NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri SAH

Pembalasan Istri SAH

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pelakor / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: syila hasna

Riana adalah seorang wanita yang merasa sangat beruntung karena bisa menikah dengan pria pujaan hatinya.

Riana yang telah menikah selama hampir sepuluh tahun merasa sangat bahagia karena memiliki suami yang sangat penyayang dan sepasang anak yang sehat dan cerdas.

Namun ternyata kebahagiaan itu hanyalah ilusi yang dibuat oleh suaminya.

Riana yang baru mengetahui tentang perselingkuhan suaminya dengan teman kantornya merasa sangat hancur dan terpuruk.

Riana yang tak ingin hancur sendirian pun memutuskan untuk bangkit demi kedua buah hatinya hingga akhirnya membuat Riana membuat keputusan berat yaitu Pembalasan.

Apa yang sedang direncanakan Riana sebenarnya? Apakah Pembalasan Riana akan berhasil? Apakah Riana dan kedua anaknya bisa menemukan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syila hasna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15. Ditegur Atasan

Kamal yang sampai di kantor pukul sepuluh dengan buru-buru memasuki Ruang Rapat yang dikatakan Yonna akan dilaksanakan.

Kamal yang merasa tidak nyaman karena sudah terlambat bekerja hingga dua jam dari waktu biasa pun dengan cepat meminta maaf terlebih dahulu.

“Ma-maafkan keterlambatan saya, Pak. Saya sungguh minta maaf dan hal ini tidak akan terulang kembali!” ucap Kamal sambil menundukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang sangat menyesal.

“Baiklah. Aku mengerti. Semoga mobilmu tidak akan mengalami masalah lagi di masa depan!” ucap Pak Kuncoro yang terdengar sebagai doa tapi sebenarnya adalah sindiran melihat ekspresi Pak Kuncoro yang tidak bahagia.

Pak Kuncoro yang melihat Kamal telah duduk di tempatnya pun mengambil kertas yang dibagikan Yonna kepadanya tiba-tiba mengingat sesuatu lalu meminta Kamal menggangtikan Yonna melakukan Persentasi.

“Yonna, kau duduk! Kamal berdiri dan gantikan Yonna untuk presentasi di hadapan semua orang!” ucap Pak Kuncoro dengan suara yang datar dengan ekspresi wajah yang dingin.

“Sa-saya, Pak?” tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar sambil menunjuk ke arah dirinya.

“Benar, kamu. Kamu yang akan menggantikan Yonna melakukan persentasi. Bukankah kalian satu tim? Jadi tidak mungkin kau tidak tau apapun tentang persentasi ini!” sindir Pak Kuncoro dengan tatapan mata yang dingin dengan senyum kecil di sudut bibirnya.

“Ba-Baik Pak!” ucap Kamal dengan suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang sangat gugup dengan suhu tubuh yang seketika berubah menjadi dingin dan panas di saat bersamaan.

Kamal yang tidak mengetahui apapun tentang materi yang akan dipersentasikan Yonna hari ini menjadi sangat cemas.

“Semangat, Mas. Aku telah membuat slidenya di dalam flashdisk ini!” ucap Yonna dengan suara berbisik sambil menyerahkan flashdisk kepada Kamal.

“Terima kasih!” ucap Kamal dengan senyum lega sambil mengambil flashdisk tersebut dengan ekspresi wajah yang canggung dan kaku.

Pak Kuncoro yang dapat mendengar dan melihat yang dilakukan Kamal dan Yonna di belakangnya dengan pantulan cahaya ponselnya pun tersenyum sinis.

“Baiklah, Kamal. Sekarang kau bisa memulai persentasinya!” ucap Pak Kuncoro dengan suara yang terdengar ceria dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata menghina.

Kamal yang merasa tertolong dengan slide persentasi yang dibuat oleh Yonna pun mengatakan semua yang ada di dalam slide lalu tiba-tiba terdiam setelah melihat Pak Kuncoro bertepuk tangan saat persentasi masih berlangsung.

“Kamal, berapa lama kau bekerja di sini? Apakah ini persentasi yang dilakukan oleh Karyawan Senior?” sindir Pak Kuncoro dengan tatapan mata yang dingin dengan ekspresi wajah yang sinis.

Kamal yang mendengar sindiran Pak Kuncoro hanya diam dan tidak mengatakan apapun karena Kamal menyadari bahwa persentasinya kali ini benar-benar seperti robot.

“Sepertinya Perusahaan ini harus melakukan Penilaian ulang tentang kemampuan setiap pekerja agar tidak ada perkerja yang memiliki kemampuan standar ada di sini!” sindir Pak Kuncoro dengan nada suara yang terdengar sangat serius.

