Ketika langit malam berkedip dan suara mekanis yang dingin bergema di benak miliaran manusia, Bumi tidak lagi sama. Kiamat tidak datang membawa api dari neraka atau wabah mematikan, melainkan sebuah layar biru transparan yang melayang di udara.
Era damai telah dihancurkan oleh "Sistem". Manusia secara paksa ditarik ke dalam arena kelangsungan hidup semesta, di mana monster bermunculan dari bayang-bayang dan hukum rimba menjadi satu-satunya aturan. Beradaptasi, berevolusi, atau mati.
Yudha, seorang mekanik penyendiri yang lebih nyaman berbicara dengan mesin daripada manusia, secara tidak sengaja meretas anomali sesaat sebelum kiamat dimulai. Berkat sebuah kubus hitam misterius yang ia temukan di pasar loak, Sistem salah mengidentifikasinya dan memberikannya kelas yang belum pernah tercatat dalam sejarah integrasi: Mekanik Kosmik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10: Lengan Besi Pelebur dan Retakan Dunia
Cahaya bengkel utama Tatanan Besi Hitam berpendar dalam warna biru redup, bersumber dari mata Yudha yang tengah fokus membedah palu godam milik Bara. Senjata itu tergeletak di atas meja kerja, terurai menjadi belasan komponen dasar.
Dengan ujung jarinya, Yudha menyentuh bongkahan batu bercahaya merah di tengah rongsokan besi tersebut. Rasa panas seketika menyengat kulitnya, namun ia tidak menarik tangannya.
"Inti Energi Api," gumam Yudha pelan. "Pria botak itu hanya menempelkannya begitu saja pada sebongkah besi. Pemborosan yang menjijikkan."
Yudha menutup matanya sejenak, memanggil layar antarmuka Sistem ke dalam pandangannya. Nilai Kecerdasannya yang mencapai 23 titik memungkinkannya memproses ribuan baris informasi dalam sekejap mata.
[Menganalisis material: Inti Energi Api (Tingkat 3), Baja Padat, Kabel Tembaga, Silinder Hidrolik Bekas.]
[Kecocokan Cetak Biru ditemukan: Lengan Rangka Luar Mekanis (Prototipe)]
[Biaya Perakitan: 120 Daya Komputasi. Apakah Anda ingin melanjutkan?]
"Mulai perakitan," perintah Yudha mutlak.
Ledakan cahaya biru kembali menerangi seisi bengkel. Tangan Yudha bergerak dengan presisi yang melampaui kemampuan mesin pabrik mana pun. Baja padat melebur dan melengkung, membentuk struktur kerangka lengan dari bahu hingga ke ujung jemari. Silinder hidrolik kecil dipasang di bagian siku dan pergelangan untuk melipatgandakan daya dorong fisik.
Sebagai sentuhan akhir, Yudha menempatkan Inti Energi Api tepat di bagian punggung tangan kerangka besi tersebut. Garis-garis energi merah menyala menjalar melalui jaringan kabel tembaga, menyatu dengan logam.
TSSS!
Asap putih mengepul saat cahaya biru memudar. Di atas meja, kini tergeletak sebuah pelindung lengan mekanis berwarna hitam pekat dengan pola garis-garis merah menyala yang berdenyut lambat seperti detak jantung.
[Perakitan Selesai!]
[Benda Dibuat: Lengan Baja Pelebur (Prototipe) - Peringkat: Langka]
Peningkatan Atribut: Tambahan 15 titik Kekuatan pada lengan yang dipasangkan.
Daya Tahan Fisik: Sangat Tinggi.
Kemampuan Aktif (Genggaman Tungku): Mengalirkan suhu panas ekstrem hingga 800 derajat Celcius ke permukaan logam.
Sumber Tenaga: Inti Energi Api (Tingkat 3). Mengisi ulang daya secara alami dari udara sekitar.
Yudha menyeringai puas. Ia memasukkan lengan kanannya ke dalam rongga mesin tersebut. Begitu terpasang, kerangka baja itu menyesuaikan ukurannya secara otomatis, mengunci erat di bahu, siku, dan pergelangan tangannya. Lengan mekanis itu terasa menyatu dengan sarafnya, sama sekali tidak membebani pergerakannya meskipun terbuat dari baja murni.
