Menyakitkan jika mengingatnya, menyedihkan saat menjalaninya, mengecewakan saat melihatnya, itulah cinta.
"Naura ?" ucap orang tersebut memastikan orang dihadapannya ini
"Siapa ? hiks,,, hikss,,," tanyaku tidak mengenali orang yang mengajakku bicara
"Kamu Naurakan ? yang bermain bersamaku saat di panti asuhan ?" tanya anak itu lagi
"Deg !" Bayangan itu muncul, potongan mimpi yang terasa nyata itu hadir. Rasa sakit saat dipukuli oleh wanita yang ku anggap ibu, rasa menyalahkan diri karna tidak patuh, rasa yang menyesakkan dada
"Tidak, aku tidak bermain ke panti asuhan. Aku bukan anak yang nakal... hiks,,, hiks,,, " ucapku sambil menahan sakit diperut, ada perban dikepala menutupi luka yang cukup dalam dan besar serta beberapa lebam yang nyeri diwajahku
Itu semua ku dapatkan dari orang yang ku anggap tulus ternyata palsu, dari seorang yang ku anggap pelindung ternyata penjahat, Cinta dari segala bentuk itu menyedihkan Bukan ? Adakah Cinta yang tulus di dunia ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14_ Siapa ?
Sementara itu, disebuah ruangan pasien nampak seseorang yang menelungkupkan wajahnya di ranjang pasien. Mengatasi kebosanannya dengan mendengarkan musik dan memejamkan matanya.
“Humfff,,, Jam makan siang udah hampir habis nih. Kok aunty belum datang ya, nanti Aisyah sendirian dikamar” gumam Aydin
“Tok,,,Tok,,,Tok,,,” Pintu diketuk dari luar
“Siapa ?” gumam Aydin namun tetap melangkah untuk membuka pintu
“Ceklek” pintu dibuka namun tidak ada orang didepan pintu
“Heh, ada-ada aja. Gak mungkin hantukan kalau siang bolong begini ?” batin Aydin sambil melihat sekeliling siapa tau ada orang didekat situ
“Udah ah, mungkin cuma orang iseng” ucapnya namun saat ingin menutup pintu fokusnya teralih pada suatu benda dibawah pintu
“Apa nih ?” ucap Aydin sambil mengambil barang itu
“Untuk Aydin dari Naura. Jangan lupa isi tenaga ya, biar tetap semangat kerjanya ^-^” Begitulah isi notes yang tertempel di wadah itu
“Naura ? Apa mungkin ? hm, nanti kutanyakan ke unit administrasi siapa tau ada nama Naura yang lainnya” ucap Aydin sambil membawa masuk wadah yang berisi makanan tersebut
“Hm, karena ini memang untukku tidak salahkan jika aku memakannya” gumam Aydin sambil membuka isi wadah tersebut
“Waah, masakan padang nih. Udah lama gak makan” ucap Aydin bersemangat saat melihat isinya
“Makan aja kali ya” ucap Aydin sedikit ragu namun kemudian meyakinkan diri untuk memakannya
“Hm, enak” komentarnya sambil memakan bekal tersebut
Selang tak berapa lama, Dindapun datang juga sambil membawakan makan siang untuk Aydin dan beberapa camilan lainnya.
“Assalamu’alaikum Aydin, maaf ya Aunty ngerepotin kamu” ucap Dinda sambil meletakkan makanan diatas meja yang ada
“Wa’alaikumsalam aunty” jawab Aydin sambil merapikan wadah bekal yang sudah dia makan
“Kamu bawa bekal din ?” Tanya Dinda
“He, Bukan aunty, tadi ada yang kasih Aydin ini” jawab Aydin sedikit malu
“Cieee, baru sehari kerja udah ada penggemarnya aja kamu din. Tapi awas aja kalau jadi playboy” ucap Dinda bercanda
“Gak akan aunty. Lagian kan Aydin udah ada Bunda, Kila dan ponakan-ponakan Aydin yang cantik, gak akan kelain hati kok Aydin” jawab Aydin mengedipkan matanya
“Jurus gombal darimana ini ?” Selidik Dinda
“Hehe, om Anton biasanya gitu kalau Aunty Sarah curiga aunty” ucap Aydin tersenyum pepsedont
“Hm, pantesan berasa gak asing denger ucapan itu” ucap Dinda
“Hehe, Aydin pamit ya aunty. Mau control pasien” ucap Aydin
“Iya, nih ada cemilan buat kamu. Siapa tau nanti mau dimakan bareng sama rekan kamu din. Sekali lagi makasih ya udah jagain Aisyah” ucap Dinda sambil menyerahkan paperbag
“Kembali kasih aunty, Makasih juga ya atas camilannya” ucap Aydin menerima paperbag tersbeut
“Ya, gih sana balikin wadahnya. Kalau bisa isi sama itu camilan ucapan terimakasih dari aunty” ucap Dinda
“Siap aunty, Assalamu’alaikum” ucap Aydin kemudian keluar dari kamar dan menuju ruangannya
Kebetulan saat menuju ruangan dia melalui unit administrasi rumah sakit.
“Permisi, saya mau tanya apakah ada staff rumah sakit yang namanya Naura ?” Tanya Aydin langsung ke intinya
“Tunggu sebentar ya dok, kami sedang mencari datanya” ucap salah satu petugas disana
“Untuk staff bernama Naura ada 3 orang. Dokter dibagian poligigi, Dokter Anak dan seorang apoteker. Dokter mencari yang mana ?” Tanya pegawai tersebut
“Terimakasih informasinya, sepertinya ada dua orang yang akan saya temui” Ucap Aydin ramah
“Sama-sama” jawab pegawai tersebut tersenyum
“Em, anu apa boleh minta kontaknya dok ?” Tanya pegawai perempuan tersebut
“Maaf, saya sedang buru-buru untuk memeriksa pasien. Mungkin lain waktu” jawab Aydin segera pamit, dia tidak ingin meladeni wanita-wanita yang seperti itu
Kini Aydin tiba diruangannya dan meletakkan makanan tadi diatas meja. Diapun segera mengambil data pasien yang akan dikontrolnya sore ini.
Aydinpun berjalan menuju ruangan, dihari pertamanya bekerja sebisa mungkin untuk ramah dan sopan dengan staff dirumah sakit, namun dirinya merasa sedikit berlebihan dengan respon yang Aydin dapatkan.
“Humf, ada apa dengan wanita disini ?” batin Aydin merasa tidak terbiasa dengan para staff perempuan yang menatapnya tiada henti kemudian saling berbisik dan memandang dirinya.
“Siapa Naura yang memberi bekal makan siangku tadi. Naura poligigi ?” batin Aydin dan kebetulan dia melalui bagian poliklinik yang tidak jauh dari bagian Onkologi
“Permisi apa disini ada dokter gigi bernama Naura ?” Tanya Aydin
“Sebentar dok, maksud anda Dokter Naura Maharani ? oh kebetulan beliau sedang cuti melahirkan dok” jawab perawat yang bertugas disana
“Oh, ya terimakasih” ucap Aydin tersenyum kemudian melanjutkan perjalananya
“Hm, tinggal satu Naura yang berkemungkinan memberi bekal itu” batin Aydin dan kini dia sudah sampai didepan pintu pasienya yang ada di VVIP
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa like, komen and vote jika berkenan 🤗🤗🤗
Kira² Naura yang mana nih yang ngasih bekal ke Aydin ? 😁😁😁
tak enteni iki🤭
meski menanti sedikit membuat hati galau😬
Akhirnya
sama2 tua kekanak kanakkan sumua