Terima kasih mantan sudah melahirkan jodoh ku.
Geli-geli sedap, rasa asam, asin, pahit jadi satu.
Apa jadinya jika kamu jatuh hati pada mantan kekasih Mama mu?
"Ingat Vano kau sudah pernah merebut miliki, dan kali ini aku bukan merebut milik mu. Tetapi aku meminta anak mu, wanita yang aku cintai sebagai pendamping hidup ku!" Papar Firman.
Zie terperangah ketika mendengar kenyataan besar.
"Firman mantan kekasih Bunda?"
Bertahan sulit, di tinggalkan pun sakit, kenapa harus mencintai mantan kekasih wanita yang melahirkan nya?
Dan bahkan hubungan nya sudah sampai di atas ranjang.
"Tinggalkan dia Zie!" Titah sang Ayah.
"Anak mu sedang mengandung anak ku!" Tandas Firman.
Degh!
Akankah Zie dan Firman bersatu dalam ikatan pernikahan dan mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.
Lantas bagaimana dengan janji yang pernah Ziva ucapkan saat berpisah dari Firman beberapa tahun lalu?
Akankah Firman menangih janji itu.
Catatan : Yang anti 21+ tolong minggir!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Keesokan harinya.
Firman menatap Rian dengan tajam, tidak biasanya pria itu sangat lambat dalam pekerjaan.
"Kau lambat sekali, ini sudah lebih dari 24 jam saya menunggu! Mencari identitas satu wanita saja tidak becus!"
Rian menunduk tanpa ingin menatap Firman di tangannya sudah ada map dengan data Ziezie Z yang di butuhkan oleh Firman.
"Mana berkasnya?!!" Serah Firman.
Rian berjalan semakin mendekati Firman meletakan benda di tangannya pada meja.
"Mencari tahu wanita ini saja lambat!"
Tangan Firman berusaha membuka map dan menarik kertas-kertas dari dalamnya, sementara matanya masih mengarah pada Rian.
"Identitas aslinya di tutupi bos, dan dia bukan orang sembarang," jelas Rian.
"Apa maksud mu!"
Firman beralih menatap foto Zie dengan anggota keluarga nya, berikut dengan tulisan di sana mengatakan bahwa Zie adalah anak pertama dari pernikahan Kenzie Zavano dan Zivanya Sabilla.
Tangan Firman bergetar menatap satu wajah wanita yang sangat di kenal nya.
"Zivanya?"
Firman tersentak kaget, tidak pernah terpikirkan bahwa ia akan kembali pada bayang-bayang masa lalu.
Rian tidak tahu tentang apa yang kini di pikirkan oleh Firman tetapi reaksi Firman jauh lebih mengerikan dari apa yang ia bayangkan.
Tangan Firman mencengkram kertas-kertas di tangannya hingga membentuk bulatan.
"Ini tidak mungkin, kau pasti salah!" Firman melempar nya pada wajah Rian.
"Itu benar bos, sulit sekali menemukan identitas aslinya dari Zie dan ternyata dia anak dari pemilik perusahaan raksasa keluarga Kenzie Zavano. Dia bukan orang sembarang," jelas Rian lagi.
Brak!!!!
Firman memukul meja.
Yang menjadi masalah bukan Zie yang terlahir dari keluarga hebat seperti apa yang di pikirkan oleh Rian.
Tetapi Zie yang terlahir mantan kekasih nya!
"Ini tidak mungkin!"
Firman masih belum bisa menerima kenyataan ini, yakin bahwa ada kesalahan.
"Tidak bos, ini benar," Rian menunjukkan beberapa foto pada layar ponselnya, memperlihatkan bahwa Zie memang benar anak dari keluarga Zavano.
Krang!!!
Firman menghempaskan ponsel Rian pada dinding.
"Bos, apa salah ponsel ku?"
Rian merasa menyesal sudah memberikan ponselnya pada Firman.
Hingga akhirnya ponselnya berhamburan dan rusak tanpa bisa lagi di gunakan.
"Apa kau tahu siapa wanita yang berstatus sebagai ibu dari Zie?"
"Zivanya Sabilla, itu saja Bos."
"Bukan itu tolol!"
Rian tidak tahu apa kesalahannya tetapi, reaksi Firman sangat berlebihan, sungguh berlebihan.
"Bos ayolah, Bos juga tidak kalah hebat. Punya kampus, punya perusahaan, apa mungkin anda merasa mender?" Tebak Rian.
Firman melemparkan gelas di mejanya.
Beruntung Rian berhasil mengelak, jika tidak sudah mendarat di wajahnya.
"Bukan itu masalah nya!"
"Lalu apa?" Tanya Rian menahan amarah, "andai saja aku yang di posisinya, sehari saja. Aku ingin merasakan memarahinya sehari," gumam Rian.
Firman mengusap wajahnya sampai beberapa kali.
Flashback on.
Beberapa Tahun lalu.
"Sayang, ingat selama di kampus kau tidak boleh berdekatan dengan siapapun selain aku!" kata Firman lada kekasih nya.
"Kenapa?"
"Kamu calon istri ku, dan aku juga dosen kamu!"