Ia berjalan menuju sebuah tiang penyangga baja sisa konstruksi di sudut ruangan. Yudha mengangkat tangan kanannya, mencengkeram tiang baja tebal itu, dan mengaktifkan kemampuan aktifnya.
WUNGGG...
Inti merah di punggung tangannya berputar cepat. Panas yang luar biasa mengalir ke telapak tangan mekanisnya. Dalam hitungan tiga detik, baja tebal yang dicengkeramnya mulai memerah, melunak, dan akhirnya meleleh seperti lilin di bawah sinar matahari. Tiang itu putus dengan ujung yang meneteskan cairan logam pijar.
Yudha melepaskan cengkeramannya dan mematikan aliran energi. Asap mengepul dari sela-sela jarinya. Dengan senjata ini, kekurangannya dalam pertarungan jarak dekat akibat atribut Kekuatan yang rendah telah tertutupi sepenuhnya. Jika monster berani mendekat, ia akan meleburkan tulang mereka menjadi abu.
Terdengar ketukan keras di pintu besi bengkel.
"Ketua, ini aku," suara Lin Tian terdengar agak mendesak dari luar.
"Masuk," sahut Yudha, menurunkan tangan kanannya agar Lengan Baja Pelebur tertutupi bayang-bayang jubahnya.
Pintu terbuka. Lin Tian melangkah masuk dengan raut wajah tegang. Ia tidak lagi peduli dengan kumpulan besi tua di dalam ruangan; pandangannya tertuju lurus pada ketuanya.
"Ada masalah di luar," lapor Lin Tian cepat. "Bara dan anak buahnya sedang memperbaiki tembok barat, tetapi mereka melihat sesuatu di langit sekitar tiga kilometer dari pabrik kita. Sebuah retakan besar berwarna ungu membelah awan, dan kabut tebal mulai turun menyelimuti wilayah perumahan di dekat sana."
Yudha mengerutkan kening. Peringatan Sistem tentang Fase Adaptasi dan Celah Dimensi yang diumumkan pagi tadi kembali terngiang di kepalanya.
"Monster Tingkat 5 ke atas," gumam Yudha dengan mata menyipit.
Lin Tian mengangguk tegas. "Itu belum semuanya, Ketua. Lin Chen sedang berjaga di menara pantau, dan dia melihat gerombolan makhluk yang melarikan diri dari arah kabut itu. Anehnya, yang melarikan diri adalah anjing neraka mutan dan beberapa makhluk tingkat rendah lainnya. Sesuatu yang jauh lebih mengerikan sedang mengusir mereka dari wilayah perumahan tersebut."
Insting Yudha segera mengambil alih. Jika makhluk setingkat Anjing Neraka saja lari ketakutan, berarti makhluk yang keluar dari Celah Dimensi itu adalah penguasa mutlak di rantai makanan awal ini. Jika dibiarkan, monster itu akan memperluas wilayah perburuannya, dan hanya masalah waktu sebelum Tatanan Besi Hitam menjadi sasarannya.
Namun, di balik bahaya besar, selalu ada peluang yang sama besarnya. Monster tingkat tinggi berarti Inti Energi tingkat tinggi. Inti energi yang akan mempercepat evolusinya dan memberikan daya untuk menciptakan cetak biru senjata yang jauh lebih merusak.
"Kumpulkan Lin Chen, Bara, dan tiga orang dari mantan preman itu yang badannya paling tangguh," perintah Yudha dengan nada dingin yang tidak menerima bantahan. "Bawakan mereka senjata yang paling tajam dari gudang penyimpanan."
Lin Tian terkejut. "Kita akan keluar, Ketua? Menuju retakan itu?"
"Kita tidak akan menunggu maut datang mengetuk gerbang kita, Lin Tian," ucap Yudha seraya melangkah maju dari bayang-bayang. Cahaya lampu bengkel akhirnya menyinari lengan kanannya yang kini terbungkus baja hitam dengan urat-urat energi merah menyala.
Mata Lin Tian membelalak melihat persenjataan yang mustahil diciptakan oleh manusia dalam waktu semalam itu. Rasa hormat dan ketakutannya pada sang ketua semakin menancap dalam di jiwa pemuda itu.
"Siapkan kelompoknya di halaman depan dalam lima menit," sambung Yudha sambil meraih sebilah pedang besi tebal untuk disematkan di punggungnya. "Hari ini, Tatanan Besi Hitam akan memperluas daerah perburuannya."