NovelToon NovelToon
Mencintaimu Yang Tak Terlihat

Mencintaimu Yang Tak Terlihat

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Supernatural / Cintamanis / Romansa Fantasi
Popularitas:3.7M
Nilai: 5
Nama Author: ALSIB

"Steiner" panggil Luigi dengan tangan mengepal.
"Setelah apa yang terjadi diantara kita, kau tidak mengenalku? Kita menghabiskan setiap malam bersama di lembah Parnassus, Stein! Kau bahkan telah merenggut mahkotaku! Ada apa denganmu?!"

"Aku tidak mengenalmu! Kau wanita gila! AKU BAHKAN TIDAK MENGENALMU!"

"Apa kau amnesia? Katakan dengan kalung ini! Apakah ini milikmu?" Luigi, mengeluarkan kalung yang tersembunyi dari balik bajunya. Steiner membelalakan matanya, bahkan seluruh keluarga besarnya.

Semua saling melemparkan pandangannya, gadis bak Dewa Apollo itu, tiba tiba menerobos masuk ke dalam sebuah ballroom, mengacaukan acaranya.
Sebuah acara perhelatan akbar yaitu PERTUNANGAN.

Luigi memasukkan kembali kalungnya, lalu ia berjalan kearah pintu keluar. Sesaat ia menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Steiner, "Tidak masalah kau melupakanku, Steiner! Tapi, malam itu adalah malam yang tidak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku! Aku selalu memegang janjimu, bahwa kau akan membawaku ke Altar saat aku menyerahkan segalanya untukmu!" Luigi pun berlalu pergi. Meninggalkan keterkejutan yang luar biasa.

"Penjaga! Panggil gadis itu! Dan bawa ke kamarku!" ujar sang Ibu yang meninggalkan acara pertunangan Putranya yang telah kacau balau.

"Shiitt!!" pekik Steiner membanting gelas di tangannya.

"Honey?" tunangannya memanggilnya.

"Aku akan membereskan gadis itu! Pulanglah!" kata Steiner kepada calon tunangannya yang gagal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALSIB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat Aku Melihatnya

Dentuman keras itu membuat Luigi bangkit berdiri, tidak ada yang berani mendekat saat kecelakaan terjadi, namun beberapa orang segera menghubungi nomor darurat hingga ambulance, pihak dari kepolisian dan juga tim Damkar, berdatangan. Kaki Luigi bergetar melihat mobil itu ringsek, saat ingin mendekat Scott menarik tangannya dan membawanya duduk.

"Itu bukan tontonan" ujar Scott membuka kaleng soft drink milik Luigi yang tidak jadi di minumnya. Luigi menerimanya saat soft drink itu terulur kearahnya dari tangan Scott, dan Luigi berterima kasih dengan kalimat yang pendek.

"Thanks" kata Luigi datar.

Scott menghela nafas panjang lalu duduk di samping Luigi dan merangkul pundaknya. Mata Luigi tertuju pada kecelakaan yang berada di kejauhan, dan tidak lama para medis berdatangan.

"Yang dikatakan Mommy, tidak benar. Aku tidak berpura pura Lui--

"Jangan mencari pembelaan, Scott" sanggah Luigi memotong dengan cepat perkataan Scott.

"Aku sejujurnya ingin berpura pura tapi mengingat kalungmu yang bernilai fantastis itu membuatku tidak bisa berpura pura" kata Scott sambil mengacak rambut Luigi.

"Hmm-- aku tidak masalah bila kau tidak percaya padaku" ujar Luigi sambil meneguk minumannya.

"Dengar, kau adik perempuanku dan kau adalah kesayanganku. Bila aku berpura pura, mengapa aku memberitahumu kalau kau ada wawancara? Coba kalau Mommy yang menerima telepon itu, aku bisa menjamin panggilan dari KV tidak akan sampai kepadamu" kata Scott membuat nalar Luigi berjalan, namun matanya masih tertuju kearah kecelakaan itu.

