NovelToon NovelToon
SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Senja dan Langit harus terpisah karena orang tua Langit yang tidak menginginkan anaknya berhubungan dengan wanita miskin seperti Senja.

Langit dipindahkan ke luar negeri. Dua bulan perpisahan, Senja baru menyadari jika dia mengandung anak Langit. Orang tua Senja yang malu karena anaknya hamil di luar nikah, mengusir Senja dari rumah.

Enam tahun berpisah, Senja bertemu lagi dengan Langit yang telah memiliki istri. Bagaimana hubungan Senja dan Langit selanjutnya?

Selamat membaca, terima kasih.

Fb Reni Nofita
IG Reni_Nofita79

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Maafkan aku, Senja!

Kadang aku terlalu bodoh untuk jatuh cinta. Tetapi, terlalu naif untuk menjauh.Ajari aku cuek, seperti yang kamu lakukan padaku setiap saat.

Senja sejak tadi hanya diam, wanita itu lebih memilih untuk melihat ke jendela. Ucapan Langit membuat hatinya semakin gelisah, entah apa lagi yang akan laki-laki itu rencanakan. Padahal, Senja sudah berusaha untuk menjaga jarak dengan Langit, tapi malah Langit yang terus berusaha mendekatinya.

"Akhirnya sudah sampai. Ayo kita turun, sepertinya investor itu sudah menunggu kita," ucap Langit sambil melepaskan sabuk pengamannya.

Senja hanya menjawab dengan anggukan ringan, setelah itu dia juga melepas sabuk pengaman dan sedikit merapikan hijabnya. Kemudian dia turun dari mobil.

Langit berjalan lebih dulu, sedangkan Senja mengekor di belakang. Di saat seperti ini Langit berlagak seperti atasan, sedangkan tadi dia sangat berbeda. Senja sedikit bingung dengan sikap laki-laki itu, dia berharap kalau Langit terus bersikap seperti ini.

Saat ini mereka berada di salah satu restoran yang ada di tengah kota, restoran ini terkenal sangat bagus, jadi tidak heran jika Langit memilih tempat ini untuk bertemu dengan rekan bisnis. Apalagi ini pertemuan pertama mereka, jadi Langit ingin memberikan kesan yang baik.

"Selamat siang, Pak Hendra," sapa Langit saat sudah sampai di meja pesanannya. Laki-laki itu mengulurkan tangan pada seorang pria paruh baya yang sudah duduk tenang di sana.

"Oh, Pak Langit rupanya." Hendra menerima jabatan tangan Langit dengan sangat ramah.

"Maaf karena membuat anda menunggu."

"Tidak masalah, lagipula saya juga baru sampai juga. Mari silahkan duduk." Hendra terlihat sangat ramah kepada Langit meskipun ini pertemuan pertama mereka.

Senja juga menjabat tangan Hendra, dia sudah mengenal baik pria itu. Hendra memang sangatlah baik dan ramah dengan semua orang, tidak heran jika dia mempunyai banyak rekan kerja.

Setelah itu, mereka bertiga berbicara dengan santai. Langit sangat senang bisa mengenal Hendra, dia ingin melakukan banyak kerja sama dengan pria itu. Beberapa projek baru juga mulai mereka bicarakan, baik Langit maupun Hendra juga menginginkan untuk melakukan kerja sama baru yang akan membuat perusahaan semakin maju kedepannya.

Senja sendiri hanya mendengarkan percakapan dua laki-laki itu, tapi sesekali juga sedikit menyahut. Mendengar percakapan itu membuat besar harapan Senja agar kerja sama antara Hendra dan Langit berjalan dengan lancar, karena dengan seperti itu nanti dia akan mendapatkan bonus. Siapa yang tidak akan suka jika mendapatkan bonus? Siapapun orangnya pasti akan suka.

"Senang bisa berbincang banyak dengan anda, tapi sepertinya kita harus mengakhiri percakapan santai ini," ucap Hendra, "Setelah ini saya harus menghadiri rapat. Jadi, maaf jika saya harus pergi lebih dulu."

"Tidak masalah. Lagipula kita juga sudah berbicara banyak, kita juga bisa melanjutkan pembicaraan ini lain waktu. Saya juga senang karena Pak Hendra mau untuk meluangkan waktu istirahat untuk bertemu dengan saya." Langit tersenyum setelah mengatakan itu. Dia sudah sangat cukup berbincang banyak dengan Hendra.

"Baiklah kalau begitu, kita harus sering bertemu kalau begitu," ucap Hendra dengan kekehan di akhir kalimat.

"Tentu saja."

Setelah itu, Hendra menyalami Langit dan Senja bergantian. Kemudian pria paruh baya itu pergi meninggalkan tempat. Sepeninggal Hendra, rasa canggung tiba-tiba saja kembali menyerang Langit dan Senja.

"Kita balik kantor sekarang? Ini juga sudah melebihi jam istirahat," ucap Senja sopan.

Langit melihat jam tangannya sebentar, kemudian laki-laki itu terlihat sedang memikirkan sesuatu. Detik berikutnya, Langit langsung menoleh pada Senja. Hal itu membuat Senja merasa sangat bingung dan mengerutkan dahinya samar.

"Kita balik sekarang juga." Langit merespon spontan.

"Ba-baiklah."

Selesai mengatakan itu, Langit lebih dulu berdiri dari kursi. Laki-laki itu berjalan dengan santai sambil tersenyum, Senja yang menyadari hal itu merasa sangat aneh melihatnya. Entah apa yang saat ini ada di dalam pikiran Langit.

Saat sudah di luar restoran, Langit tidak menuju ke tempat parkir. Senja yang menyadari hal itu langsung menegur, "Tapi ini bukan arah untuk ke tempat parkir?"

