NovelToon NovelToon
Suami Super Cool Berseragam Loreng

Suami Super Cool Berseragam Loreng

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Menikahi tentara
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Sarif adalah lelaki yang diajukan sebagai calon suami Ratna dalam perjodohan keluarga, tetapi karena ia menolak, akhirnya dialihkan pada sepupunya Tara.

Gadis yang baru satu tahun lulus SMA itu menerima dengan suka cita sebab ia menghindari dikirim keluar kota untuk kuliah.

Tara: Jodoh itu misterius, dia yang tenang untuk aku yang darderdor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Tara baru saja membuka mulut untuk menguap, entah yang keberapa kali sejak acara keluarga dimulai. Namun, sebelum rahangnya terbuka sempurna, seseorang lebih dulu menangkap wajah mengantuknya. Paman Aji. Pria itu melirik Tara beberapa detik. Tatapan mereka bertemu.

Tara yang tidak merasa melakukan kesalahan hanya membalas dengan tatapan polos. Kenapa lihat-lihat?

Entah mendapat ilham dari mana, mata Paman Aji tiba-tiba berbinar. Seolah sebuah ide gila baru saja muncul di kepalanya. "Ibu," ucapnya sambil menoleh kepada Nenek Bani, "maaf sebelumnya."

Semua orang langsung memperhatikannya.

"Daripada memaksakan Ratna yang jelas-jelas nggak mau, bagaimana kalau perjodohan itu dialihkan saja ke Tara?"

Seisi ruang tamu mendadak sunyi. Bahkan suara kipas angin yang berderit terdengar sangat jelas.

Tara yang tadi masih mengantuk seketika membelalak. Rasa kantuknya hilang dalam waktu kurang dari satu detik. "Hah?" Belum sempat ia mencerna ucapan pamannya, suara anggota keluarga lain sudah bersahutan.

"Hah... Tara?" Semua kepala serempak menoleh ke arah gadis itu.

Tara ikut menoleh ke kanan dan ke kiri, seolah ingin memastikan masih ada Tara lain di ruangan tersebut. Sayangnya... Tidak ada. Yang dimaksud memang dirinya. "Lho, kok aku?" batinnya panik. Baru beberapa detik yang lalu ia hanya ingin kabur ke kamar untuk tidur. Sekarang... Malah mendadak menjadi kandidat calon pengantin.

Paman Aji berdeham pelan sebelum melanjutkan usulnya. Wajahnya tampak serius, seolah ide yang baru saja keluar itu memang sudah dipikirkan matang-matang. "Ratna itu masih kuliah, Bu. Belum tentu juga kapan lulusnya. Sepertinya masih lama, apalagi katanya mau lanjut S2. Iya, kan, Ratna?"

Ratna hanya mengangguk singkat tanpa membantah.

"Nah, sementara cucu sahabat Ibu usianya juga sudah cukup untuk menikah. Masa disuruh nunggu bertahun-tahun?" Paman Aji lalu mengalihkan pandangannya kepada Tara yang masih duduk dengan wajah linglung. "Kalau Tara kan beda. Dia sudah lulus sekolah. Jadi kayaknya nggak ada masalah, kan?"

Ucapan itu membuat Tara spontan menunjuk hidungnya sendiri. "Hah? Aku?" Dalam hati ia langsung protes habis-habisan. Halo, Paman... aku memang sudah lulus sekolah. Tapi baru lulus SMA! Baru setahun! Terus kenapa tiba-tiba aku yang dijadikan pengganti? Emangnya aku pemain cadangan? Ratna nolak, terus tinggal masukin Tara?

Tara ingin mengangkat tangan dan menyampaikan keberatan itu. Sayangnya, lidahnya mendadak kelu. Ia sadar, di keluarga besar ayahnya ini, ia dan keluarganya ada di kasta kedua. Hak bicaranya kecil sekali.

Sementara seluruh keluarga kembali memandangnya dengan tatapan penuh arti, seolah-olah usul gila Paman Aji itu benar-benar layak dipertimbangkan.

Belum sempat Tara pulih dari keterkejutannya, bibi Ani justru menjadi orang pertama yang menyambut usulan itu. "Nah, begitu baru benar." Semua mata beralih kepadanya. Bibi Ani menyandarkan punggungnya ke sofa, lalu tersenyum tipis. "Kalau Tara, baru sepadan dengan cucu teman Ibu." Tatapannya sengaja diarahkan kepada Nenek Bani, lalu sekilas melirik Tara dengan senyum yang sulit diartikan. "Cocok banget, pastinya." Ucapan itu terdengar seperti pujian. Namun, siapa pun yang mengenal Ani tahu, kalimat tersebut lebih mirip sindiran.

