Usia Alexius Calandra memang sudah tidak lagi muda. Dan dia dijodohkan dengan seorang gadis yang pemarah dan arogan. Bagaimana cara dia menghadapi gadis muda itu yang punya sikap sangat menjengkelkan menurutnya.
Beberapa kali Sarah dan Alex berusaha menggagalkan perjodohan tetapi selalu gagal karena Ibu Alex sangat pintar dan berpendirian teguh.
Dengan sangat terpaksa akhirnya mereka menikah agar tidak dicoret dari daftar warisan keluarga.
Selalu ada pertengkaran kecil dalam rumah tangga Alex dan Sarah di setiap harinya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa hal itu justru semakin mendekatkan hubungan mereka.
Sebuah rahasia terungkap saat Alex mulai mencintai Sarah begitupun sebaliknya. Bagaimana jika tiba-tiba mereka harus bercerai karena anak kandung Adolf Chavali yang hilang telah kembali dan mengambil semua haknya yang dipinjam Sarah selama ini, termasuk perjodohannya dengan Alex.
Bagaimana sikap Alex selanjutnya? Dan akankah kedua orang tua Sarah tetap menyayangi gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyaeva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Pozzi Hunter
Sierra Chavali
🍁🍁🍁
Pesta resepsi Sarah dan Alex berlangsung meriah, seperti yang direncanakan hampir semua para kerabat dan sahabat datang untuk menghadirinya.
Sarah dan Candy saling menatap saat Mavrick memperkenalkan seorang wanita bernama Dilia Olive. Mereka ingat siapa wanita itu yang pernah mereka lihat beberapa kali.
Sarah semakin kesal saat melihat wanita itu merangkul Alex, walaupun Alex terlihat sedikit enggan. Kenapa Alex bisa mengenal wanita itu?
"Mungkin kau belum tahu. Maaf sebelumnya tapi kupikir kau harus tahu Dilia adalah mantan kekasih Alex."
Jderr ...
Seperti petir di tengah terik, ucapan Mavrick seperti sengatan listrik yang menyambar kepala Sarah. Beruntung Candy tidak mengetahui hal itu karena dia sedang bercengkrama dengan sahabat yang lain.
"Apa maksudmu mengatakan semua ini?" tanya Sarah dengan nada suara yang dingin.
"Aku tidak ingin kau terkejut," jawab Mavrick yang menatap objek yang sama dengan Sarah. Alex terlihat sedang berbicara dengan wanita itu. "Lagipula kau terus menatap mereka, kupikir kau ingin tahu siapa dia," lanjut Mavrick.
Mata Sarah terasa memanas, entah kenapa dia merasa seperti itu. Dia memang terkejut setelah mendengar ucapan Mavrick.
Setelah menghabiskan malam dengam kekasihnya, Alex juga berani mengundang wanita itu ke pesta mereka--Sarah dan Alex. Tidak cukupkah Alex menghinanya?
Dia merasa seperti tidak punya harga diri. Sarah merasa sangat kecewa pada Alex, sepertinya dia memang tidak pernah berarti bagi pria itu.
Apa yang dia harapkan? Lagipula jodoh Alex yang sebenarnya akan datang. Setelah ini Sarah tidak akan berakting lagi seperti semua baik-baik saja.
...
Alex tidak bisa mendengar ucapan Dilia dengan baik, matanya terus tertuju pada Sarah. Dia bahkan tidak tahu lagi perasaan apa yang dia rasakan pada Dilia.
Alex merasa bersalah karena sekarang dia tidak bisa lagi menjaga cintanya untuk Dilia. Saat melihat wajah Sarah yang terluka hatinya terasa begitu sakit.
"Alex, kau mendengarku, 'kan?" rajuk Dilia saat tidak mendapat perhatian Alex.
"Malam itu aku sangat bahagia- ...."
"Maaf, sebaiknya kita tidak bicarakan tentang itu sekarang. Itu adalah salahku, seharusnya- ...." Alex memotong ucapan Dilia, jauh di dalam lubuk hatinya dia tidak ingin mengingat malam itu.
"Tidak, itu bukan kesalahanmu, kita saling merindukan itu alasannya." Dilia juga memotong ucapan Alex.
"Mengertilah posisiku saat ini, kumohon!" Alex berkata tegas. "Kita bicara lagi nanti!"
Alex segera meninggalkan Dilia, entah kenapa dia merasa perlu menjelaskan semuanya pada Sarah.
...
Alex merasakan sikap Sarah yang dingin, di tengah pesta yang meriah gadis itu terlihat diam. Alex melihat luka di mata Sarah. Bibirnya mungkin tersenyum kepada setiap tamu tetapi Alex tahu ada yang mengganggu pikiran gadis itu.
Alex menautkan jemarinya di jemari Sarah, gadis itu terkesiap dan menatap dirinya.
"Ayo, ikut aku!!" Alex membawa Sarah jauh dari keramaian. Sarah sempat menolak ajakannya dan memilih untuk kembali ke pesta tetapi dia menahan gadis itu supaya tetap mengikutinya.
"Lepaskan aku!!" Sarah berkata dengan penuh penekanan. Setelah sampai di kamar rias Alex melepaskan genggamannya.
"Aku tahu kau sedang marah. Bisakah kau katakan apa yang ada dipikiranmu itu!!" pinta Alex.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?" ucap Sarah dengan ketus.
"Berhenti untuk menghindari masalah! Katakan ada apa sebenarnya?" tanya Alex dengan suara yang sedikit meninggi.