"Kalau begitu, bantulah aku untuk bicara pada Daddy juga. Aku tidak tahan mendengar komentar Daddy bahwa aku harus ke psikiater. Aku benar benar mengalaminya. Steiner selalu mengatakan agar aku bertahan dan kuat" ujar Luigi sambil meneguk minumannya, ia menggenggam erat kaleng softdrinknya saat ia melihat dari kejauhan, pada petugas penyelamat mengeluarkan dua korban kecelakaan.

"Lui, apa kau benar benar mencintainya?" tanya Scott sambil mengarahkan pandangannya di mana mata Luigi melihat kecelakaan itu. Lalu Scott kembali memandangi Luigi.

"Aku sangat mencintainya Scott-- melebihi hidupku" jawab Luigi kini serius menatap mata Scott dan meyakinkannya pada perasaan yang sesungguhnya ia miliki setelah keluar dari maut, Lembah Parnassus, Yunani.

"Lui, bukan aku tidak percaya. Hanya saja aku tidak percaya kau bisa langsung cinta padanya-- Sebenarnya itu yang membuatku ragu" ujar Scott menatap adik perempuannya lekat lekat.

"Entahlah, aku tidak tahu mengapa aku menginginkannya. Aku tidak bisa bernafas saat aku mengingatnya. Rasanya aku ingin selalu bersamanya. Steiner ingin menikahiku, Scott" argumen Luigi membuat Scott menghela nafas panjang saat ia melihat mata Luigi berkilau, sebersit buliran bening melapisi kedua bola mata itu. Jika Scott terus memancingnya, Luigi yang berubah cengeng itu pasti akan menangis.

"Lui, apakah itu hanya akal akalannya saja untuk mengelabuhimu?" tanya Scott sambil membelai puncak kepala Luigi dengan tersenyum tipis.

"Katakan apa tujuannya? Mengapa dia mengikatku dengan kalung ini? Dia ingin aku kesana Scott-- ke Kingdom Volkgaard!" kata Luigi bangkit berdiri seiring ambulance itu berlalu lenyap dari pandangannya dan hanya menyisakan suaranya yang meraung di sepanjang Manchester Street.

"Lui-- Kau akan kesana! Walaupun aku akan kembali ke St. Albans-- Aku mengawasimu" Scott menunjukkan dua jarinya kearah mata Luigi dan bergantian ke matanya, Luigi terkekeh melihatnya. Mereka kembali ke rumah seiring lalu lintas kembali lancar setelah kecelakaan itu terjadi. Namun ada rasa yang aneh menyelimuti hatinya, Luigi cemas ada rasa kuatir yang sulit di terjemahkan.

Steiner apa kau baik baik saja? Mengapa perasaanku aneh, tidak nyaman, tidak tenang? Mengapa aku tiba tiba mencemaskanmu? Apa kau sakit? Apa kau terluka? Aku harap kau baik baik saja Steiner.

-

-

-

...KINGDOM VOLKGAARD...

...( K.V )...

Keesokan harinya

Setelah perdebatan yang panjang dan setelah Scott kembali ke St. Albans-- asal kota keluarga Foster berada --Luigi mendapatkan restu dari kedua orangtuanya Foster dan Lorainne, untuk melakukan sesi wawancara di Gedung KV yang berada di pusat kota Manchester.

Sekitar lima belas menit dari hunian elit dimana kedua orang tua Luigi tinggal. Dan Gedung K.V sendiri berjarak lima blok dari kantor Foster, tempat Ayah Luigi mengepalai Bank Swiss yang bercokol di Inggris. Luigi bisa berangkat bersama sang Ayah bila Luigi di terima bekerja disana.

Pagi itu Luigi di turunkan sang Ayah tepat di depan gedung K.V. Setelah mencium Ayahnya Luigi bergegas pergi, menapaki trotoar gedung hingga mencapai lobby dengan rasa optimis, percaya diri, dan sudah pasti jutaan debaran dihatinya berkejaran memenuhi seluruh tubuhnya. Wajahnya berseri seri namun sekujur tubuhnya terasa dingin.

