NovelToon NovelToon
My Dangerous Mafia

My Dangerous Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Light Novel
Popularitas:210.1k
Nilai: 5
Nama Author: Annisa Imdhl

Kehadiran sosok pria yang tak dikenalinya, membuat hidup Olivya berputar jauh delapan puluh derajat. Kehidupan yang semakin membuatnya takut akan semua kegelapan yang nyata, sebuah takdir yang buruk, dan hidup yang nyata penuh dengan musuh.

Olivya harus menjalani kehidupannya dengan seorang mafia yang terkenal akan segala kekejamannya. Mengikuti segala alur kehidupannya yang tak seberuntung orang lain. Ia diculik, bukan untuk dijadikan seorang pelacur, tetapi untuk sebuah cinta dan obsesi semata dari seorang mafia.

Madrick Vallencio, pria itu selalu kekeuh dengan segala pendiriannya. Tak mengenal lelah ataupun letih. Impian yang sudah impikan harus menjadi kenyataan. Mafia sebagai jabatan yang ia pegang, tak akan bisa memberhentikan segala niat baik maupun buruknya.

Sepuluh tahun silam, ya, ia mencintai seorang gadis yang ia temui sepuluh tahu lalu. Obsesi dan cinta menggebu-gebu dalam dirinya. Mad ingin menjadikan Olivya hanya miliknya seuntuhnya dan selamanya. Penghalang? Tangannya yang kosong akan siap membunuh penghalang itu.

***

Follow dulu sebelum memebaca!! Karena beberapa part akan diprivate

[WARNING!!]
•Berisikan adegan-adegan kekerasan•

BUDIDAYAKAN MEMBERI VOTEMEN DAN SARAN AGAR AUTHOR LEBIH BIJAK DALAM MELANJUTKAN CERITA

~BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!~

Happy Reading (* ̄︶ ̄*)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Imdhl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terungkap Seorang Mad

Mad senantiasa duduk disebelah Olivya yang tengah berbaring. Ia menatap lekat wajah pucat gadisnya. Rasanya begitu tak tega melihat gadisnya yang tengah melawan rasa sakitnya. Tertembak memang bukan luka kecil, apalagi mengeluarkan peluru harus dengan dokter ahlinya.

Mad memegang tangan Olivya. Dingin, itulah yang ia rasa saat menggenggam tangan Olivya. Telapak Mad satunya bergerak menyisikan rambut Olivya yang hampir menutupi wajah cantiknya. Ingin sekali Mad mencium habis bibir ranum milik Olivya. Dengan perlahan, Mad memajukan kepalanya hingga nafasnya menyapu permukaan wajah Olivya. Dengan pelan, Mad berhasil mencium bibir ranum Olivya. Hanya kecupan, ia tak ingin gadisnya terbangun hanya karenanya. Mad menarik kepalanya, ia tersenyum. Walau dengan kondisi Olivya belum sadar karena efek obat bius, Mad berhasil mencuri first kiss gadisnya.

Tok tok tok

"Masuk!" ucap Mad pada orang dibalik pintu.

Seseorang yang mengetuk pintu pun masuk dengan menenteng plastik putih yang berisi obat.

"Tuan, ini obatnya nona Olivya." ucap anak buahnya.

"Letakkan diatas meja dan keluarlah." balas Mad. pria tersebut pun menuruti perintah Mad. Setelah meletakkan obat, Pria itupun melenggang keluar.

Mata Mad tak sedikitpun beralih pada wajah Olivya. Hingga suara deringan ponsel berbunyi menggagalkan Mad yang sedang menikmati wajah damai Olivya. Mad mengambil ponselnya didalam saku celananya. Ponsel yang elegan berlogo apel digigit dengan warna yang ia sukai yaitu hitam. Mad membaca sebuah pesan yang dikirim oleh salah satu anak buahnya. Mad melangkah keluar kamar, Ia segera menuju ruang tamu. Mad menggulung lengan kemejanya hingga kesiku. Menuruni anak tangga dengan lincah.

Saat sampai diruang tamu, Mad mendapati dua orang pria. Yang satu bersetelan jas elegan, Mad tahu pria itu kaya, namun tak sebanding dengan kekayaannya.

"Selamat siang Mad, apakah aku mengganggu harimu?" tanya Pria bersetelan jas mahal itu dengan angkuh.

"Sangat mengganggu!" balas Mad dengan dingin. Mad duduk disofa besar yang hanya dikhususkan untuknya. Siapapun tidak ada yang boleh duduk disana.

"Apakah tidak ada secangkir kopi untukku?" tanya Pria itu.

"Apakah kau miskin? Sehingga tidak mampu membeli secangkir kopi?" cibir Mad.

