NovelToon NovelToon
Terjerat Rasa

Terjerat Rasa

Status: tamat
Genre:Keluarga / Selingkuh / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:281k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Adinda Aira tidak menduga jika kekasihnya yang bernama Frans Albar telah memiliki calon istri yang akan segera ia nikahi.

Kini Adinda hamil.

Demi menutupi Aib itu, Frans memaksa Ryan Alaska yaitu teman sekaligus rekan kerjanya agar menikahi Adinda Aira untuk sementara saja. Frans berjanji akan menikahi Adinda setelah setahun pernikahannya dengan sang istri, Nia Devira.

Ryan terpaksa menerimanya karena hidupnya pada saat itu begitu bergantung kepada Frans dan sedang mengalami konflik besar dengan keluarganya.

Lantas apakah yang terjadi? Jika mereka ternyata sudah terjerat oleh rasa cinta yang dalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Masa Lalu Ryan Alaska

Hati Khaliza kembali bersedih karena Ryan merupakan anak semata wayang mereka. Namun demi kehidupan dan pendidikan sang Anak yang lebih terjamin. Khaliza terpaksa menerima keputusan suami dan merelakan putranya pergi meninggalkan dirinya.

Tahun terus berganti, kondisi kesehatan Yong semakin memburuk, sehingga sulit untuk bekerja secara optimal, ia begitu mudah lelah. Khaliza terpaksa menjalankan perusahaan membantu suaminya.

Lim tidak hanya memberikan fasilitas pendidikan yang superior di kehidupan Ryan, ia juga difasilitasi kehidupan pribadi yang sangat mewah dan berkelas. Lim sengaja memandikan Ryan dengan kekayaannya sehingga membuat anak lelaki yang masih muda serta labil itu lupa diri, lalu perlahan tidak menghiraukan orang tuanya lagi, hampir mirip dengan cerita si Malin kundang anak durhako.

Yong marah besar kepada Lim, namun Lim tidak perduli, ia sudah terjerat rasa sayang dan ingin memiliki Ryan sebagai tambuk penerus Woong. Ryan begitu patuh kepada Lim, menuruti semua perintah Pamannya, pelan dan perlahan Lim kembali membangun perusahaan judi gelap atau ilegal yang dipimpin oleh Tan Woong (Ryan Alaska) Lim sagat rakus seakan-akan tidak ada rasa jera setelah tragedi kelam itu pernah terjadi.

Khaliza hanya berkata kepada suaminya,

"Semua sudah terlanjur!"

Yong (Eric) memeluk istrinya dan meminta maaf.

"Harusnya aku ikut apa katamu!" ucap penyesalan Yong.

Hati seorang ibu mana yang tidak sakit, jika harus dipisahkan dari sang anak, dimana anak sudah tidak perduli lagi dengannya, tega mengabaikan kabar bahkan suara dari seorang ibu.

Khaliza terlalu banyak memendam rasa, hampir setiap hari ia menangis selain pernikahan yang tidak direstui, ia juga harus dipisahkan dari sang anak. Namun wanita itu cukup tegar dan tersenyum manis dihadapan Yong, karena tidak ingin melihat kondisi sang suami semakin drop. Ia hanya bisa berdoa di setiap sujud malam dan siang kepada Tuhan, agar bisa membalikkan hati Ryan untuk kembali pulang bersama dirinya.

Ryan semakin beranjak dewasa kecerdasan serta kemampuannya dalam bertarung, lihai dalam menggunakan pedang, menembak, berkuda, memanah, berenang terlatih dengan sempurna layaknya militer yang siap berperang. Lim juga membentuk mental Ryan menjadi jiwa pemberani serta tempramental tinggi, sebagai founder dari seorang calon pemimpin perusahaan besar yang ditakuti anggotanya.

Lim mengatakan kepada Ryan.

"Jika kau punya seribu Bodyguard, dirimu adalah Bodyguard yang sesungguhnya, karena orang kepercayaan sekalipun akan tega menebas kepala mu jika kamu tidak memilik kemampuan apa-apa!"