Luigi berpakaian dengan gaya elegan, setelan blazer berwarna biru tua dengan motif garis garis dipadu blouse. Sepatu stilletto berwarna coklat vintage, dipadu padankan dengan sling bag dan handbag dengan warna senada. Luigi terlihat berbeda. Gaya gadis remaja semasa sekolah di Universitas kini berubah menjadi wanita dewasa. Sang Ibu adalah panutan baginya, yang menjadi tolak ukur dalam memilih gaya berbusananya.

Hari itu ia tampil mempesona, dan semua untuk Steiner. Ia membuktikan dirinya layak di sandingkan di sisi Steiner. Senyum ramahnya terukir di paras cantiknya yang menambah daya tariknya. Beberapa mata melihatnya tanpa berkedip.

Setelah menghubungi resepsionis, Luigi di arahkan ke sebuah ruang tunggu bersama calon pegawai yang mendapatkan panggilan wawancara di hari yang sama. Satu per satu para calon pegawai itu di panggil dan kini giliran Luigi.

Ia memasuki sebuah ruangan meeting dimana ada beberapa petinggi dari bagian HRD yang akan memberi penilaian calon pegawai dan satu orang wanita yang cukup matang yang usianya diperkirakan, terpaut lima tahun diatasnya, dan ia yang akan mengajukan sesi tanya jawab.

Dia adalah Esme Lauwdres. Setelah Luigi duduk dan setelah basa basi perkenalan, Esme memulai sesi wawancara dimana tanya jawab itu di rekam oleh sebuah kamera.

"Jadi Luigi-- Kau lulusan terbaik Chambrige. IQ dan EQ mu memenuhi kualifikasi. Tapi kau sarjana Strata Dua (S2) Arkheologi. Dan kau melamar di perusahan kecantikan. Ini sungguh aneh. Tapi aku menghargai usahamu. Dan maaf kami menolakmu untuk bekerja disini" kata Esme dengan tersenyum dan ia menutup map yang berisi data Luigi. Namun Luigi tetap tenang.

"Apa kalian yakin akan melepaskanku hanya karena aku bergelar Sarjana Arkheology? Lalu mengapa kalian memanggilku? Apa kalian pikir ini lelucon? Perusahaan sebesar ini memanggil dan membuang waktuku hanya untuk lelucon ini? Bila kalian penasaran denganku mengapa kita tidak minum kopi di sebuah cafe? Aku yang akan mentraktir kalian" Luigi menegakkan kepalanya, ia duduk dengan melipat kakinya dan kini bersedekap.

"Tolong jaga sikapmu dan kau tahu pintu keluar dimana" kata Esme memiringkan kepalanya dan menatap tajam kearah Luigi.

Luigi menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya ia bangkit berdiri dan mengambil beberapa botol parfum dari dalam tasnya dan meletakkan di meja para petinggi perusahaan. Beberapa orang para petinggi perusahaan itu saling memandang.

"Kalian kurang teliti membaca dokumenku dan juga latar belakangku. Perusahaan raksasa melewatkan hal sebesar ini?-- Luigi tersenyum penuh percaya diri --Aku Luigi Santana Foster, aku lulusan terbaik di Universitas Chambrige, aku menjadi ketua Senat di kampusku. Hobiku-- Meracik, Meramu dan Membuat segala jenis parfum, bahkan aku bisa meniru atau menjiplak aroma parfum berkelas dunia. Tapi aku memilih membuat aroma dan brand sendiri yang di kenal di Universitas Chambrige"

Semua meraih botol parfum yang Luigi keluarkan di meja, lalu membuka segel parfum kemudian mereka mencium aromanya satu persatu dan mereka mengamati brand yang tertera di botol parfum itu.