"Ah sepertinya kau lupa siapa aku--"

"Untuk diingat pun itu tidaklah penting." potong Mad.

"Baiklah, Tuan Madrick Vallencio yang terhormat, apakah kau sudah menyiapkan pistol yang aku pesan?" tanya Warmon dengan santai.

Mad menyunggingkan senyuman, "Tentu saja sudah."

"Bisa kulihat pistolnya?"

"Tentu. Gaston!!" Mad memanggil Gaston dengan suara lantangnya. Gaston sudah berdiri didepan Mad.

"Iya tuan?" tanya Gaston dengan sopan.

"Ambilkan pistol yang sudah kusiapkan untuk dia." ucap Mad.

Gaston mangangguk lalu pergi dari hadapan Mad.

"Apakah aku harus menunggu lama?" tanya Warmon.

"Sepertinya kau takkan kembali ke rumahmu." balas Mad.

"Apa maksudmu?" tanya Warmon dengan sinis.

"Aku hanya bercanda, tenang saja."

***

Olivya terbangun dari tidurnya. Ia melihat langit-langit kamar yang putih. Bau maskulin yang khas dalam kamar ini, membuatnya tahu ini kamar siapa. Olivya mencoba bangun, tiba-tiba rasa nyeri menjalar dikakinya.

"Ssshh, kenapa sepi sekali?" tanya Olivya saat sudah berhasil mendudukkan tubuhnya dan menyandarkannya pada kepala tempat tidur.

"Nyeri sekali. Begini rasanya ditembak." lirih Olivya.

Ia mencoba mencari ponselnya. Teringat ponselnya berada di kamarnya, ia berniat untuk mengambilnya. Kakinya ia turunkan dengan perlahan. Dengan bantuan meja dan tembok, sebagai alat bantu.

Dengan perlahan namun pasti, Olivya berhasil keluar dari kamar. Untungnya kamarnya dekat dengan kamar milik Mad, jadi ia tak perlu berjalan terlalu lama.

Olivya merasakan nyeri yang amat luar biasa, demi ponsel ia nekat berjalan dengan kondisi kaki yang seperti ini.

Brukk

"Nona Olivya!!"

***

Mad sejak tadi diam. Ia membiarkan Warmon untuk membolak-balikkan pistol hasil buatannya. Dihadapan Warmon, ada sepuluh buah pistol dengan berbeda bentuk dan jenis.

"Ini bagus, berapa kecepatan pistol ini menembak?" tanya Warmon sambil mengelus pistol yang diangkatnya.

"Dua puluh ribu per kaki." balas Mad.

"Wow, amazing. Aku mau mengambil yang seperti ini dua puluh lima buah.

"Haruskah aku bayar saat ini atau---"

"Saat ini" balas Mad.

Warmon tersenyum miring, "okey, Drack, bawakan uang itu kemari."

Drack yang merupakan anak buah Warmon pun mengangguk dan melaksanakan perintah tuannya.

"Trank--"

"Nona Olivya!!" Mad mendengar teriakan salah maid nya. Tanpa menunggu perintah, Mad segera berlari menuju gadisnya. Rasa khawatir menyelimuti seluruh pikirannya.

Mad manaiki anak tangga dengan sangat cepat.

"Olivya!" dengan Cepat Mad mengangkat tubuh Olivya yang mulai melemas.

"Bawa aku ke kamarku sendiri." gumam Olivya dengan lemah.

Mad menuruti Olivya, dengan sigap Mad membawa Olivya kedalam kamar milik gadisnya.

Dengan pelan, Mad meletakkan tubuh mungil Olivya diatas kasur.

"Kau mau apa?" tanya Mad.

"Aku--"

"Kenapa kamu nekat? Apakah kau buta?! Kaki mu masih sakit! Seharusnya kamu mikir dikit!" bentak Mad.

Olivya menundukkan pandangannya. Ia takut jika dibentak. "Maaf." lirihnya masih dengan kepala menunduk.

"Kau--"

"Apakah dia gadis simpananmu?" potong Warmon yang entah sejak kapan sudah berdiri diambang pintu.

"Siapa yang menyuruhmu lancang untuk masuk kedalam kamar?" desis Mad tanpa membalik tubuhnya untuk sekedar menatap Warmon.

"Aku dengar keributan, mangkanya aku kemari. Sepertinya kau sangat perhatian dengannya."

"Apakah dia kekasihmu?" sambungnya.

Mad membalik badannya dan menatap Warmon dengan tajam. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celana.

"Jika iya?"

"Dia sangat cantik." tatapan Warmon seperti tatapan ingin memangsa Olivya.

"Jaga matamu, jangan menatap gadisku seperti itu."

"Baiklah, tuan mafia Madrick."

