kita bisa obrolkan semua ini baik-baik " kata Rahman
" Aku tidak Sudi tinggal bersama penghianat seperti kalian " Jawab Ayu Langsung membawa koper miliknya
Sebenarnya Ayu sudah curiga dengan Rahman dari bulan lalu, Pertama Ayu menemukan amplop slip gaji yang fantastis bahkan Ayu juga pernah menemukan Amplop kenaikan jabatan Rahman namun Ayu tidak banyak omong ayu menunggu Rahman sendiri yang ngomong Dan Ayu tidak pernah berfikiran jika penghianat Di dalam rumah tangga nya itu adalah Adiknya sendiri Ia pikir Ibu mertua nya yang masih meminta jatah bulanan karena Rahman yang tidak pernah menaikan uang bulanan.
" sudahlah Mas, biarkan Kak Ayu pergi lagian kita harus menyiapkan pernikahan kita " kata Kirana sambil menyandarkan Tubuhnya di pintu
Ayu menatap Sinis kepada adiknya itu " Dengar kata wanita mu " ucap Ayu menatap Rahman dengan lekat. Ayu menepis tangan Rahman yang menahan nya untuk pergi
Ayu pergi membawa satu koper dengan menggunakan sepeda motor nya. entah kemana ia harus pergi namun yang jelas ayu tidak ingin satu rumah dengan mereka.
" Kamu keterlaluan Kirana, dia itu masih istriku dan kamu hanya wanita jal*** " kata Rahman menunjuk Kirana di depan mata nya
Plak..
Kirana langsung menampar Rahman ia tidak terima di sebut jal** oleh Rahman " Setelah semuanya aku berikan kepada mu, dan kini kamu malah bilang aku jla** " ucap Kirana yang tidak kalah galak
" Lantas sebutan apa yang pantas untukmu Hah!!! tidak akan ada seorang Adik yang tega mengambil suami Kakak nya sendiri jadi Sebutan itu sangat pantas untukmu " kata Rahman yang meninggalkan Kirana dan melajukan mobilnya.
" Aaaaaaaaaaahhhhhhhhh.. Awas saja aku akan balas kamu mas " Teriak Kirana melihat kepergian Rahman dengan mobilnya
Di sinilah Ayu berada Di sebuah taman ia masih bingung harus pergi kemana cari kos-kosan juga tidak mungkin karena hari sudah gelap " Aku sekarang harus kemana? " gumam Ayu bingung
Dretttt....
Dari tadi Handphone ayu terus saja berdering Karena Rahman yang terus menelpon nya namun kali ini Ayu angkat karena bukan Rahman yang menelepon Melainkan Bima
Halo..
....
Hiks..
..
Tut..
Baterai handphone Ayu mati " Habis baterai " Kata Ayu yang menghapus air mata nya.
Ayu masih terdiam di taman yang dekat dengan danau
" Ay.. " Panggil seorang pria
Ayu Langsung menoleh ke arah Sura lalu ia berdiri dan memeluknya " Hiks... "
Bima mengelus kepala Ayu dengan lembut ia membiarkan Ayu untuk menangis di pelukannya " Aku wanita bodoh Pak hiks.. "
" Menangislah.. jika itu bisa meringankan beban mu " kata Bima yang masih setiap memeluk ayu
Setelah merasa lega Ayu melepaskan pelukannya dari Bima " Sudah tenang " kata Bima yang di balas anggukan oleh Ayu
" jelaskan ada apa, kenapa kamu bisa seperti ini? " tanya Bima menatap Ayu
Ayu membalas tatapan Bima dan mulai menceritakan semaunya kepada Bima hati Ayu sangat sakit ketika ia menceritakan semaunya kepada Bima bahkan Ayu berkali-kali terisak Dan kembali memeluk Bima
" Apa salah ku pak? dan kenapa mereka tega kepada ku? "
Bima Mengelus pipi Ayu yang basah " Kamu sudah melakukan hal yang benar Ay. mereka hanya orang-orang sampah yang pantas kamu buang " Kata Bima
" Selama ini aku selalu percaya kepada mereka bahkan Aku tidak menaruh curiga kepada mereka tapi kenapa? "
" sudah jangan tangis mereka lagi, mereka tidak pantas kamu tangisi. Malam semakin gelap Kita pulang dulu " kata Bima
Ayu menggelengkan kepalanya " Aku tidak mau pulang lagi ke sana Pak, aku tidak ingin satu atap dengan mereka "
Bima tersenyum " Siapa yang akan mengantarkan mu ke sana. aku akan mengajak mu ke tempat ku lagian ini sudah malam kamu mau tidur di mana " kata Bima mengacak-acak rambut Ayu " Lagain aku tidak akan pernah setuju jika kamu kembali ke rumah itu. aku orang pertama yang akan melindungi mulai saat ini "
" Terimakasih ya. karena kamu selalu ada di saat aku butuhkan bahkan kamu selalu berdua menantu ku " ucap Ayu
" Aku akan selalu ada untukmu Samapi kapan pun " kata Bima kepada ayu
" Mana mungkin aku meninggalkan mu Ay, kamu adalah Gadis yang sudah menolongku bahkan Kamu rela celaka demi aku, sekarang saat nya aku melindungi mu dari orang-orang sampah itu " Ucap Bima dalam hatinya
Mampir kesini yuk " I love You Mbak "