"Brand ku bernama LUI'S SCENT! Aku mendesain botol, aku membuatnya dari awal hingga akhir secara manual dengan kedua tanganku. Brand-ku berlisensi, mempunyai izin edar di pasaran, dan semua bahan telah terdaftar agar aman di gunakan. Tentu saja, aku melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum menjadikan sebotol parfum. Karena itulah aku ingin bekerja disini-- Karena akulah yang kalian cari!" Semua orang di ruangan itu terkesima, mereka manggut manggut dan saling berbisik.

"Ayahku seorang kepala Bank Swiss, aku tinggal mengajukan pinjaman dan memproduksi Lui's Scent. Di Universitas Chambrige, siapa yang tidak mengenal Lui's Scent. Marketku hanya sebatas di kampus, karena aku belajar sambil memulai bisnisku. Apa bisa kalian bayangkan, bagaimana jika aku keluar dari perusahaan ini sekarang? Maka bisnis parfum yang akan kalian mulai, akan berhadapan dengan Lui's Scent! Kompetitor terberat kalian!" Luigi mengulurkan tangannya, seolah meminta parfum itu kembali dari tangan para petinggi perusahaan.

"Bolehkah ini untukku?" tanya salah satu petinggi perusahaan yang mewawancainya.

"Aku biasa menjual 50 euro, tapi karena kalian telah membuang waktuku sia sia-- aku menjualnya 150 euro. Maaf aku sangat pelit. Dan kalian telah merusak segelnya, itu artinya kalian telah membelinya. Aku mengulurkan tanganku untuk menerima pembayaran dari kalian. Dan aku sangat serius!" kelima orang yang membuka parfumnya, melengos dan mau tidak mau mereka mengeluar uang masing masing 150 euro, termasuk Esme.

*50 uero \= 850.000 IDR, 150 euro \= 2.550.000 IDR.

Luigi tersenyum penuh kemenangan dan senyumannya memikat seseorang dibalik kamera yang selalu menyala. Setelah menerima uang Luigi bergegas keluar dari ruangan itu. Namun sebelum Luigi mencapai ambang pintu, ponsel Esme berdering.

"Hentikan gadis itu, Esme!" pekik seseorang di telepon.

"Menghentikannya?"

"Iya Esme, hentikan dia! Berikan masa percobaan selama enam bulan! Perusahaan kita membutuhkan wanita cerdas itu!" imbuhnya lagi.

"Baiklah"

"Luigi, maafkan aku-- Tapi aku berubah pikiran. Pimpinan kita langsung menerimanya!" Luigi berdebar mendengar kata 'pimpinan' dan ia menoleh kearah Esme yang masih menggenggam ponsel dan ponsel itu menempel di telinganya.

"Bisakah gajiku dua kali lipat dari gaji standar negara ini?"

"Shittt! Wanita itu benar benar besar kepala!" umpat seseorang itu di teleponnya.

"Kau bisa menolaknya" kata Esme lagi, kepada seseorang yang meneleponnya.

"Sepertinya kau ingin membuang waktuku lagi, Nona Esme. Katakan pada pimpinanmu bahwa aku akan membuatkan parfum dengan aroma citrus dan berry"

"Shitt!! Dia tahu aku menyukai aroma itu?"

"Mungkin beritamu sudah di rilis, banyak yang mengetahui semua tentang dirimu" kata Esme menatap tajam ke arah Luigi yang tersenyum kearahnya. Dan seseorang diseberang sana menjadi sangat gugup.

"Esme-- Berikan...Berikan permintaannya" kata orang itu.

"Apa kepalamu terbentur cukup keras?" tanya Esme dan di sambut hardikan yang cukup keras.

"Esme aku tidak becanda!" Esme menjauhkan ponselnya dari telinganya lalu ia kembali mendekatkannya.

"Luigi-- permintaanmu diterima. Selanjutnya ada staff bagian penerimaan karyawan yang akan menghubungimu" kata Esme dengan menggelengkan kepalanya.

"Terima kasih. Selamat pagi menjelang siang" kata Luigi dengan wajah berseri seri. Ia kembali menoleh kearah pintu untuk meneruskan langkahnya namun salah satu petinggi dari staf HRD kembali menghentikannya.