Rasa ingin memiliki Ryan semakin besar di hati Lim, ketika semua sudah ready, Lim mulai membawa terjun Ryan Alaska ke dunia judi atau dunia hitam, Perusahaan judi gelap itu dipimpin langsung oleh Tan Woong (Ryan Alaska)

Disanalah Ryan terjerat kehidupan maksiat besar, segala bentuk kejahatan sudah ia lakukan dan nikmati. Namun Lim tetap mengontrolnya agar Ryan tidak kebablasan. perusahan gelap itu berjalan dengan baik, siapa saja yang berkhianat, Ryan Lah yang langsung mengeksekusi mati Anggotanya tanpa ampun sebagai pelajaran kegagalan sebelumnya.

Ryan tidak hanya memimpin perusahaan judi gelap, ia juga diberikan kekuasaan untuk memimpin perusahaan bagian dari Ayahnya, kerja keras Lim sukses mendidik Ryan menjadi CEO yang bisa bersaing di dunia bisnis seperti keinginan sang kakak.

Lim berjanji akan mengembalikan semua bagian ayahnya kepada Ryan, asalkan pemuda itu berhasil membangun perusahaan judi ilegal dengan sukses. karena di sanalah pundi-pundi keuangan yang cukup tinggi bagi keluarga Woong. Ryan pun bersedia. Pemuda itu terjerat rasa nafsu dunia akan kekayaan yang berlimpah.

Khaliza sudah pasrah dan ikhlas menerima cobaan hidupnya, wanita itu lebih fokus kepada kesehatan sang suami yang semakin tidak baik-baik saja. Namun sang ibu hebat itu tidak pernah mengutuk Ryan, ia terus mendoakan putranya agar kembali pulang ke jalan yang benar.

kehidupan tetap lah ada yang memiliki, Alam semesta adalah milik Tuhan Yang Maha Kuasa, ia benar-benar berkuasa atas segalanya. Skenario itu diputar kembali.

Terjadi lagi bentrok besar dan perkelahian hebat di dunia gang Mafia judi gelap itu memperebutkan wilayah kekuasaan. Ryan sebagai ketua sekaligus pimpinan disana ikut berkelahi dan habis-habisan mempertaruhkan kemampuan untuk mempertahankan perusahaan judi miliknya, pertempuran yang menewaskan beberapa orang, namun hal itu masih bisa ditutupi dari dunia hukum.

Hal itu sering terjadi membuat Ryan lelah, jenuh dan depresi, penuh tekanan, ia merasa seperti menjadi budak Pamannya. Ryan terpaksa harus menelan pil penenang karena tidak bisa tidur berhari-hari, selalu gelisah dan dihantui rasa ketakutan yang tidak bisa ia ungkapkan, saat itu usia Ryan belum genap 23 tahun, usia yang masih terlalu muda.

Diam-diam Ryan juga sering menangis di pojok kamar mandi sambil berkata;

"Mah, Ryan minta maaf, minta maaf, minta maaf!"

ketakutan yang cukup hebat, namun ia tidak berani menelpon ibunya. Kembali ingat kepada ibunya, rindu sosok ibu yang selalu memeluknya, ibu yang selalu memberikan kasih sayang tulus dan sempurna, mengajarkan ia sholat dan mengaji serta kebaikan lainnya, meski Ryan selalu berontak sampai Khaliza mengejar-ngejar dirinya, kemudian memeluknya dengan tawa mesra, tidak pernah memberikan tekanan sedikitpun, rasa itu lah yang sangat Ryan butuhkan dan rindukan.

Malam pukul 23. 30 Ryan menemui Pamannya di ruangan kerjanya, ia ingin marah bahkan berniat membunuh Pamannya, namun kembali ia batalkan, karena istri Lim baru saja melahirkan anak keduanya.

"Apapun yang terjadi ini adalah salahku, aku yang meninggalkan Mama, meski Mama sudah sempat melarangnya!" gumam Ryan.

Malam itu ia mengatakan kepada Lim ingin pulang kembali kepada ibunya dan meninggalkan segalanya. Sontak membuat Lim terkejut hebat lalu marah besar kepada Ryan sekaligus kecewa.