Maksudnya jelas..Di mata Ani, Tara yang hanya lulusan SMA dianggap lebih pantas dipasangkan dengan seorang tentara yang menurut dugaan mereka juga hanya lulusan SMA. Beberapa anggota keluarga langsung saling pandang. Ada yang menahan senyum, ada pula yang menggeleng pelan karena memahami arah sindiran menantu tertua itu.

Sementara Tara hanya berkedip-kedip kebingungan. Lho... kok aku malah kena tembak? Padahal sejak awal ia cuma duduk manis, mengantuk, bahkan tidak ikut mengeluarkan satu pendapat pun. Tahu-tahu... Statusnya berubah dari penonton menjadi kandidat pengantin.

Berikut versi yang lebih natural dan tetap menjaga karakter Nina yang sopan kepada mertuanya.

Mendengar putrinya tiba-tiba dijadikan pengganti, Nina, ibunya Tara yang sejak tadi memilih diam akhirnya angkat bicara. Ia menatap Nenek Bani dengan penuh hormat sebelum berkata pelan, "Maaf sebelumnya, Bu. Saya hanya ingin menyampaikan pendapat."

Nenek Bani mengangguk, memberi isyarat agar ia melanjutkan.

"Tara memang sudah lulus SMA, tapi usianya baru sembilan belas tahun." Nina melirik putrinya yang masih tampak bengong karena belum benar-benar memahami apa yang sedang terjadi. "Beberapa bulan lagi dia juga berencana mendaftar kuliah. Jadi menurut saya, Tara juga belum siap kalau harus menikah dalam waktu dekat."

Sebagai seorang ibu, Nina tentu ingin putrinya memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. Ia tidak ingin Tara buru-buru memasuki kehidupan rumah tangga hanya karena menggantikan posisi orang lain dalam sebuah perjodohan.

Sementara itu, Tara tiba-tiba terpaku pada satu kata yang baru saja diucapkan ibunya. Kuliah. Dadanya mendadak terasa sesak. Bukan karena ia tidak ingin melanjutkan pendidikan. Justru sebaliknya, ia sangat ingin duduk di bangku kuliah seperti teman-teman seangkatannya. Namun, keadaan keluarganya tidak semudah itu.

Sejak ayahnya meninggal beberapa tahun lalu, ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Penghasilan dari usaha katering rumahan memang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi belum tentu sanggup membiayai kuliah hingga lulus. Apalagi Tara masih memiliki dua adik laki-laki yang menurutnya juga harus dipikirkan masa depannya.

Sebagai anak sulung, Tara merasa sudah sewajarnya ia sedikit mengalah. Karena itulah, setelah lulus SMA setahun lalu, ia sengaja menunda kuliah. Alasannya terdengar santai setiap kali ada yang bertanya. "Otakku masih panas, habis dipakai belajar terus selama dua belas tahun. Kasih libur dulu setahun."

Semua orang yang mendengarnya pasti tertawa. Padahal, itu hanyalah alasan yang sengaja ia buat agar ibunya tidak merasa bersalah.

Selama hampir setahun terakhir, Tara tidak pernah benar-benar menganggur. Pagi hingga sore ia mengajar les bahasa Inggris untuk anak-anak di beberapa tempat bimbel. Setelah itu, ia membantu ibunya menyiapkan pesanan katering, mulai dari memotong bahan, memasak, mengemas makanan, hingga mengantar pesanan jika sedang ramai.

Diam-diam, hampir seluruh penghasilannya ia berikan untuk membantu menopang ekonomi keluarganya secara halus tanpa disadari ibunya. Ia berharap suatu hari nanti bisa menggantikan peran ibunya agar perempuan yang telah melahirkannya itu tak perlu bekerja keras. Tara juga mengubur mimpinya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena bagi Tara, melihat ibunya tersenyum jauh lebih penting daripada memaksakan mimpinya menjadi kenyataan.

Nenek Bani mengembuskan napas panjang. Pandangannya bergantian mengarah kepada Ratna, Ani, lalu Nina. "Jadi bagaimana ini?" tanyanya pelan. "Masa perjodohan ini dibatalkan begitu saja? Itu cucu sahabat Ibu, lho. Kami sudah saling berjanji sejak lama."

Ruang tamu kembali sunyi. Tak seorang pun langsung menjawab. Semua tampak berpikir, hingga usulan Paman Aji kembali mencuat dan mulai dipertimbangkan dengan serius.

Jika Ratna benar-benar menolak, bukankah masih ada cucu perempuan lain? Tatapan mereka perlahan beralih ke arah Tara. Gadis yang baru satu tahun lulus SMA itu sontak menegakkan punggungnya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan lagi bahwa yang dimaksud benar-benar dirinya.

1
Inde Hara
Inde Hara
InshaAllah ✓
Inde Hara
🤣🤣🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!