"Tunggu-- Kau telah di terima berarti kau bisa mengembalikan uang kami dan kami tidak harus membayar parfum ini" ujarnya dan semua manggut manggut.

"Maaf-- Bisnis adalah bisnis! Dan aku orang yang sangat pelit" kata Luigi berlalu pergi dengan tersenyum ramah.

"Wanita itu sangat cerdas, dia..dia.. Dia yang menyebabkan kecelakaanku kemarin pagi.. Maksudnya.. Karena aku melihatnya di taman, aku lupa dimana rem dan dimana pedal gas.. Aku tanpa sadar menginjak pedal gas" kata laki laki yang menelepon Esme. Panggilan telepon itu berakhir dan Esme menjadi gusar mendengarnya.

Ya! Mendengar perkataan Steiner. Tanpa Luigi tahu, kamera itu terhubung pada laptop Steiner yang kini berada di rumah sakit. Kecelakaan itu hanya menimbulkan luka ringan pada Steiner, ia hanya sangat shock dengan kejadian itu.

Mobil Steiner di hantam dari sisi kanan, dimana ada Carrie duduk di sampingnya. Dan perlu diingat, mobil di Eropa kemudinya berada di sisi kiri. Beruntung, mobil itu mengeluarkan katong udara (airbag) dan melindunginya, namun sangat disayangkan Carrie mengalami cireda. Tangannya patah dan hingga kini Carrie belum sadarkan diri.

Wanita itu, ada apa dengan wanita itu.. Mengapa keresahanku menghilang saat aku melihatnya..

-

-

Bila kamu menyukai Novel ini, Jangan Lupa Dukungan Vote, Like, Komen, Koin, Poin dan Rate bintangku yaa Reader Tersayang.

Biar aku semangat nulis lagu disela - sela waktu jadwal kuliahku yang padat. Terima kasih Reader tersayang 😘😘🥰🥰💕💐

-

1
Fitri Pio
baca berulang-ulang blm ada lanjutannya..
Fitri Pio
bersamaan dengan Luigi ditemikan
Fitri Pio
apakah jiwanya tertukar? apaan sih🤣🤣
Fitri Pio
wahhh .. ada apa d masa lalu ..
Fitri Pio
apakah bunga yg ditemukan d atas batu itu?
Fitri Pio
baca ulang sambil nunggu lanjutan🤣
Fitri Pio
belum ada juga hmm
Nitha Wulan Sari
aku kembali lgi setelah 3 thn. ternyata emang GK d lanjutin sama otor
Shanty Yang
authornya ngilang kemana yak, ga da notif sama skli 😌😌 sampe di tahun brp ini 🤭 tp masih brharap ada kelanjutannya ☺
Shanty Yang: 🤭🤭🤭😅😅😅
total 2 replies
Neneng Jubaedah
pliss lanjutin dong thor,3 tahun aku nunggu kelanjutan nya thor
comel21
bertahun2 nunggu
comel21
kamu kemana Thor kangen banget gara2 u gak update q JD males baca di platform ini udah 1 th lebih kira2
Aisyah Zahra
holla author apakah masih ada dn sehat?
Santi Nuryanti
bahkan blm smpe sinonsis thorr...ayo la nulis lg..train ud byk..ni msh dkit thor..ayo la nukis lg
Santi Nuryanti
ni nggui up na bkn 2 3hr thor...tp 3th lho 3th....aarrrrggggghhh...semangatt dunkk
Santi Nuryanti
ayo la thor....up lg
Santi Nuryanti
thorr plisss lnjt...crtbny blm smpr sinopsis ud ilang thor...ayo dunk nulis lgiii
Santi Nuryanti
nyesek bgt ni klo mncintai tk trlihat aplg tk dilnjtn sm othor...huhuhuhu
Santi Nuryanti
thor ditgguin ni kelnjtnny....
Santi Nuryanti
lnjt thorr...ngehalu lagu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!