Pak Kuncoro yang mengalihkan pandangannya kepada Yonna pun memberikan tatapan mata yang dingin hingga membuat Yonna tak berani mengangkat kepalanya.

“Yonna, apakah kau tidak mendiskusikan persentasi hari ini kepada Anggota Tim-mu yang lain?” tanya Pak Kuncoro secara langsung.

“Sa-saya melakukannya, Pak. Hanya saja mungkin Pak Kamal sedang merasa lelah terutama hari ini dirinya baru saja mendapatkan musibah!” ucap Yonna Mencoba menyelamatkan dirinya dan memberikan alasan untuk membantu Kamal.

“Hah! Benarkah itu? Hmmm, kenapa aku merasa sepertinya hal yang kau katakan itu hanya sekedar alasan Yonna? Apakah kau sedang mencoba membantu Kamal dan menyelamatkan dirimu dari masalah?” sindir Pak Kuncoro yang langsung membuat Yonna kaget karena tujuan sebenarnya telah diketahui.

Pak Kuncoro yang tidak ingin melihat Kamal dan Yonna pun berdiri dari ruangan tersebut dan kembali ke ruangannya.

Pak Kuncoro adalah pria yang berumur hampir lima puluh tahun. Pak Kuncoro telah lama bekerja di Perusahaan BUMN dan telah menjabat selama belasan tahun sebagai Pemimpin.

Pak Kuncoro yang pulang terlambat berpikir jika Perusahaan telah tidak memiliki penghuni lagi pun memutuskan untuk pulang.

Namun, Pak Kuncoro yang baru saja membaca berita buruk tentang kejadian di dalam lift membuatnya menjadi paranoit higga memutuskan pulang dengan menggunakan tangga darurat.

“Hah, tak seharusnya aku membaca berita itu dan hasilnya aku sekarang menjadi sangat ketakutan pulang dengan lift karena khawatir lift akan mati secara tiba-tiba dan membuatku tidak bisa keluar!” gumam Pak Kuncoro dengan ekspresi wajah yang menyesal.

“Hmmm, jika seperti ini maka hanya ada satu cara agar aku bisa pulang yaitu dengan menggunakan tangga dari lantai tiga menuju lantai satu. Untung saja aku menuruni tangga jika aku harus naik tangga hingga lantai tiga. Hah, itu pasti sangat melelahkan!” gumam Pak Kuncoro dengan ekspresi wajah yang pasrah sambil beberapa kali menarik nafas panjang.

Namun, di saat Pak Kuncoro berjalan menuju tangga lantai dua dengan suara yang pelan. Pak Kuncoro mendengar percakapan yang tak biasa.

“Mas, aku ingin sekali bersama denganmu selamanya tapi aku tidak bisa menceraikan suamiku yang tidak berguna itu!” ucap Yonna dengan suara yang sedikit kesal.

“Aku ingin menceraikannya tapi aku tidak memiliki alasan yang kuat untuk melakukannya karena aku tidak ingin ada orang yang menyalahkanku saat perceraian terjadi!” ucap Yonna lagi yang bersandar di pelukan Kamal sambil duduk di bawah tangga.

“Mas, mengerti. Mas akan menunggu sampai waktu itu tiba lagipula bukankah kita masih bisa bersama meskipun kita telah memiliki pasangan masing-masing!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah penuh cinta dan tatapan mata yang lembut.

“Mas mencintaimu!” ucap Kamal yang kemudian memegang dagu Yonna dan mencium bibirnya hingga akhirnya keduanya berlanjut melakukan sesuatu hal yang terlarang di tempat itu.

Pak Kuncoro yang sebenarnya ingin segera pulang berhenti di tempatnya dan memutuskan kembali ke ruangannya.

Pak Kuncoro yang berdiri di depan jendela kaca ruangannya pun melihat Kamal yang keluar sendirian tanpa Yonna dengan wajah yang ramah saat memasuki mobilnya sungguh membuat Pak Kuncoro muak.

“Tidak disangka. Pria yang terlihat alim dan sayang keluarga ternyata pria yang sangat b****sek! Pria yang tega menghianati istri dan anaknya!” ucap Pak Kuncoro dengan tatapan mata yang menghina.

Pak Kuncoro yang masih berdiri di depan jendela akhirnya melihat Yonna keluar dari ruangan dan berjalan menuju halte.

Pak Kuncoro yang mengenali mobil yang terparkir di depan Halte itu pun melihat Yonna masuk ke dalam mobil dengan wajah yang ceria.