"Aku sudah capek.

Aku lelah.

Aku tidak bisa memenuhi keinginanmu!" bentak Ryan.

"Jadi kau lebih memilih gembel?" tanya Lim dengan sorotan mata tajam.

"Suatu hari nanti, ketika anakmu sudah besar, kau akan tau, Paman, kenapa aku harus memilih Ibuku, kau tidak akan pernah mengerti apa artinya sebuah kasih sayang seorang ibu, karena kalian hanya dibesarkan oleh harta, sekarang aku sadar dan benar-benar sadar, mengapa Ayahku meninggalkan kalian dan tetap mempertahankan ibuku, aku sudah tau jawabannya!"

"Apa jawabannya? Mengapa kau sekarang baru ingat ibumu, setelah ilmu dan kemampuan mu sudah aku berikan, jawab???" bentak keras Lim dalam raut marah sambil menarik kerah Ryan.

"Karena aku baru tau, jika ibuku adalah surga kehidupanku yang sesungguhnya ada ketenangan jiwa yang ia bisa berikan dan kau tidak akan pernah paham, dan ada tanggungjawab ku disana yang sudah aku abaikan!"

"Bruk!" Lim memukul keras pipi Ryan.

Namun pemuda itu tidak membalas.

"Pergi kau dan jangan pernah membawa sedikitpun harta dari rumah ini! Nama Tan Woong sudah tidak pantas lagi ada di dalam dirimu!" hardik keras Lim, marah besar.

"Baik!" ucap tegas Ryan.

Semua harta yang sudah dicapai oleh Ryan, tidak bisa ia miliki, kartu debit berwarna hitam, merah, kuning, hijau biru, semua dikembalikan kepada Lim.

Ryan kembali pulang ke Indonesia menuju rumah orang tuanya.

tepat di waktu subuh, dimana Khaliza baru saja selesai sholat.

Ketika Khaliza membuka pintu rumahnya betapa terkejutnya wanita itu melihat sosok yang ia sangat rindukan berdiri dihadapannya.

Tanpa kata lagi, Ryan langsung bersujud di kaki ibunya, meminta maaf sambil menangis tersedu-sedu.

***

1
Rani Chiko
ikutan tegang q thor bacanya/Cry/
Afnan S
pada novel terjerat rasa author banyak menyelipkan dakwah lewat mama khaliza dan alamsyah secara tidak langsung para pembaca belajar akan ketenangan jiwa dengan selalu menyerahkan urusan pada sang pencipta.. good author
Afnan S
episode ini banyak bawangnya
Afnan S
jadi ingat kelucuan Andre dan indah
Mita
luar biasa
💜⃞⃟𝓛 ᎩᏬᏁhiat ⍣⃝ꉣꉣ❀∂я
Ceritanya bagus dan kereen😍🙏
Rohmadhona Vina
terimakasih kak,dari cerita ini aku jd belajar ilmu sabar & ikhlas yg ternyata sulit tp aku yakin hasilnya nanti akan indah.
Senyiur Borneo
😅😂😂😂
Senyiur Borneo
ternyata iyaa, mmg lbh mengerikaaann hahahaa...
Senyiur Borneo
wkwkkwwk
findry
selalu suka sama karyamu Thor
lovely
pergi k neraka aja Lo Frans 🥴
lovely
kasihan amat nasibmu Ryan apem s Dinda bekas s frans 🥵
lovely
aduhhh terlalu bnyak beragumen jd ngos³an bacanya🥴
lovely
dasar manusia lucnuttt c Frans seenaknya nyuruh org yg berta ggunh jawab realnya ogahhh mski diancam🥵
lovely
ini yg pacarnya siapa.yg hamilin siapa malah Ryan malaikat penolong Dinda 🥴
lovely
kasian Ryan dapat bekasan bosnya 😜
lovely
dasar cewek begokkk d Dinda😜
Supry Atun
bagus novelnya
Supry Atun
athor yg bikin kepo Ryan kwkwkwwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!