NovelToon NovelToon
Air Mata Pernikahan

Air Mata Pernikahan

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:202.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: momian

inilah kisah cinta perjalanan rumah tanggaku. yang awalnya begitu sangat indah dan sempurna di mataku kini berubah menjadi malapetaka. kehadiran mertuaku yang mendambakan sosok seorang cucu membuatku harus menerima cacian dan makian tiap harinya.

Hingga pada saat titik di mana mertuaku terus mendesak suamiku harus menikah lagi demi mendapatkan seorang keturunan. Hancur sudah hati yang selama ini aku jaga, hancur sudah rumah tangga yang di bangun kokoh dengan cinta karena kehadiran seorang wanita yang akan menjadi istri dari suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Lelah, tentu saja Maharani sudah merasa lelah karena tidak di perlakukan baik di rumah tempat ia bernaung. Belum lagi, akhir-akhir ini Maharani terus saja merasa mual dan kepalanya sering sakit. Di tambah lagi, Agam seperti sudah tidak perduli dengan dirinya. Walau Maharani berusaha mendekati Agam tapi tetap Agam tidak ingin melihat Maharani. Bahkan Agam dengan gampangnya selalu menyakiti Maharani dengan kata-kata yang selalu terucap dari bibirnya. Seperti pagi ini, saat Maharani hendak memberikan secangkir kopi pada Agam di hari libur ini. Agam justru menghempaskan tangan Maharani hingga membuat cangkir yang Maharani pengang terjatuh dan pecah.

"Mas."

"Aku tidak butuh minuman dari wanita tukang selingkuh sepertimu."

"Mas."

"Kau wanita tidak tahu malu Maharani." Sontak Agam berdiri dan meninggalkan Maharani.

Maharani duduk membersihkan serpihan kaca. Hati yang tak menentu bentuknya membuat Maharani tidak lagi konsentrasi. Belum lagi rasa mual terus ia rasakan dan juga pusing. Sehingga membuat serpihan kaca menggores jari lentik Maharani.

"Auhhh." Ringisnya saat melihat jarinya yang mengeluarkan darah.

"Nyonya, biar aku saja." Tawar Sri sambil mencoba membersihkan serpihan kaca.

"Sri, akhir-akhir ini kenapa aku selalu merasa mual dan sakit kepala."

"Mungkin saja nyonya hamil."

Jawaban Sri sontak membuat Maharani membulatkan mata. Sungguh, perkataan Sri membuat dirinya langsung bahagia, namun Maharani menepis semua, karena ia tidak pernah berharap lebih yang akan membuatnya kembali kecewa. "Tidak mungkin bi." Tepis Maharani dengan senyum tipis mengukir di wajahnya.

"Kapan nyonya dapat tamu bulanan?" Tanya Sri yang sontak membuat Maharani terdiam sesaat.

"Aku memang tidak rutin kedatangan tamu bulanan bi. Dan gejala ini sama seperti yang dulu-dulu. Aku tidak ingin kecewa dengan berharap yang lebih."

"Baik nyonya."

•••

Hari kini silih berganti. Tidak terasa beberapa bulan berlalu dan sampai detik ini belum juga penjelasan dari Maharani di terima oleh Agam. Agam masih tetap dingin dan tidak lagi melihat Maharani sama sekali. Setiap apa pun yang di lakukan Maharani selalu saja di anggap salah di mata Agam. Hal itu membuat Arini dan Ramayani begitu sangat gembira, setidaknya tanpa campur tangan mereka, kini Agam benar-benar membenci Maharani.

Dan hari ini, ucapan Sri beberapa bulan lalu terus saja tergiang di pikiran Maharani. "Mungkin saja nyonya hamil." Kata itu terus berputar apa lagi saat ini Maharani merasa ada sesuatu yang bergerak di dalam sana. Hingga Maharani memutuskan untuk menyuruh Sri membelikan alat untuk tes kehamilan.

Ramayani yang curiga, terus saja mematai Sri semenjak Sri pulang membeli sesuatu yang di suruhkan oleh Maharani.

"Bi Sri, apa yang kau bawa itu?" Tanya Ramayani yang penasaran dengan apa yang di bawah oleh Sri,. Ramayani merampas kantong kresek yang di pegang oleh Sri. Dan saat Ramayani membuka kantong kreset tersebut, isinya adalah obat vitamin.

"Maaf nyonya. Nyonya Maharani sedang tidak enak badan. Jadi saya membelikan ini." Bohong Sri, dan kembali melanjutkan langkahnya saat Ramayani memberinya kantong kresek yang berisi vitamin. Sri bernafas dengan sangat lega, dia sudah bisa menebak jika hal ini akan terjadi, maka dari itu alat tes kehamilan ia sembunyikan di dalam bajunya.

"Jika nyonya Maharani hamil, aku takut nyonya Ramayani akan berniat jahat pada bayi nyonya." Batin Sri lalu masuk ke dalam kamar.

Selang beberapa saat kemudian. Maharani menangis saat membuka pintu kamarnya. Kali ini, tangis Maharani berbeda. Dahulu dia menangis karena merasakan sakit dan sesak di dada akibat perlakuan satu kelurga yang berada di rumah ini yang selalu tidak menganggapnya. Tapi kali ini, tangis Maharani adalah tangis kebahagian kala ia melihat dua garis di alat tes kehamilan.

"Nyonya ada apa? Kenapa nyonya menangis?" Sri khawatir dengan Maharani.

"Bi.. Bi Sri.. Aku hamil, ada bayi dalam kandungan ku bu.." Ucap Maharani dengan tangis.