Ziva mengangguk mengerti.
Keduanya berpacaran sudah cukup lama, bahkan saat Ziva masih duduk di bangku Sekolah.
Firman tidak pernah tahu sisi gelap kekasih nya yang bekerja sebagai wanita malam, sampai akhirnya seorang pria datang dan mengakui jika dirinya adalah suami Ziva.
Hati Firman hancur dalam sekejap, wanita yang diimpikan menjadi pendamping hidup nya sudah menjadi milik orang lain.
Kenzie Zavano sudah merebut Ziva wanita yang sangat di cintai nya.
"Apa kau mencintai nya?"
Ziva menangis tersedu-sedu merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi.
"Apa kau mencintai nya?" Tanya Firman lagi dengan mengepal erat kedua tangannya yang menggantung.
Ziva mengangguk.
Flashback off.
Firman tidak sanggup lagi mengulangi semua cerita kelam nya.
Sudah susah payah mengubur dalam-dalam tetapi, kenapa kini harus hadir kembali.
"Ahk!!!!!"
Firman mengacak mejanya hingga semua benda di atas nya berserakan di lantai.
Menendang kursi kerjanya hingga terbuang sembarangan.
"Bos ini kenapa?"
Rian panik menatap ruangan Firman yang hancur berantakan.
"Keluarkan wanita itu dari sini, dari kampus, jangan lagi pernah muncul di hadapan ku!"
"Tapi kenapa?" Rian masih bingung, butuh penjelasan tentang apa yang menjadi penyebab Firman murka.
"Keluarkan wanita itu dari kampus, apa kau tidak mendengar!!!"
"Assalamualaikum, selamat siang Pak Pres-dir," Zie menatap ruangan Firman.
Ruangan yang rapi kini berbah seperti baru saja di amuk gempa berkekuatan dahsyat.
Firman menatap Zie dengan pandangan penuh kebencian, wajah Zie seakan berubah menjadi wajah Ziva.
"Apa yang kau lakukan disini?!"
Zie tidak pernah melihat Firman begini, wajah penuh kebencian saat menatap dirinya.
"Keluar dari sini!"
"Pak, salah Zie apa?"
"Keluar!"
"Zie, sebaiknya kamu keluar dulu. Nanti saya akan menghubungi mu," Rian dengan cepat menarik Zie keluar dari ruangan Firman.
"Pak, salah Zie apa?" Tanya Zie bingung.
Rian hampir menutup pintu, tetapi sejenak menatap Zie.
"Tidak ada tetapi, kamu keluar dulu."
Pintu tertutup sepenuhnya, Rian kembali masuk dan menghampiri Firman.
Kali ini bukan sebagai bawahan tetapi, sebagai sahabat.
"Kau kenapa? Katakan!"
"Saya tidak ingin melihat wanita itu lagi, di mana ada saya tidak boleh ada dia!"
"Kenapa? Kau harus punya alasan, bagaimana bisa mengeluarkan orang tanpa kesalahan dari kampus?"
Rian masih berusaha mencari tahu alasan nya, karena semakin Firman tidak terkendali semakin membuat rasa penasaran nya menjadi-jadi.
"Dia itu putri dari keluarga Zavano, bukan orang sembarang! Apa kau mau memiliki masalah dengan mereka! Zavano itu mafia kejam!"
"Aku tidak perduli!" Papar Firman.
"Jelaskan ada apa? Apa masalah nya?"
Rian menurunkan nada bicaranya agar Firman menjelaskan.
"Ibunya adalah mantan kekasih ku!"
Degh!
Rian sampai shock.
"Man-mantan?" Tidak tahu mengapa tapi Rian juga berdiri tanpa bisa bergerak lagi.
"Keluarkan dia dari kampus! Dari mana saja! Aku tidak ingin melihat wajah nya!"
"Tidak bisa bos, apa kau ingin membuat masalah dengan perusahaan Zavano? Nama perusahaan kita bisa rusak!"
Rian merasa tidak pantas mencampur adukkan masalah pribadi dan pekerjaan, apa lagi kini perusahaan Zavano berkerja sama dengan perusahaan Firman.
Walaupun tidak pernah satu kali pun keduanya bertemu, Vano tidak pernah tahu bahwa Firman kini adalah pemilik perusahaan yang sudah bekerja sama lama dengan perusahaan nya.
Kerja sama terjalin sejak Kakek Firman masih hidup, dan itu sudah ada sejak Kakek dari Vano masih hidup juga.
"Tapi aku tidak ingin melihatnya!"
"Bos, dia magang di sini tidak lama dan dia juga akan segera menyelesaikan kuliahnya, cobalah berdamai dengan masa lalu, kalau kau begini artinya kau masih belum bisa berdamai dengan masa lalu mu!"
cerita nya seru banget
tp koq gag ada kelanjutannnya ya???
tolong la thor lanjut lagi cerita nya
pleeaseee 🙏🙏🙏
aq memohon ya thor....
penasaran banget soalnya
gmn zie selanjutnya dan gmn alma juga 😭😭😭😭
dan mana aran dan arman
kangen lanjutanya thor