WARNING ! JANGAN DI BOOM LIKE! KASIH JEDA WAKTU minimal 3 menitan.
Selamat membaca!
Julia, gadis baik hati yang mempunyai seorang sahabat bernama Dela, namun setiap Julia tertarik pada seorang lelaki, sahabatnya ini selalu menginginkan pria itu.
"Apakah aku harus merelakan Kevin untuk Dela? ataukah aku haru memperjuangkan cintaku?"
Saat Julia ingin memperjuangkankan cintanya, takdir berkata lain, karena Julia terkena penyakit. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Julia bisa sembuh dan berdampingan dengan Kevin, pria yang ia cintai? Atau kan Kevin akan bersanding dengan Dela, sahabat Julia? Skuylah simak kisah Cinta Julia dan Kevin.
jangan lupa like, komen and vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kado dari ortu
"pagi julia.." sapa dela girang
julia hanya membalas dengan senyuman lalu duduk di bangkunya..
"maaf ya.. aku lupa memberimu kado. bagaimana jika nanti pulang sekolah aku traktir makan es krim? makan sepuasmu deh.. anggap saja kadomu" tawar dela
"ide yang bagus. wkwk. baiklah nanti ya" julia pun menyetujuinya.
___
krriiinggg 4x..
"julia.. aku kebelet pipis.. aku ke toilet sebentar ya. tunggu aku di sini saja dulu" ucap dela menahan geli-geli gimana gitu.. namanya aja kebelet pipis ya kan.
julia yang masih membereskan bukunya hanya mengangguk.. saat kevin melintas di hadapan julia, julia menghentikan langkah kevin
"kevin." panggil julia..
kevin menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah julia.
satu persatu siswa siswi di kelas berhamburan keluar kelas. hingga akhirnya tersisa kevin dam julia.
"ada apa." tanya kevin agak ketus
"sikapnyaaa" batin julia
"jangan buang waktuku" ucapan kevin membuyarkan lamunan julia.
"aku ingin bicara masalah kado kemarin." julia mencoba menegarkan dirinya
"oh" kevin mebalikkan badan hendak melangkah
"terima kasih" ucap julia.
"hm" kevin melanjutkan langkahnya tanpa menoleh ke arah julia lagi.
julia memegang dadanya yang terasa sesak.
julia mendudukkan dirinya di bangkunya.. memandang papan tulis didepan dengan tatapan kosong..
"daaarr"
julia terkejut dan mengelus dadanya.. ia merasakan jantungnya seperti mau meloncat dari tempatnya.
julia memukul lengan dela kesal
"kebiasaan deh"
"heheh ..maaf ya. kamu sih ngelamun terus" ujar dela.
"hmmm" julia kesal
"jadi tidak traktir es krimnya .." goda dela
"jadi dong. heheh"
***
16:00
di rumah julia..
"assalamu'alaikum ma" julia mencium punggung tangan ibunya
"wa'alaikum salam. baru pulang jam segini?" tanya ibunya
"tadi habis keluar sama dela ma" jawab julia.
"eh anak papa udah pulang ya."ucap atah julia yang menuruni tangga
"iya pa" julia mencium punggung tangan ayahnya
"pa, ma, ingat yang tadi pagi tidak" tanya julia.
ortunya saling memandang.
"tentu saja.. kamu ganti baju dulu ya.. mandi, dan makan dulu.." ibu julia mengelus kepala julia
"hmmm.. baiklah.." julia segera berlari ke kamarnya..
---
julia dan ortu tengah duduk di ruang tamu..
"pa, ma.. "
"sabar sayang" ucap ayah julia
ting toongg.. suara bel rumah
pelayan pun membukakan pintu..
"mari tuan .." ucap ramah pelayan itu.. orang yang baru datang pun tersenyum. seorang pria dengan postur tubuh gagah dan terlihat masih berumur tidak sampai 30 th.
"tuan, nyonya.. dr. andre sudah datang" ucap pelayan itu membungkuk.
"baiklah"
---
"selamat sore tuan, nyonya"
"sore" mereka bertiga berjabat tangan bergantian.
dr. andre menyodorkan tangannya ke julia untuk di salami.. tapi tak kunjung mendapat respon.
"sayang.." bisik ibunya.
julia yang melamun pun sadar dan menyalami dr. andre.
"mari silahkan duduk.. mau minum kopi, teh atau apa dr." ujar ayah julia.
"tidak perlu repot-repot tuan." tolak dr. andre
"ah jangan sungkan-sungkan begitu dr. bagaimana kalau jus apel.." tawar ibu julia.
"baiklah nyonya.. asal tidak merepotkan."
"tentu saja tidak .. bi, tolong bawakan dr. andre jus apel ya." titah ibu julia
"baik nyonya."
tak butuh waktu lama akhirnya jus dan 2 gelas teh pun datang..
"silahkan di minum dr.." ujar ayah julia.
dr. andre tersenyum dan meraih gelas di meja.
julia bingung dengan kejadian ini.. ada apa.. kok ada dokter ke rumah.. hmm
"pa, ma.. ada apa ini" tanya julia.
seketika 3 pasang mata menoleh ke julia
"sayang... ini adalah kado untukmu.. spesial." jawab ibu julia
julia terkejut.
"spesial? mama mau menjodohkan julia. no mama no!"
"uhuukk" dr andre tersedak minuman mendengar perkataan julia.
ortu julia tertawa.. julia makin bingung.
"kok ketawa sih ma, pa. julia tidak mau di jodoh-jodohkan ya. memangnya ini jaman siti nurbaya apa" julia menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"julia.. jaga sikap sayang.." ujar ibu julia meluruskan kembali tangan putrinya.
"sayang. ini bukan perjodohan.. ini dokter andre.. dia dokter spesialis yang sangat terkenal di london.. dia berasal dari indonesia, hanya saja ia bekerja di london. dan sekarang ia pulang ke indonesia dan bekerja di rumah sakit di kota kita ini.. ia anak rekan kerja papa" jelas ayahnya.
"lalu?" tanya julia
"sayang.. melihat perkembangan kondisimu.. sepertinya sampai saat ini kamu belum mengalami perkembangan.. jadi dokter andre yang akan menanganimu selanjutnya." jawab ibunya
"hmm.. papa mama.. maafkan julia.. hehhe. dr.. maaf ya. heheh" julia terlihat malu.
"tidak apa-apa gadis kecil. lagipula aku juga belum ada pendamping." goda dr. andre
julia membulatkan matanya dan menatap dr. andre dengan tatapan yang tajam
"hhaha.. aku hanya becanda.. ya walaupun kelajanganku bukanlah kebohongan.. wkwkwk. ngomong-ngomong siapa namamu" tanya andre.
"julia" jawab julia.
"hmmm.. berarti kau lahir di bulan juli ya?" tanya dr. andre lagi. julia hanya memutar matanya bosan
"kepo." julia melengos.
"jadi ini kado dari mama dan papa?" tanya julia. ortunya mengangguk.
"hmm.. kalian ini. sepertinya ini akan sia-sia pa, ma. julia akan tetap menyusul kakak dalam waktu tak lama" julia bangkit dari duduknya.
ortunya yang mendengar perkataan julia terkejut. begitupun dr. andre.
ibu julia menunduk menahan tangis.
"tapi mama papa jangan bersedih. julia mau kok di obati" ucap julia.. ia pun melangkah pergi dari ruang tamu.
sedih bgttt, keren banget ceritanya
knapa mesri mati sich
knapa mesri mati sich
Thor, mau Baksonya yang pedas pakai lontong.
Eh, Julia kamu sakit apa