Langit yang berjalan sedikit di depan langsung menoleh. "Iya, aku tau. Kamu hanya perlu untuk mengikutiku."

"Tapi ...."

"Sudahlah. Ikut saja denganku."

Senja tidak tahu harus membantah seperti apa lagi, pada akhirnya dia hanya bisa menurut dan mengikuti langkah Langit. Jika sudah seperti ini, bisa dipastikan kalau pekerjaan Senja di kantor akan kembali menumpuk karena tidak dikerjakan.

"Aku tau kalau di dekat sini ada taman yang bagus. Aku ingin memperlihatkan pada kamu," ucap Langit pelan sambil berbalik menatap Senja.

Senja yang mendengar hal itu hanya mengangguk canggung, kemudian tersenyum. Sebenarnya tidak ada gunanya juga Langit mengajaknya ke sana, Senja akan merasa semakin gugup jika terus bersama laki-laki itu. Tapi saat ini Senja tidak bisa berbuat banyak, dia hanya menurut dan terus mengikuti langkah Langit.

Tak lama setelah itu, mereka akhirnya sampai juga di taman yang dimaksud oleh Langit. Senja akui memang taman itu sangatlah bagus, banyak berbagai bunga yang ditanam, berbeda dengan taman lainnya. Saat berada di sana, hati Senja seakan menghangat, sudah sangat lama dia tidak datang ke tempat seperti itu. Sejak memiliki anak, wanita itu melupakan untuk menikmati waktu bagi dirinya sendiri.

"Bagimana? Taman di sini sangat nyaman, kan?" tanya Langit. Laki-laki itu tersenyum tipis saat mengetahui kalau sebenarnya Senja sangat menyukai tempat itu.

"Ya, lumayan," jawab Senja apa adanya.

Tiba-tiba saja Langit langsung menggandeng tangan Senja, sontak saja hal itu membuat Senja merasa sangat terkejut. Akan tetapi, entah kenapa bibir dan tubuhnya enggan untuk memberontak, alhasil dia hanya menurut saja saat Langit terus mengajaknya berjalan. Ternyata dia menghentikan langkahnya di sebuah kursi taman yang menghadap langsung pada kolam buatan.

"Duduklah. Kita bersantai sebentar di sini," ucap Langit sambil melepaskan tangan Senja, kemudian duduk lebih dulu.

Senja masih bergeming, wanita itu sedikit ragu untuk duduk bersebelahan dengan Langit. Tetapi, pada akhirnya harus Langit lagi yang bertindak, laki-laki itu menarik tangan Senja lembut dan membuatnya terduduk di sampingnya.

"Sudah sangat lama kita tidak seperti ini. Apa kamu tidak merindukan momen seperti ini?" tanya Langit membuka pembicaraan. Laki-laki itu menoleh pada Senja, ternyata wanita itu hanya menatap lurus kedepan. "Apa kamu masih belum bisa melupakan kejadian enam tahun silam?"

Senja masih diam, wanita itu masih memikirkan jawaban yang tepat. Sampai akhirnya Senja menoleh pada Langit, lalu berkata, "Tanyakan pada semua wanita yang pernah mengalami hal yang sama seperti aku. Apa mereka bisa melupakan kejadian yang sangat menyakitkan itu? Mungkin saat ini aku sudah memaafkanmu sekarang. Tapi untuk melupakan? Maaf, karena sepertinya memori otakku ingin menyimpannya dalam waktu yang lama, entah kapan aku bisa melupakannya."

Langit terdiam, laki-laki itu merasa sangat bersalah. "Tolong maafkan aku, Senja. Tidak bisakah kita mulai ini dari awal?"

"Entahlah, Langit."

...****************...

1
Ila Lee
Alhamdulillah selesai sudah baca kisah senja yg merindukan langit❤️❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
akhirnya buka puasa langit mkn enak ya apem 🤣🤣🤣
Ila Lee
Alhamdulillah bersatu kembali sebuah keluarga memang kadang kadang ada selisih faham biasa dalam keluarga ❤️❤️❤️
Ila Lee
lanjut thor
Ila Lee
indah nama senja . langit pelangi da bintang kejora ❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
Alhamdulillah selamat DPT baby kembar sekarang kak pelangi punya teman bermain❤️❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
sayang anak tak bertempat ekot kn apa yg dia mahu kn susah sendiri jadi keras kepala
Ila Lee
lanjut thor
Ila Lee
berdamai antara menantu dan mertua ada satu rahmat tak terhingga semoga setelah ini hanya kebahagiaan di dalam hidup senja dan keluarga keciknya
Ila Lee
betul seorang anak yg harus lebih dulu minta maaf pada orang tua itu sebaik nya
Ila Lee
nasib baik bukan tente Riri yg dihantuk kepalanya orang sakit jiwa jgn main2
Ila Lee
semoga pak Topan cepat sedar dari kesalahan masa lalu minta maaf pada senja dan langit
Ila Lee
mawar memeng betul 2 sakit jiwa ya
Ila Lee
mawar ini memang perempuan gila
Ila Lee
mawar sudah gila ya hantar ke rumah sakit jiwa biar dirawat
Ila Lee
Alhamdulillah akhirnya mami sedar kesalahan yang dilakukan dulu terbaik senja 😭😭😭
Ila Lee
mami angel DTG kerumah c senja mertua mahu minta maaf pada keluarga langit 😭😭😭
Ila Lee
lanjut thor
Ila Lee
wahdu pelangi main ekot ajer mami angel pulak tidak minta izin pada langit dan senja😡😡😡😡😡
Ila Lee
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!