NovelToon NovelToon
Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Fantasi petualangan-Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:412k
Nilai: 5
Nama Author: Aris pujiono

Dewa perdamaian yang membuat kesalahan karena mencintai sang anak kaisar langit di hukum bereinkarnasi ke bumi menjadi manusia. Dia harus melewati berbagi macam penderitaan yang ada di dunia. Dengan tanda dewa yang ada di keningnya memudahkan para dewa dan bangsa asyura untuk mencarinya. Dewa bumi yang mempunyai sikap welas asih menutupi tanda itu dengan kekuatannya. Sang dewa perdamaian pun bisa terlahir dengan selamat di alam manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris pujiono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Alasan.

Astara memberi salam pada Hai Xuan, lalu segera pergi dengan langkah cepat.

"Kau kemana saja?" tanya Bailin.

"Aku habis cari angin sebentar," jawab Astara.

"Tadi salah satu murid sekte Lin'an memberikan surat undangan ini untukmu," Bailin memberikan surat itu kepada Astara.

Astara membukanya. "Ini surat undangan kejuaraan kungfu."

Bailin mendekati Astara. "Baguslah, kau harus jadi juara."

Esok harinya Astara melihat banyak murid sekte Lin'an membersihkan halaman dan koridor ruangan. Astara berjalan menuju taman sambil menyapa ramah para pekerja.

Hai Xuan dengan raut wajah yang tidak bersahabat berpapasan dengan Astara.

"Mau kemana kamu?" tanya Hai Xuan dengan wajah serius.

Astara memberi salam. "Aku mau jalan-jalan dulu, Senior."

Hai Xuan melipat tangan ke belakang. "Sekte Lin'an ini ada aturannya. Orang asing tidak boleh sembarangan melihat-lihat kawasan sekte Lin'an."

Astara terdiam menundukan kepala.

Bailin datang. "Ada apa ini? Kelihatan di sini ada yang tidak senang denganmu. Bailin menyindir Hai Xuan.

Hai Xuan menatap tajam Bailin. "Kalian lebih baik masuk kamar tunggu makanan dihidangkan, baru kalian boleh keluar."

"Kami di sini tamu terhormat, jadi kami berhak berkeliling area ini. Ketua sekte mu sudah mengizinkan kami," ucap Bailin.

Hai Xuan mendengkus kesal, lalu pergi dari hadapan Bailin dan Astara. Bailin tersenyum senang menatap punggung Hai Xuan.

"Bailin kenapa kamu berbohong?" tanya Astara menepuk pundak Bailin.

"Biarkan saja, dia juga mengada-ada, kan?"

Astara tersenyum sambil menggelengkan kepala.

"Sudah ayo jalan," ucap Bailin.

Di taman sekte Lin'an terlihat ada Jiarong sedang memetik tanaman obat. Langkah Astara terhenti sejenak saat melihat Jiarong yang terlihat cantik dan menawan.

"Astara, kenapa wajahmu merah seperti itu?" tanya Bailin heran.

"Tidak apa-apa? kita ke sebelah sana saja," Astara menuju jalan yang berlawanan arah dengan Jiarong.

"Pendekar ikat kepala, Bailin!" panggil Jiarong yang melihat Astara dan Bailin.

Astara pun berhenti berjalan, jantungnya berdetak tidak beraturan. Bailin melambaikan tangan ke arah Jiarong.

"Astara di panggil Jiarong," ucap Bailin.

Dengan senyum kaku Astara berbalik badan. "Selamat pagi Nona Jiarong."

Wajah Jiarong terlihat riang. "Bantu aku memetik tanaman obat."

"Boleh kebetulan kita sedang tidak ada kegiatan," ucap Bailin.

Jiarong memberikan keranjang kepada Astara dan Bailin.

"Astara kau kenapa sih, wajahmu tegang sekali," ucap Bailin.

"Tidak apa-apa, aku cuma tidak enak badan," jawab Astara.

Bailin menggaruk kepalanya, dia heran melihat tingkah Astara yang tiba-tiba kaku. Bailin tidak pernah yang namanya jatuh cinta. Seumur hidupnya dia hanya menjadi pelayan bagi dewa Bumi.

"Pasti karena kemarin malam kehujanan ya." Jiarong menempelkan jemarinya di keningnya Astara.

Astara terkaget, mundur beberapa langkah.

"Badanmu panas, biar aku buatkan obat untukmu." Jiarong tanpa persetujuan Astara langsung pergi menuj dapur.

Bailin melihat Astara cukup lama, lalu tangannya ikut memegang kening Astara. Kali ini Astara menyingkirkan tangan Bailin. Bailin sedikit terkaget dengan sikap Astara.

"Jangan pegang keningku, nanti ikat kepala ini jatuh," alasan Astara.

"Mana mungkin, itu ikat kepala untuk menutupi tanda di keningmu. Ikat kepala itu sudah diberi mantra dewa bumi, jadi tidak akan lepas," ucap Bailin.

Astara dan Bailin duduk di sebuah gardu. Tak lama berselang, Jiarong datang membawakan minuman obat untuk Astara.

1
Raditya Vicky
Luar biasa
Nyamin Tolayuk
cerita gak masuk akal masa kaisar langit bisa di tipu oleh dewa dan itu Masi bawahannya... apa Thor gak tau kalau kaisar langit bisa melihat segalanya hahaha Thor goblok dewa bumi aja bisa melihat Dewa perang memiliki niat jahat kok Kaisar langit tidak hu bikin cerita yg bagus dikit dong Kaisar langit di kalahkan sama keroco apa Thor sering berkelahi sama anak SD waktu sudah SMA dan Thor kalah itu perbedaannya Thor Dewa perang Sama Kaisar Langit tapi Thor gak pake otak asal nulis aja hahahahaha
Iman Resmana
Luar biasa
Lusia
cerita yang bagus
MAWI
mantaaaaap thoooooooooooor
bakmi
semoga aja novel ini bisa tergantikan daripada novel xiao Chen,er
Karya Sujana
boooom
dua kristal
booom
Karya Sujana
baru satu keristal
booooom
Karya Sujana
menarik booooom
Karya Sujana
menarikkkk
booooom
Karya Sujana
booooooom
Karya Sujana
mampusss
boooom
Karya Sujana
hadir
booooom
Kamzay
Karya yang sungguh baik dan penuh fantasi dan imajinasi alam dewa...
Kamzay
Kak fantasi sex nya juga kadang diselipin dong biar gak jenuh
Joss
mantaap...
Tyara Lantobelo Simal
Selanjutnya
semangat
Mori Hanzell
tikus? haha
Lutfi Tanaba
cerita kok jadi ngawur begini....malas bacanya..
Lutfi Tanaba
ceritanya jadi aneh Thor,alam dewa tidak dapat dimasuki oleh yutang karena kultivasinya masih rendah malah tubuhnya tidak mampu menahan beban qi hingga meledak,hadeeeh gimana kok ceritanya jadi ngawur gini Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!