"Mafia?" tanya Mad dengan bingung.

"Kenapa kau terkejut nona? Kau belum tau jika kekasihmu seorang mafia? Ck. Kekasih macem apa dia?" cibir Warmon.

"Tutup mulutmu!" desis Mas dengan tatapan yang tajam.

"Baiklah biar kuberitahu, kekasihmu Mad ini adalah seorang mafia." ujar Warmon dengan entengnya.

"Benarkah kau seorang mafia?" tanya Olivya dengan nafas yang sudah memburu. Ia sangat membenci seorang mafia, sangat benci!.

"Sialan! Gaston!!" teriak Mad menggelegar seluruh ruangan kamar Olivya.

Gaston pun datang dengan satu anak buah lainnya.

"Bawa pria laknat ini keluar. Sekap dia!" perintah Mad. Gaston pun menurut dan langsung menggeret Warmon dengan paksa. Memberontak? Tentu saja Warmon memberontak. Namun Gaston berhasil membawa Warmon keluar.

"Pergi!! Aku tak ingin lihat wajahmu!" teriak Olivya.

"Vya, dengarkan aku. Aku--"

"Jika kau tak ingin pergi, biar aku yang pergi." Olivya langsung bangkit dan berdiri diatas marmer yang dingin.

Darah segar keluar dari lukanya. Ia meringis kesakitan.

Mad menggeram marah, ia mendorong tubuh mungil Olivya hingga kembali terlentang.

"Jangan pernah kabur dariku Vya. Kau milikku dan selamanya begitu."

"Kau egois, Mad! Kau mengurungku ditempat asing bagiku. Kau membuatku muak. Satu hal yang ingin membuatku segera pergi dari sini..." Olivya menjeda ucapannya. Airmata pun turun tanpa ia suruh.

"... Kau seorang mafia! Kau tahu? Aku benci dengan mafia! Aku benci! Perkerjaannya, sikapnya, semua sangat ku benci. Termasuk dirimu."

Mad mencengkram erat pipi Olivya, "Akan kubuktikan jika ucapanmu tak berlaku untukku. Dan jangan pernah punya pikiran kabur dariku, atau akan kubuat kau lumpuh hingga tak bisa berjalan kemana-mana." desis Mad dengan tajam. Mad melepaskan cengkraman tangannya dari pipi Olivya dengan kasar.

"Tidur, sepuluh menit dokter akan datang." ucap Mad lalu melenggang pergi dan menutup pintu dengan gebrakan hingga menimbulkan suara yang begitu keras.

Olivya menangis sesenggukan. Ia tak tahu lagi dengan jalan hidupnya.

"Jika aku tau dari awal dia seorang mafia, aku pasti sudah kabur darinya sebelum kakiku tertembak."

"Dad, mom, kak. Olivya ingin ikut kalian." gumamnya.

TBC

Love you All.

1
Anie Cianjur
ci oliv th ogeb.tdak merhatiin pwringtan sdah tau pnya pacar posesip di sengaja pula.
Anie Cianjur
satpam mana satpam hadeuh
h orang kaya gk ada penjagnya
Eviidolarr Eddo
ini cerita nya kok ga di lanjut
Ina Yulfiana
next kk
Ratnasari Arvi
hhmmm sorry ya thor aku pecinta novel mafia,,seorang mafia pasti punya banyak bodyguard... dan punya insting yg kuat... apa thor lupa tentang suatu hal thor...
Afrita Ningsih
Kenapa belum up juga thor 😊😊

Mampir juga ya teman-teman di karya pertama ku yang berjudul "Ketulusan Hati Gadis Desa"
Terima kasih 🙏🙏
Ade Nu-roel Rochmah
selalu di tunggu kelanjutannya...
Ade Nu-roel Rochmah
sy follow di 2 novel Thor 😍. semangat melanjutkan story nya y. semoga kehamilan ngak knp2.
Keysia Angelica
jngan smp knp" thoor kandungan nya vya
🦁R14n@
jgn lari vya,kamu lg hamil 🙄🙄
Ratu EL
walau lama uo nya aku selalu nunggu

feedback ya
🦁R14n@
koq lama up nya, sdh bosan menunggu author🤔🙄🙏
MisRabia
lanjut lanjut...
ᴋʜᴇɴɪ
lanjutkan
Keysia Angelica
lanjuut
Kholija Leek
lanjut thor
BTS😍TXT😍
aku coba aja baca nya mana tau cerita nya menarik....semoga tidak mengecewa kan
Ayu Ningtyas
Up tros si thorrr
Mochi She Cimoutzz
lnjut thorrr jngn lma2 up na...
Kholija Leek
seru thor jangan lupa up😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!