"Bukan urusanmu!!" jawab Sarah, gadis itu hendak pergi tetapi Alex kembali menghentikannya.
"Sarah, kumohon!" Suara Alex melembut, Sarah terdiam dan hanya menunduk.
"Aku ... muak padamu!" jawab Sarah yang membuat Alex terdiam. Kenapa ucapan gadis itu membuat hatinya terasa begitu sakit.
Sarah meninggalkan Alex, mungkin ucapannya benar-benar kasar, tetapi dia memang sengaja melakukannya. Sarah berpikir itu yang terbaik supaya dia tidak perlu merasakan rasa sakit dalam hatinya.
Air mata Sarah menganak sungai, dia tahu perasaannya terhadap Alex sudah berubah. Sarah tidak bisa menepati janji untuk tidak jatuh hati pada pria itu.
Namun, dia hanya gadis biasa yang tidak bisa menolak atau menghindari itu semua. Sarah memikirkan ucapan Candy tentang perasaannya kepada Alex, sekarang dia menyadari untuk pertama kalinya dia merasakan apa yang dinamakan jatuh cinta.
Cinta pertama memang tidak selalu indah, Sarah harus menelan pil pahit kisah cintanya karena Alex tidak ditakdirkan untuk dirinya.
"Sarah?? Dari mana saja? Mama mencarimu sejak tadi?" Rose tiba-tiba muncul setelah Sarah keluar dari kamar rias.
"Mama? Ada apa? Kenapa Mama menangis?" tanya Sarah, dia melihat ibunya yang sedang mengusap air matanya.
"Ada yang ingin Mama dan Papa bicarakan sekarang juga!" ucap Rose sambil menggenggam tangan Sarah.
"Ini sangat mendadak dan Mama tidak bisa menyimpannya lagi." Sarah mendengarkan ucapan ibunya.
"Sierra, sudah kembali!"
Sarah mematung dengan air mata yang meluncur begitu saja. Kenapa semua kejutan datang di saat yang bersamaan.
"Be-benarkah? Syukurlah!" ucap Sarah dengan senyum yang dipaksakan.
"Dia bersama Papamu sekarang. Kami akan kembali lebih dulu. Setelah pesta selesai kau harus cepat menyusul!" Rose memeluk Sarah, gadis itu hanya mengangguk.
"Dengar, Sayang! Kau mungkin bukan puteri kandungku, tetapi aku sangat menyayangimu," ucap Rose sambil mengusap air mata Sarah.
Setelah kepergian Rose, gadis pengantin masih berdiri di tempat semula. Tanpa dia sadari Alex sudah berada di belakangnya.
Bahu Sarah bergetar, rasanya begitu sakit saat dia harus kehilangan segalanya.
Greb ...
Sarah terkejut saat seseorang memeluk bahunya dari belakang, tetapi dia sangat mengenal aroma tubuh orang tersebut.
Sarah terdiam, tetapi tangisannya pecah dan tak terbendung lagi. Alex menarik dan memeluknya dari belakang. Kali ini gadis itu tidak menolak.
Sarah bukan gadis bodoh yang tidak memahami situasi. Dia tahu Alex pasti sudah mendengar semua percakapan dirinya dengan sang ibu.
"Aku tidak peduli siapapun dirimu," ucap Alex, pria itu membuat Sarah berbalik kepadanya. Dia mengusap air mata Sarah secara perlahan.
"Aku tidak peduli semua itu!" Alex menarik tubuh Sarah ke dalam pelukannya. Wajah Sarah tenggelam di dada Alex.
"Aku akan selalu berada di sampingmu." Satu kecupan dirasakan Sarah di bahu polosnya. Runtuh sudah pertahanan yang dia bangun selama ini.
Kali ini bolehkah dia membuat pengecualian untuk Alex? Sarah tidak ingin mengambil apapun dari Sierra, tetapi apakah dia harus mengembalikan suaminya juga yang selama ini dia pinjam?
Sarah melingkarkan kedua tangannya di punggung Alex, sekarang dia benar-benar sadar bahwa sekarang dia sangat membutuhkan Alex.
Entah sejak kapan perasaan itu muncul, yang jelas Sarah mulai merasakan sesuatu yang asing, secara perlahan nama Alex masuk ke dalam ruang istimewa di dalam hatinya.
Seandainya Sarah tahu bahwa bukan dirinya saja yang merasa demikian. Pria yang sedang memeluknya itu punya perasaan yang sama dengan dirinya.
Alex sadar perasaan itu muncul setelah dia melakukan kesalahan bersama Dilia. Terlebih setelah dia tahu jati diri gadis itu yang sebenarnya.
To be continue
Mm, mulai timbul masalah yang sebenarnya. Bagaimana kelanjutan kisah Alex dan Sarah?
See you next chapter
I Love you 💓💓💓
Kalian juga bisa gabung di grup chat Noveltoon aisyaeva ya ... mungkin ada pertanyaan seputar cerita atau dunia kepenulisan ....
dan lihat 37 bab
ku pikir
berhenti di tengah jalan atau Hiatus atau pindah ke aplikasi lain nya karena ada tulisan end
eh ternyata emang bener di bab 37 tamat
keren bisa tamat
walaupun hanya 37 bab
semoga bisa berkarya lagi ya Thor 🤲 Aamiin 🤲
tetap semangat berkarya yah thor....🤟💪💪💪👍👍👍👍👍🎉🎉🎉🎉