Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.
Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.
Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.
Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?
Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?
Yuk saksikan kisahnya.
Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)
Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri
Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Besoknya
“Dion” ujar Anggra yang baru datang langsung menghampiri Dion di mejanya.
Dion melirik sekilas dan langsung mengambil Headset kemudian melihat ke arah jendela.
“Dih” ujar Anggra kesal dan duduk di kursinya.
“Ada apa, Nggra?” tanya Dedy.
“Engga apa-apa”
Istirahat seperti itu lagi. Namun Dion yang satu ini meninggalkan kelas .
Besok, lusanya masih sepeti itu.
Seminggu kemudian.
“Kamu ulet juga ya” ucap Bagas di kantin.
“Lihat aja. Ini masih pemanasan jangan panggil Anggra dengan Anggra jika gagal”
Besoknya.
“Dion” pangil Anggra seakan sudah menjadi rutinitasnya setiap hari.
Dion hanya berdoa semoga Anggra berhenti menganggunya karena ia takut goyah.
Dion mengambil headset namun dilarang Anggra. Dion memandang Anggra.
“Gua mau menantang loe main basket. Jika gua yang menang loe harus mau gabung sama kita”
“Kalau gua engga mau?”
“Cemen loe”ucap Anggra sombong.
“Oke Gua terima tantangan loe”
“Oke. Di lapangan basket setelah pulang sekolah”
“Oke"
Anggra kembali ke tempat duduknya.
“Loe yakin, Nggra?”tanya Bagas.
“Udah deh, Nggra. Kalau Dion engga mau gabung engga usah di paksa. Kita
juga biasanya tidak ada dia?” ujar Dedy.
“Kenapa harus Dion coba?’ ujar Variel
“Karena dia sendiri dan yang lain pada ada teman”
“Terserah kamu lah, Nggra” ucap bagas.
“Nggra gua mau ngomong sama loe” ujar Tion yang sudah berdiri disamping kursi angra dan memaksa Anggra berdiri.
“Ngomong apa? Kenapa engga disini?’
“Penting"
Anggra berdiri dan mengikuti Tion.
Di luar kelas.
“Ada masalah apa kamu sama Dion?Akhir-akhir ini kamu sering deketin dion?”
“Kenapa memang?” ucap Anggra santai.
“Kenapa sampai bela-belain bertanding?”
“Gua Cuma mau Dion…”
“Gua mohon sama loe. Urusin aja urusan loe jangan urusin urusan orang lain”
“Apa maksud kamu?’
“Kamu tau? Setelah pertandingan itu. Besoknya mama dan papah sepakat
mengangap Najwa meninggal”
"Najwa? Pacarnya Dion?”
“Kamu engga akan mengerti, Nggra”
“Setelah pertandingan ini. Aku mohon sama kamu biarin Dion sendiri. Dia memang butuh waktu sendiri”
“Baiklah. Aku minta maaf soal itu”
“It is okey. Loe engga salah untuk itu setidaknya tujuan kamu baik”
“Oke”
“Kalian berdua ngapain ngobrol di luar. Pelajaran sudah mau dimulai” tegur buk Sindi.
“Ini kita masuk kok, Bu" jawab Tion.
Bu Sindi masuk kelas dan di ikuti Anggra dan Tion.
Pulang sekolah.
Anak IPS 1 sudah kumpul di lapangan.
“Rin” pangil David dan mendekati Anggra.
“Ada apaan, Rin?” tanyanya.
“Pertandingan bola basket Anggraini dengan Dion”
“Menyambut?”
“Pertemanan”
“HA? Loe suka ya sama Dion”
“Mana ada”
“Awas baper loe”
“Cuma pertemanan David ku yang yebelin” ucap Anggra ingin memukul David.
“Nggra. Udah mau dimulai” panggil Dedy karena Dion sudah dilapangan.
“Oke. Udah dulu ah. Nonton ya. Dah” ujar Anggra dan pergi kelapangan.
“Siap kalah” ujar Tion.
“Emang elo kira Dion hebat ha?”
“Emang kembaran gua harus hebat”
“Bodo amat”
Jono menjadi wasid, Dedy menghitung sekor. Dan reporternya Deka.
“Anggra … Anggra Dion Dion… IPS 1 is the best” teriakan para penonton.
Pertandingan dimulai.
Bola pertama kali di Dion Kemudian Dion mendribel bola dan sut bola masuk dengan sekor 3-0 dan 1 untuk Dion. Bola ditangan Anggra. Anggra mendibel bola dan menghindarin Dion…Iya Dion mengambi alih dan sut bola masuk kembali 2 untuk Sion.sekor menjadi 5-0.
Skip
Ok.. Selanjutnya bola ditangan Anggra dan dan dan sut.. ah gagal sekor 18-8.
“Loe mau berhenti aja Nggra. Takut gua loe malu kalah telak” tanya Bagas meremehkan.
“Jangan panggil gua Anggra jika tidak menang”
“Oke. Anggra saat ini yang memengang bola, mendribel dan sut oke. 3 untuk Anggra sekor menjadi 18-11 Siapakah akan menang? Mana tim Anggra?"
“Anggra yee”
“101 orang. Mana suara tim Dion"
“Dion"
"Ada 101 orang seri suporternya”
“Oke. Bola sedang di pegang Dion………….”
See you next time
Jangan lupa, like komen dan follow ya
pendek banget
mampus Dion huuuu