My Wife Psycopat,Menceritakan seorang wanita culun yang di jodohkan dengan seorang Pria Casanova yang tampan dan juga kaya.
Robert Daimen Pattinson Pria Mateng yang berusia 35 tahun.Dia dikenal telah melajang seumur hidup nya.Namun,pada kenyataan nya Daimen menyimpan sebuah rahasia yang orang lain tidak tahu bahkan keluarga sendiri.Hobby nya memuaskan hasrat nya dengan wanita muda,ia juga pria yang kejam,habis manis sempah di buang.
Daimen adalah sapaan yang kerap di kenal banyak orang,Pria ini juga tergolong pria yang sukses di dunia bisnis,ia telah menduduki peringkat pertama selama bertahun-tahun di dunia bisnis nya.
Daimen juga CEO dari Company Daimen,Di nikah kan dengan gadis culun bernama Alice Victoria Cullen,Cucu orang terkaya nomer dua di Asia Timur tepatnya di Jepang .
Seorang Casanova menikah dengan seorang gadis Culun apa kata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15.Sebuah Rencana
Ke esokan pagi nya ...
Daimen berada di halaman rumah Pattinson,secangkir kopi dan juga sarapan untuk nya telah disiapkan oleh pelayan.
Daimen menyilangkan kaki nya,di tangan ada sebuah koran yang sedang ia baca,berita mengenai saham Company Daimen yang sedang naik begitu pesat.
Di saat Domenico menghampiri Daimen di taman,ke dua orang Bodyguard yang sedari tadi berdiri di belakang Daimen,segera pergi meninggalkan Mereka berdua.
"Tuan,apakah ada perintah ?"
Daimen melirik saat melihat Domenico sudah berada di sebelah kanan nya.
"Kakek memberi syarat baru,Aku harus memiliki Anak dari Alice baru Dia akan menyerah kan jabatan CEO kepada Ku!"
Daimen menyimpan koran di atas meja besi,lalu mengambil kopi miliknya.
"Anak?"Domenico terlihat kaget,Daimen melirik nya,Pria ini segera menundukkan kepala nya.
"Tuan,apakah Anda ingin memiliki anak dari istri Tuan sekarang ?"
Pertanyaan Domenico membuat Daimen melirik ke arah nya,lalu mengerutkan dahi nya,meletakan kembali kopi yang ada di tangan.
"Jika ada pilihan lain,Aku tidak akan memilih itu!"
Daimen berdiri,Domenico mengangkat kepala nya dan berdiri tegak di belakang Daimen.
"Aku ingin Alice melahirkan anak Ku,namun tidak melakukan hubungan int*m!dan sa-tu lagi,bagaimana cara membuat wanita itu setuju tanpa menolak,karena melihat sikap Dia,mungkin Dia akan menolak nya!"
Domenico berpikir sejenak sebelum menjawab nya.
"Tuan,Aku punya ide,namun Aku tidak yakin Tuan setuju dengan pendapat saya atau enggak !"
Domenico terlihat ragu untuk memberitahukan Daimen apa ide yang ia punya.
"Katakan,mungkin Aku bisa mempertimbangkan !"
Daimen berbalik menatap ke arah Domenico.
"Tuan,jika Anda ingin Nyonya Alice melahirkan Anak maka bisa saja tanpa berhubungan int*m,tapi untuk membuat ia setuju Anda harus melakukan sesuatu,agar Nyonya mau menerima permintaan Tuan !"
Domenico kembali menundukkan kepala nya,ia takut Daimen tidak setuju dengan ucapan nya.
"Cara nya?"
Daimen melangkah lebih dekat ke arah Domenico.
"Tuan bisa membuat Nyonya jatuh cinta kepada Anda,dan Anda harus berpura-pura tertarik kepada Nyonya !"
Daimen awal nya ragu dengan ucapan Domenico,namun setelah ia cerna,sebagian ada benar nya dari ucapan Domenico bawahan nya itu.
"Jika Aku membuat Alice jatuh cinta,bagaimana dengan Sandrina? bukan kah saat ini wanita idaman Ku adalah Dia ?"
Daimen kembali berbalik,dan membelakangi Domenico.
"Tuan,selama ini Anda tidak pernah di tolak oleh wanita manapun,jika Aku bisa memberi saran,maka berhenti mengejar Nona Sandrina,dan fokus membuat nyonya jatuh cinta,kalau Anda sudah menjadi CEO,jangan kan Nona Sandrina,semua wanita akan mengejar Anda!"
"Bukan kah selama ini Wanita memang mengejar Ku,hanya Sandrina saja yang menolak nya ?"
Daimen menoleh kepada Domenico,Pria ini menunduk.
"Benar Tuan,jadi bagaimana tuan ?"
Domenico berharap kalau ia tidak salah bertanya.