Hal yang tak pernah ia sangkah. Setelah lima tahun berlalu, setelah cukup lama penantian panjang dengan penuh kesabaran. Kini apa yang di inginkan telah terjadi. Apa yang di tunggu-tunggu selama beberapa tahun telah hadir di dalam rahim.

"Nyonya, selamat." Ucap Sri dan juga ikut menitihkan air matanya.

Sri tahu, perjalanan apa yang Maharani jalani hingga sampai titik ini. Sri tahu apa yang Maharani hadapai di setiap harinya, karena Sri selalu melihat dengan jelas. "Ya Allah. Ini hasil dari kesabaran nyonya."

Maharani melerai pelukannya. "Lebih baik kita kerumah sakit bi. Biar semua bisa lebih pasti lagi. Temani aku bi."

"Tentu nyonya."

Keduanya kini bersiap-siap untuk kerumah sakit. Namun Maharani terus berjalan mondar mandir di dalam kamarnya sehingga membuat Sri bertanya. "Ada apa nyonya?"

"Sri aku harus izin pada Agam biar dia tidak menuduhku dengan asal lagi." Jawab Maharani.

Dengan menarik nafas dan menghembuskan secara perlahan, Maharani menguatkan dirinya untuk pergi ke kamar Arini.

Tok. Tok. Tok. Suara pintu yang di ketuk oleh Maharani.

"Mas. Mas Agam." Panggil Maharani sehingga Arini membuka pintu dari dalam. Kebetulan hari ini Agam merasa sedikit pusing hingga membuatnya tidak masuk bekerja.

"Ada apa? Kenapa kau datang kesini? Apa kau ingin mengganggu mas Agam istirahat?" Tanya Arini dan tanpa menjawab Maharani langsung masuk menerobok ke dalam kamar.

Maharani dapat melihat Agam yang saat ini sedang berbaring di tempat tidur dengan bertelanjang dada dan juga hanya mengenakkan celana boxer. Dan siapa pun yang dapat melihat pasti tahu apa yang sudah terjadi di kamar ini. Ya, hubungan suami istri baru saja terjadi, dan Maharani yang tahu itu menepis semua sakit hatinya karena tujuannya saat ini hanya ingin meminta izin untuk keluar.

"Sungguh tidak sopan. Kau masuk tanpa di beri izin." Kata Agam.

"Mas, aku mau izin ke rumah sakit. Aku mau periksa."

"Ku pikir aku percaya? Bilang saja kau ingin bertemu dengan kekasihmu itu, iya kan?"

"Mas." Ucap Maharani yang tidak habis pikir dengan pikiran Agam yang telalu sempit. Selalu menuduh yang tidak-tidak pada Maharani.

"Terserah kau mau kemana, aku sudah tidak peduli." Kata Agam dengan penuh penekanan di setiap katanya.

Bukanya mendapat izin, tapi kata terserah yang justru keluar dari mulut Agam. Kata yang sangat tidak di sukai oleh siapa pun yang jika meminta izin tapi mendengar kata itu. Bak buah simala kama, maju salah mundur salah dan berdiri di tempat pun juga salah.

Dengan perasaan yang sedih Maharani keluar dari dalam kamar Arini. Kakinya seperti kehilangan kekuatan untuk menopak dirinya. Untung saja di depan pintu ada Sri yang begitu dengan setia menunggu dirinya. Sri langsung menopak tubuh Maharani.

"Nyonya yang sabar dan kuat. Ingat, mungkin saja ada bayi di dalam perut nyonya yang butuh kekuatan dari nyonya." Bisik Sri sambil mengusap perut Maharani yang masih datar.

1
Misaza Sumiati
bukannya Agam pernah bertemu dengan Bastian , perusahaannya ada kerjasama
Angel Princes: t nn n
n
. m
mm n n
n

n


m


? m m m
bmmm
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm????????????????????????????????????????????????????..
total 1 replies
Misaza Sumiati
aneh Maharani kok bisa yah bertahan
Misaza Sumiati
Maharani itu bodoh
Rita Tanti
Luar biasa
Beauty JK
😍
dwie
lelaki yg di kirim autho😁😁
Henrita Henrita
wanita bodoh iya
falea sezi
novel baguss moga like makin banyak
falea sezi
novel sebagus ini knp sepi like
choky_chiko_r
mksh kak..keren critanya.dan ga panjang eps.nya..mksh kak..tetep berkarya😊👍👍💪💪
altanum
ide ceritanya bagus thor,cuma pengemasan waktu yang agak membingungkan.mungkin bisa dijadikan acuan di karya² selanjutnya.tetep semangat berkarya thor...
Khalisa IncesNya Mia
koq malah q yg jadi emosi ya
Mila Barcelona
authornya kurang fokus...minum Aqua dulu thorrrr...biar lebih teliti
Nenk Jelita
lah bukan ny rekan bisnis gmn sih tiba tiba GK kenal gt
aduh...
Vivin Yulistian Pradesti
lanjut lg ka cerita ny
Ayuni Tri Purnomo
Luar biasa
Ayuni Tri Purnomo
ada lagi mertua modelan kyk gini Thor...
R.A: ada kak. banyak di dunia nyata😅😅
total 1 replies
SRI WAHYUNI
mka y Rani jd cwe jng oon
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Zika Bintang
lain kali kalau buat cerita seorang wanita yang lagi hamil haram hukumnya untuk di talak dan nikah i thour
tolong perbaiki lagi dan cari info lagi jangan asal nulis GK tau hukum bisa juga ntar orang pada meniru saat hamil di nikahi

kecuali author GK usah pakai ijab Kabul
mungkin beda tanggapan ku
Zika Bintang: o iya kak
maaf aku aliran madhab Syafi'i
jadi beda pengertian
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!