“Hmmm, ternyata mereka berdua sangat pandai menyimpan kebusukan! Tidak disangka ternyata keduanya pulang bersama setelah berpura-pura pulang sendiri-sendiri!” gumam Pak Kuncoro dengan tatapan mata yang dingin.

Pak Kuncoro yang merupakan Pria yang sangat mencintai istrinya tidak pernah sekalipun melirik wanita lain ataupun berselingkuh sehingga saat Pak Kuncoro mengetahui perselingkuhan Kamal dan Yonna membuat Pak Kuncoro menjadi membenci keduanya.

“Aku sangat ingin membongkar perselingkuhan mereka berdua tapi jika aku melakukan itu keduanya pasti akan bersikap terang-terang setelah rahasianya terbongkar. Hal yang terpenting adalah akan ada dua rumah tangga yang hancur nantinya!” gumam Pak Kuncoro yang kembali ke kursinya dengan ekspresi wajah yang pasrah.

#Bersambung#

Apa yang akan dilakukan Pak Kuncoro selanjutnya? Apakah Pak Kuncoro akan menolong Riana membalaskan dendamnya ataukah tidak? tunggu jawabannya di BAB-BAB selanjutnya ya..

1
Nyai Gemoy Tea
msh bingung dng adanya nm Boy , sedang kan nm bos nya yoona kan Herman
Nyai Gemoy Tea
typo antara laura dan Riana
Amiera Syaqilla
hello author🙂
Susi Yanti
mengatasi mobil mogok aja gak bs...begitu berani selingkuh,gmn bisa ngatasi hal rumit diantara 2 wanita ?
murni l.toruan
bodoh kau Laki-laki Kamal, tunggu saja karma yang buat kau stres
Jamayah Tambi
Ada CCTV kan.Polisi segera bertindak.Ini kes langgar lari.Macam sengaja
Jamayah Tambi
Jahat juga Pak Koncoro, menutup rezeki orang.Mereka kan dah dihukum.Klu mereka tak kisah biarkan merekavterus bekerja.Manusia ni ramai sangat yg berhati busuk.Ini masa mereka yg buat silap.Manavtau kemudian hari kamu dan keluargamu yg buat silap juga.
Jamayah Tambi
Dasar anak muda,panas baran .Tak guna otak.Kan dah jadi kemalangan.Siapa yg rugi.Ayah mu senang menginap di hotel dgn Yona
Jamayah Tambi
Ambik cuti CRK ke Riana.CRK(cuti tanpa rekord)
Jamayah Tambi
Dengan anak bini nak kedekut.Dengan gundik dan anak orang lain sanggup.Itu bukan tanggungjawab mu.Yona juga kan ierja.Mesti gajinya lumayan juga kan.Dasar lintah darat
Jamayah Tambi
Esok rusak lagi
Maria Mebanua
teman rekan
Dewi Dama
dalam hati melulu
Siwi nur Asih
korupsi uang kantor
Sayekti 0519
bagus ceritanya, makasih author
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
masak pernikahan yg baru 10th, anak2nya otomaris yg paling bsr katakanlah 10th juga yg kecil 9th, apa mungkin anak seumuran itu bisa berfikir sedewasa itu, novel in bner2 konyol dan aneh, ceritanya datar, aneh, bertele2, biasanya anak seusia it bisanya cm main in smp berfikir spt itu
Jamayah Tambi: Xall Keo dan Hana san.Jgn call Kamal kerana dia masih tengah seronok.Klu perlu kau bawa org utk serkap mereka di hotel.
total 1 replies
Anonim
Terlalu bertele2 kapan terbongkarnya masih kurang bukti masih nunggu duit ngumpil segunung
Yuni Ngsih
Autjooor penyakitmu tuh ko ceritranya blm tuntas kan Anaknya Riana blm sampai ke pelaminan ya.....ko ngga ada BONCAP ya...
tapi....mksh Thor ceritramu bgs banget banyak contoh" buat kehidupan nyata bg pembaca semua termasuk ku....tetap semangat
Yuni Ngsih
Bgs Riana kebutuhan hidup kamu & Anakmu prioritaskan ,biarkan si Kamal bakal kena karmanya sendiri ,yg sabar ya...Rians Allah mengujimu smg ujian itu jd berkah untukmu dengan lulusnya ASN....semangat ....lanjut Thor
Jamayah Tambi: Tak faham sistem guru di sana.
total 1 replies
Yuni Ngsih
Authoooor ceritramu baru nongol ku dah ngenes sm si Kamal ,yg sabar Riana setelah badai pasti muncul pelangi ...ok lanjut Thooor tetap semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!