"Baik lah!kali ini Aku akan merendah demi tujuan Ku,kelak kalau Aku sudah berhasil memiliki Anak dari Wanita itu,Aku akan menceraikan nya!"Ketus Daimen,lalu pergi meninggalkan Domenico,Daimen berjalan ke arah mobil.
Ceklek !
"Kita ke kantor!" Seru Daimen,saat melihat Domenico membuka pintu mobil,pria tersebut menganggukkan kepala nya.
"Tuan,Nona Sandrina belum di temui,seperti nya ia kembali ke apartemen semalam,apa Kita datang kesana ?"
"Tidak perlu,jika Aku ingin menuntaskan rencana Ku,maka untuk sementara Kita harus bisa mengesampingkan urusan dengan Sandrina!"
Domenico melirik Daimen dari kaca spion,pria itu terlihat tenang,baru saja semalam ia melihat ke khawatiran di wajah Daimen saat Sandrina terluka,namun hari ini ia terlihat baik-baik saja,sungguh tidak bisa menebak isi hati seorang Daimen .
"Apa tadi pagi Kamu bertemu dengan Alice ?"
Pertanyaan Daimen mengagetkan Domenico,yang seharusnya lebih tahu keberadaan Alice adalah Daimen.
"Tuan,Nyonya tinggal di kamar yang sama dengan Anda,harusnya Anda lebih tau!"Jawab Domenico ragu.
Daimen tidak bergeming.
'Benar saja,tadi pagi saat Aku keluar dari kamar,Alice masih tertidur,tidak biasa nya wanita itu bangun terlambat !'
Daimen menatap jam di tangannya,seharusnya Alice sudah bangun.
Begitu sampai kantor,Domenico segera membuka pintu mobil untuk Daimen.
Baru juga sampai lobi,Daimen sudah di sambut oleh beberapa klien yang datang ingin bekerja sama dengan Company Daimen.
"Tuan Daimen,selamat pagi!"
Sapa seseorang Direktur dari perusahaan lain.
Daimen tidak menjawab hanya menganggukkan kepala nya saja.
"Domenico kumpulkan semua berkas yang mereka bawa lalu antar ke ruangan Saya !"Titah Daimen pergi meninggalkan mereka semua.Sementara Domenico mengumpulkan semua berkas yang di bawa oleh beberapa perwakilan perusahaan yang ingin bekerjasama dengan mereka.
Ceklek !
Kring..
kring..
Daimen baru memutar handle pintu,kaki nya belum melangkah masuk ke dalam ruangan,sementara handpone nya telah berdering,pertanda ada panggilan masuk .
"Kakek !"Gumam Daimen saat melihat layar handpone nya.
"iya!"
Jawab nya setelah ponsel nya di letakan di telinga.
"Daimen,Alice sakit,cepat pulang!badannya demam!"
"Kakek suruh pak Mario untuk membawakan nya ke rumah sakit,Aku baru sampai di kantor!"Saran Daimen,namun setelah ucapan itu di lontarkan,Daimen baru mengingatnya,ini kesempatan Dia untuk berbaikan kepada Alice agar wanita itu mau menuruti permintaan nya.
"Ba..."
"Kakek tunggu,Aku akan pulang !"
Blam !
Daimen segera menyahut ucapan kakek nya yang terpotong,ia memutuskan untuk pulang,karena ini kesempatan Dia untuk mendekati dirinya dengan Alice.
"Baik,Aku akan menunggu Mu di rumah sakit!"
Daimen memutuskan panggilannya,dan menyimpan kembali ponsel miliknya.
"Tuan ini berkasnya!"
Seru Domenico yang baru saja menyusul nya.
"Kita ke rumah sakit "
Daimen langsung pergi meninggalkan Domenico dengan beberapa berkas di tangannya .
"Tuan tunggu !"
Domenico mengejar Daimen,namun ia masih memegang berkas di tangannya.
"Berikan berkas tersebut kepada Alisa,Dia akan membawanya ke ruangan,Kita harus ke rumah sakit!"
Ucap Daimen,namun tidak melihat ke arah Domenico.Pria ini mengangguk,semua berkas di titipkan kepada Alisa sang resepsionis.
Setelah ke dua nya berasa di mobil,Domenico baru berani bertanya.
"Tuan siapa yang sakit?"
Domenico menoleh.
"Alice !"Jawab nya singkat,namun mampu membuat Domenico kaget.
'Apa Tuan mulai perhatian kepada Nyonya!'
"Kamu jangan salah paham,bukan kah,kata mu Aku harus berpura-pura baik untuk mencapai tujuan Ku?"
Domenico mengangguk nya,Daimen memeriksa pesan email dari sang kakek .
'Nyonya,semoga kali ini dengan tujuan jepuraan dari Tuan,mampu membuat nya jatuh cinta benaran !'
Domenico telah melaju dengan begitu kencang mobilnya,keluar dari halaman perusahaan.
lanjut lagi thor
di judul Damian perjaka tua.
ko tau2 udh pnya istri yg hamil plus udh ada anak yg gede.